Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi

Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi
SR. Bertemu dengan Mbok !!!


__ADS_3


(cerita sebelumnya)


"Mbok...?"


ujar Ayu yang tidak asing dengan kata mbok.


.


.


.


Prrrannnnngggkkk


suara nampan yang jatuh, mbok tidak lah lupa bagaimana suara sang buah hati, dengan perasaan berat mbok memalingkan badannya, untuk melihat siapa yang memanggilnya dengan sebutan "Mbok".


"Gusti....Ning...."


si mbok yang kemudian terduduk lemas, dia tidak percaya aang puteri terlahir kembali ke dunia ini.


"Mbok...."


Bella yang berada di samping mbok mencoba membantunya bangun.


Ayu kemudian memasuki memori di masa lalunya, dia ingat ketika si mbok yang selalu menemaninya ketika bermain di padang bunga bersama dengan Bella, berlari, main air di sungai hingga membuat hiasan kepala dari bunga.


Setiap malamnya si mbok juga menyanyikan lagu pengantar tidur untuk Ayu, setiap harinya Ayu selalu menanyakan dimana dan seperti apa sang ayah, dia ingat ketika mbok yang verseri-seri menceritakan sosok sang suami sekaligus ayah Ayu.


Ingatan terakhir Ayu tentang mbok ialah ketika Ayu atau Kemuning menikah dengan pangeran Sanjaya dari kerajaan Jayanaga. Selama ini dia merasa di sayangi oleh sosok seorang ibu bukanlah dari ibunya di zaman sekarang, melainkan mbok.


Hari ini hari melelahkan, tenaga Ayu cukup terkuras banyak karena VI'AR, semua bagaikan kepingan hologram yang muncul di depan Ayu, dia cukup terpukul untuk tahu kenyataan bahwa Mahendra yang berniat memperkosanya, dia juga merasa ingin kembali ke masa itu, masa di mana dia bisa bersama mbok, menghabiskan waktu dan harinya menemani sang ibu.


Bbruuukkkk !!!!


Ayu jatuh pingsan, tidak seperti biasanya Ayu VI'AR kehabisan tenanga, mereka yang melihat terkejut, Arya kemudian membawanya ke kamar depan, dia juga menelepon San untuk segera datang.


.


.


.


Manusia yang terlahir ke dunia ini telah membawa misinya masing-masing, termasuik Ayu, dia harus menerima kenyataan pahit tentang orang tua nya yang tidak pernah sayang kepada dirinya, hanya sang nenek yang sayang kepadanya, dia juga harus bisa menerima kenyataan tentang dirinya yang dulu, rapuh, mudah putus asa dan tidak pernah berpikir panjang.


Ayu seperti kembali ke masa lalu yang membuatnya bahagia memiliki seorang ibu seperti mbok, namun itu hanyalah mas lalu. Masa yang memang tidak dapat kita ulang kembali, Ayu ahrus bisa menghadapi kenyataan sekarang, dia terlahir di tenagh-tengah mereka, tumbuh menjadi gadis yang mandiri hingga dia memiliki rasa trauma yang dalam akan orang tuanya.


Memaafkan masa lalu mungkin itu jalan yang terbaik, dengan berdamai mungkin hidup akan lebih tenang, mungkin semua akan berakhir dengan bahagia, semua orang yang di kenalnya bahagia walau dengan porsinya masing-masing.


Ayu mulai membuka kan matanya, di lihatnya San telah brada di sampingnya, dia juga melihat mbok yang mengelus lembut Ayu, semua orang berada di ruangan yang lumayan luas itu.


"Syukurlah mbok, Ning kamu baik-baik sja?"

__ADS_1


kata ibunda Bella.


Ayu hanya membalas nya dengan senyum, Merasa canggung mungkin iya, itu yang dirasakan olh Ayu, dia hanya terdiam menutup kembali matanya.


"Sebaiknya kita menunggu di luar saja, berikan waktu untuk mbok bicara dengan Ning"


ujar ayah Bella.


