Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi

Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi
SR. Tamat Season Reinkarnasi !


__ADS_3


Dari tangis Ayu, Alingga tahu sekali rasanya pasti sakit sekali, disaat semua yang kita anggap bisa membuat kita bahagia, tapi ternyata mereka juga yang mengahncurkan semua harapan.


San terus merasa bersalah, dia tidak tahu harus berbuat apa, Ayu terus menangis, sejenak dia tersadar, kemudian dia menoleh Ke arah Alingga.


"Kamu...bantu aku melupakannya"


ujar Ayu kemudian memeluk Lingga.


Entah siapa yang di maksud oleh Ayu, tapi Alingga berusaha sebisa mungkin akan membantu Ayu melupakannya, dia yakin Ayu bisa sembuh dan melewati ini semua, di balik rasa luka pasti akan ada hari yang indah esok hari.


Bergelut dalam luka hati memang tidak ada habisnya, setiap air mata yang di keluarkan Ayu bukan karena dia menangis tanpa sebab, karena setiap malam juga dia melihat Kemuning bersama San terlihat bahagia.


Dengan sengaja Kemuning menunjukan kepada Ayu yang manusia biasa, bukan siapa-siapa, san lebih mencintainya ketimbang Ayu, belum lagi anak-anaknya, itu hal yang paling menyakitkan untuknya.


Berulang kali rasa sakitnya ingin di akhiri dengan bunuh diri, sampai Tantri lelah, dia juga kini tidak peduli lagi terhadap Ayu, lelah kesal akan sikap Ayu, Tantri membiarkan Ayu berbuat seenaknya terserah dia mau berbuat apa.


Ditinggal orang tua, di sakitin San, kini teman satu-satunya pergi membiarkan Ayu terluka sendirian, membiarkan Ayu hidup bagai orang gila, sampai akhirnya Ayu menciptakan teman khayalannya, teman yang akan membuatnya bahagia, Deska.


Setiap hari kalau tidak menangis, Ayu bicara sendiri dia memanggil nya dengan sebutan Deska, bahkan dia bisa cerita sambil tertawa terbahak-bahak. Terlepas dari itu, Alingga sendiri tidak yakin apakah Ayu bisa pulih atau tidak.


Ayu kini di rawat dalam sebuah rumah rehabilitas untuk ODGJ mentalnay yang tidak bisa di jangkau oleh Alingga terlalu sulit untuknya membuatnya bisa melupakan sakit hati itu.


Hal yang paling mengejukkan Alingga, dia pernah membuka bajunya dan seperti tampak seorang ibu yang sedang menyusui anaknya, Ayu menunjukan tanpa rasa malu di depan Alingga.


Dia tidak tahu apa yang terjadi dengan Ayu, tapi hal itu membuat hati Alingga sakit, dia tidak tahu kenapa ada orang yang jahat sekali yang tega melakukan hal tersebut.


Ayu pernah tidak sengaja dalam tidurnya dia berjalan ke sebuah tempat, pintu gerbang yang sangat besar, dia refleks berteriak memanggil Juna dan Ben.


"Juna...Ben...bunda datang nak, Arjuna, Ben"


teriaknya.


Namun yang keluar adalah Kemuning, dia kaget kanapa Ayu bisa datang ke istana, dia pun menarik Ayu keluar jauh dari gerbang tersebut, dia tidak mengijin kan Ayu bertemu dengan anak-anaknya.


"Jangan pernah datang kemari, jangan pernah ganggu keluarga ku"


ucapnya dengan licik.


"Apa yang kita lakukan, ini balasan mu, aku juga yang mengandung Arjuna, bukan kamu"


tangis Ayu.

__ADS_1


"Pulang sana"


ujar Kemuning.


Kemuning terus mendorong Ayu sampai dia sadar dari tidurnya, dia kembali menangis sambil memukul kepalanya, menatapkan ke tembok, sakit di hatinya tidak bisa terobati, dia sadar mencintai San yang memang bukan untuknya, tapi setidaknya dia bisa bertemu dengan anak-anaknya.


Lelah, hidup ini begitu melelahkan, mungkin dengan dirinya mati akan hilang sakit, selalu dan selalu terlalu sulit untuknya bertahan, jikalau Tuhan berpihak baik, dia yang tidak mau berprasangka jahat terhadap Tuhan, Ayu tahu betul Tuhan merencanakan hal indah di balik ini semua.


Pertanyaanya, sampai kapan? sampai kapan Ayu begini?


pertanyaan yang hanya Ayi bisa jawab sendiri.


