Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi

Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi
Bertemu Kembali


__ADS_3


Suara hembusan angin begitu lembut terdengar di kuping, langit sangat cerah, bebatuan, sungai dan padang rumput, membuat Kemuning teringat akan pertama kali pertemuan dirinya dengan pangeran Sanjaya dan Rendra.


Kemuning yang berpikir dahulu, pangeran Sanjaya lah yanh menjadi suami dari puteri Kirana, ternyata bukan, pria yang terus berusaha mendekati dirinya, terus memperhatikan Kemuning walau sering tidak di hiraukan.


Tapi benar kata pepatah, "di cintai lebih baik dari pada mencintai"


karena dengan di cintai kita bisa menghargai seseorang yang benar-benar tulus, sayang terhadap diri kita, yang mau menerima apa adanya keadaan kita, itu yang Kemuning rasakan.


Lama-lama pangeran Sanjaya yang terus mendekatinya, membuat dirinya nyaman dan Kemuning mulai merasakan apa namanya cinta dan kasih sayang, orang yang pertama yang akan diberitahukan tentang perasaannya yang mulai jatuh cinta kepada Sanjaya adalah Bramasena.


Kemuning juga berharap, Bramasena juga mendapatkan kebahagian yang pantas, walau tidak sekarang, "Tuhan tidak akan salah, memberikan kita jodoh."


"Apa yang kamu rindukan dari tempat ini?"


tanya Sanjaya duduk di sebelah Kemuning.


"Aku merindukan masa kecil ku mas, ketika aku dan puteri Kirana masih kecil, kami sering bermain"


ungkap Kemuning.


"Dek...ikut mas yuk"


ajak Sanjaya yang mengulurkan tangan.


"Kemana mas?"


kata Kemuning menjabat tangan Sanjaya.


Sanjaya hanya tersenyum, dirinya berjalan memasuki hutan, hutan yang tidak jauh dari rumah Bramasena yang kini hanya menjadi bangunan tua, karena Bramasena tidak pernah kembali.


Sanjaya dan Kemuning berjalan memasuki lebatnya hutan dengan pohon tinggi menjulang. Teduh dengan iringan burung yang berkicau, pangeran Sanjaya merasakan damai bersama Kemuning ditempat itu.


Tidak sengaja pangeran Kesuma yang sedang mencari tanaman obat bertemu dengan Kemuning, tapi kali ini dia sedang bersama dengan seorang lelaki yang berbeda dari sebelumnya, mungkin yang di maksud adalah pangeran Abimayu.


Pangeran Kesuma pun berjalan hendak menghampiri Kemuning.


"Mbak Kemuning..."


sapa pangeran Kesuma.


"Pangeran Kesuma..."


balas Kemuning dengan senyum.


"Bagaimana kabarnya?"


"Dia siapa dek?"


tanya Sanjaya menatap Kemuning yang mulai gelisah.


"Saya pangeran Kesuma"


katanya mengulurkan tangan


"Tempo hari yang menolong mbak Kemuning"


Kemuning terdiam terrunduk, hal itu yang di tutupinya malah tidak sengaja bertemu dengan Pangeran Kesuma dan jadinya tidak ada kata buat menutup masalah itu.


"Menolong apa?"


Pangeran Kesuma pun bingung, melirik ke arah Kemuning yang terdiam.

__ADS_1


"Sebaiknya kita bicara di pendopo, kebetulan tidak jauh dari sini"


ucap pangeran Kesuma.


Mereka pun berjalan sekitar 15 menit menuju pedepokan pangeran Kesuma, Kemuning takut bila pangeran Sanjaya marah karena dirinya tidak mengatakan yang sebenarnya.


"Maaf saya lupa memperkenalkan diri, saya Pangeran Sanjaya dari kerajaan Jayanaga"


Sanjaya yang duduk di depan pangeran Kesuma.


Jarang sekali pedepokan pangeran Kesuma kedatangan tamu, disana ada beberapa anak yang belajar, seperti memanah dan ilmu bela diri lainnya.


"Jadi tempo hari, ketika saya pulang mencari tanaman obat, saya mendengar suara wanita yang meminta tolong, yaitu mbak Kemuning, dia hampir di jahati seorang lelaki, saya hanya mrnolong sebisa saya"


jelas pangeran Kesuma.


Pangeran Sanjaya kaget, tidak percaya Kemuning menutupinya.


Pantas saja dia terlihat aneh


ucap Sanjaya dalam hatinya.