San, Arya Bella dan sang ibunda pun keluar dari kamar tersebut, memberikan waktu untuk keduanya bisa melepas rindu. Mbok kemudian memeluk Ayu dengan merebahkan badannya di samping Ayu.


"Tak lelo, lelo ledung


Wes menengo anakku Si Kuncung


Embokmu lagi lungo menyang kali


Ngumbah popok nyangking beruk


Wes menengo ono uwong


Tak lelo, lelo, lelo ledung


Cep meneng ojo pijer nangis


Anakku sing ayu rupane


Yen nangis ndak ilang ayune"


.


.


.


"San, kita bisa bicara di luar"


pinta Arya yang menghampiri San dan mengajaknya ke halaman samping rumah Bella.


"Ada apa?"


tanya San.


"Ayu cerita kalau dia bertemu dengan adik mu, Rendra"


ucap Arya.


"Tidak menyangka dia juga bertemu dengan mbok."


San hanya diam, dia begitu menampak kan kalau dirinya benar-benar tidak suka dengan Rendra, walau itu adiknya sendiri. Tapi memang kenyataannya, snag adik emmbuat semua orang kecewa termasuk juga dengan Bella.


Entah selepas itu apa lagi yang di bahas oleh Arya dan San, keduanya tampak sangat akrab, hingga Bella saja emmperhatikan keduanya dari kejauhan.


"Cah ayu, makan yo, mbok tadi amsak banak"

__ADS_1


kata si mbok yang mengelus kepala Ayu.


"Iya mbok, makasih"


Ayu pun bangun dan keluar dari kamar tersebut dengan menggandeng si mbok, di baarengi dengan San dan Arya yang masuk ke dalam rumah menuju ruang makan.


"Dek...kamu enggak apa-apa?"


tanya San yang menghampiri dan memegang kedua sisi wajah Ayu.


"Ayu enggak aa-apa kok mas"


jawab Ayu tersenyum.


"Ayo makan dulu,,,"


sahut ibunda Bella yang berada di meja makan telah siap makan malam.


Mereka pun makan malam penuh nikmat, si mbok juga terlihat lebih bahagia, dia akhirnya bertemu dengan anaknya, terutama dia melihat San yang merupakan menantunya dahulu telah bersama kemuning kembali.


Ayu berencana akan memboyong sang ibu ketika dia menikah dengan San, dia juga memimpikan hari-harinya akan indah dengan adanya mbok di sampingnya.


Selesai makan malam, San dan Ayu pamit untuk segera pulang, San juga memberikan undagan acara pernikahan mereka, kepada orang tua Bella dan si mbok, San dan Ayu berharap mereka semua bisa hadir ke acara tersebut.


"Ayu pamit pulang dulu ya mbok..."


"Iya cah ayu, pinter-pinter jaga diri ya"


pesan si mbok.


Akhirnya San dan Ayu pulang, di dalam mobil Ayu hanya terdiam, merasa malu akan sikapnya yang tidak memahami San. Tangan San hanya menggengam tangan Ayu, dia juga faham apa yang Ayu rasakan, tidak berkata dan hanya keheningan yang mereka rasakan.


Entah bagaimana Ayu mengahdapi orang tuanya mas San, dia juga malu dengan apa yang terjadi di masa lalu, semua nya berubah ketika Rendra melakukan hal tersebut.


Walau semua masa lalu, tapi Ayu cukup terbebani dengan apa yang di lakukan oleh adik San kala itu, namun tidak seperti pikiran Ayu, orang tuanya sangat menerima Ayu sebagai calon menantunya, bahkan ketika San dan Ayu sampai, mereka langsung menanyakan apakah Ayu baik-baik saja, perlakuan mereka yang membuat Ayu sangat sayang kepada orang tua San.


"Ning...kamu tidak apa-apa, ibunda sudah siapkan ramuan herbal biar kamu sehat"


ucap ibunda San yang sangat khawatir akan keadaan Ayu.


"Ayu tidak apa-apa ibunda, terimakasih sudah khawatir"


ucap Ayu yang memeluk sang ibunda.


.


.


.


(Bersambung)


__ADS_1


__ADS_2