Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi

Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi
Resah


__ADS_3


Pangeran Rendra terus berbalik ke arah Jayanaga, badannya terasa sakit, pangeran Kesuma hanya memukul bagaian titik lemah syaraf dari pangeran Rendra, rasanya linu, sakit badannya tidak mengalami luka luar yang serius.


"Pangeran...."


kata ibunda ratu yang berpapasan dengan pangeran Rendra.


"Paman senopati sudah kembali bunda?"


"Seperti nya sudah...ada apa? kamu kenapa?"


tanya sang bunda yang melihat pangeran Rendra merasakan kesakitan di bagian bahu dan tangannya.


"Tidak apa-apa bunda, Rendra permisi dulu"


ucapnya berjalan menuju kediaman senopati wirakha.


Tidak mau bertanya, ibunda ratu pun bergegas kembali ke kamarnya, sampai di kediaman Senopati Rendra terus menahan sakitnya.


Dor...dor...


Rendra menggedor pintu kediaman senopati.


"Paman..."


"Iya pangeran..."


"Ada apa malam-malam begini?"


senopati yang membukakan pintu.


"Paman aku habis bertarung dengan seseorang"


jelas Rendra.


"Mari masuk pangeran..."


Pangeran Rendra yang masuk dan kemudian di obati oleh senopati, Senopati wirakha merasa heran, lawan pertarungan pangeran Rendra bukan lah seorang pendekar biasa, dia hanya mengunci titik penting otot pangeran Rendra.


"Pangeran habis bertarung dengan siapa?"


"Aku juga tidak tahu siapa dia paman"


"Pangeran bisa kembali dan beristirahat, saya akan buatkan ramuan herbal"


"Terimakasih paman"


Rendra yang kemudian kembali ke kamarnya.


...💞💞💞...


Pangeran Kesuma merupakan seorang tabib, dia memiliki sebuah padepokan di tengah hutan Perbatasan Amartha, selain pandai dalam pengobatan, pangeran Kesuma juga mahir bela diri dan panah.


Pangeran Kesuma juga berteman baik dengan Bramasena, pernah sesekali mereka bertemu ketika sedang mencari tanaman obat di dalam hutan.


Kemuning yang terlihat masih trauma hanya bisa memeluk sang mbok, dia tidak cerita dan mbok juga enggan bertanya, mbok hanya memeluk sang anak, memberikan rasa nyaman dan percaya bahwa dirinya telah aman.


Keesokan paginya, pangeran Sanjaya telah sampai di kerajaan Amartha, perasaanya tidak enak, ingin rasanya bergegas balik dan bertemu dengan isterinya.


Kemuning sebelumnya juga memberitahu kepada pangeran Abimayu untuk tidak bercerita kepada Sanjaya, termasuk mbok, dia tidak ingin membuat Sanjaya merasa bersalah dan khawatir.


Mereka semua setuju dengan permintaan Kemuning.


Setidaknya perasaan ku mulai lega.


Ucap batin Kemuning.

__ADS_1


"Pangeran Abimayu..."


sapa pangeran Sanjaya.


"Kau ingin menjemput Kemuning?"


tanya Abimayu.


"Sepertinya begitu..."


"Bermalam lah sampai lusa, lama kita tidak pernah berkuda bersama"


"Baiklah...aku menyusul Kemuning dulu"


sahut Sanjaya berjalan melalui Abimayu.


Kemuning terlihat melamun duduk di pinggir kolam, dia bingung nantinya bila akan kembali ke Jayanaga, tidak ingin bertemu dengan pangeran Rendra, namun apa alasan dirinya tidak ingin ikut pangeran Sanjaya kembali ke Jayanaga.


Sanjaya datang perlahan, seketika dirinya menangkap dan memeluk Kemuning dari belakang, sontak Kemuning kaget tanganya dengan reflek mendorong Sanjaya agar melepaskan pelukannya.


"Dek...."


ucapnya kaget melihat reaksi Kemuning yang berlebihan.


"Mas San...."


Kemuning yang langsung teringat akan hal dia di peluk Rendra dari belakang.


"Kamu kenapa?"


tanya Sanjaya merasa aneh terhadap isterinya.


"Mas San..."


peluk Kemuning.


ucapnya lagi.


...💞💞💞...


