Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi

Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi
SR. Hari Pertama Menjadi isteri mu


__ADS_3


Hari itu mereka yang telah selesai berbelanja di salah satu mall, untuk membeli beberapa hadiah untuk bayi Nadia, anak Bella dan Arya, sebenarnya cukup melelahkan, tapi Ayu bersemangat sekali, seharian ini muka San terus di tekuknya.


"Mas...kok diam aja si?"


tanya Ayu yang membeli banyak barang, se isi mobil penuh dengan baju dan boneka.


"Tidak apa-apa dek"


sahut San dengan wajah kesal.


"Ya sudah, Mas Kum jalan..."


ujar Ayu yang meminta si supir menyetir mobil mereka.


"Mas Kum????semua pria kamu panggil mas?"


ujar San semakin sewot.


"Lah terus kenapa? emang semua mas-mas kan?"


jawab Ayu yang lantang.


"Panggil Kum aja, kebagusan di panggil mas!"


ujar San yang tidak ingin berdebat dengan sang isteri.


Kum hanya mendengar dan tidak berani menengok, debat antara pengantin baru, dia berusaha fokus menyentir dengan aman.


Sesampainya di rumah Bella, Ayu terlihat biasa saja, dia bahkan sangat senang menggendong bayi Nadia, ada hal yang unik bila memiliki anak dengan bangsa seperti Bella, anak itu akan cepat dengan tumbuh, bayi yang baru lahir kemarin kini berusia 1 bulan.


Tidak ada yang tahu tapi pertumbuhan mereka sangat cepat, tapi akan normal di kala mereka berumur 5tahunan. Ayu sangat senang bisa menggendong bayi Nadia, dia juga berharap bisa cepat pulih dan memiliki anak ganteng agar bisa di jodohkan dengan Nadia.


"Kamu masih menunda ya Ning?"


tanya Bella yang duduk di samping Ayu yang menggendong Nadia.


"Iya Bell, aku masih takut, masih trauma karena keluarga ku berantakan"


jawab Ayu.


"Yakin kamu bisa kok melewatinya Ning, setelah kamu memilikinya seluruh hidup mu akan kamu curahkan untuk si kecil, coba deh"


ujar Bella yang memberikan semangat untuk Ayu.


Ayu hanya diam tersenyum, ada benarnya perkataan Bella, dia bisa melewatinya, dia yakin dia bisa melewati semua ini, dengan hadirnya seorang bayi diantara mereka, pasti akan membuat semua orang bahagia, pikir Ayu.


"Kamu mau ramuan gak?"


bisik Arya kepada San.


"Ramuan apa?"

__ADS_1


sahut San yang santai melihat sang isteri menggendong Nadia dari kejauhan.


"Ramuan ssjskskskskksksk"


bisisk nya kembali.


San yang mendengar hanya terdiam menatap Arya, mungkin dia harus mengikuti cara Arya kali ini, ada baiknya agar dia tidak lagi badmood.


"Seriusan? emang tahu dari mana kalo kami..."


bisik San meyakinkan.


"Udah keliatan dari muka"


sahut sinis Arya.


"Ya sudah...aku mau"


ujar San mengiyakan tawaran Arya.


.


.


.


Sepulangnya dari rumah Bella, Ayu yang menyenderkan kepalanya di pundak San merasa kelelahan, seharian dia cukup senang bisa menemani bayi Nadia, memandikan nya, melihat Bella menyusui sang buah hati, semua membyat Ayu ingin segera, tapi itu hanya keinginan, tidak dengan tindakan yang di lakukan sekarang.


tanya San dengan wajah mencurigakan.


"Iya nih, mas mau beli minum?"


"Enggak, nih mas sudah siapin, kamu minum ya"


ujar San yang kemudian mengambil botol kaca berukuran seperti botol obat sirup.


"Produk baru ya? baru lihat"


ujar Ayu yang tanpa ragu langsung meminumnya.


Glek...gleek gleeek !!!!


San yang melihat hanya tersenyum di bayangkannya malam ini dia akan begadang dengan Ayu, akhirnya dia bisa juga menjalankan misi berat.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah San, kesal karena obat tersebut malah membuat Ayu tertidur, membuat dia tertidur sangat pulas tidak dapat di bangunkan.


