
Alingga benar-benar frustasi, dia bingung kemana perginya Ayu, dia yang malam itu baru balik dari rumah Tantri, kembali ke kamarnya, dia kaget melihat Ayu tertidur pulas di kamarnya, di atas ranjangnya.
"Ayu...."
ucap Linggar yang segera menghampiri Ayu.
Segera dia mendekap Ayunyang tertidur, kaget karena badannya di angkat Linggar, dia memeluk erat Ayu, masih tidak sadar kalau dirinya telah kembali. Ayu hanya terdiam di peluk Alingga.
Ada rasa hampa kembali menyelimutinya, dia tidak tahu telah menghilang berapa hari, dia ingat jelas dikala dia bersama dengan San, bersama anak-anak mereka.
"Ayu...kamu dari mana?"
tanya Alingga memegang kedua pipi Ayu.
Ayu tidak menjawab, dia malah tersenyum, menatap ingatannya akan sang buah hati, Ben dan Arjuna, dia benar menikah dengan San, dia benar hamil dengam San, dia tidak gila, dia tidak berhalusinasi, mereka yang berada di dunia berbeda dengannya.
Ayu masih terasa mengantuk, dia hanya ingin kembali tidur, Alingga pun membiarkan Ayu tertidur sementara waktu, sambil menunggu dia membelai wajah Ayu.
San baru kembali dari rumah empu Gatma, langsung ke belakang istana, di lihatnya Ben yang baru selesai latihan, Arjuna yang di gendong mbok dan ibundanya, dia heran tidak melihat Ayu dimana pun.
"Ning kemana mbok?"
tanya San.
"Dia pulang kali"
ujar mbok yang mengurus Juna.
"Ayah...bunda tadi tiba-tiba hilang"
sahut Ben yang datang menghampiri.
San tahu ramuan itu hanya bereaksi sementara, Ayu telah kembali ke dunianya, selepas pekerjaan nya di istana selesai, mungkin dia akan menghampiri Ayu. Sambil menunggu kabar baik dari empu Gatma, dia berharap Ayu bersabar sampai dia bisa berkumpul bersama kembali.
Alingga mengabari Tantri kalau Ayu ada di rumahnya, dia tidak tahu kenapa tiba-tiba Ayu bisa berada di kamarnya, tapi setidaknya mereka lega sekarang.
Pandangan Alingga tidak lepas dari wajah Ayu yang terlelap tidur, tangannya mengelus lembut rambut Ayu.
Aku menuliskan tentang mu di sebuah album
Agar aku tidak lupa
Bahwa kau yang membuat ku gila
kau selalu bilang dirimu tidak lah sempurna
Tetapi sesungguhnya aku lah yang tidak sempurna untukmu
Ajari aku menjadi sempurna bersama dengan mu
Aku ingin menjadi yang terbaik dihidup mu
Menjadi udara yang selalu kau hirup
Dan jadikan aku yang terakhir di hidup mu...
Seuntai puisi yang di ucapkan batin Alingga untuk Ayu.
Rasa sayangnya terus bertambah kepada gadis ini, dia terkadang bahkan tidak peduli akan dirinya sendiri,
Cuuuppp !!!
Alingga mendaratkan kecupannya di kening Ayu, San yang tidak sengaja datang dan melihat, kesal, dia hanya diam, untuk saat ini memang dia tidak dapat berbuat banyak.
.
.
.
Keesokan paginya, Ayu bangun dari tidurnya, badannya sedikit pegal, dia mendapati Alingga tertidur di sampingnya, dia juga ingat kemaren Alingga memeluknya, sejak kapan aku kembali? tanya batinnya.
Ayu pun bangun, dia mencuci muka dan bersiap untuk pulang, mungkin Tantri akan khawatir karena tiba-tiba dis menghilang selama beberapa hari.
"Mau kemana Yu?"
tiba-tiba Alingga bangun dan mengagetkan Ayu.
"Heh!!! bikin kaget aja"
celetuk Ayu kesal.
"Habisnya, udah mau kabur aja"
sahut Alingga menatap sinis Ayu.
"Maaf membuat mu khawatir, tapi aku harus segera pulang"
ujar Ayu bersiap pulang.