Malam pun tiba, Kemuning terus terdiam tidak berkata apa-apa, pangeran Sanjaya merasa aneh akan tingkah Kemuning, bahkan tidak seperti biasanya, dia Kemuning selalu melamun.


"Dek...kamu kenapa?Apa terjadi sesuatu saat tiba?"


tanya Sanjaya terus penasaran.


"Tidak mas...mungkin Kemuning kecapean"


jelas Kemuning yang menyenderkan kepalanya di pundak Sanjaya.



"Besok kita jalan-jalan bagaimana? ke sungai tempat pertama kali kita bertemu"


"Iya mas..."


Mereka pun kembali ke kamar dan bersiap untuk istirahat, Kemuning tidak dapat tidur nyanyak, dirinya terus terbayang akan hal itu, kejadian pangeran Rendra hendak memperkosa dirinya.


Dianterus terbayang bagaimana wajah Rendra yang sangat beringas menciumnya, Kemuning terus mengigau, seraya keringat keluar di wajahnya.


"Lepas...lepas...lepas..."


teriak Kemuning terbangun.


Sanjaya kaget dan ikut terbangun, perasaan nya mengatakan ada yang tidak beres kepada Kemuning, bahkan pertama kalinya Kemuning seperti ini.


"Dek...kamu tidak apa-apa?"

__ADS_1


"Tidak..."


jawab Kemuning yang berjalan menuju kamar mandi.


Di dalam Kemuning mencuci muka, seraya meneteskan air matanya, kejadian itu begitu berusaha di lupakannya, namun selalu datang dalam mimpinya.


"Dek..."


panggil Sanjaya dari luar.


Namun Kemuning tidak menjawab, Sanjaya pun hanya menunggu Kemuning Keluar. Sanjaya sampai tertidur menunggu Kemuning.


...💞💞💞...


Pagi sekali Kemuning berbincang kepada ibunda ratu Amartha, ratu Dewi di temani mbok, mereka berbincang kalau puteri Kirana tengah hamil anak kedua, ratu sangat berbahagia, Kemuning tidak tega kalau sebenarnya mereka tahu tentang kelakuan Rendra sang menantu.


"Mbok aku akan punya cucu lagi..."


kata ibunda ratu yang terlihat sumringah.


"Njeh ndoro.."


"Ning...kamu kok belum?"


"Sebenarnya saya pernah keguguran yang mulia ratu, tapi Ning selalu berusaha"


"Tidak apa-apa, nanti kamu juga akan menjadi ibu?"


sahut ibunda ratu Amartha.


Tidak berapa lama pangeran Sanjaya, Abimayu dan raja Amartha datang, rutinitas pagi sang raja berjalan-jalan santai dengan berbincang-bincang.


"Kakanda...puteri kita Kirana tengah hamil anak kedua"


kata ibunda ratu.


"Benarkah dinda..."


"Maaf paduka raja, saya terlambat untuk menceritakannya"


ucap Sanjaya.


"Tidak apa-apa pangeran, saya bahagia puteri Kirana pasti jauh bahagia bersama dengan pangeran Rendra"


"Bagaimana nanti kita menyusul ke Jayanaga, kakanda"


ajak sang ibunda ratu.


"Baiklah adinda...."


"Kalau begitu, ijinkan saya pamit, saya ingin berjalan-jalan di Amartha bersama Kemuning"


Sanjaya yang menghampiri Kemuning.


"Tentu saja pangeran..."


ucap sang raja tersenyum.


Abimayu tidak menaruh curiga terhadap Kemuning, dia memahami apa yang di katakannya, dia tidak ingin pangeran Sanjaya khawatir, namun sedikit ragu di hatinya, Sanjaya adalah kawan baiknya, tidak mungkin dia tidak bercerita.


Mungkin di saat yang tepat Abimayu akan menceritakan, agar nantinya pangeran Sanjaya tidak salah paham kepada Kemuning. Kemuning dan Sanjaya memilih berjalan-jalan bersama, Abimayu seperti biasa bersama sang ayah Raja kahayang mengurus masalah istana, sedangkan ibunda ratu dan mbok berbincang sambil menikmati udara segar dengan langit yang cerah.


...💞💞💞...


Nantikan kisah selanjutnya ya...


__ADS_1


__ADS_2