
...🌸🌸🌸...
Ayu kembali ke rumah San, untuk beberapa alasan San terlihat sibuk dan tidak bisa menemui Ayu, dia mengurus beberapa hal tentang Karla dan kekasihnya yang membuat San sangat marah, Ayu hanya bisa menunggu kedatangan San, dia tidak sabar mengatakan bahwa dirinya bersedia menikah dengan San.
San yang masih belum benar-benar pulih melihat langsung karla dan Rico yang mereka tawan, San kemudian memandang mereka dengan tajam, air yang sebelumnya di berikan bertujuan untuk menghapus ingatan mereka tentang goa tersebut, siapa San dan paman Wirakha.
"Lusa lepaskan lah mereka paman, aku yakin mereka sudah tidak akan ingat apa-apa lagi."
"Baik pangeran"
sahut paman Wirakha yang kemudian mengantar balik San menuju rumah.
Perjalanan lumayan membuat mereka kembali sangat larut, Ayu yang terus menunggu akhirnya terlelap pulas, kamar San cukup luas itu benar-benar membuatnya nyaman.
.
.
.
(Di rumah Arya)
Sementara Bella tertidur di pelukan Arya, dia berpikir sejenak dengan apa yang di perbuatnya kepada Bella, bagaimana kalau Bella hamil? patinya Ayu akan berpikir yang tidak-tidak kepadanya.
Bagaimana bila Bella tahu ada nama Ayu di hatinya, entah apa yang disesalinya, setahunya dia sangat mencintai Bella, tidak akan mungkin dia merasakan nyaman berada Ayu, gadis itu kini benar-benar mencuri perhatiannya.
Tapi Arya tidak bisa bicarakan ini kepada Bella, pasti akan menyakiti hatinya, Arya kemudian memeluk Bella yang terlelap di pelukannya, masih tertutup dengan selimut, mungkin masih terasa lelah, Arya kembali melanjutkan tidurnya.
kembali kepada mahendra, dia yang bereinkarnasi ternyata masih terobsesi dengan sosok gadis yang cantik, kalem yang selalu datang ke mimpinya, dia bertemu Ayu pertama kali saat agen mereka memberikan undagan, untuk meliput konser One Ok Rock.
Saat itulah dia tahu gadis itu adalah Ayu, dia bahkan meminta langung kepada sang produser kalau Ayu yang bertugas meliput.
Dari nomer handphone Mahendra yang sangat mahir di bidang IT ini juga melacak di mana tinggal Ayu, sengaja pindah ke lokasi yang sama, selalu memperhatikan Ayu.
Dia sedikit terkejut ketika dirinya tahu Ayu dan San telah bertemu, bahkan mereka menjalin hubungan, rasa kesal itu kembali hadir, dia lebih memilih menjadi musuh untuk sang kakak.
Walau ada kemungkinan sang ibunda merindukan sosok Rendra, dia enggan mengakui dirinya di masa lalu, dia hanya inginkan gadis lembut yang datang di mimpinya, tapi ada satu ingatan yang masih sedikit dia ingat, ketika dia mencium Kemuning, yang dia rasakan sangat mendalam, tapi kenapa gadis itu malah menangis, sungguh hatinya tidak ingin melihat gadis itu menangis.
Dan Mahendra masih mencari tahu tentang itu, dia masih belum bisa mendapatkan jawabannya, maka dari itu dia ingin bicara kepada Ayu, mungkin dengan begitu dia akan merasa lebih tenang.
.
.
.
Sesampainya San di rumah, dia langsung menghampiri Ayu, San merasa lega bila melihat Ayu terlelap disisinya, walau Ayu belum bisa menerima lamarannya, dia akan tetap bersama Ayu apapun itu. Ayu tersadar dan mendapati San duduk di samping dirinya yang tertidur pulas.
"Mas .."
panggil Ayu yang merasakan rindu di hatinya.
"Kok bangun dek?"
"Ayu kangen mas..."
ungkap Ayu yang kemudian memeluk San.
"Mas juga kangen kamu"
__ADS_1
balas San yang mengelus pundak Ayu.
"Ayu mau nikah kok sama mas."
"Beneran? kamu mau jadi istri ku?"
Ayu yang tersenyum hanya mengangguk, walau sedikit tidak masuk akal, akhirnya Ayu harus bicara kalau dirinya akan meminta satu syarat.
"Kita menikah dengan satu syarat mas."
"Syarat? apa itu dek?"
"Maafin Ayu sebelumnya, Ayu tidak ingin punya anak dulu, sampai Ayu benar-benar siap"
kata Ayu yang sedikit takut untuk mengutarakannya.
"Iya dek,,, mas nurut aja"
ucap San.
"Bener mas..."
Ayu yang sebenarnya tidak tega mengutarakan syarat dari nya.
