Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi

Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi
SR. Musibah part-2


__ADS_3


Kum yang datang ke rumah Bella namun tampak sepi, dia bertanya kepada penjaga, Kum mendapatkan kabar bahwa Bella dan keluarga tengah pergi ke suatu tempat, untuk pulangnya kapan dia tidak dapat memastikan.


Dengan rasa khawatir Kum kembali tepat di jalan dia malah bertemu dengan empu Gatma, Kum pun menjelaskan, dia tidak tahu tapi mungkin empu bisa membantunya.


Hal yang tidak di inginkan terjadi, sama seperti isterinyayang dulu hanya manusia biasa, dia tidak menyelamatkan baik istri ataupun anaknya, empu sendiri memilih wanita dari bangsa manusia karena mereka yang penurut dan mau mempunyai keturunan, walau tidak semua wanita sebangsa dia seperti itu. Hal itu yang membuat empu cinta mati dengan sang isteri.


San terus menghangatkan badan Ayu, ibunda San juga memberrikan beberapa ramuan agar Ayu bisa kembali sadar, tidak berapa lama empu datang, San bingung kenapa Kum malah membawa Empu Gatma.


Kum menjelaskanbahwa Arya dan keluarga tengah tidak berada dirumah, kebetulan dia bertemu dengan empu dan membawanya kemari, San menjelaskan,dia bingung kenapa Ayu bisa seperti ini.


Pertama-tama rencan mpu Gatma adalah bisa menyelamatkan anak mereka, dia meminta beberapa bahan untuk ramuan yang akan dibuatnya.


"Kasihan sekali kamu nduk"


ujar empu yang mengelus perut Ayu.


"Ada hal yang ingin aku bicarakan bersama mu dan raja"


lanjut empu yang kemudian.


"Baiklah empu"


San mengajak empu berbicang di ruang baca tepat di sebelah kamar mereka, empu menjelaskan bahwa Ayu tidak bisa bertahan, kalau pun dia bisa melewati ini, Ayu sebagi manusia biasa tidak akan bisa melewati ini, karena itu San diberitahu untuk keadaan terburuknya, terdiam kaku, dia tidak bisa berkata-kata.


San yakin Ayu bisa melewati ini semua, dia masih berharap apa yang di bilang empu tidak benar, isterinya sangat kuat bisa bertahan apapun kondisinya.


Empu pun menambahkan lagi jika dia bisa bertahan dengan ramuanya, itu sebuah keajaiban, karena dia pernah memberika. kepada sang isteri namun itu tidak bereaksi apa-apa.


Ramuan yang di resepkan telah di buat mbok, perlahan empu meminumkan kepada Ayu, tidak lama Ayu merespon perlahan matanya mulai terbuka.

__ADS_1


Mereka terlihat gembira ayu telah sadar kembali, empu pun mengatakan mbok harus segera membantu persalinan, Ayu merasa perutnya kini benar-benar mules, dia hanya perlahan tarik nafas dan bayinya keluar dengan selamat, Ayu mendengar tangis sang anak,perasaannya lega, seperti tunai sudah dia memberikan cintanya kepada San.


San meminta bantuan kepada dayang lainnya untuk membantu mbok membersihkan darah habis Ayu melahirkan, mbok yang telah selesai memberihkan badan bayi San dan Ayu yang berjenis kelamin laki-laki.


Mata Ayu terlihat sayu, kondisinya masih lemah. selesai di bersihkan mbok membedong bayi berbobot 3,2kg, memberikan nya kepada San, dengan bahagianya dia menunjukan kepada Ayu.


"Anak kita dek...."


ujarnya menunjukan anak lelaki yang tampan itu.


"Arjuna Sanjaya"


kecup Ayu di kening anak lelaki yang sangat mirip ayahnya.


Rasa senang Sanjaya juga di rasakan oleh Ayu, namun dirinya yang hanya manusia biasa tidak dapat bertahan, wajahnya semakin memucat, Ayu perlahan melihat San dan bayinya mulai tampak kabur, sekali lagi dia melihat sekitar dengan frame hitam di sekelilingnya.


