
Dari rasa ikhlas itu, Ayu pun memulai menata kembali hatinya, dia ingin hidup bahagia walau tidak bersama mereka, dia ingin semua kerinduan yang dia rasa akan menjadikan semangat hidupnya.
Seberkar sinar harapan muncul di depan Ayu, dia mulai bangun, badannya serasa sempoyongan, perlahan dia mulai menghampiri cahaya yang terang, cahaya yang sepertinya turun dari langit.
Ayu terus mengumpulkan tenaganya, dia terus berjalan dan mengapai cahaya itu, seperti membuka sebuah pintu yang berisi banyak cahaya terang, dia tidak berharap banyak, dia yakin bisa melewati ini semua.
Cahaya kehidupan itu kembali ke diri Ayu yang sebenarnya, membawa nya memasuki lorong yang panjang, entah berapa lama dia akan sampai, terus terasa seakan terbang, lalu berhenti disebuah titik hitam yang kecil.
Wuuuusssshhhhh!!!!!
Sukmanya masuk ke dalam tubuhnya, Ayu yang terbaring koma, di sebuah rumah sakit, peralatan lengkap di pasang di tubuhnya, pendekteksi jantung, alat pernapasan terpasang lengkap.
Luka perban yang ada di kepalanya, membuat dia koma selama berbulan-bulan, sukmanya yang tersesat di alam lain, sepi dan kesendirian, dia menciptakan Deska dan Arya sebagai teman yang sangat baik dan perhatian.
Dia menciptakan kehidupan baru di alam sana, dimana emosi kepada orang tuanya terbawa, dia merasa hidupnya berarti disaat sang nenek masih hidup, padahal sebenarnya Ayu tidak mememiliki seorang nenek.
Dia yang tersesat bertemu dengan Kemuning, yang juga tersesat akan kematian yang dia alami, walau dibilang Kemuning memanfaatkan dirinya, tapi Ayu merasa bahagia,dia bisa mengenal San, dia bisa mencintai, menikah dan mempunyai anak.
Ayu yang lupa diri, dia menginginkan San seutuhnya untuk dirinya, sebagai perjanjian diantara mereka, Ayu akan pergi ketika Kemuning menemukan cinta sejainya, Kemuning tidak bisa pergi bila Ayu tidak mengikhlaskan dia bersama San.
Karena sejatinya Kemuning membantu menjaga Ayu, menemani dan memahami apa yang Ayu rasakan. Dia juga menambahkan nama yang sama di akhir nama Ayu,Ayu larasati, gadis yang menganggap dirinya sebagai reinkarnsi Kemuning.
Tapi dia salah,dialah yang hadir di kehidupan cinta San dan Kemuning, berpikir Kemuning jahat, hanya memanfaatkan dirinya yang lemah untuk menemukan cinta sejatinya. Dan yang tertinggal hanyalah rasa sakit.
Kini Kemuning telah bahagia bersama pangeran Sanjaya, dikerjaan Jayanaga, istana yang megah itu benar adanya, tidak ada JBO,semua adalah ciptaan Ayu.
Ayu terbaring koma,bahkan dokter menyerah untuk menyelamatkannya, dia anak pertama dari satu-satunya, orang tuanya adalah petinggi daerah tersebut, rumah tangga kedua orang tuanya hampir diujung tanduk.
Melihat orang tua mereka terus bertengkar,membuat Ayu depresi,dia lebih suka menyendiri, dia hanya memiliki teman bernama Tantri,dia teman satu-satunya, namun di saat kejadian naas itu, Tantri sedang sibuk bekerja.
Beberapa bulanm lalu,ayahnya kedapatan selingkuh dan ibunya mengetahui itu, tertekan, Ayu berusaha keluar dari masalah mereka,tapi selalu dia salahkan atas kelahiran Ayu yang tidak mereka inginkan.
Dia hanya bisa menangis di pojok kamar sambil menelepon Tantri, tapi sayang saat itu Tantri sedang presentasi kerja disebuah perusahaan penerbit.
Tidak ada yang mengerti, Ayu memutuskan untuk bertolak ke rumah Tantri yang hanya 35 menit menggunakan kendaraan, dia turun di tengah-tengah orang tua yang tengah ribut.
"NIh dia anaknya, kuliah gak beres, dasar anak tidak tahu diuntung"
__ADS_1
sentak sang ayah membuat hati Ayu tersiksa.
"Mau kemana kamu?"
ujar ibunya yang masih terlihat muda.
"Penting memangnya Ayu buat kalian?"
sahut ayu yang semakin menyulut emosi kedua orang tuanya.
Plaakkk!!1
sang ayah mendaratkan tamparan keras diwajah puterinya.
Sang ibu membela Ayu, dia berteriak semua salah suaminya,tidak pernah perhatian, tidak pernah menjadi teman untuk sang puteri.
Kesal Ayu mengatakan kepada orang tuanya.
