Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi

Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi
SR. Hanya ingin bersama San


__ADS_3


Akhirnya mereka makan malam bertiga, Ayu yang juga tidak enak karena Alingga sering membantunya, sedangkam San adalah suaminya. Mereka hanya diam menikmati makan malam yang dingin, keduanya juga tidak berbicara satu sama lainnya, hamya menikmati makan malam.


Tidak enak kalau Alingga salah paham, Ayu menejelaskan bahwa San adalah suaminya, Alingg awalnya terkejut, tapi dia perlahan memikirkan sesuatu, San adalah alasan Ayu menolaknya, San hanya sebuah alasan hubungan mereka tidak lebih dari itu.


"Ling...."


Ayu yang memegang tangan San di depan Linggar.


"Mas San adalah suami aku, kami udah menikah"


Ayu harus memberi tahunya, dia tidak ingin Alingga terus berharap.


"Kamu becanda?"


"Enggak..."


sahut Ayu.


"Dia yang kamu tangisi setiap malam?"


tanya Alingga terlihat kesal.


Ayu mengangguk, Alingga tidak habis pikir, apa yang Ayu pikirkan, dia yang membuat Ayu frustasi dan stress, tapi Ayu masih membelanya. Alinggatahui dia kalah telak bila memaksakan saat ini, tapi hatinya tidak bisa diam saja, Alingga yang kesal kemudian mengayunkan tangannya yang hendak memukul wajah San, dengan cepat juga San menghindar.


"Ling...."


sentak Ayu kaget melihat Linggar yang begitu emosi.


"Aku pikir, pikiran mu bakal terbuka, setelah dia lakukan semua inipada mu,ternyata aku salah..."


Alinggar yang kecewa dengan sikap Ayu.


"Ling,,,aku bingung bagaimana menjelaskannya, tapi bukan seperti yang kamu pikirkan"


"Udah Yu, aku berpikir aku masih ada harapan, ternyata aku cuman mimpi"


Alingga masih tidak percaya, apapun yang dilakukannya tidak merubah isi hati Ayu.


Alinggar berlalu mengendarai mobilnya, dia kesal dan marah akan sikap Ayu, kenapa dia tidak pernah di berikesempatan, tidak ada satu kesempatan yang dia punya untuk mengisi hati Ayu.


Melihat Alinggar berlalu, Ayu hanya menarik nafas panjang, entah apa yang di perbuatnya, sampai Ayu bisa berpikir dia telah menyakiti Alingga, walau dirinya sendiri tidak tahu, apakah sebuah kesalahan bilamencintai orang yang pernah membuat luka di hati? salahkah bila memberi kesempatan kepada dia yang memperjuangkan cinta walau dunia ini berbeda?


"Kamu suka dia dek?"


tanya San yang melihat Ayu duduk di ranjang kamarnya.


"Enggak mas, kenapa mas berikir begitu?


"Tidak, kamu kecewa karena kehadirannya mas?"


"Mas....apapun mas, tetap mas San di hati Ayu, Ayu dan Linggar hanya teman"


jelas Ayu yang mengulurkan tangannya disambut oleh San.


San mendekap hangat tubuh sang isteri, dia menciumleher Ayu yang terbuka karena bajunya berbentuk kerah V.


"Gelii....."


protes Ayu kepada San.


"Aku sayang kamu dek..."


bisik San menyeka rambut di kuping Ayu.


"Aku juga sayang lah sayang banget...."


jawab Ayu tersenyum.


"Mmmuuuuaaaccchhh!!!!"


kecupan hangat mendarat di bibir pink Ayu.


Ayu hanya memejamkan matanya, San terum mencum*bu mesra bibir Ayu,tangannya perlahan melepaskan satu demi satu kancing baju yang dikenakan Ayu, Kini Ayu hanya mengenakan pakaian dal*am berwarna merah marun, tempakjelas buah dada yang kenyal milik Ayu.

__ADS_1


San mendekapkan wajahnya diantara dua gunung kembar Ayu, merebahkan tubuh sang isteri, dia melepaskan sweater yang di kenakannya, suhu tubuh San sangat dingin, berbeda dengan manusia normal biasanya. San terus mencium darikening hingga tubuh isterinya dan Ayu hanya terpejam menikmati setiap sentuhanlembut suaminya.


