Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi

Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi
SR. Masih penasaran


__ADS_3


...🌸🌸🌸...


Ayu masih terngiang-ngiang akan pertemuan dirinya dengan San, si tuan muda JBO, terus terperangkap dalam kenangan yang tidak jelas, namun rasa itu terus membuat Ayu merasakan kalau San bukan orang asing baginya.


Sama hal yang pernah di ucapkan Arya, bahwa dirinya seperti kenal lama dengan Ayu, tapi semua hanya prasangka, sama halnya Arya, Ayu juga beranggapan itu hanyalah kebetulan, mungkin mereka lupa dahulu bertemu dimana.


Selesai mengantar Ayu, paman Wirakha mengajak San ke danau yang di maksud, lumayan lah satu jam perjalanan mereka menuju ke sana. Dalam perjalanan banyak hal harus di jelaskan kepada pangeran Sanjaya, termasuk kenapa Ayu tidak tinggal bersamanya, di zaman sekarang harus ada ikatan pernikahan, zaman sekarang juga wanita di ajak berkomitmen aja susah, memang tidak semua wanita seperti itu.


Jadi Sanjaya harus memulai semua nya dari awal lagi, tidak terasa mereka sampai di danau yang di maksud. Paman hanya menunggu di luar, Sanjaya masuk sendiri, tempat masih sama hanya saja dulu masih banyak pohon lebat mengelilingi.


Duduk termenung mengingat hal indah bersama Kemuning, San begitu merindukan sang isteri, rasa cinta nya tidak pernah pudar, San akan berusaha memulai dari awal lagi, agar dirinya bisa bersama dengan Ayu.


Hembusan angin perlahan menyelinap di balik pepohonan, menyertakan bisikan-bisikan rindu yang di rasa oleh Sanjaya, hening dan tenang, San memejamkan matanya meresap kekuatan semesta. Semoga semesta menyatukan kembali dua hati.



(@danau seran)


Cukup lama Sanjaya berada di sana, memang sepertinya tempat ini selalu menjadi tempat favoritnya, pikirannya kini jauh lebih tenang, Sanjaya harus terus melangkah maju, membiarkan kenangan lalu terkubur, berjuang mendapatkan Ayu.


......🌸🌸🌸......


Pekerjaan hari ini tidak begitu banyak, Ayu hanya mengurus beberapa naskah narasi untuk siaran, setelah selesai Arya bersiap menunggu untuk mengantar Ayu ke klinik milik keluarganya.


"Yu..."


panggil Arya yang menunggu di depan lobi.


"Mas Arya..."


"Ayo...aku antar!!!"


"Tapi mas .."


"Udah sana, ini biar gue bawa pulang"


seru Deska mendorong Ayu agar mau di ajak Arya.


Akhirnya Ayu pun bersedia ikut, keluarga Arya adalah keluarga terpandang, ayahnya seorang dokter terkenal, mereka memiliki klinik untuk membantu orang-orang yang tidak mampu, entah mengapa Arya lebih memilih profesi DJ radio.


"Nih"


Arya yang memberikan sebuah helm berwarna hitam dop.


Ayu pun memakai dan naik vespa matic berwarna navy, Ayu sedikit canggung, tapi dia harus menjaga agar dia tidak terbawa perasaan kepada Arya.


Arya melajukan vespanya, bahkan Arya sengaja menarik tangan Ayu agar berpegangan kepadanya. Ayu terkadang sikap nya seperti ini, terlalu ambigu, Ayu memang menyukai Arya, karena menghormati Bella, Arya hanya lah kakak lelaki yang sangat baik kepadanya.


Perilaku Arya yang sangat perhatian, terkadang orang-orang melihat bukan seperti kakak adik, melainkan sikap pria terhadap pacarnya. Ayu tidak mau nantinya orang berpikir yang tidak-tidak kepada mereka.


Sampai lah mereka di sebuah klinik sederhana, ayah Arya di temani beberapa perawat yang sedang magang di klinik tersebut.


Ayun pun turun, sedikit gugup karena perdana Ayu bertemu dengan ayahnya Arya.


"Ayo...kok ngelamun?"


seru Arya yang tepat berdiri di pintu klinik.


"Iya..."


Tercium jelas bau obat-obatan klinik, Ayu terkadang masih takut akan rumah sakit, ketika sang nenek di bawa kerumah sakit di kala kritis dan akhirnya menghembuskan nafas. Ayu terlalu takut untuk masuk tempat seperti berbau rumah sakit.


"Mbak...papah ada?"


tanya Arya pada seorang pegawai.


"Ada masuk masuk aja mas ..."

__ADS_1


Arya melirik Ayu yang sedikit aneh, tanpa ragu Arya memegang tangan Ayu dan membawanya masuk keruangan pemeriksaan.


"Hai pah..."


Arya yang masuk tanpa mengetuk pintu.


