
Ayu yang berada di rumah di temani oleh beberapa pelayan tengah melihat drama korea yang di putarnya di ruangan yang lumayan besar dengan layar proyektor, beberapa cemilan jajanan berjejer di meja samping kursi Ayu duduk.
Dia selalu melihat notif handpone nya yang sepi, San sepertinya benar-benar sibuk, ibunda San yang telah kembali juga tengah bekerja di ruangannyan, sang ibu yabg sangat suka dengan gaun pesta yang cantik dan anggun, ibunda San bisa mengahbiskan waktu seharian di ruang kerjanya, dia juga cenderung lebih memilih ketenangan dari pada harus di temani beberapa pelayan.
Ayu mulai terasa mengantuk, rasanya ngantuk sekali sehingga dirinya ingin tertidur, drama yang mereka tonton juga tiba-tiba terasa bosan. Ayu kemudian menyenderkan kepalanya di kursi, perlahan dia memejamkan matanya, terus terpejam hingga dia tidak mendengar lagi suara drama yang di tontonnya.
.
.
.
Ayu berada di sebuah taman bunga, cantik dan banyak sekali bunga berwarna warni, Ayu sangat senang, dia bahkan bisa berlari-lari dan menangkap kupu-kupu tersebut.
Daryadana berhasil membuat San dan orang di sekitar Ayu sibuk, hingga tinggal lah Ayu sendirian, angat mudah untuk dirinya mempengaruhi Ayu untuk bisa ikut bersamanya di sana.
Daryadana bahkan memalsukan wajahnya, dia menyamar sebagai San, pelan-pelan mendekati Ayu yang tengah asik memtik beberapa bunga di kagetkan dengan kedatangan San, dia yang berperawakan seperti zaman pertama San bertemu dengan dia, rambut panjang dan memakai jubah berwarna hijau terang.
San tidak berbicara dia hanya tersenyum dan menggandeng Ayu, walau semua tampak sama persis Ayu ternyata tahu itu adalah ulah daryadana, memnag Ayu tidak punya kekuatan seperti yang lainnya, tai dia masih bisa membedakan mana San yang ali dengan yang palsu.
Ayu sengaja memetik bunga dengan batang kecil yang berduri, duri yang menyimpan racun, dia pernah teringat akan tumbuhan tersebut, sengaja menggoreskannya ke tangan daryadana.
Daryadana yang tersadar akan tindakan Ayu langsung melotot kepadanya, Ayu sempat menghempaskan tangannya, agar terlepass dari genggaman Daryadana, Ayu kemudian terus berlari, Daryadana pun turut mengejar, racun itu akan bekerja setelah 10 menit menyentuh kulit.
Ayu terus berlari sekuat tenaga entah kemana ujungnya, Daryadana benar-benar murka akan tindakan Ayu yang di kenalnya sebagai Kemuning, Ayu terus berlari, sampai dia tiba di sebuah tepi jurang yang sangat dalam.
Daryadana akhirnya berhasil mengejar Ayu, sedang kan Ayu terpojok antara Daryadan atau jurang. Ayu terus melihat ke bawah, di pikirannya bagaimana kalau melompat kebawah? apakah dia akan mati di alam ini?.
"Kau selalu keras kepala,seperti dahulu"
ujar Daryadana yang mulai merasa kebas di bagain tubuhnya sebelah kanan.
Ayu hanya berdiri di tepi jurang, dia berusaha agar Daryadan tidak dapat menggapainya, perlahan Daryadana melangkah maju dengan badan yang sempoyongan, dia berusaha menraih tangan Ayu namun ayu menghindar, bahkan Ayu masih empat mendorong Daryadana yang sempoyonan jatuh ke jurang.
Daryadana yang tidak tersadar akibat racun tumbuhan tersebut hanya kaan membuatnya kaku dan tidak dapat bergerak selama bberapa hari. Kesempatan tersebut di ambilnya untuk berlari mncari pintu keluar dari sana, entah dia berada dimana, Ayu terus berlari mencari peluang untuk dirinya kembali pulang.
Melewati beberapa hutan pinus yang sangat menjulang tinggi, bahkan di hutan tersebut cahaya matahari tidak dapat menembus celah pohon yang lebat.
.
.
.
Sementara Arya, San dan paman bergegas pulang kerumah, Arya dapat merasakan bahwa Daryadana telah berhasil membawa Ayu pergi, akan sangat bahaya bila Ayu tidak kembali besok pagi, sukmanya tidak dapat masuk ke tubuhnya.