Malam itu adalah malammelepas rindu di antara keduanya, mereka yang sekarang menyatu diantara cinta beda dunia,semua berakhir dengan teka-teki, seperti kehidupan Ayu saat ini, waalu dia hanyalah manusia biasa, tapi tetap saja dia hanya igin San,menemani sampai dia tutup usia.


.


.


.


Alingga berusaha menelepon Tantri,tapi kebetulan Tantri yang baru sampai hotel malah ketiduran, suasananya berbeda aja, membuat Tantri lebih nyaman merebahkan badannya,membuainya dalam lautan mimpi indah.


Panggilan telepon dari Alingga tidak diangkatnya.


Suami-isteri pikiran Alingga benar-benar kacau, berpikir yang enggak-enggak, mencoba menerima kenyataan, bahwa tidak adan namanya dihati Ayu, gaadis itu sejak kuliah memang susah untuk di dekati, mungkin mencari yang benar-benar sefrekuensi itu benar-benar sulit.


Alingga menganggap Ayu adalah gadis yang sefrekuensi untuknya, asik dan menarik, Ayu tahu bagaimana memperlakukan seseorang nyaman di dekatnya, Alingga merasakn hal tersebut.


Malamnya begitu sunyi, Alingga tidak dapat tidur, hanya terdiam duduk di lantai kamarnya, tidak berbuat apa-apa, sampai gelapnya malam berganti dengan terangya cahaya pagi hari, masuk ke dalam kamar Alingga.


Ayu terbangun di pagi hari, takut kalau suaminya akan pergi, Ayu lekas berbalik dan mendapati suaminya tertidur pulas, lega rasanya, San masih berada di sampingnya, Ayu tidak bermimpi bukan, kemarin malam San benar tidur dengannya kan, Ayu terus menatap wajah suaminya.


"Mmuuuaaaccchhh!!!"


Ayu mengecup bibir San.


"Hmmm....mau lagi?"


ujar San memeluk erat tubuh Ayu.


"Lagi? enggak, aku mau siap-siap, nganterin pesanan kue"


"Terus aku nunggu di rumah?"


"Iya, lah terus mas mau ikut?"


"Hmm....ikut enggak masalah kan? dari pada kamu di antar pria lain"


"Yee...cemburu ya?"


peluk San tambah erat.


"Iya...iya...lepas dulu mas, aku enggak bisa nafas ni"


sahut Ayu memukul pelan lengan San yang memeluknya.


.


.


.


Sementara Ayu mengantar pesanan, San kembali pulang ke istana, menengok anak-anak mereka, walau sudah pintar di tinggal tetap saja, ada perasaan khawatir sebagai orang tua, dia seperti biasa saja, keluar masuk dunia Ayu dengan mudah.


Ayu mengantarkan pesanan kue di rumah sakit tempat Alingga bekerja, yang otomatis dia bertemu dengan Alingga, tepat di lobi rumha sakit, Alingga memghampiri Ayu.


"Kamu nganter pesanan?"


Alingga tepat berdiri di depan Ayu.


"Iya Ling, kamu siap kerja? udah sarapan?"


tanya Ayu seakan tidak terjadi apa-apa.


"Belum, temani aku sarapan"


Alingga lamgsung menarik tangan Ayu, membawanya ke cafe rumah sakit yang berada di bagian belakang rumah sakit.


Ayu tidak dapat menolak, Alingga begitu kuat menggenggam tangan Ayu, dia juga tidak enak dengan pandagan para perawat rumah sakit melihat aksi Linggar. Sesampainya di cafe Alingga memesan dua menu sarapan untuknya dan Ayu, tidak ada pembicaraan khusus, lebih banyak diamnya,. Ayu takut hanya akan menyakiti Alingga jika dia berbicara.


"Yu...aku boleh tanya?"


"Tanya lah"


"kamu, kenal dimana sama dia?"

__ADS_1


Alingga sambil menyantap sarapannya.


"Emmm...ya ketemu, terus jatuh cinta, menikah dan kami udah punya anak, hubungan aku sama dia lebih dari yang kamu pikirkan Ling"


Ayu yang menceritakan semuanya tanpa ragu.


"Anak??? kamu jangan ngarang, selama ini kamu enggak pernah deklet dengan siapapu, becanda kamu?"


"Aku bicara apa adanya, dia memang buat akuhampir gila, tapi bukan karena dia meninggalkan aku, karena aku yang tidak bisa bersama dengan mereka Ling"


jelas Ayu.


