
Ayah Bella mengajak ke rumah San, setelah orang tua San kembali dari luar negeri, mereka berkumpul di sebua rungan luas di penhi beberaapa sofa, bahkan Ayu tidak boleh kesana.
Pertemuan mereka sangat rahasia, kenapa Arya boleh ikut masuk karena dia lah yang paling kuat diantara mereka, walau sebenarnya dia hanyalah seoarang reinkarnasi.
"Daryadana kembali...."
ucap ayah Bella yang merupakan raja Amrtha.
"Aku juga merasakan hal sama."
"Arya, mungkin kamu akan terkejut, tapi kamu telah melihatnya dia datang untuk mepanghancurkan kami dang mngambil bayi mu sebagai syarat terakhirnya untuk abadi.
Arya hanya terdiam memahami apa yang sebenarnya terjadi, dia ingat betul wajag Daryadana, dia yang menyakiti Kirana, obsesinya maih saja sama.
"Aku akan membantu mu untuk memulihkan tenaga mu kembali"
kata San menepuk pundak Arya.
Walau Arya merupakan reinkarnasi Bramasena, Arya belum total memiliki kekuatan yang di miliki Bramasena. Dia juga harus berlatih untuk memulihkannya.
Ayu yang menunggu di kamar sangat penasaran dengan masalah apa yang mereka bahas, tidak bia untuk dirinya berdiam diri, dia juga berhak tahu apa yang sebnarnya terjadi, San melarangnya untuk keluar dari rumahnya,bahkan paman senopati telah mengurus surat pengunduruan diri Ayu.
San juga tidak menyebutkan nama Daryadana di depan Ayu, biarlah Ayu sekarang lebih tenang dari sebelumna ketika dirinya marah kepada San, dia tahu dia bunuh diri karena perasaan San yang tidak mau percaya kepadanya.
Entah apa yang terjadi bila Ayu tahu siapa Daryadana, untungnya ingatan jelek tentang orang itu benar-benar tidak ada di pikiran Ayu.
.
.
.
Akhir dari pembahasan mereka sementara San akan melatih Arya kembali untuk mendaatkan kekuatan nya kembali, berjaga-jaga jikalau dia menyerang Amartha dan karena Arya adalah manusia bukan golongan seperti San dan lainnya, manusia dan manusia akan lebih mudah aling melukai, juga bangsa San tidak menerima sanksi karena menyerang manusia biasa.
Ayu sangat bosan sehingga berjalan-jalan di halaman depan, Arya yang melihat menyempatkan diri untuk menyapa Ayu, Berjaaln beriringan dengan San, banyak hal yang mereka bahas tentang Daryadana.
"Yu..."
__ADS_1
sapa Arya.
"Mas Arya, selamat ya atas pernikahan kalian"
ucap Ayu yang menghampiri Arya dan San.
"Terimakasih, maaf aku tidak sempat mengundang kalian."
"Kalian bicaralah, aku mau bertemu ayah sebentar"
ujar San yang meninggalkan arya dan Ayu untuk berbincang-bincang.
Mereka pun memilih duduk di kursi yang berada di taman yang tidak jauh dari teras samping rumah San. Duduk santai mereka banyak bicara tentang pernikahan, kenapa juga mereka harus di percepat.
"Aapun itu, Ayu masih teman mas, masih mendukung appaun yang menjadi keputusan mas"
kata Ayu tersenyum.
Cukup lega mendengar sahabatnya mengatakan hal tersebut, dia kira setelah menikah Ayu akan menjaga jarak dan tidak mau berteman dengan dirinya kembali.
Arya juga bertanya maalah pernikahan dia dengan San yang hanya beberapa minggu lagi, Ayu menceritakan bahwa dirinya memberikan sebuah syarat,San menyanggupi syarat tersebut, Ayu tidak ingin memilliki anak sampai dia siap.
Arya sangat mnyayangkan keputuan Ayu tapi dia juga mengerti posisi Ayu, dia trauma akan perceraian orang tuanya, setalah menikah pun dirinya masih tidak tenang, dia hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Ayu dan San.
Tidak ingin berlama-lama, Arya berpamitan ingin pulang, takut sang isteri khawatir akan dirinya yang pulang tidak bersama dengan ayah Bella.
