Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi

Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi
SR. Dunia indah Daryadana


__ADS_3


(Dunia buatan Daryadana)


Ayu yang masuk ke dunia buatan Daryadana yang membuat nya mengulang masa lalu, Kemuning gadis itu di panggil, dia adalah anak seoarang petani, dia tinggal berdua bersama sang ibunda.


Daryadana adalah seoarang pangeran dari Sangkapura, pertemuan pertama mereka yang tidak sengaja ketika beberapa pengawalnya menabrak si mbo yang tengah membawa dagangannya, di ikuti oleh Kemuning berjalan di belakang si mbok.


"Maaf tuan,,,"


kata mbok yang kemudian membereskan beberapa barang dagangannya.


"Mbok tidak apa-apa?"


tanya Kemuning.


"Mentang-mentang pengawal raja seenaknya menabrak orang tua, bahkan untuk mengucapkan kata maaf saja tidak sanggup"


sentak kemuning, suara nya yang lantang lantas menarik perhatian Daryadana yang berkuda di belakang pengawalnya.


"Maaf nona cantik,,,mungkin pengawal saya membuat kalian tidak nyaman"


ucap Daryadana mata mereka saling memandang, ada rasa ketertarikan diantara keduanya.


Sejak hari itu Daryadana rutin untuk berkeliling walau hanya sekedar melihat Kemuning, gadis cantik yang tidak mudah untuk di dapatkan. Sampai suati hari si mbok yang telah tua renta sakit-sakitan.


Seharian dia mencari tabib yng bisa menolong si mbok, tapi tidak ada yang mau mengobati karena Kemuning hanya memiliki beras dan ubi, dia tidak memiliki harta benda pada zaman itu.


Malam itu hujan sangat deras, Kemuning yang telah berkeliling untuk mencari tabib merasa bingung, kemana lagi dia akan mencari tabib, sampai Daryadana bertemu dengan Kemuning yang berjalan seorang diri dengan kondiis kebasahan.


Daryadana baru selesai berlatih kuda sampai ke desa sebrang, dia yang melihat kemuning berjalan sendirian merasa tidak tega, dia pun turun dari kudanya dan menghampiri Kemuning.


"Hei,,,,"


Daryadana yang menarik tangan kemuning terkejut, sang gadis menangis sambil membawa beras dan ubi untuk di tukarkan dengan kepingan uang.


"Ada apa?"


tanya Daryadana.


Kemuning pun menjelaskan bahwa sang ibu sedang sakit keras, tidak ada yang mau mengobati kalau dia tidak menukarkan beras dan ubi dengan kepingan uang.


Segera Daryadana membawa Kemuning pulang, dia juga membawa tabib andalan istana untuk mengobati sang ibu, terharu dan simpatik, Kemuning mulai menyukai Daryadana ada rasa di hatinya yang mulai kagum akan sosok nya yang bijak dan baik itu.


Singkat cerita akhirnya Darydana dan Kemuning menikah, Daryadana sangat bahagia dia menikahi gadis tercantik di desa itu, hari-hari di laluinya penuh dengan tawa dan cinta, Ayu sempat terbuai akan mimpi itu.


Namun ketika Daryadana hendak melakuka hubungan antara suami isteri dengan Kemuning, dia merasa hatinya sangat tidak ingin, walau mereka telah menikah, Kemuning selalu menolak dan menolak.


Penolakan itu membaut Daryadana geram, entah beberapa kali dia mencoba memperkosa sang isteri, tapi selalu saja Kemuning dengan nekat akan mengakhiri hidupnya bila Daryadana menyentuhnya.


Kemuning setiap harinya merenung diam sendiri di tepi sungai, entah berbagai cara dilakukannya, tapi tetap saja penolakan itu selalu datang dari hati Kemuning, seperti dia menyadari sesuatu, bukan Daryadana yang di cintai Kemuning, sebaik apapun itu dia bukan Daryadana, sekarang Kemuning hanya menunggu seseorang yang di maksud hatinya datang menjemput tapi entah kapan dan dimana dia akan datang.


.

__ADS_1


.


.


(Di hutan dunia nyata)


Daryadana yang menangkap badan Ayu yang pingsan di buatnya, dia sengaja membawa Ayu kedunia buatannya, namun aksinya kini terjebak oleh perangkap San dan Arya, mereka sengaja membiarkan Ayu sebagai umpan tanpa bicarakan dengan Ayu.


Ayu yang mudah di pengaruhi juga di manfaatkan oleh San dan Arya agar menarik diri Daryadana keluar dari tubuh Rico, sehingga mereka dengan mudah bisa menghabisinya.


San bahkan dengan sengaja membiarkan Ayu melukainya, karena memang semua sudah di rencanakannya, Ayu yang terperangkap ke dunia buatan Daryadana, akan lebih aman di sana, Arya juga sudah tahu cara dia masuk dan keluar dari sana.


