
"Yu...Ayu..."
Tantri yang membangunkan Ayu, dia tengah pingsan di lobi rumah sakit.
Perlahan Ayu mulai membuka matanya, dia seakan bangun darimimpi panjang, di lihatnya sekeliling, Tantri, Alingga bahkan gadis yang mirip Karla ada disampingnya.
Ayu langsung memeluk Tantri, dia tidak menyangka bahwa masa depannya akan berakhir seperti itu, entah beruntung atau karena memang dia yang tidak ingin melupakan San, sehingga dia lebih memilih San.
"Kamu kenapa Yu?"
tanya Tantri.
"Aku mau balik Tan"
kata Ayu yang maih memeluk Tantri.
Kemuning memilih menetap diraga Ayu, dia mulai berdamai dirinya, bahwa dia adalah Ayu, melalui Ayu dia juga bisa merasakan kebahagian dari San ataupunn tentang anak mereka.
Menjadi satu memang pilihan terakhir, Kemuning bisa di katakan sebagai pendamping atau disebut pratiksi sebagai khodam, dia mengemban tugas mendampingi manusia yang dipilihnya, jangan sampai dia mengulang kesalahan yang sama dilakukan oleh Kemuning dulu.
Alingga bingung kenapa tiba-tiba Ayu bersikap berbeda kepadanya, dia berpikir kalau Ayu marah karena Viona, gadis mirip Karla jalan bersama dengannya, dia ngotot mau nganterin Ayu pulang, walau Ayu sudah menolaknya. Tantri yang merasa tidak enak, dia pun mengiyakan permintaan Alingga untuk mengantar Ayu.
Selama perjalanan Ayu hanya diam, tidak mau menoleh ke arah Alingga, dia seakan takut melihat Alingga, Ayu tidak menyangka bahwa dia akan tega bersikap seperti itu. Alinggaterus menyetir sambil melihat kearah kaca sion di dalam mobil, matanya terus memperhatikan Ayu.
"Cewek tadi Viona, dia mantan aku, sekarang kita teman baik kok, kamu ingat enggak Tan, anak ekonom yang the best model"
cerita Alingga dengan Tantri.
"Oh...pantes aku kaya pernah lihat dia, dia kan yang dulu ribuit sama kamu Yu"
Tantri yang kemudian mengingatkan bahwa dia juga dulu mengenal Viona, top model kampus.
Ayu masih berusaha mengingat Viona, bukan, Ayu memanggilnya dengan sebutan Karla, gadis cantik tapi sayang kecantikannya tidak selaras dengan hatinya, apalagi semua masalahnya di selesaikan oleh orang tuanya.
(Falsback masa kuliah)
Ayu sangat tertarik akan jurusan Broadcasting atau penyiaran,
mata kuliah yang akan di pelajari antara lain Manajemen Penyiaran, Penulisan Naskah Film dan TV, Produksi TV, Media dan Sistem Studio dan masih banyak lainnya. Ayu bercita-cita ingin menjadi presenter berita di televisi, satu dorongan yang membuatnya bertekat ingin menjadi seperti ibunya, yang dulunya bekerja seperti itu.
Dia juga satu fakultas dengan Tantri, tapi tantri lebih tertarik ke penulisan naskah film, sedangkan Alingga seniornya di kampus, dia tengah mengambil S2 piskolog, Karla atau Viona mengambil jurusan bisnis ekonomi, tapi sejak dia masih di bangku SMA, Viona memang mengambil kelas model, cita-citanya ingin bergabung di Victoria,s secret.
Menjadi seorang top model, popular dikampus, siapa tidak kenal dengan Gabriel Viona Santoso, semua lelaki pasti tunduk akan kecantikannya, salah satunya Alingga, dia senior yang paling di segani, bahkan di sesi sebuah bincang hati yang di adakan setiap sabtu sore, pasti ramaijika Alingga datang.
Ayu saat itu juga masuk club radio, pasti datang untuk liputan radio kampus, selalu sendiri, Ayu tidak pernah keberatan karena anggota club yang lain tengah apel di sabtu sore ke rumah pacar mereka.
Bincang hati adalah acara dimana seorang yang mengalami suatu masalah sosial, sifat yang cenderung pemurung atau tempat move on nya mahasiswa atau mahasiswi kampus mereka.