Alingga menarik tangannya, dia kemudian memeluk Ayu, perasaan ini seperti dejavu, dia yang pernah di perlakukan sama oleh San, wajahnya memerah, dia ingin melepaskan pelukan Alingga, badannya yang tegap dan besar, membuat Ayu tidak bisa bergerak.
"Sarapan dulu ya, nanti aku yang antar"
bisik Alingga.
Terpaksa dia ikut sarapan berdua, ibu Alingga tengah berada di luar kota, menghadiri acara keluarga mereka yang ada di Padang, Ayu hanya diam dia berharap segera selesai dia bisa cepat kembalu pulang.
Selesai sarapan Alingga pun mengantarkan Ayu, dia sekalian bersiap kerja, sementara Ayu sibuk di dunianya, San juga tengah melakukan kegiatannya di istana seperti biasa, berkuda dan melatihan memanah.
.
.
.
Selama perjalanan pulang Ayu mencoba berkonunikasi dengan Kemuning, kenapa dia tidak bisa pergi ke istana? tentunya Ayu tidak akan khawatir bagaimana Arjuna bila hendak meminta ASI, dari batinnya pula ia mendengar bahwa Kemuning bisa kesana asal Ayu ikut, dalam artian yang ke istana raga Kemuning tapi jiwanya Ayu, entah mengapa begitu, tapi ini lah yang terjadi.
Disana Ayu tidak perlu khawatir, ada alternatif lain sebagai pengganti ASI, Arjuna juga sudah berumur 1tahun, dimana di kasih susu sapi pun tidak akan masalah, yang mengurus juga banyak dayang, ada mbok dan ibunda mas San juga.
Tantri yang menunggu dengan wajah cemas di depan rumahnya, dia tidak tahu kemana Ayu pergi selama 3hari ini, tapi syukurlah Ayu kembali dengan selamat, ridak lama mobil yang ditumpangi Alingga tiba, Ayu turun seprti biasa, tidak terjadi aoa-apa.
"Makasih ya Ling!"
__ADS_1
ucap Ayu yang turun dari mobil linggar.
"Sama-sama, Tan aku kerja dulu..."
ujarnya yang kemudian segera melajukan mobil berwarna hitam tersebut.
Tantri dengan wajah kesal dan marah meraih tangan Ayu, dia menarik tangan sahabatnya dan membawa masuk ke dalam rumah, Tantri tidak tahu apa-apa, tapi hal ini membuatnya kesal.
"Kamu dari mana sih Yu?"
sahut kesal Tantri.
"Kalau aku cerita apa kamu percaya Tan?"
balas Ayu duduk di ruang tengah.
"Tentu Yu..."
Ayu menceritakan awal kisahnya, dia juga menceritakan sosok Kemuning, San dan anak-anak mereka, kisah cinta yang tanpa di sadari adalah kisah paling rumit untuk di jelaskan, tapi Ayu mengalaminya, dia yang di anggap stress karena trauma kecelakaan, tapi kenyataannya, Ayu mengalami hal di luar nalar.
Tantri bingung harus bicara apa, tapi dia mau tidak percaya, dia melihat sendiri bagaimana Ayu begitu frustasi, dia tahu Ayu tipikel wanita yang udah sayang bakal setia, enggak ada niatan untuk mendua, tapi ini kasusnya berbeda, Tantri ragu bila meminta Ayu untuk tetapberhubungan dengan pria yang dipanggilnya mas San tersebut.
Sementara Alingga yang nyata benar adanya, di tolak, Tantri memang hanalah seorang sahabat, bukan hak dia meminta Ayu berhenti atau memutuskan yang mana yang baik untuk dirinya hanya Ayu yang tahu. Dari cerita Ayu, Tantri hanya terdiam, dia tidak mnyangka bahwakisah percintaan Ayu akan bbegitu rumit, jerit tangisnya yang lalu karena dia merindkan sosok mas San dan anak-anaknya.
"Gimana kamu menjelaskan sama Ling?"
tanya Tantri.
"Aku akan kasih tahu dia apa adanya, aku rasa aku harus lakukanitu Tan"
jawab Ayu dengan tegas.
"Kamu yakin baik-baik aja kan? kamu bahagia dengan mereka?"
tanya lagi sahabatnya itu.
"Iya Tan, aku bahagia...."