San sedikit menyesal karena pagi tadi Ayu merengek untuk ikut tapi dia tidak hiraukan, dia bahkan lupa memberi pagar pelindung untuk Ayu. Paman kemudian melajukan mobilnya dengan cepat agar Ayu dapat terselamatkan.
Bella juga sedikit khawatir, dahulu dikala Bella hamil anak nya dia sempat di culik Daryadana, dia juga tidak bisa membayangkan jikalau hal tersebut terjadi kembali kepada Ayu.
__ADS_1
Dia bahkan belum cerita kepada mbok kalau Kemuning telah bereinkarnasi, dia yang berniat mengajak mbok di kala Ayu akan menikah dengan San, sebagai kejutan untuk mbok dan Ayu.
"Puteri ku...apa yang kau pikirkan? ingat kau sedang hamil"
tanya sang ibund ayang menghampiri Bella.
"Kirana hanya khawatir kepada Ayu ibunda, ini mengingatkan Kirana akan masa lalu'
ucap Kirana
"Kau harus melupakan maa lalu, sudah cukup putteri ku, kau harus bahagia dan emnata masa depan mu mulai sekarang"
nasehat sang ibunda.
"iya ibunda..."
sahut Kirana bella.
Sementara San dan lainnya baru tiba, dia segera mencari Ayu, namun dia tidak berada di kaamrnya, kemudian san bertemu dengan pelayan yang abru keluar dari sebuah ruangan.
"Kalian lihat Ayu?"
tanya San.
"Puteri sedang tertidur di dalam pangeran"
jawab si pelayan.
"Dek..."
San yang membangun kan Ayu namun nihil, Ayu tidak dapat mendengar apa yang San katakan.
"Ayu terjebak di alam buatan Daryadana, tidak akan mudah masuk kesana"
ucap Arya yang melihat Ayu tergeletak tidak berdaya.
"Bagaimana kita bisa menyelamatkan Ayu?"
tanya San.
"Pertama-tama, rebahkanlah badanya di kasur"
uajr Arya.
Dengan segera San menggendong Ayu masuk ke kamar dan merebahkan badan Ayu di kasur dengan seprai putih nan lembut. Palayan mereka juga tampak khawatir apa ang terjadi kepada Ayu, sang ibunda San yang baru selesai bekerja di ruangannya, kemudian menghampiri pelayan yang terlihat ketakutan berdiri di depan pintu kaamr San.
"Ada apa ini?"
tanya ibunda ratu.
"Yang mulia ratu, i...itu puteri Kemuning eh,,,nona Ayu.."
__ADS_1
pelayan terebut menjelakan terbata-bata.
Akhirnya sang ibunda masuk kedalam kamar San yang telah terdapat Arya dan paman senopati.
"Ada apa pangeran?"
tanya sang ibunda.
"Ibunda,"
San juga bingung bagaimana San menjelaskan kepada sang ibunda.
"Dengan apa dengan Ayu??
tanya lagi ibunda ratu.
"Maaf ratu, sukma Ayu telah di bawa oleh daryadana"
jelas senopati.
"Astaga, bagaimana dia bisa melakukan hal itu?'
sang ibunda ratu duduk di samping Ayu yang tertidur nyenyak.
"Cerita nya panjang ibunda, sekarang waktunya Arya menolongnya"
ujar San.
Arya pun bersiap untuk menjempu Ayu, hanya Arya yang bisa menembus alam yang dibuat daryadana untuk mengurung Ayu. Karena Bramasena lah yang bisa mengalahkannya.
Arya bersiap duduk di samping Ayu, dengan menggenggam tangan Ayu, San yang memperhatikan tidak bisa untuk berkata dia marah atau cemburu, saat ini Arya lah yang bisa menyelamatkan Ayu.
Arya yang berkonsentrasi terus menggengam erat tangan Ayu.
.
.
.
Alam buatan daryadana merupakan sebuah ilusi dalam mimpi, Ayu terus berlari tanpa ada ujungna, tanpa bisa pergi kemana pun, Ayu di kurung dalam sebuah sangkar yang hanya bisa di buka oleh si naga bulan.
Apa yang akan terjadi kepada Ayu?
Dapatkah Arya menolong Ayu?
nantikan terus ya kelanjutannya.
__ADS_1