Memang suakr di teria akal sehat, tapi Ayu tidak akan mungkin menceritakan bahwa San bukanlah manusia biasa, biarlah Alingga beranggaan sesuka pemikirannya, cukup dia yang tahu apa yang dia rasakan, apa yang di percayanya.


Tantri juga bingung bagaimana menjelaskan kepada Alingga, dari mana San berasal,dari mana pertemuan Ayu dan San, Tantri harusmemberikan privasi kepada keduanya, mereka berdua teman dan sahabat,tidak ingin terpecah, tidak ngin merekamenjauhkarena hal seperti ini.


Kehidupan mereka ya hanya mereka yang tahu, bagaimana dia yang merasakannya, bahagia atau tidak, sebagai sahabat hanya bisa saling mendukung, saling memberi semangat, semua kembali kepada mereka, Alingga masih tmannya, walau dia tidak bersama dengan Ayu,


Dan Ayu adalah sahabatnya, dia ingin Ayu bahagia, bersama denganorang yang di cintainya.


.


.


.


Pria sejati adalah pria yang meelakan orang ang di cintainya bahagia dengan pilihannya,Alingga merelakan Ayu bersama dengan San, mencoba menerima kenyataan, tapi dia masih ingin berteman dengan Ayu, gadis itu memang mengalihkan dunia Alingga, tidak bisa dia mengabaikan Ayu, walau Ayu sendiri yang memilih untuk menjaga jarak diantara mereka.


Siang harinya San berada di istana,malamnya waktunya untuk Ayu, terkadang Ayu juga di ajak ke istana, kangen karena terkadang berkumpulbersama dengan anak-anaknya. Berkumpul bersama mbok dan bercerita segala hal, Ayujuga sangat perhatian kepada Ben,


Ayu tidak ingin anaknya merasa dibeda-bedakan,kasih sayang mereka semua sama,mau ke Ben atau pun ke Arjuna. Dia rindu melihat Sanyang latihan berkuda, memanah dan latihan pedang, Dia lelaki yang dicintanya, lelaki yang selalu hebat dimata Ayu,suami yang baik dan sempurna.


Walau dirinya yang masih banyak kekurangan, San datang melengkapi dirinya, bukan begitu kalau saling mencintai, saling melengkapi, saling melindungi dan menjaga anak-anak mereka, bersama San Ayu belajar banyak, dirinya yang dulu di anggap sebagai pembawa sial untukorang tuanya, dari pernikahan mereka Ayutahu, tidak ada anakyang membawa sialuntukorang tuanya,melainkan orang tua itu sendiri yang membuat anaknya selalu merasa sial, tidak pernah bersyukur akan hidup yang Tuhan berikan.


Dari ibunda San dan mbok Ayu merasakan bagaimana di sayang oleh orang tua yang benar-benar memperlakukananaknya dnegan baik, ayah San juga sangat perhatian kepadanya, lengkap rasanya, tapi kenapa? duniamereka harus berbeda? bukan kah hanya Tuhan yang tahu porsibahagia kita didnia ini? lalu apamaksud dari semua ini? Permainan hidup? atau Tuhan hanya memberitahu bahwa itu semua semu, tidakada yang abadi di dunia ini, semua akan pergi ketika waktunya pas, atau Tuhan memberi kesempatannya untuk bahagia sampai dia kembali kepada Nya.


Mengagumi tanpa di cintai, Alingga yang tulus selama ini mendampingi Ayu sampai dia sembuh adalah bagian dari semua kebahagian yang Tuhan titipkan untuk Ayu, ,tapi Ayu menolaknya, dia tahu, apa yang dilakukannya tidak lah lebih baik,tapi disisa umur yang tidak abadi ini,diaingin hidup bersama dengan San, bahagianya dia walaupun itu semua hanya mimpi.


Ayu yang akhirnya pergi dari rumah sakit, meninggalkan Alingga yang masih bertanya-tanya akan hubungan dia dengan San. Terlepas dariitu, Alingga pernah menjalin sebuah hubungan, dimana dia sudah bertunangan, tapi wanita itu malah meninggalkannya, dengan alasan sebuah cita-cita sebagai model,


Alingga membiarkannya, bukan karena dia tidak sayang,dia tidak ingin menjadi penghambat untuk masa depan sang pacar, tapi sebenarnya karena Ayu,dia tidak pernah benar-benar mencintai gadis lain, muak akan sikap Alingga, dia memutuskan untuk menyudahi pertunangan mereka, apalagi setelah tahu Ayu koma,sebisa mungkin dia mencari merefrensi kerja nya pindah di rumah sakit dimana Ayu di rawat.