"Arya...tumben apa yang buat kamu kemari"


sahut seorang pria berperawakan tambun, rambut yang mulai memutih dan ada janggut tipis.


"Ini pak, teman Arya, namanya Ayu, belakangan sering pusing katanya"


jawab Arya yang kemudian duduk di depan meja kerja sang ayah, Ayu merasa tidak enak karena takut sang ayah akan berpikir tidak-tidak.


"Siapa nama mu ndukk...?"


tanya ayah Arya.


"Ayu om...."


"Sini pinjem dulu tangannya"


ucap sang dokter, tidak lama beliau mengukur tekanan darah terlebih dahulu.


Ayu kemudian memberikan tangannya untuk di cek tekanan darahnya.


"70/80, kamu insomnia?"


tanya ayah Arya.


"Terkadang om..."


Kemudian ayah Arya memegang pundak Ayu dan memberikan sedikit pijatan dengan jempolnya.


"Kurang tidur, makan juga tidak teratur, di tambah stress"


ucap ayah Arya.


celetuk Ayu membuat Arya tertawa.


"Udah pa...kayak di interogasi aja"


sahut Arya.


"Ini om kasih resep, ingat minum teratur dan hidup juga harus teratur"


"Siap om, makasih ya om"


......🌸🌸🌸.......


Akhirnya mereka pun pulang, setelah menebus obat, Arya mengantarnya ke kost, Ayu tinggal d kost yang sama dengan Deska.


Ternyata San telah menunggu hampir 2 jam di depan kost Ayu, melihat Ayu di antar seorang pria membuat dirinya penasaran, wajah lelaki itu juga tidak asing.


"Paman...laki-laki itu..."


"Benar tuan, dia adalah reinkarnasi Bramasena"


"Bukannya dia....?"


"Bramasena meninggal akibat sakit, sedangkan puteri Kirana saya tidak tahu kabarnya sampai sekarang"


jelas paman Wirakha.


Sanjaya penasaran ada hubungan apa di antara keduanya, bahkan sampai repot-repot mengantar Ayu.


"Nih mas..."


Ayu memberikan helm kepada Arya.

__ADS_1


"Jangan lupa di minum obatnya"


Arya yang masih duduk di atas vespanya.


"Dek...."


Sanjaya yang menghampiri Ayu.


Arya langsung menatap Sanjaya, tidak asing bagi Arya, siapa pria yang telah menunggu Ayu ini. Hati Arya terus merasa penasaran ada hubungan apa keduanya.


"Mas....ada perlu apa?"


tanya Ayu kikuk.


"Kenalkan Arya..."


Arya mengulurkan tangannya.


"San...suami Ayu"


sentak perkataan Sanjaya membuat kaget Arya dan Ayu, bahkan paman Wirakha masih saja tersipu menahan tawanya karena sikap Sanjaya.


"Jangan ngacok deh lu..."


sahut Ayu, menarik tangan San.


"Mas aku masuk dulu..."


tambah Ayu kembali.


Arya hanya terdiam kemudian berlalu, Ayu membawa masuk ke kost yang berada di lantai 2, Sanjaya hanya tersenyum karena Ayu memegang tangan nya dengan erat.


Ayu kemudian membuka pintu kamar kostnya, tempatnya ruangan berukuran 4x3, terdapat tempat tidur 1, lemari, meja dan kamar mandi.


"Lu ngapain sih malam-malam ke sini?"


tanya Ayu berbisik yang tidak mau terdengar oleh tetangganya.


"Aku kangen kamu dek !!!"


ucap Sanjaya membuat Ayu terdiam tidak dapat berkata.


Kali ini badan Ayu seperti bergerak tidak mengikuti perintah otaknya, melain kan hatinya, memeluk Sanjaya. Jantungnya terus berdegub, Ayu seakan merasakan sesak sebuah kerinduan dalam dirinya. Tapi apa ini pertanda, Ayu memiliki rasa yang sama kepada San.


San memeluk Ayu begitu erat, rasa bersalah, menyesal, rindu berkumpul menjadi satu, Ayu tiba-tiba merasakan seperti dirinya mengalami serangan vertigo kembali, matanya terasa terlihat sosok pria memakai jubah, dengan rambut panjangnya.


Ayu berusaha membuat pikirannya tenang, menarik nafasnya dalam, mengeluarkan secara perlahan, Ayu melepaskan pelukannya, entah mengapa pula Ayu mengajak San masuk ke dalam kamar kostnya.


"Mas...sebaiknya pulang, Ayu mau istirahat"


sahut Ayu berdiri sambil membuka kan pintu kamarnya.


"Baiklah....besok aku akan ke sini lagi"


ucap San yang keluar dari kamar Ayu.


Setelah Sanjaya keluar, Ayu terduduk di lantai kamarnya,


"Siapa dia? kenapa selalu menghantui ku?"


gumam Ayu.


.


.


.


(Bersambung)

__ADS_1


...🌸🌸🌸🌸🌸...



__ADS_2