"Nama yang bagus dek..."


"Dek..."


"Mas...aku cinta kamu"


suaranya yang mulai tidak terdengar.


Kenangan mereka bersama mungkin adalah hal terindah yang dimiliki Ayu, dari kecil baru sekarang Ayu bisa merasakan kebahagian, memiliki mbok yang sayang, mertua yang perhatian dan suami yang setia dan mencintainya.


Walau hanya beberapa bulan, Ayu sangat-sangat bahagia,semua terpampang jelas dalam ingatannya,frame itu kini hampir menutup semua pandangannya, perlahan Ayu memejamkan mata untuk selamanya, kesempatan untuk memberikan ASI dia tidak sempat lakukan.


San pasrah dia hanya bis memeluk sang isteri yang ini sudah tidak bernyawa, terpukul, semua orang merasa kehilangan, empu juga tidak bisa berbuat banyak,kemungkinan terburuk memang ini lah yang akan terjadi.


Arjuna Sanjaya dan Ben yang akan menjadi kekuatan San bertahan, kado terindah dari isterinya yang akan selalu dijaganya, seakan tahu bahwa istana sedang berduka, langit pun menangis, Arjuna tidak akan pernah merasakan belaian sang bunda.

__ADS_1


Dan mbok kedua kalinya dia kehilngan sang puteri,dia yang paling sedih walau beliau tidak menangis di depan orang-orang.


Wangi tubuh isterinya masih tercium jelas, San tahu bahwa Ayu tidak akan tega melakukan ini, tapi Ayu telah tiada.


San meminta agar malam ini dia ingin tidur bersama dengan isterinya yang telah tiada, tubuh Ayu pun dibersihkan di beri pakaian yang rapi, mbok mengecup kening anaknya yang telah kaku.


Dia tidak bisa menahan rasa sedihnya, dia berlari ke kamarnya dan menangis sesegun, dia terus menangis, kehilangan itu memang akan menimpa siapa saja, mereka yang abadi didunia ini hidup dalam kehampaan, ditinggal oleh orang-orang yang mereka sayang.


San yang kemudian berbaring di samping Ayu, dia menggenggam tangan Ayu yang sangat dingin, tidak banyak yang San katalan, bahkan tidak ada kata yang menggantikan sang isteri, dia terlalu bermakna di hati San, terlalu berarti.


Ayu seperti masuk di ruang yang gelap dan sendiri, dia hanya bisa menangis, dia ingat akan bayi yang baru di lahirkannya, seperti terperangkap, Ayu yang bingung kemana tujuannya, kemana dia akan pergi jika semua hanya ruang hampa dan gelap.


Satu-satunya cahaya adalah tempat dia berdiri, cahaya yang menembus keatas itu sangat terang bahkan untuk di lihat dengan mata telanjang pun belum tentu bisa.


Dia hanya duduk termenung, dibawah cahaya terang, sesekali dia menangis merindukan buah hatinya, pikirannya bingung bagaimana dia menyusu? kalau Ayu berada di ruang misterius ini.


Dia juga tidak tahu ini siang atau malam, dia tidak tahu sudah berapa hari dia disana, menangis dan menangis hanya itu yang Ayu lakukan, mati ataupun belum dia saja tidak tahu, dia ingin sekali memeluk dan memberikan ASI kepada anaknya.


Arjuna Sanjaya dia terus menangis dan manggil nama sang anak, dia hanya memberi garis di pasir yang dia duduki, membuatnya sangat down, dia tidak tahu apa-apa, dia tidak tahu berapa lama dia pergi.


Apa anakanya baik-baik saja, selalu dan selalu Ayu pikirkan, kesal dan marah dia tidak tahu apa yang terjadi, dia berteriak kencang minta di bebaskan, dia ingin bertemu dengan buah hatinya.


.


.


.


(Bersambung)


__ADS_1


__ADS_2