"Baiklah kita lanjutkan perperangan kita yang tertunda"


ujar Daryadana yang meletakan badan Ayu diatas sebuah batu.


Szzzrriiinngggg


cahaya kuning itu keluar dari dadanya, sebuah pedang dengan gagang tombak panjang kelaur dari sana, benda itu hanya akan bisa di kalahkannya dengan pedang naga merah milik Arya.


Tanpa pedang mereka bertarung seadanya, kekuatan San dan Arya bisa saja menyangi Daryadana namun tanpa pedang naga merah keduanya hanya membuang tenaga mereka.


"Setidaknya bisa mengulur waktu sampai Mahendra sampai kesini..."


ujar Arya.


Tercengang akan perkataan Arya, namun San yakin ada sebuah misi di balik itu semua. Benar adanya mereka menunggu Mahendra membawa peti berisi pedang naga merah.


(Beberapa jam lalu)


Setidaknya mereka butuh bantuan Mahendra untuk membawa pedang tersebut kembali kepadanya. Mendengar Ayu seperti itu, dia tidak tega, dia pun segera bergegas dengan pakaian yang masih basah dia pergi menuju tempat San.


Sesampainya Arya datang, dia segera memberikan pengobatan luka di bagian perut San, dia juga menceritakan rencananya berhasil hanya saja San tidak dapat mengejar Ayu, karena kondisinya.


Arya juga menjelaskan bahwa Mahendra datang untuk membawajab pedang naga merah kepadanya, walau ada rasa kesal mereka berdua harus mengeyampingkan terlebih dahulu, keselamatan Ayu di utamakan trlebih dahulu.


Rencana mereka kali ini berhasil Daryadana berhasil keluar dari tubh Rico, akan sangat mudah untuk Arya bisa membunuhnya, segera mereka menuju tempat dimana sang pengawal mengikuti Ayu, disebuah hutan yang berada di timur istana, tepat di dekat dengan laut, San sangat khawatir bila Ayu akan nekat terjun dari sana.


.


.


.


Dan akhirnya mereka bertemu dengan Daryadana yang menggendong tubuh Ayu, berbeda dengan dahulu, kini auranya sangat kuat, mungkin setelah sekian lama kekuatannya bertambah.


Arya dan San menyerang terlebih dahulu, pertarungan itu berlangsung sengit, Arya yang hanya manusia biasa dengan kekuatannya belum sepenuhnya pulih, sedangkan San begitu kewalahan, mereka berdua bertarung menggunakan kekautan tenaga dalam, dengan sangat terpaksa San harus mengeluarkan semua kekuatannya, dengan resiko tubuhnya akan mengeluarkan sisik, bukan hanya di wajahnya melainkan sekujur tubuhnya.


Blam !!!


Daryadana berhasil memberikan pukulan tepat di bekas luka yang di buat Daryadan dulu.


"Hoooekkk..."

__ADS_1


San jatuh ketanah dengan mulut mengeluarkan darah.


Tidak tinggal diam Arya yang kemudian memukul mundur Daryadana dengan menendang bagian dada pria berbadan kekar tersebut.


Djjjrekkkkk !!


Arya menendang dada Daryadana yang membuat badannya terpental mundur,


"Cuiiiihhh !!!"


Daryadana meludahkan darah yang kelaur dari mulutnya.


Dengan raut wajah marah dia mulai mengeluarkancahaya kuning, cahaya yang membuat pangeran Abimayu kakak Bella meninggal, cahaya itu merupakan aliran tenaga dalam Daryadana.


Zzzriingggg


suaraa cahaya yang di lepaskan oleh Daryadana


"hhhhhhaaaa......"


teriaknya dengan kuat ketika melepas kekuatan besar tersebut.


Criinggg !!!


(suara terpantul dari sebuah benda berupa besi tipis)


cahaya yang di lepaskan Daryadana terhalang oleh sebuah pedang naga merah, dimana gagangnya berbentuk naga dengan permata merah.


Mahendra datang dengan tepat waktu, dia segera membuka peti tersebut dan benar saja si pedang yang telah menemukan tuannya langsung terbang melayang menyelamatkan mereka, menangkis cahaya kekuatan dari Daryadana.


"Makasih naga merah, makasih juga buat mu Hen"


seru Arya.


"Terimakasih kembali"


seru Mahendra, dia yang tidak paham hanya berdiri leihat pertarungan sang kakak dan Arya yang melawan Daryadana.


Dia seperti kembali ke dunianya, merasa dia seperti Bramasena, dia seperti mendapatkan beribu-ribu kekutan yang sangat kuat, matanya kini berubah menjadi kemerahan, seperti tidak dapat di kendalikan Arya tidak bisa menahan kekuatan nya lebih lama.


"Sebaiknya kau segera menyelamatkan Ayu...."


ujar Arya yang memegang pedang naga merah.


.


.


.


(Bersambung)


Saksikan kelanjutannya di episode selanjutnya....

__ADS_1



__ADS_2