San yang kembali menekuk wajahnya menggendong sang isteri ke kamarnya, kamar mereka yang masih di hiasi dengan tirai yang terbuat dari bunga mawar putih. Sedikit kesal mungkin Arya mengerjainya dengan membuat Ayu tertidur.


Ramuan yang di berikan berisi bahan yang siapa saja yang meminumnya akan merasa panas, membuat nafsu seseorang naik atau semacam obat kuat bahasa gampangnya. San sengaja membuat Ayu meminumnya, kalau dia tidak perlu di tanya, dia siap kapan saja.


San merebahkan Ayu di ranjang mereka, mengelus lembut rambut isterinya, San berlalu ke kamar mandi, mungkin dengan mandi otaknya akan berpikir dengan jernih.


Ayu yang mulai merasakan kepanasan dalam dirinya bangun, di lihatnya sekelilingnya, sepi tidak ada mas san, dia pun melepaskan pakaiannya, sambil berjalan masuk ke kamar mandi, hanya mengenakan dalaman, Ayu tidak sadar bahwa sang suami tengah mandi, ya namanya orang mandi enggak pakai pakaian satu pun.

__ADS_1


"Kamu bangun dek?"


tanya San yang melihat sang isteri masuk dan melepaskan pengait br*a nya.


Ayu yang kaget hanya menoleh ke belakang, betapa terkejutnya, sang suami yang berendam di bathub, melihat gunung kembar Ayu yang berbentuk indah.


Ayu merasa malu, dia diam tidak berkata, dia hanya menoleh membelakangi kembali San, dia pikir suaminya tengah berada di luar kamar mereka.


Begitu pula dengan San, wajahnya kini memerah, walau bukan pertama kalinya,namun setelah sekian lama, dia masih sedikit canggung dengan suasana mereka kali ini, tidak ingin membuat isterinya merasakan hal yang sama, San memilih untuk menyudahi berendamnya.


"Mas duluan ya..."


ujar San meraih handuk di depan Ayu.


Ayu hanya diam, kedua tangannya menutupi bagian indah di tubuhnya, dia pun dapat melihat full badan San, semua terlihat jelas, sesekali dia hanya menelan ludahnya, wajahnya juga memerah melihat San tanpa busana wira wiri di depannya.


Entah keinginan dari mana, Ayu tiba-tiba meraih tangan sang suami untuk berhenti melangkah keluar kamar mandi, San terdiam menatap tangan sang isteri yang menahannya untuk keluar, kini keduanya saling memandang, Ayu tahu dia bukan lah wanita yang sempurna untuk San, tapi dia bisa menjadi sempurna bersama dengan San.


San tidak dapat menahan dirinya, dia meraih pinggang ramping isterinya, mendaratkan ciuman dengan lum*atan lidah di bibir Ayu, jantung Ayu terus berdegub kencang, dia tidak bayangkan betapa malunya dirinya yang tanpa busana berdiri di depan San.


Keduanya terus salin menc*umbu, perlahan San menangkat badan sang isteri menuju ranjang berukuran King tersebut, Ayu seakan ini bukan dirinya, dia yang polos tidak menyangka bisa begitu menikmati cum*buan dari suaminya.


San terus mendartkan ciuman di bibir, leher hingga dia menghi*sap puncak si gunung kembar, Ayu yang merasa sesuatu yang sangat geli datang dari dirinya, tubuhnya mengeliat ketika San melakukan itu, kedua tangannya meraih wajah San, menatap sang suami yang seketika berubah ganas dengan ambisi yang mengebu-gebu.


"AAARRRKKKKKK !!!!"


teriak Ayu yang membuat san kaget.


"Kenapa dek?"


tanya San kaget.


Wajah San yang beringas seakan siap menerkam musuh, dengan jiwa yang di perlihatkan dengan gigih, wajah yang terlihat seperti sa*n*ge dan semangat yang berapi-api membuat sang isteri teriak dan pingsan.


.


.


.


Buah kesemek buah dukuh


Kasih semangat dan dukung akuh 😁😁😁


(Bersambung)


Mampir yuk di cerita ku yang lain, InshaAllah aku lanjutin penulisannya.




__ADS_1


__ADS_2