
(Cerita sebelmnya)
Mungkin San merasa kesal apa yang dijelaskan tidak juga di dengar, Ayu bukan tipe orang yang ingkar janji, dia telah menyanggupi permintaan Mahendra, tidak mungkin dia tiba-tiba membatalkan nya.
San yang kesal keluar dari kamarnya, Ayu hanya terdiam, dia juga bingung bagaimana dia meyakinkan San, bahwa dirinya bukan tipe orang yang seperti itu, dia niatkan besok hanya mendengar perkataan Mahendra kemudian
.
.
.
Ke esokan harinya Ayu pun bersiap menemui Mahendra, masih kesal dengan sikap Ayu, San hanya melihat Ayu berlalu dari luar jendela ruang bacanya, seperti biasa San menggunakan kekuatannya untuk mengetahui apa yang Ayu dan Mahndra bicarakan, walau kesannya itu tidak adil.
kali ini Ayu pergi bersama Kum, dia pengawal yang di percaya San untuk menjaga Ayu dan siap mengantar Ayu kemana saja.
"Mas Kum, antar ke kantor aku ya?"
pinta Ayu yang duduk di kursi belakang.
"Baik mbak Ayu..."
Kum kemudian melajukan mobilnya dia bergegas menuju tempat yang di maksud, San juga masuk ke dalam mobil yang sama dengan Ayu hanya saja Ayu tidak menyadari.
Sesekali Ayu memegangi lehernya, bulu kuduknya terkesan berdiri, entah merinding karena apa, hawanya juga terasa aneh buatnya. Mahnedra yang telah menunggu lebih dari setengah jam itu terus terlihat gelisah, tidak sabar dengan apa yang akan dia bicarakan dengan Ayu.
Tidak lama setelahnya Ayu datrang, Mahendra juga melihat, bahkan dia melihat sekelilingna Ayu, apakah dia bersama dengan San atau tidak.
"Sorry ya lama nunggu?"
tanya Ayu yang duduk di depan Mahendra.
"Enggak kok, Yu..."
Mahendra yang tampak gelisah tiba-tiba memegang tangan Ayu.
Melihatnya saja San terlihat sangat marah dan kesal.
"Ada apa mas?"
Ayu yang kemudian melepaskan genggaman tangan Mahendra.
Kemudian Mahendra menjelaskan tentang dirinya, apa yang selalu dia lihat, apa yang selalu dia rasakan ketika bertemu dengan Ayu, dia bingung bagaimana menjelaskan kepada orang lain yang tidak mengerti masalahanya.
Mungkin bercerita dengan Ayu semua akan terjawab, karena Ayu yang dekat denga San, Ayu hanya terdiam mendengarkan semua cerita Mahendra, dia mengerti apa yang Mahendra rasakan, dia hanya terdiam memahami, namun denan perlahan ingatan dia tentang Mahendra terbuak.
Dia melihat dirinya yang dulu hendak di perkosa dengan Mahendra, seperti VI'AR, Ayu masuk ke sebuah dunia baru, dia bahkan melihat awal mula kenapa Mahendra mencoba hendak memperkosanya.
Dia melihat San yang menitipkan Ayu untuk mengantarnya ke kerajaan Amartha, namun hal itu di gunakan oleh Mahendra untuk melancarkan aksinya yaitu memperkosa dirinya.
Dia yang melihat berusaha melepaskan diri dari cengkraman Mahendra, Ayu bahkan meneteskan air matanya, dia tidak mendengar lagi apa yang Mahendra katakan.
"Yu...Ayu..."
panggil Mahendra yang tidak tahu kenaa Au emneteskan air mata.
San yang melihat Ayu langsung mengetahui, bahwa Ayu melihat juga kenangan buruk yang ingin di lupakan oleh San tentang saudaranya.
"Aku balik dulu"
__ADS_1
ucap Ayu yang tersadar langsung berlari ke arah mobil, dimana Kum menunggu di dean mobil.
Mahendra yang mengejar Ayu merasa bingung, apa yang sebenarnya terjadi, dia bahkan belum cerita tentang perasaan yang sama kepada Ayu sejak pertama keduanya bertemu.
"Ayo kum."
"Yu,,,kamu kenapa Yu..."
tanya MAhendra yang mengededor kaca pintu mobil Ayu.