Ayu meyakinkan bahwa dirinya bahagia bersama dengan San.
.
.
.
Beberapa hari berlalu, ramuan yang di pesan oleh San pun telah siap, empu Gatma sendiri yang mengantarkannya kepada pangeran Sanjaya, tidak syarat khusus, dia akan meminum itu dan menubnggu reaksi, mungkin akan butuh waktu sedikit lebih lama, mungkin setelah ramuan ini berhasil dia akan memberikan nya untuk anak-anak mereka, tapi sementara takut ada efek yang tidak diinginkan, lebih baik San yang mencobanya lebih dulu.
"Minumlah pangeran".
ujar empu Gatma.
"Baik empu..."
disaksikan oleh anggota kerajaan, San pun meminumnya, reaksi tersebut tidak berpengaruh di alam mereka, San harus ke tempat Ayu agar dia tahu ramuan itu bekerja atau tidak.
San pergi ke gerbang fortal, dia yang mengenakan pakaian khas kerajaan, tanpa ragu masuk dan bertemu dengan Ayu. Sayang di kala itu Ayu tengah sibuk membuat pesanan kue, sedangkan Tantri sibuk dengan pekerjaanya, beberapa naskah harus di selesaikan dalam beberapa hari.
San datang dari balik kamar mandi Ayu, dia tidak tahu dimana dia berada. Masih bingung dan hanya menatap dirinya yang terlihat di kaca kamar mandi.
"Sorry ya, kerjaan aku numpuk banget"
"Iya enggak apa-apa"
sahut Ayu yang masih sibuk mendekor kue pesanan.
Tantri pun berjalan menuju kamar mandi, dia tanpa ragu membuka pintu dan mendapati San tengah memandang dirinya di kaca, lelaki bertubuh atletis dan jakung, tampak bak malaikat yang baru turun dari langit.
San dan Tantri hanya saling memandang, sambil melongo dia kembali menutup pintu kamar mandi, dia terus berpikir, siapa tuh cowok? badannya oke juga, sahut batinnya yang meleleh melihat ketampanan Sanjaya.
Tantri pun menghampiri Ayu, dia berkata di kamar mandi mereka ada seorang cowok, ganteng bodannya juga bagus, kalau wanita melihat pasti menjerit, seru Tantri menceritakan sosok San.
"Cowok???"
"Perasaan di rumah ini cuman kita berdua!"
sahut Ayu.
"Iya yah,,,terus dia siapa? jangan-jangan maling?"
repleks Tantri menutup mulutnya.
Karena sama-sama takut, Ayu dan Tantri pergi untuk mengeceknya ke kamar mandi, Tantri mengambil sapu dan Ayu membawa pengilas adonan roti yang terbuat dari Kayu. Perlahan mereka berjalan perlahan, kemudian Ayu yang posisi paling depan hendak membuka pintu kamar mandi, tapi pintu itu tiba-tiba ada yang membuka dari dalam.
"Waahhhhrrrrkkk"
teriak Ayu yang refleks hendak memukulkan pengilas adonan.
Dikikuti oleh Tantri, San yang cepat tangkas, langsung di tahan San, tangan kirinya memegang pengilas adonan, tangan kanannya memegang gagang sapu.
"Dek...ini mas"
ucap San.
Ayu membuka matanya, di lihatnya mas San dari kaki hingga kepala, San tampak sangat nyata tepat berada di depannya, dia yang memakai celana kain berwarna hijau pekat dan bertelanjang dada.
"Mas San ???"
Ayu yang masih tidak percaya kalau suaminya kini benar-benar datang untuknya.
"Mas San????"
sahut Tantri yang juga bingung.
Akhirnya San pun menjelaskan, dia berhasil ramuan yang di buat empu Gatma berhasil, hanya saja San di dunia Ayu bukanlah pangeran, dia hanyalah manusia biasa, tidak mempunyai kekuasaan dan harta seperti di istana.
Tantri masih tidak percaya kalau San bukalah berasal dari dunia yang berbeda dengan mereka, dia masih tampak seperti manusia biasanya, dia bahkan terlihat normal untuk di sebut alien.
"Aku senang mas datang"
ujar Ayu memeluknya.
"Mas juga dek"
balas San yang juga memeluk Ayu dengan erat.