__ADS_1
Ayu hanya fokus pada liputannya, dia bahkan tidak kenal Alingga adalah senior disana, Alingga sebagai orang yang ahli dalam masalah piskolg menjadi motivator untuk juniornya, pembahasan seputar hati selesai, Ayu merapikan laptop dan peralatanlainnya.
"Ayu...kami duluanya"
ucap salah satu mahasiwi yang duduk disampin Ayu.
"Iya...."
sahut Ayu dengan tersenyum.
"Kamu anak BC?"
tanya Alingga yang menghampirinya.
"Iya..."
"Kenalin, Linggar"
"Ayu...."
"Suara kamu bagus, cocok di dengar pas makan siang"
puji Linggar yang selalu mendengarkan Ayu siaran.
"Makasih...."
"Boleh bareng enggak?"
"kalau kamu lagi nunggu cowok kamu, lanjut aja"
"Bukan cowok sih,,,,,"
tidak lama Tantri datang menjemput Ayu.
"Yu....sorry telat"
sahutnya yang baru tiba.
"Ahh...Tantri ya?"
tanya Linggar.
"Alinnga??? senior S2 piskolog?"
tebak Tantri.
"Alingga aja, enggak usah pake senior"
ujar Alingga.
__ADS_1
Sejak saat itu mereka dekat, Ayu memang gadis yang biasa, tidak ada pikirannya yang pengen deket atau punya pacar, dia terlalu takut, bahkan Tantri yang menurutnya saja cantik bisa di khianati sang pacar, bagaimana dengan dia? Namun kedekatan Ayu dan Alingga, membuat Viona kesal, mereka lebih dulu dekat, tapi Alingga seolah cuek terhadap Viona.
Tidak terima, dia menganggap Ayu merebut Linggar darinya, Alingga sering menunggu Ayu selesai siaran, bahkan Alingga tahu tempat Ayu kerja part time di sebuah toko kue, Ayu tidak pernah meminta, apalagi berusaha dekat dengan Alingga, Ayu tipe cewek yang menganggaap semua teman, tidak lebih.
"Ayu...."
sapa Viona yang tiba-tiba masuk ruang siaran.
"Iya..."
"Gue cuma mau bilang, jangan deket-deket Alingga? dia cowok gue"
sahut Viona dengan sombongnya.
"Maksudnya?"
tanya Ayu yang diam-diam menyiarkan percakapan mereka.
"Lu kan pinter, masa bahasa halus aja lu enggak paham, jauhin Alingga, dia cowok gue paham!!!"
ucap Viona ketus.
Dengan wajah menyeringai Ayu menarik mic kecil yang berada di depan Viona sambil berkata.
"Pertama aku enggak dekat-dekat Ling, kedua Kamu dengar kan Ling, mulai sekarang aku enggak mau ada urusan sama kalian"
"Fuc8K you..."
Viona yang bingung mematikan tombol untuk mengakhiri live siaran.
Semua orang dikampus mendengar perseteruan, image Viona seketika menjadi buruk, karena bukan hanya Alingga, tetapi cowok tajir dikampusnya menjadi incaranViona.
Alingga sendiri merasa malu akan kelakuan Viona, Ayu tidak mau berurusan dengan orang yang popular, dia ingin menjadi mahasiswi yang normal, lulus dan bisa mengejar cita-citanya.
Tidak terima akan perlakuan Ayu, Viona sempat mengadu kepada ayahnya, yang berimbas Ayu diberhentikan dipekerjaan Part timenya, belum cukup, namanya juga dihapus dari penerima beasiswa ke Singapura.
Tantri yang paling tidak terima, walau dia anak orang kaya tidak ada hak, meminta sang ayah mencabut beasiswa Ayu, walau sang ayah adalah salah satu petinggi kampus, sama halnya Alingga, ayah Viona telah menitipkan puterinya kepada Alingga, dia sosok pria yang baik,masa depan juga bagus, bahkan dari ayah Viona Alingga bisa bekerja di rumah sakit punya teman ayah Viona.
Ada hal yang Ayu punya tapi Viona tidak, hati yang tulus, sikapnya memang cuek tapi jika dia sudah kenal, dia akan perhatian dan bahkan dia tidak peduli akan dirinya sendiri, lebih memprioritaskan teman, Ayu gadis yang sederhana yang mencuri perhatiannya.
.
.
.
Mampir yuk ke cerpen aku 😘
__ADS_1
(Bersambung)