"Apakah pangeran mengetahui orang itu?"


"Saya juga tidak begitu jelas..."


jawab pangeran Kesuma.


"Tapi dia tampak seperti seorang bangsawan..."


tambah pangeran Kesuma.


Kemuning terus terdiam tidak berkata-kata, pangeran Sanjaya melirik ke arah Kemuning.


Apakah itu Rendra?


"Terimaksih pangeran...tolong terima ini sebagai ucapan terimakasih ku"


Sanjaya yang memberikan sekantung kecil barang berharga yang dia bawa. (Mungkin uang atau apalah soalnya tidak terlihat aku nya).


"Tidak pangeran, saya ikhlas menolong mbak Kemuning"


ucap pangeran Kesuma.


"Bagaimana saya membalasnya?"


"Tidak usah di pikirkan pangeran, semua sudah ada yang mengaturnya"


"Baiklah...kalau begitu kami pamit pulang"


"Lain kali saya akan undang pangeran lebih resmi"


"Terimkasih pangeran Kesuma"


...💞💞💞...


Mereka pun kembali ke istana Amarta dan bersiap kembali ke Jayanaga, sepanjang perjalanan pulang ke Amartha Sanjaya hanya terdiam, Kemuning juga bingung bagaimana mengatakan kepada Sanjaya tentang Rendra.


Satu sisi Rendra adalah adiknya Sanjaya, dia tidak ingin mereka berdua bertengkar karena masalah ini.


"Mbok...kami akan kembali ke Jayanaga malam ini"


ucap Sanjaya kepada ibunda Kemuning.

__ADS_1


"Kok mendadak? ada apa nak?"


"Tidak ada apa-apa mbok"


sahut Kemuning.


Kemudian Sanjaya yang masih kesal berlalu masuk ke dalam kamarnya, bersiap untuk kembali ke Jayanaga.


"Ada apa toh cah ayu?"


"Mas San bertemu dengan pangeran Kesuma yang menolong Kemuning mbok"


"Ya sudah...kamu jujur saja, memangnya siapa yang berbuat jahat sama kamu toh cah ayu?"


"Maaf mbok, Kemuning menyusul mas San dulu"


"Iya sudah..."


Kemuning pun masuk ke dalam kamar dan di lihatnya pangeran Sanjaya bersiap dan menggenakan jubahnya.


"Mas...."


Tapi Sanjaya hanya diam tidak menyahut panggilan Kemuning.


Tidak banyak bicara Kemuning pun mengikuti Sanjaya kembali Ke Jayanaga.


"Pangeran Sanjaya..."


panggil Abimayu.


"Iya pangeran Abimayu"


"Mengapa sekarang? kita belum berkuda bersama"


"Tidak...ada urusan mendadak"


"Jangan-jangan, kau sudah tahu soal Kemuning..."


"Apa pangeran mengetahui nya?"


Lirik Sanjaya kepada Kemuning.


"Iya aku melihat Kemuning di antar seorang lelaki berjubah putih, lain kali kau antar lah sampai ke istana"


seru pangeran Abimayu.


Amarahnya semakin menjadi karena ulah Rendra yang merusak kepercayaannya, dia tidak menyangka sang adik bisa berbuat seperti itu.


Tidak berkata Sanjaya langsung keluar dan bersiap pergi.


Pangeran Abimayu hanya terdiam, entah apa yang membuat Sanjaya marah, sampai berlalu tanpa berpamitan.


Bahkan Kemuning tidak istirahat, Sanjay terus diam karena dirinya masih marah terhadap Kemuning, bagaimana hal seperti itu dia tidak pernah cerita ke dirinya.


Apalagi yang melakukan itu adalah adik Sanjaya sendiri, lebih menyakitkan hatinya. Sanjaya tidak ingin berpikir yang tidak-tidak, dia juga tahu betul bagaimana sifat sang isteri, Sanjaya yakin Kemuning tidak akan mengkhianatinya.


Tapi kenapa sampai berbohong soal Rendra, menutupi perbuatannya sampai dia di beritahu orang lain, bahkan sahabatnya Abimayu juga tidak memberitahu karena permintaan Kemuning.



Sanjaya terpaksa tidak memberitahu, siapa pelakunya terhadap Abimayu, dia tidak ingin Kerajaan Amartha kecewa dengan sikap Rendra karena memperlakukan puteri Kirana tidak sepantasnya.


...💞💞💞...

__ADS_1


Nantikan kisah selanjutnya ya...



__ADS_2