Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi

Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi
Masa Pertempuran_03


__ADS_3


(Kerajaan Sangkapura)


Ke esokan paginya, Kirana dan Kemuning tersadar mereka berada di kamar terpisah, Kemuning bingung dimana sebenarnya dia berada dan mengapa dirinya sampai di culik.


"Tolong....tolong...."


teriak nya menghadap ke pintu berusaha membuka, kamar yang cukup besar dengan kasur yang nyaman, tetap saja Kemuning ingin kembali ke istana Jayanaga.


Bagaimanapun dia berteriak tidak ada yang mendengarkan, Kemuning terduduk lemah di depan pintu sambil menangis.


Tidak lama seorang dayang datang membawakan makanan, memberi makan lewat celah yang berada di bawah pintu.


"Tolong....katakan aku diman?"


Kemuning yang memegangi tangan orang tersebut.


"Anda berada di istana Sangkapura puteri..."


ucap orng itu yang memiliki nada serak.


"Istana Sangkapura???"


Kemuning terdiam, dia tidak tahu ada kerajaan bernama Sangkapura. Apa motif mereka menculik dirinya pun dia tidak tahu.


Sedangkan Kirana lebih tenang, masa lalunya hafal betul sikap dari penguasa Sangkapura itu, Kirana hanya berharap dia dan bayinya bisa selamat.


Tidak di sangka pagi sekali pangeran Daryadana datang mengunjungi Kirana, terkejut pasti, dia tidak menyangka wanita yang menjadi obsesinya sekarang tengah mengandung.


"Selamat pagi Kirana"


kata Daryadana masuk ke dalam kamar.


"Lepaskan aku...tidak ada untungnya kau menahan ku"


"Setidaknya kau aman dari semua prajurit ku"


ucap Daryadana.


"Apa maksud mu???"


"Mimpi ku adalah menghancurkan Jayanaga dan Amartha"


"Makan lah, aku tidak mau di bilang menyiksa mu"


sahut Daryadana dengan wajah tersenyum jahat.


"Kemuning...dimana dia? untuk apa kau menahan nya?"


tanya Kirana.


"Tenang saja Kirana, aku juga memperlakukan hal sama terhadapnya, aku rasa itu bukan urusan mu"


jawab Daryadana keluar dari kamar Kirana.


Kirana hanya terdiam, dirinya memikirkan bagaimana dia bisa keluar disini.


...πŸ’žπŸ’žπŸ’ž...


(Istana Jayanaga)


Sang raja yang sudah membaik karena luka dalam, tengah menyusun dan mengumpulkan beberapa prajurit, akhirnya pangeran Sanjaya dan senopati akhirnya tiba di istana.


"Ayah...ayah handa"


teriak Sanjaya masuk ke dalam istana.


"Sanjaya putera ku..."


"Ayah tidak apa-apa?"


"Ayah sudah baikan, senopati kita harus segera menyusun serangan balasan dan membebaskan puteri Kirana dan Kemuning"

__ADS_1


jelas sang ayah.


"Mereka menculik Kemuning dan Kirana?"


"Pangeran...."


ibunda ratu yang datang langsung memeluk Sanjaya.


"Bunda...bunda tidak apa-apa?"


"Bunda baik-baik saja"


"Bima???"


"Bima tidur di kamar bunda..."


jelas sang ibunda ratu.


"Rendra sedang meminta bantuan ke Amartha, mungkin sore mereka akan tiba di Jayanaga"


"Baiklah ayah..."


Kemudian Sanjaya masuk ke dalam kamarnya, melihat pecahan vas bunga masih berada di lantai.


"Tunggu aku dek !!!"


gumam Sanjaya dalam hatinya.


Perasaan tidak enaknya ternyata ini, rencana yang dia inginkan ketika pulang, Kemuning menyambut dirinya dengan senyum manis dari sang isteri. Berharap Kemuning tidak terjadi apa-apa, sampai mereka siap menyerang balik.


Sedangkan Rendra terus berjalan bersama kudanya, dia berharap segera menemukan Bramasena, agar bisa menyelamatkan kerajaan nya dan kedua puteri yang di culik.


......πŸ’žπŸ’žπŸ’ž.......


Kemuning tidak memakan masakan yang telah di berikan oleh prajurit. Hanya termenung duduk dan meneteskan air mata.


"Mbok....Ning kangen"


lirih nya.


"Tenang lah puteri, kamu aman disini...semua pelayan akan melayani mu"


ucap Daryadana yang mengenakan pakaian kerajaan Sangkapura.


"Aku mohon...ijinkan aku keluar dari sini"


Kemuning yang berbicara dengan jarak yang jauh daru Daryadana.


