Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi

Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi
Perasaan sesungguhnya


__ADS_3


"Muning...belum tidur?"


tanya pangeran Rendra.


"Belum pangeran..."


"Jangan panggil aku pangeran, Rendra saja"


"Rasanya tidak sopan"


ucap Kemuning terdiam.


"Mas Rendra...bagaimana?"


pinta pangeran Rendra kepada Kemuning.


"Pangeran saja..."


"Ya sudahlah"


ucap pangeran Rendra, di hatinya berdegub kencang, berbeda rasanya ketika dia pertama bertemu dengan Kirana, Rendra yang hanya mengagumi kecantikan Kirana dan berhasil menikahinya, tapi tidak dengan mengisi hatinya Kirana.


"Maaf pangeran, saya kembali ke kamar dulu"


ucap Kemuning.


"Tunggu, di sinilah sebentar, aku butuh teman untuk bercerita"


pinta pangeran Rendra.


Kemuning pun terdiam, menahan langkah kakinya, dia berusaha menjadi pendengar yang baik.


"Mungkin terlihat aneh, tapi pada kenyataannya, aku menyukai mu Ning"


ucap pangeran Rendra.


Kemuning kaget mendengarnya, adik iparnya bisa bicara kepada dirinya tentang hatinya, dia merasa obrolan ini tidak nyaman.


"Maaf pangeran..."


Kemuning yang hendak berlalu tiba-tiba tangannya di tarik oleh Rendra.


"Aku tahu ini salah, tapi ada rasa di hati ku yang tumbuh"


"Pangeran sadarlah, puteri Kirana tengah hamil anak pangeran"


ucap Kemuning terlihat takut.


"Aku menyayangi mu Ning, tidak ada rasa di hati ku untuk Kirana lagi, selama ini apa yang ku berikan tidak merubah apapun di hatinya"


jelas pangeran Rendra.


"Maaf pangeran..."


Kemuning kemudian berlari ke kamarnya.


Kesal dan marah Rendra hanya bisa menahannya, dia tahu Kemuning adalah kakak iparnya, tapi tetap saja hatinya memilih Kemuning, dirinya tidak dapat mengendalikan rasa di hatinya.


Lihat saja, aku akan mendapatkan mu...


gumam Rendra dalam hati.


...💞💞💞...


Kemuning masih terpikir akan tindakan pangeran Rendra, di saat sarapan pun Kemuning terdiam tidak bicara apa-apa, mata Rendra tertuju kepada Kemuning yang terdiam.


Ibunda ratu Ratna mencium gelagat Rendra yang terlihat aneh, bukan hanya itu puteri Kirana juga merasakan hal sama, Rendra yang terus menatap Kemuning, dirinya tidak peduli kepada puteri Kirana yang berada di sebelahnya.


"Maaf ibunda...kemuning tidak enak badan, saya duluan"


sahut Kemuning yang tidak nyaman berada di sana di tambah pandagan Rendra yang tidak pernah lepas dari dirinya.


"Iya Ning..."


seru ibunda ratu Jayanaga.


"Kirana juga ibunda..."


sahut Kirana tampak kesal.


Sang ibunda hanya terdiam, entah apa yang terjadi pada anak dan menantunya, selesai sarapan Rendra kembali latihan pedang, yang biasanya fokus pikirannya tidak karuan, hatinya sangat menginginkan Kemuning, bahkan bila dirinya harus merebutnya dari sang kakak.

__ADS_1


Kemuning tidak leluasa seperti biasanya, dirinya hanya berdiam diri di kamar, dia berharap mas San cepat kembali dari berburu, dia tidak ingin nantinya pangeran Rendra berkata hal melantur kembali.


Bosan dan jenuh tapi Kemuning hanya bisa pasrah, dari pada dia harus bertemu dengan pangeran Rendra.


Kasihan puteri Kirana, kenapa malah seperti ini?


gumam Kemuning di hatinya.


Kemuning yang tertidur tidak tahu bahwa sang suami telah pulang dari berburu, pangeran Sanjaya tampak senang dia bahkan terlihat tidak sabar bertemu dengan Kemuning.


"Bik...Puteri Kemuning mana?"


tanya Sanjaya kepada seorang kepala dayang istana Jayanaga.


"Di kamar pangeran, katanya lagi tidak enak badan"


jawab bik Asih.


Pangeran Sanjaya langsung berjalan menuju kamarnya, kedatangannya terdengar oleh pangeran Rendra, di lihatnya senopati yang berjalan ke kediamannya.


Kesal dan marah Perasaan Rendra yang tidak menentu kala itu, dia juga terkadang bingung kenapa bisa hatinya seperti ini.


"Dek......"


panggil Sanjaya mengusap lembut rambut Kemuning.


"Mas..."


Kemuning yang membuka mata tidak sadar bahwa itu adalah suaminya.


"Kamu kenapa? sakit?"


"Mas san....."


Seru Kemuning yang kemudian memeluk suaminya.


"Ada apa dek?"