Ayu hanya mennagis rasa itu kembali hadir, rasa bersalah dengan San, entah kenapa Mahendra begitu, pantas saja san tidak pedul dengan Mahendra walaupun dia tahu dia adalah reinkarnasi sang adik.
(Visual Mahendra)
Kini Ayu kembali menanggung aib yang telah terlupakan ratusan tahun itu,Ayu meminta untuk bertemu dengan Arya dan Bella di kediaman mereka. Mungkin perasaan dia akan tenang melihat kondisi Bella yang hamil.
"Kum...kita kerumah puteri Kirana ya"
pinta Ayu.
"Siap mbak.."
.
.
.
San yang terbatas memilih kembali ke rumahnya, rahasia yang di tutupnya kini Ayu telah mengetahui, mungkin ini lebih baik, Ayu tahu kebenaran Mahendra siapa dan apa yang telah di perbuatnya.
"Hai Yu...ayo masuk..."
ucap Arya yang membuka pintu rumah besar Bella.
"Hai Ning..."
Bella yang keluar dari kamarnya.
"Bella...udah besar aja, udah berapa bulan?"
tanya Ayu yang cipika-cipiki dengan Bella.
"7bulanan Ning..."
jawab Bella.
Mereka pun berbincang, tidak lupa si mbok menyiapkan makan malam untuk mereka, secara tidak langsung ini akan menjadi pertemuan pertama nya dengan si mbok.
Banyak hal yang di bicarakannya, hanya saja, Ayu enggan bercerita di depan Bella dengan siapa dia bertemu, dia tidak mau merusak ke bahagian Bella dan Arya ketika dia bercerita tentang Mahendra.
"Bentar ya Yu...aku ke kamar bunda dulu"
ujar Bella yang hendak mengambil sesuatu.
Selepas Bella masuk, Arya penasaran dengam apa yang terjadi, wajah Ayu tidak dapat menutupi masalah, bingung bagaimana memulai, dia hanya bisa bertanya kepada Ayu apa yang dia rasakan saat ini.
"Apa yang kamu rasakan Yu? kamu enggak kayak biasanya?"
tanya Arya.
__ADS_1
"Hari ini aku bertemu Mahendra, mas San sudah melarang ku, tapi aku tidak bisa mengabaikan nya"
jelas Ayu.
"Dia siapa?"
"Reinkarnasi Pangeran Rendra adik kandung mas San"
tambah Ayu.
"Dia juga mencoba memperkosa ku kala itu"
jelas perkataan Ayu membuat murka Arya, pria itu tidak zaman dahulu tidak sekarang hanya bisa membuat orang merasa kecewa dengan sikapnya, tidak kepada Bella, tidak kepada Ayu.
"Terus...dia mau apa Yu?"
tanya Arya kembali.
"Ayu juga enggak tahu mas...ada rasa sakit di hati ku."
"Sudah lah Yu, sebaiknya kamu ikutin perkataan San, dia tahu apa yang terbaik untuk mu"
ujar Arya.
Bella mendengar apa yang Mahendra merupakan reinkarnasi Rendra dan apa yang terjadi kepada Ayu, Bella sedikit merasa bersalah kepada Ayu. Seandainya dia bersikap baik kepada Rendra mungkin semua tidak terjadi, namun semua hanya lah masa lalu, semua kenagan ada untuk di kenang bukan di ajak hidup beriringan.
"Ayu..."
panggil Bella yang berjalan menuju Ayu dan Arya duduk.
"Iya Bell...."
"Ini untuk mu..."
Bella yang memberikan sebuah tusuk konde rambut berhias batu giok hijau.
"Wah..cantik banget, tapi kenapa di kasihkan aku?"
"Itu memang punya kamu, tidak sengaja aku menemukannya"
ujar Bella.
Tidak lama mbok datang membawakan teh untuk Bella dan tamunya, pandangan mbok yang selalj menunduk tidak tahu bahwa yang datang adalah reinkarnasi sang anak.
"Makasih ya mbok..."
ujar Arya melihat mbok meletakan beberapa cangkir di meja.
"Mbok...?"
ujar Ayu yang tidak asing dengan kata mbok.
.
.
.
(Bersambung)
__ADS_1