"Kau tidak tahu, ini tempat paling aman untuk mu, sampai aku selesai menghancurkan kerajaan kalian"


ucap sinis Daryadana.


Kemuning yang kaget mendengar rencana Daryadana, terduduk lemas, dipikirannya bagaimana dengan orang-orang yang disayanginya di Jayanaga dan Amartha.


"Terimalah kenyataan puteri....sayang sekali kalau kau mati di tangan prajurit ku"


kata Daryadana yang jongkok dan menatap Kemuning.


"Lantas...lebih baik aku mati dari pada berada di sini"


kata Kemuning dengan murkanya dia menatap kepada Daryadana.


"Tidak akan ku biarkan itu terjadi..."


sahut Daryadana.


Setelah itu Daryadana keluar dari kamar Kemuning, dia tidak sengaja berpapasan dengan ibunda ratu Sangkapura, ratu Varwati.


"Putera ku...apa yang akan kau lakukan kepada kedua puteri Jayanaga itu?"


"Ibu..."


Daryadana yang terlihat salting ketika asa sang ibu di dekatnya.

__ADS_1


"Aku akan menunggu Kirana melahirkan bayinya, kemudian akan ku bunuh bayinya, dengan begitu aku bisa menikahi Kirana"


kata Daryadana yang tidak sengaja terdengar oleh Kemuning.


Sentak pernyataan itu membuat Kemuning geram, dengan kekuatan yang ada dia mengedor-gedor pintu kamarnya.


"Aaaarrrkkkk...Lepas...lepaskan Kirana..."


teriak Kemuning yang terdengar samar-samar.


"Lalu, dia?"


tanya ibunda kembali.


"Tidak ada turunan bangsawan, tidak pantas untuk mu"


tambah sang ibu.


"Ingat setelah bersenang-senang, kau tau aturan mainnya kan"


ucap sang ratu.


"Iya ibu...."


sahut Daryadana.


Kemuning tidak menyangka mereka juga membawa Kirana, rencana mereka benar-benar jahat, Kemuning tidak tahu dimana mereka mengurung Kirana, dia berharap Kirana dan bayinya selamat.


......πŸ’žπŸ’žπŸ’ž......


Sore harinya pangeran Abimayu telah tiba di Jayanaga dengan pasukan lengkap lebih dari 300 prajurit dan beberapa sekutu Amartha, dengan begini mereka siap menyerang dan menyelamatkan Kirana dan Kemuning.


"Pangeran Abimayu...."


Sanjaya yang menyambut Abimayu di gerbang istana Jayanaga.


"Aku sudah dengar dari Rendra..."


ucap Abimayu merasa sedih juga karena Kirana dan Kemuning di culik.


Sanjaya kemudian membawa Abimayu, raja Kahayang bertemu dengan sang ayah raja Jayanaga. Kemudian mereka merencanakan penyerangan balasan, dengan jumlah prajurit yang cukup banyak, cukuplah untuk menembus blokade Sangkapura.


"Pangeran Rendra aku perintahkan untuk mencari Bramasena ke timur"


kata sang raja Kahayang.


"Siapa Bramasena???"


"Beberapa waktu lalu, aku mendapatkan wangsit, hanya dia yang bisa mengalahkan Daryadana"


"Benar kakanda, perkembangannya begitu pesat, aku saja dengan ilmu kanuragan yang di milikinya"


ucap raja Surapha.


Sedangkan ratu Amartha ratu Dewi menemani ratu Ratna bersama dengan cucu mereka Bima, ratu Amartha merasa resah karena kondisi puterinya tengah mengandung cucu kedua mereka.


"Semoga cepat selesai, kita bisa berkumpul kembali dengan Kirana dan Kemuning"


kata ratu Dewi.


"Iya ratu Dewi...."


Istana Amartha memanglah kosong, namun beberapa dayang masih berada di Amartha termasuk si mbok. Raut wajahnya terlihat tenang, keriputan tampak jelas, dua kali perasaan nya hancur oleh peperangan, suami yang meninggal sebelum Kemuning lahir, sekarang Kemuning diculik dan akan terjadi peperangan besar.


Dia hanya berharap sang puteri bisa selamat, bisa berkumpul dan bisa bahagia kembali seperti biasa. Lelah, mungkin beliau merasakan hal itu, namun beliau beranggapan Kemuning akan pulang kembali, memeluk dan memanggilnya "Mbok".



(ilustrasi : mbok ibunda Kemuning)


(Author nangis nulis tentang si mbok πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ₯Ί)


......πŸ’žπŸ’žπŸ’ž......

__ADS_1



__ADS_2