.
.
.
Dalam diam, keheningan malam ini, Ayu tidak dapat tidur, tidak biasanya dia merasa tidak tenang, San masih terlihat sibuk dengan ayahnya, ayu hanya sendirian, lebih nyaman sendirian dari pada bersama dengan para pelayan lainnya.
Daryadana kembali juga membawa misi, yaitu ingin bertemu dengan Kemuning, gadis yang menarik hatinya namun lebih memilih mengakhiri hidupnya tanpa menjawab tawaran Daryadana.
Ayu yang belum mengantuk tiba-tiba rasa kantuk itu datang kembali, dia pun bergegas merebahkan badannya, matana terpejam seakan ngantuk berat.
Ternyata Daryadana memanggil Kemuning, Ayu pun tertidur dan di pertemukan dengan seoarang pria berbdan tegap dan besar, namun Ayu seperti hendak lari dari pria tersebut namun tidak bisa.
__ADS_1
Siapakah dia? bain Ayu yang seakan mau mnangis dan berteriak emanggil nama San, tapi suaranya malah tidak keluar, dia perlahan mulai mendekat, tangannya yang kekar mulai menyentuh lembut wajah Ayu, dia tidak menyangka jikalau Kemuning telah bereinkarnasi.
Ayu yang tertidur tidak tenang, badannya sangat usik,hingga mengelurkan kata-kata mengigau, San yang tengah berbincang-bincang dengan sang ayah merasakan yang tidak enak, dia pun mengakhiri perbincangan nya dan segera menuju kamarnya.
Daryadana memanfaat kan tubuh Ayu yang tidak berdaya itu dengan mencumb*u nya, Ayu hanya meringis menahan tangi yang tidak dapat keluar, Ayu terus berusaha melepakan tangannya yang terikat.
"Lepas,,,lepas,,,hikss,,,"
lirih Ayu yang tidak dapat tenang.
San ang masuk membangunan Ayu, namun sukmanya tertahan oleh Daryadana, San dengan kekuatannya kemudian mengirimkan cahaya hijau masuk ke kening Ayu.
ZZZhhharrrkkkkk....
Sukam Ayu terlepas dan kembali ketubuh ayu, Daryadana hanya tersenyum, dia tahu ternyata pria yang tellah membuat Rico mengalami penyakit kulit itu dalah ulahnya, dengan mudah Daryadana tahu keberadaan San dan yang lainnya.
Ayu hanya sebagai umpan karena mmang sedari dulu dia yang paling lemah, sukmanya yang kembali kini merasakan ketakutan, Ayu pun perlahan teringat pria tersebut siapa, dia yang membuat Ayu di masa lalu bunuh diri, di perkosa hingga mengalami pendarahan, hingga memilih mengakhiri hidupnya.
"Dek...kamu tidak apa-apa?"
tanya San yang duduk di samping Ayu.
"Mas,,,kepala Ayu pusing"
Ayu yang baru tersadar meraakan sakit didadanya dan kepala yang terasa berat.
San terus memluk Ayu, dia tidak ingin kehilangan Ayu lagi, San berniat akan memberikan sesuatu semacam pagar untuk Ayu, agar Daryadana tidak datang lagi kepadanya dan mengganggu Ayu.
San terus memeluk Ayu, bahkan San menemani Ayu tertidur dalam pelukan San, tidak ingin meninggalkan Ayu seorang diri, dia teru berjaga sampai matahari kembali terbit, dengan posisi yang sama terus memeluk ayu hingga terbangun.
Ayu tersadar malam tadi seperti bukan mimpi untuknya, semua terasa nyata, pria itu yang menyebabkan luka di dada Ayu, dia ingat sekali bahwa dirinya juga sempat di perkosa oleh lelaki yang sangat terobsesi dengan namanya wanita.
Dia tidak ingin San terus mengkhawatirkan dirinya, Ayu hanya akan berpura-pura tidak terjadi apa-apa, maalh yang di timbulkan pria ini sangat membuat perhatian dan tenaga mereka terkuras, mereka masih mncari tahu, apakah Daryadana reinkarnasi seperti Arya dan Ayu atau dia masih astral.
.
.
.
__ADS_1
(Bersambung)