"Kalian mungkin akan lega kalau aku mati"
ujar Ayu yang kemudian berlari ke garasi mengambil kunci sekuternya.
Tidak dapat mengendalikan Ayu oleng membawa sekuternya.
"Aaaarrrkkkkk !!"
teriak Ayu yang menabrak pembatas jalan, badannya terpental hingga jauh, di saat itu dia tidak menggunakan pengaman ketika berkendara.
Gadis yang dilihat Ayu adalah Kemuning, dia tersesat tidak tahu arah,dia yang memilih mengakhiri hidup tersesat di dunia manusia. Ayu tidak sadarkan diri, Tantri yang telah selesai rapat menelepon balik Ayu namun tidak di respon, sampai dia dikabari bahwa Ayu mengalami kecelakaan tunggal.
Suara sirine mobil ambulance terdengar riung, ditelepon saat itu, Tantri shock mendengar hal tersebut, dia bergegas menuju rumah sakit yang dimaksud.
Kemuning ikut menemani Ayu, dia tidak sengaja membuat Ayu seperti itu, dia terus berada disamping Ayu, bahkan ketika sukmanya keluar dari tubuhnya,mereka hanya saling menatap,Ayu dan Kemuning merasakan hal yang sama, kesepian akan hidup ini, mereka berteman,kemuning memperlihatkan kenangan bersama sang suami, Ayu berniat membantunya.
Ayu mengijinkan Kemuning masuk ke dalam dirinya menjadi satu dalam ingatan, dia bahagia menjalani hidup yang dia ciptakan sendiri.Sampai akhirnya dia yang telah lama mnunggu mendengar suara ramai gemuruh lantunan musik jawa yang khas.
Ayu merasa dia yang sendirian tidak akan mungkin ada orang lain,Kemuninglah yang membuat dunia ciptaan Ayu dibawa msuk kealam mereka, Ayu memasuki sebuah tempat yang di kenal sebagai Kerajaan Jayanaga.Disanalah kisah ini bermula dan Ayu berakhir dengan kesedihan yang dirasa sepanjang masa, tanpa dia tahu penyebab rasa sakit itu.
Semua ingatan tentang Kemuning, San dan Jayanaga hilang, menghilang bagaikan debu, Ayu terbangun dari komanya, serasa dipukuli hatinya, dia bangun dan duduk,melepaskan alat bantu pernapasan, kemudian menangis sekencangnya.
__ADS_1
Seperti ada yang mencabik hatinya, menggoreskan luka di hatinya, dia tidak tahu pasti kenapa rasa sakit ini sangat membuatnya sesak, seakan dia tidak ingin bernafas kembali.
.
.
.
Tantri yang sedang menelepon seorang teman,membicarakn masalah pekerjaan, namun mendengar suara tangisan kencang seperti suara tangisan Ayu, Tantri pun bergegas masuk ke kamar Ayu.
Benar Ayu telah sadar dari komanya, tapi apa yang membuat Ayu menangis kencang, Tantri datang dan memeluknya, dia tidak tahu apa yang terjadi tapi setidaknya dia bisa memberikan rasa nyaman kepada sahabatnya.
Ayu mulai tenang dia, ingat siapa Tantri, tapi dia tidak ingat kenapa dia begitu sakit hati, sejenak Ayu mulai terdiam, dia butuh latihan karena kondisi koma,banyak syaraf yang tidak berfungsi baik.
Orang tuanya memilih bercerai, mereka menitipkan Ayu kepada Tantri,bahkan ketika orang tuanya menyerah karena dokter bicara tidak ada harapan untuk Ayu, hanya temannya Tantri lah yang masih mau menunggu keajaiban.
Dia yang selama ini menunggu sambil bekerja, sebagai seorang Editor, Tantri tidak begitu di tuntut untuk hadir ke kantor, terkadang kalau rapat dia berusaha tampil walau hanya melalui sebuah aplikasi telepon vidio.
.
.
.
Di dinginnya malam, Ayu tidak dapat memejamkan matanya, dia hanya melihat Tantri tertidur pulas, tiba-tiba air matanya jatuh, ada kerinduan yang dalam dirinya, rasanyasangat tersiksa, membuat sakit dihatinya, dia tidak tahu, dia tidak ingat appun.
Berniat mencuci mukanya,Ayu berjalan perlahan menuju ke kamar mandi menggunakan tongkat, dia mencuci mukanya perlahan, dia melihat dirinya di cermin, rambut pendek, bahkan wajah nya dia tidak ingat, yang ada di ingatannya, dia berambut panjang, dengan wajah sedikit oriental (seperti visual Kemuning).
Dia terdiam memegang wajahnya, melihat itu Ayu pun menangis, sakit sekali hatinya, dia hanya tidak kuat melewati ini sendirian, yang dia sendiri tidak tahu apa yang terjadi, dia tidak ingat.
Di akhir ini aku kasih visual Ayu.
Terus nantikan dan dukung cerita aku ya, mampir juga ke cerpen ku 😊.
__ADS_1