__ADS_1
Tantri masih bingung, siapa yang akan dia percaya, lelaki ini yang selama beberapa bulan membuat Ayu terus menangis, terus membuat Ayu stress.
"Aku tidak setuju kalian bersama?"
ucap Tantri masuk ke dalam kamar.
"Kenapq Tan?"
ucap Ayu yang mengikuti Tantri ke kamarnya.
"Biar mas yang ngomong"
ujar San yang dengan mudah masuk ke dalam kamar Tantri.
"Kok bisa masuk?"
sontak Tantri kaget.
"Aku tahu kamu marah, karena aku Ayu hampir gila, terus menangis tanpa tahu sebabnya, aku tahu kamu sangat sayang Ayu, aku mohon restui lah kami"
ucap San yang menatap Tantri.
"Apa kamu bisa jamin, kalau Ayu tidak akan sedih?"
pinta Tantri.
"Aku jamin!!!"
ujar San mencoba membuat Tantri percaya kalau dia akan menjaga Ayu, tidak akan membuat Ayu memangis.
"Baiklah...aku restui kalian"
ujar Tantri.
Ayu yang menguping di balik pintu hanya tersenyum, dia tidak menyangka bahwa sahabtnya akan merestui hubungan mereka, setelah menyelesaikan pekerjaannya, Ayu yang meminta San bersantai di kamarnya kemudian dia membelikan beberapa pakain pria melalui online shop.
sebuah sweater berwarna kalem dengan celana boho berwarna cream, style ini sangat pas di kenakan San, tubuhnya yang tinggi bak model ketika mengenakan pakian yang dibelikan Ayu.
Karena tidak mau mengganggu Ayu dan San Tantri memilih bermalam di sebuha hotel mungkin 2 sampai 3 hari, memberikan waktu untuk Ayu dan San temu kangen.
Ayu juga memasak steak sapi untuk suaminya, menjadi favorit San ketika Ayu yang masak untuknya, mereka bak pengantin baru. San dapat memeluk Ayu dari belakang, melakukan yang biasa si lakukan di istana.
"Anak-anak gimana?"
tanya Ayu kepada San.
"Ada mbok juga bunda"
jawab San.
"Kita masih bisa kesana?"
tanya lagi Ayu.
"Masih..."
"Kamu mau ke istana apa?"
tanya kembali San.
"Tentunya kan Juna masih kecil, kasihan"
"Nanti aku ajak kesini kok dek"
sahut San terus memperhatikan Ayu yang tengah masak.
.
.
.
Dan malam itu kebetulan Alingga tanpa mengabari dia datang membawa beberapa makanan dari resto ayam yang di lewati dari rumah sakit dia bekerja, mengendarai mobil sport Alingga memberhentikan mobilnya di depan rumah Ayu.
Tok...tok...
Alingga mengetuk pintu rumah Ayu, karena sang isteri tengah sibuk, San pun yang melihat ke depan dan mendapati seorang pria tengah berdiri di balik pintu rumah Ayu.
Krrrriiieeeettt !!!!1
San membuka kan pintu, Alingga tampak bingung, siapa pria ini? kenapa dia ada di rumah Ayu dan Tantri.
San yang sudah mengetahui pria itu hanya diam, wajahnya menunjukan rasa tidak sukanya terhadap Alingga.
"Siapa mas?"
tanya Ayu yang menghampiri San.
"Mas???"
Alingga cukup kaget karena Ayu kedengarannya sangat akrab dengan pria ini.
"Ling...."
kata Ayu yang menengok tamu yang datang.
"Maaf aku mau ajak kalian makan bareng"
sahut Alingga yang mengangkat sekotak ayam goreng yang di belinya tadi.
Tidak enak karena Alingga yang membantunya selama ini, Ayu mempersilahikan masuk,namun Alingga menolaknya, takut kehadirannya hanya jadi pengganggu diantara Ayu dan pria yang hanya diam melihat Alingga.
Dia juga tidak bertanya siapa pria tersebut, ada hubungan apa di antara mereka, Alingga hanya terus diam kemudain berlalumeniki mobilnya.
.
.
.
(Bersambung)
Mampir yuk ke cerpen ku 😘
__ADS_1
Mr. Van si vampire tampan yang selalu kesepian sepanjang hidupnya.