Setiap dua insan yang ingin membina bahtera rumah tangga, pasti ingin memiliki keturunan, tapi tidak dengan Ayu, bukan berarti dia tidak suka, melainkan dia belum siap, takut dia belum bisa menjadi ibu yang baik, sedangkan San hanya mengikuti apa yang menjadi keinginan Ayu.
Pada akhirnya Ayu hanya bisa merasa tidak nyaman kepada San, dia berasa egois karena hanya rasa takut yang di alaminya dia memberi syarat yang begitu berat untuk San.
"Jangan merasa tidak enak karena kamu memberi syarat untuk menerima lamaran mas, mas sangat mengerti apa yang kamu alami dek"
ujar San yang mengatakan sambil mengusap lembut rambut Ayu.
peluk Ayu.
.
.
.
Kulit pada wajah San mulai membaik, kembali seperti semula pagi ini, orang tuanya akan kembali lusa, setelah itu dia akan membahas pesta pernikahan yang akan mereka adakan tepat di malam purnama ke tujuh.
Ayu juga kembali ke kantornya, dia harus menyelesaikan beberapa tugas, San juga kembali ke kantor seperti rutinitasnya, selesai sarapan keduanya melanjutkan pergi menuju kantor masing-masing.
"Nanti malam kamu ikut mas ya"
San yang berbicara dalam mobilnya.
"Iya mas"
sahut Ayu yang menggenggam tangan San.
San berencana akan mengajaknya makan malam, bersama dengan kolega dari anak perusahaan JBO, dia juga akan mengumumkan secara resmi pernikahan mereka.
Sesampainya di kantor, Ayu di sambut oleh Deska dan beberapa rekan lainnya, termasuk Arya, tapi tampak berbeda, Arya tampak pucat, seperti banyak pikiran yang menyelimuti hatinya.
"Ayu,,,kangen deh"
Deska yang langsung memeluk Ayu.
"Aku juga kangen..."
__ADS_1
"Welcome back Yu"
kata Arya tersenyum.
"Makasih ya...kalian buat aku adalah keluarga aku"
sahut Ayu yang merasa bahagia bisa di pertemukan dengan orang yang peduli padanya.
Selesai melepas kangen kepada Ayu, Arya mengajak Ayu mengobrol di balkon kantor mereka, ruangan sedikit sempit yang terdapat beberapa outdoor AC yang berjejer.
"Yu..."
"Hhmm, kenapa mas?"
"Aku bingung, bagaimana kalau Bella hamil?"
Ayu terkejut Arya menceritakan masalahnya kepada dirinya, apalagi ini soal Bella yang mungkin saja akan hamil.
"W..wah selamat mas, nikahin secepatnya"
ucap Ayu tersenyum bingung.
Dia tidak menyangka Arya adalah pria yang seperti itu, ya walau pada dasarnya cowok manapun kalau melihat cewek cantik pasti nafsunya tinggi.
"Tapi masih ada yang mengganjal, belakangan ini mas ngerasa takut kehilangan kamu Yu"
ungkap Ary membuat Ayu benar-benar kaget.
"Mas,,,sepertinya itu enggak usah di bahas deh"
Ayu yang merasa tidak enak hati.
"Mas tidak ingin apa-apa, mas cuma mau bilang mas ngerasa nyaman berada di dekat mu, ternyata mas memiliki perasaan itu untuk mu Yu."
au senang mendengarnya, tapi dia tidak akan bisa membalas rasa yang Arya rasakan, dia telah memilih San, dia juga akhirnya menyadari dia sangat menyayangi San.
"Makasih ya mas udah mau bilang, tapi mas juga tahu apa yang Ayu rasakan saat ini?"
"Mas paham Yu, mas juga sudah lega bilang ini ke kamu, secepatnya mas akan nikahi Bella"
ucap Arya yang sekarang tidak ada beban di hatinya.
.
.
.
San yang kembali ke kantor menjadi gosip yang menyebar cepat, segera Wicaksono menyiapkan surat pengunduran dirinya, merasa malu akan perbuatan puterinya, dia lebih baik menghindar agar dirinya aman sementara sambil menunggu Karla kembali.
San melihat surat pengunduran diri Wicaksono, dia mengabulkan permintaan itu dengan catatan semua fasilitas di kembalikan, kemudian paman masih meminta seorang pengawal untuk memantau segala aktivitas wicaksono.
Sebagai hukuman Karla dan Rico yang telah jahat kepada Ayu, keduanya yang kini di lepaskan mengalami gangguan kejiwaan, sang ayah yang kini berusaha mencari anaknya, mendapatkan petunjuk dari seorang di kenalnya sebagai orang pintar.
Dia bergegas menuju tempat yang di maksud, lumayan jauh dari kediaman mereka, mungkin 5jam perjalanan menggunakan kendaraan umum.
Bersambung ....
...🌸🌸🌸🌸🌸...
__ADS_1