Alingga yang terus berbulan-bulan mengawasi Ayu, mulai merasa ada sesuati di hatinya yang kemudian ingin menjaga Ayu, dia yakin dia bisa membahagiakan Ayu.


Walau keadaan nya Ayu sekarang jauh lebih tenang, Alingga setiap harinya datang dan mengajak Ayu untuk berjalan-jalan, walau cuman diam, Alingga terus mengajaknya bicara, walau Ayu terus berdiam diri.


Tapi hari itu Ayu muloai memperhatikan Alingga berbicara, dia hanya menatap tanpa rasa ragu, tersenyum tipis, pria yang berkacamata itu mmbuat Ayu tersenyum.


Angin meniup pelan rambut Ayu, menutup sebagian wajahnya, Ayu, Alingga menyeka rambutnya, membuat mata mereka saling menatap, Ayu masih terlihat cantik, sama seperti Alingga pertama kali bertemu Ayu.


Wanita yang selalu tersenyum manis, terlihat konyol, tapi sangat baik, kemudian Ayu mengambil kacamata Alingga, memakainya sambil tertawa, Alingga juga tersenyum melihat Ayu kembali ceria.


"Udah sini, kamu mau ini?"


tanya Alingga.


Singkat cerita sikap Ayu menunjukan perubahan drastis, dia bahkan bersosialisasi dengan anak panti lainnya, tapi memang Ayu belum bisa bicara, atau juga Ayu tidak mau bicara,dia hanya tersenyum dengan yang lainnya, bahkan dia juga tidak segan membantu pekerjaan rumah tangga di panti.


Keesokan hari nya Alingga bersama Tantri datang untuk menjemput Ayu, dari kejauhan Tantri melihat Ayu yang tengah membantu menyiapkan makanan untuk anak panti lainnya.


Tantri terharu Ayu benar-benar pulih tidak lagi merasa kesedihan yang mendalam,Tantri tidak sabar dia berlari menghampiri Ayu, memeluk Ayu dari belakang.


"Hiikkksss...hikkkss...Aku kangenkamu Yu"


isak tangis Tantri.


Ayu membalikan badannya, dilihatnya Tanrtri yang menangis terharu tidak percaya Ayu telah sembuh. Ayu tidak menjawab dia hanya tersenyum dan memeluk sahabtanya.


Ayu dan Tantri berjalan-jalan di taman panti, Tantri bercerita banyak bahkan dia meminta Ayu menulis sebuah cerita, dia tahu Ayu suka menulis, setidaknya ada kegiatan yang membuat Ayu bahagia.


"Kamu masih enggak mau ngomong? lagian disini cumakita berdua"


ujar Tantri mengajak Ayu bercanda.

__ADS_1


"Gimana, Alingga cakep enggak?"


tanya lagi Tantri yang membuat wajah Ayu memerah.


"Hmm...enggak usah kamu jawab aku tahu"


sahut Tantri terenyum.


"E..eng..gak.."


akhirnya Ayu mulai mau berbicara dengan Tantri.


Tantri langsung memeluk Ayu,dia sangat senang Ayu benar pulih, dia akan segera membawa Ayu kembali kerumahnya, rumah lama itu di jual Tantri, menutup sebagian biaya pengobatan Ayu.


Tantri menyimpan sisanya untuk tabungan Ayu nantinya, setidaknya dia bisabangkit setelah keterpurukan ini.


.


.


.


Falshback!!!


Ayu yangsebelumnya terlihat seperti orang gila, mendapat pencerahan oleh seorang kakek, yang pernah bertemu dengannya.


"Nduk,,,berdamailah denagn dirimu, terluka itu pasti karena semua sudah ada resikonya"


ujar sang kakek.


"Aku akan membantumu, aku akan menutup fortal antara kalian"


ujar empu Gatma.


Semenjak fortal keduanya d tutup, Ayu tidak lagi melihat hal yang membuatnya menangis, bahkan Ayu sekali pun juga tidak bisa melihat mereka kembali, empu Gatma ingin Ayu bisa seperti manusia normal lainnya.


Semenjak saat itu, Ayu tidak tahu bagaimana kehidupan San disana, begitu sebaliknya, tersisa hanya lah memori kenangan keduanya, kenangan yang menyakitkan untuk Ayu.


Tapi dia akhirnya memilih untuk mengubur kenangan pahit itu, menyimpan rapat-rapat, Ayu mulai memperhatikan Alingga yang tanpa lelah selalu menemani dia, mengajaknya bicara tanpa ragu, hal itu membuat Ayu berniat untuk bisa bangkit dari keterpurukannya.


.


.

__ADS_1


.



__ADS_2