"Kangen mas..."


ucap Kemuning.


"Mas juga kangen..."


"Kita mandi yuk..."


Kemuning langsung bangun dan bergegas berjalan menuju kamar mandi, sedangkan Sanjaya melepaskan pakaiannya.



Mereka pun berendam dengan taburan bunga nan wangi, Kemuning sangat senang sang suami telah kembali, hatinya telah terisi kembali, senyum lebar terus terpasang jelas di wajah Kemuning.


"Mas..."


"Hmm..."


"Dek boleh ikut tidak ketika mas berburu kembali...?"


tanya Kemuning yang duduk di samping Sanjaya.


"Dek kan tahu ibunda tidak mengijinkannya..."


"Maksudnya kita berangkatnya barengan, tapi adek menemui mbok, mas berburu, pulangnya mas jemput"


pinta Kemuning.


"Iya sudah..."


"Makasih ya mas..."


ucap Kemuning yang mengalungkan tangannya di leher Sanjaya.


"Iya dek..."


Sanjaya pun dengan lembut mendaratkan ciuman di bibir Kemuning, seakan rindu ini tidak berhenti pada sebuah ciuman.


Sewajarnya suami istri lah, bila lama tidak bertemu, Sanjaya mencumbu Kemuning, bibir mereka terus ciuman, tangan Sanjaya sangat pandai membuat sang isteri merasa nikmat.


Kemuning juga terlihat sudah tidak malu-malu, dia kini berada di pangkuan Sanjaya, bergerak keatas kebawah mengikuti ritme, henbusan nafas Sanjaya terdengar jelas di kuping Kemuning, desahan Kemuning membuat Sanjaya terngiang.


"Aaahhh...aaahhhh....ahhh....mas San..."


desahan Kemuning membuat Sanjaya tambah bergairah.

__ADS_1


Desahannya membuat Sanjaya gemas, dia pun mencium bibir Kemuning lagi, memberikan rasa nikmat kepada isterinya, Sanjaya bahkan suka ketika mereka beradu mulut, lidah yang licin itu ikut di hisap masuk kedalam mulutnya.


...💞💞💞...


Sanjaya dan Kemuning pun ikut makan malam bersama, kali ini Rendra yang tidak ikut makan malam bersama, Sanjaya membawakan sebuah mainan yang di buatnya ketika sedang berburu.


"Bima..."


panggil Sanjaya kepada keponakannya.


"Iya taman" (iya paman)


"Ini....kemarin paman sempat buatin Bima ini"


Sanjaya yang memberikan pedang-pedangan kayu yang dibuatnya untuk Bima.


"Wahhh mainan....matasih" ( wah mainan...makasih)


Bima yang senang mendapat hadiah dari pangeran Sanjaya.


"Biar jadi pendekar pedang seperti ayah ya"


ucap Sanjaya.


Semua anggota keluarga tersenyum melihat Bima sangat senang mendapatkan hadiah, Kemuning terdiam sejenak menatap sang suami, dia teringat akan hal menyedihkan, ketika dirinya mengalami keguguran.


Maafkan Kemuning mas ....


ucap batin Kemuning.


"Rendra sangat sibuk ya puteri Kirana?"


tanya Sanjaya ketika makan malam bersama.


"Adik mu itu kan bercita-cita menjadi oendekar pedang"


sahut sang ayah handa.


"Dia sibuk berlatih terus mas .."


Kirana yang hanya tersenyum menjawab pertanyaan Sanjaya.


"Padahal puteri Kirana tengah hamil muda"


seru ibunda ratu.


"Hamil??? selamat puteri..."


kata Sanjaya tersenyum, tangannya menggenggam tangan Kemuning.


Ternyata Sanjaya termasuk pria yang peka, dia tidak ingin sang isteri bersedih, karena tak kunjung hamil kembali, Kemuning menatap dengan senyum di wajahnya, tidak salah dia menerima Sanjaya sebagai suaminya.


"Terimakasih Mas sanjaya...semoga kalian juga cepat menyusul"


...💞💞💞...


Di lain tempat seorang pangeran bernama Daryadana tengah berlatih di sebuah bukit ditemani seorang guru, rambutnya nampak memutih, dia terus berlatih agar bisa menyaingi kekuatan raja Amartha dan raja Jayanaga.


Tatapan dendam yang penuh dalam, dia merasa sakit hati akan pengusiran yang di lakukan oleh raja Jayanaga, perlu bertahun-tahun dirinya bisa menguasai ilmu dari gurunya.


"Tunggu lah sebentar lagi, ilmu mu akan sempurna"


kata sang guru yang sedang meramu sebuah jamu untuk pangeran Daryadana.


"Dengan ini aku akan menghancurkan Jayanaga dan Amartha"


ucapbya dengan penuh ambisi.


.


.


.


.


Hai...


terimkasih ya sudah mampir dan membaca cerita ku...


nantikan kelanjutan kisahnya...


jagan lupa like dan komen ya...

__ADS_1


Mampir juga dong di "KIRANA"



__ADS_2