
Seperti berada di sebuah awan putih yang empuk, Ayu tertidur pulas sekali, matanya mulai terbuka, Ayu melihat hanya San yang berada di sisinya, dia tampak malu akan tindakannya, tapi berkat Ayu pula mereka setidaknya bisa membuat Daryadana melemah.
"Maaf ya mas"
ucap Au yang bangun dan duduk di samping San.
Dia hanya memandang bisu, luka yang di perbuatnya kini diperban oleh Arya, menyesal karena dia tidak bisa mengendalikan pikirannya, membuat semua orang khawatir dengannya.
"Berhentilah menyalahkan dirimu...semua telah selesai, kita b isa bahagia sekarang"
ujar San menatap wajah Ayu.
Ayu memeluk San dan menangis sejadinya, benar kah ini? bnenar kah semua telah berakhir dan mereka bisa hidup bahagia? batin Au yang sangat bahagia mendengar perkataan San.
Pernikahan mereka yang akan berlangsung dalam 3 hari kedepan akan sangant membuat mereka sangat sibuk.
Bukan hanya San, ibunda San dan ayahnya sangat menantikan kehadiran Ayu kembali ke keluarga mereka, bahkan paman juga telah menyiapkan sedikit hadiah untuk pernikahan Ayu dan San nanti.
.
.
.
Ke esokan harinya, Arya yang telah dengan tenang menikmati secangkir kopi merasa lega, walau dia tidak membunuh Daryadana, dia yakin Daryadan tidak bisa melakukan apa-apa tanpa kekuatannya, mereka tidak perlu cemas soal bayi mereka yang akan di culik.
"Mas...kok ngopi terus sih sekarang?"
tanya Bella yang tengah merajut.
"Kebiasaan dek, kamu bikin apa?"
tanya Arya kembali.
"Selimut buat anak kita nanti."
"Udah besar saja anak ayah"
__ADS_1
ujar Arya yang mengelus lembut perut Bella yang membesar.
"ngomong-ngomong udah besar gini, berapa hari lagi melahirkannya?"
tanya Arya penasaran.
"Mungkin besok, siklus hamil ku akan berbeda dengan manusia biasa"
jawab Bella.
"Ooh...besok..."
"Loh,,,heh,,,heh,,,besok? terus gimana? kamu enggak perlu kr\erumah sakit apa?"
tanya Arya jadi heboh.
"Enggak perlu mas. kan sudah ada bunda sama mbok"
ujar Bella dengan santai.
"kamu serius dek? kamu enggak merasakan apa gitu?"
tanya Arya penasaran.
sahut Bella dengan tersenyum.
.
.
.
Di rumah San yang kini tengah di hias untuk acara pernikahan ayu dan San, Deska bersama sang kekasih sengaja datang di undnag oleh san, dia sengaja meminta Deska menemani Ayu, karena hanay Deska yang di anggap Ayu sebagai keluarga terdekatnya.
San juga mengabari kepada mbok untuk menjemputnya, untuk menemani Ayu yang beberapa hari lagi akan sah menjadi isterinya, tidak lupa Ayu juga mengundang Mahendra di acara pernikahnnya.
Walau San masih tidak suka terhadap Mahendra, sebisa mungkin dia tidak menunjukan kepada Ayu, dia dan Mahendra baik-baik saja, Mahendra sendiri meminta San untuk tidak bicara kepada sang ibunda tentang keberadaannya.
Di sebuah coffe shop tidak jauh dari kantor JBO, Mahendra janji bertemu dengan Ayu dan San di sana, dia berniat hendak berpamitan, mungkin dengan begini dia juga bisa tenang.
__ADS_1
"Mas Hen,,,udah lama?"
tanya Ayu yang datang bersama dengan San.
"Tidak juga kok."
Mahendra pun menjelaskan bahwa maksud dia mengundang San dan Ayu ingin memberitahukan bahwa dia tidak bisa datang ke pernikahan mereka, dia juga meminta maaf atas perilaku nya yang dahulu, mencoba memperkosa Ayu, mengkhianati snag kakak, dia juga menitip salamnya untuk sang ibunda, walau dia hanya reinkarnasi Rendra setidaknya Mahendra menyayangi ibunda mereka tulus.
Tidak banyak yang mereka bicarakan, selepas itu Mahendra pamit untuk pulang ke kampung halamannya, Ayu juga sudah memaafkan untuk masa lalu yang membuatnya dengan San salah paham.
Malamnya Ayu dan anggota kerajaan edang mengadakan acara midodareni, sebuah acara dimana calon pengantin di mandikan dengan berbagai bunga, dan di percaya malam itu bidadari turun dari langit untuk ikut memandikan calon pengantin.
Acara tersebut juga di hadiri Arya dan Bella serta orang tua mereka, tidak banyak yang di undang, hanya beberapa orang yang datang dari luar istana.
Di malam itu pula San tidak boleh bertemu dengan Ayu sampai acara sakral besok pagi, San juga tengah di mandikan oleh sang ibunda dan ayahnya, bunga yang di pakai bunga favorit San, melati dan mawar putih, bahkan semua di dekorasi serba putih.
Acara mereka sengaja tertutup, bahkan mereka juga tidak ingin kegiatan keluarga mereka terlalu di ekspos oleh media, Ayu sedikit gugup, bagaimana dia akan di tuntut setelah menikah, kapan mereka akan memunyai anak?Au selalu mengkhawatirkan pertanyaan itu muncul ketika mereka telah menikah.
Ayu harus bisa menghadapinya, ini bukan lah hal sulit dia pasti bisa melaluinya, dia yakin orang tua mas San akan mengerti dengan kondisi Ayu yang memang belum siap.
.
.
.
Di lain tempat, Rico dan Karla kembali seperti semula, Rico yang tubuhnya di penuhi dengan penyakit kulit, Karla yang mengalami gangguan jiwa, mbah Ndimun hilang entah kemana, Sukmanya terperangkap di dunia buatan Daryadana, Sedangkan Daryadana hilang bagaikan debu yang berterbangan, entah dimana dia berada, dimana dia bersembunyi.
Tinggal lah pak wicaksono yang geram, dia kesal dengan keluarga JBO, mereka bahagia dia atas penderitaan sang puteri, dia yang berniat untuk membalas dendam dengan tangannya sendiri.
.
.
.
(Bersambung)
Maaf ya ceritanya lebih pendek dari sebelumnya,
__ADS_1
Author lagi mager sampe nanti malam ya 😁😁😁