Ayu yang baru keluar rumah sakit berpapasan dengan wanita yang tampak tidak asing, Karla, gadis yang ada di dunia buatannya, ada di alam nyata, Ayu memberhentikan langkahnya, nampak jelas Karla yang berjalan bak model profesional itu masuk ke dalam rumah sakit, Ayu yang refleks mengikuti dari jauh, apayang dilakukan Karla alam ini? batinya terus bertanya-tanya.


Tidak lama Karla yang bertemu dengan Alingga dilobi pun cipika-cipiki, seakan akrab keduanya, Karla juga menggandeng tangan Alingga, sejenak Ayu berpikir aneh, kenapa? siapa mereka? Kepalanya tiba-tiba pusing hebat, dia mendengar suara lembut milik Kemuning.


"Mereka adalah bagian dari masa lalu, kamu akan mngetahuinya nanti"


ujar Ayu yang mendengarnya melalui mata batinya.


"masa lalu....?"


Ayu tiba-tiba jatuh pingan, yang di rasakan Ayu adalh dirinya melayang di langit menembus awan, perlahan tapi Ayu tidak merasakan takut, Seakan dia masukkedunia yang berbeda, dunia yang jika Ayu memutuskan menerima Linggar,seakan masuk ke sebuah masa depan yang tidak akanpernah Ayu ketahui.


Dimana Ayu melihat dirinya yang dulu terdiam menagis, Alingga dan selalu Alingga yang ada di saat itu, tidak mengerti kenapa Ayu merasa nyaman dan aman jika bersama Alingga, Bahkan tidak bisalagi dia bertemu dengan San, dengan sabar Alingga menjaga Ayu, lama-lama Ayu merasakan, tidak ada salahnya dia menerima Alingga, tidak ada salahnya jika dia membuka hatinya untuk Alingga,lelaki baik ini mungkin jawaban dari rasasakitnya.


Entah mengapa Kemuning membawanya kemasa depan yang tidak pernah Ayu pilih, perlahan Ayu dimasa itu,mulai membaik, kembali seperti orang normal lainnya, Alingga seperti biasa tetap dekat dengan Ayu, memberikan perhatian dan mencurahkan waktunya untuk Ayu,


Nyaman, Ayu merasakan mungkin Alingga adalah yang terbaik Tuhan berikan untuknya, menerima kenyataan bahwadirinya memang tidak bisa bersama dengan San.


Orang tua Alingga juga sangat setuju bila Alingga bersama dengan Ayu, berharap Ayulah gadis terakhir yang dicintai oleh puteranya, semuaorang bahagia melihat Ayu bisa bangkit dari keterpurukannya, aklhirnya singkat cerita Ayu yang melanjutkan hidup, kemudian bertunangan dengan Alingga. Untuk menuju proses itu sangat membuthkan waktu tidak sebenatar, melupakan smeuanya Ayu harus benar-benar menghapus ingatannya tentang San, bahkan dia tidak peduli Kemuning kembalikepada dirinya atau bagaimanapun, Ayu tidak ingin memikirkannya lagi.


Perlahan Ayu benar-benar pulih, walau dia sekarang tertawa bersama Alingga, tapi hatinya masih merasakan luka itu, dia maih menyimpan San di hatinya, tapi karena keterbatasan dia tidak pernah bisa melihat atau mendengar San, Ayu juga melihat bagaiamana San yang menyaksikan Ayu di masa bersama Alingga, merasa ssakit, samayang Ayu rasakan, hanya diam menatap Ayu yang perlahan membuka lembaran kehidupan yang baru.


Masa depan yang dilihatkan Kemuning terasa nyata, sakit nya San juga Ayu rasakan, bukan ini yang Ayu mau, bukan ini yang dia pilih, tapi ini hanyalah dunia di mana masa depan jikalau Ayu memutuskan bersama Alingga, bukanhanya distu, ada beberapahalyang akan disesali jika Ayu memutuskan bersama Alingga.


.


.


.


Apa yang selanjutnya akan di tunjukan Kemuning akan masa depan Ayu?


nantikan terus ya KCPJ : Reinkarnasi.

__ADS_1



__ADS_2