Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi

Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi
SR. Rahasia San


__ADS_3


...🌸🌸🌸...


Suasana kantor yang masih ramai walau malam hari di pergunakan Karla untuk melaksanakan misinya, setidaknya San akan menuruti apa kata penculik, walau harus menebus dengan uang.


Ruangan gelap yang pengap, hanya sedikit cahaya masuk melalui ventilasi udara, beberapa rak yang dulunya digunakan untuk memajang barang jualan, hanya jadi besi tua yanh bertumpuk dengan debu, Ayu masih lemas, dia masih belum menyadari dimana dia berada, Ayu terus meronta tangannya terikat di ujung ranjang.


Sampai lah dia merasa memang tidak ada yang berjalan sesuai dengan keinginan nya, sedangkan Rico tengah berpesta minuman seorang diri, sambil menunggu Karla datang.


"Paman, apa Ayu sudah sampai ke istana?"


tanya San yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya.


"Kum yang menjemput Ayu, pangeran"


jawab paman Wirakha.


San mencoba menelepon Ayu namun tidak mendapat kan jawaban, sedangkan Kum sampai larut begini masih berada di depan kantor Ayu, karena tidak dapat menemukan Ayu.


"Tenanglah pangeran, saya akan mencari tahu keberadaan Ayu"


ucap paman kembali, mereka kini menuju istana dimana San tinggal, berharap Ayu telah menunggunya di kamar.


.


.


.


Arya yang baru pulang dari rumah Bella juga tidak luput dari telepon paman Wirakha, yang juga menanyakan keberadaan Ayu.


Namun sayang, Ayu pulang agak telat sehingga Arya tidak mengetahui keberadaan Ayu.


Arya juga menanyakan kepada Deska, tapi Deska mengira Ayu bersama dengan San, jadi Deska tidak begitu khawatir. Hampir tengah malam Ayu juga belum dapat kabar, San sedikit ragu akan menggunakan kekuatannya untuk menemukan Ayu.


Kum dan paman terus mencari, entah mengapa mereka tidak melaporkan kepada polisi atas hilangnya Ayu, Arya juga mendatangi beberapa tempat yang mungkin saja Ayu berada di sana.


Karla yang masih mengenakan pakaian kantor langsung menuju club langganannya, dengan wajah puas Karla yang tiba langsung mencium mesra Rico sang kekasih, seraya berbisik.


"Bawa dia jauh dari sini."


"Baiklah, besok akan ku bawa sesuai kemauan mu"


Rico menggandeng Karla di sebuah kamar kecil yang di peruntukan ruang istirahat karyawan.


Karla yang sudah mahir melayani Rico, langsung membuat Rico merasa nikmat, mereka terus bermesraan sampai akhirnya Karla memberikan badannya untuk Rico. Sedikit tidak wajar tapi mereka berdua sama-sama menikmati.


.


.


.


"Tolong !!!!?"


teriak Ayu berharap ada yang mendengarkan dirinya.


Tempat itu memang sudah berpuluh tahun tidak di tempati, dulunya peninggalan orang tua Rico yang membuka toko sampai kerusuhan 1997, mengharuskan mereka pindah karena toko di jarah habis-habisan.


Ayu terus berusaha melepaskan ikatan di tangannya sampai membekas merah, haus dan lapar tidak dapat di rasakannya, dia hanya ingin pulang memeluk bantal guling di kamarnya, di ruangan 3x4 itu dia lebih tenang.


Mau memanggil ayah ibunya tidak mungkin, dia sudah menganggap mereka tidak ada, Ayu hanya memandang langit-langit ruangan tersebut, dia tidak juga menangis, dia hanya memikirkan bagaimana dia bisa bertemu San kembali.


samai dirinya terpejam dan tidur dalam rasa khawatir apa yang akan terjadi besok kepada dirinya, dia hanya mendengar suara nyanyian dari Gayatri chandra yang menjadi penyanyi favoritnya saat ini.


Akhirnya titik terang mulai terlihat Arya memberikan akses CCTV kepada paman Wirakha, mereka mendapati Ayu tanpa paksaan masuk kesebuah mobil dengan plat nomer yang tidak asing, mobil yang di pinjamkan sebagai mobil dinas para dewan direksi JBO.


Sampai mereka tahu siapa pemegang mobil tersebut, tidak lain adalah pak wicaksono, dengan segera paman Wirakha membawa beberapa bodyguard untuk menangkapnya.


Wajah San amat sangat marah saat ini, dia benar-benar tidak habis pikir, kenapa Ayu di libatkan jika memang mereka inginkan uang.


San sendiri ikut, dia ingin tahu apa motif dari pak wicaksono yang menculik Ayu, paling tidak Ayu harus mendengar langsung, Karla yang baru saja bersenang-senang pun kembali ke rumahnya sekitar pukul 02.00 dini hari.


Rombongan San dan paman Wirakha sampai di kediaman pak Wicaksono subuh hari, suasana masih dingin di tambah rasa cemasnya terhadap Ayu.


Dorrr...Dorr...


Paman Wirakha yang mengedor pintu rumah Wicaksono, mereka sekeluarga tampak bingung siapa gerangan yang mengedor pagi buta begini.


Dari balik tirai pak Wicaksono kaget dengan kedatangan San dan Wirakha, dengan segera ia membuka kan pintu rumahnya. Masih lengkap dengan piyama dan kacamatanya, dia membuka kan pintu.


"Pak Wicaksono, boleh kami masuk?"


tanya Wirakha yang sangat tegas menghadapi manusia macam Wicaksono.


"Silahkan...tapi apa yang membawa kalian datang sepagi ini?"


tanya pria berumur 53tahun itu.


"Mana puteri mu?"


tanya San yang masuk ke dalam rumah.


"Karla, tidur di kamarnya"


pak Wicaksono yang menunjukan dan membuka pintu kamar Karla.


Tidak ada yang mencurigakan,pak Wicaksono telah melaporkan kehilangan mobil tersebut satu bulan lalu, dia terpaksa ikut sang puteri bila hendak pergi ke kantor.

__ADS_1


Keterangan yang di berikan cukup masuk akal, tidak ada bukti kuat mereka yang melakukan penculikan, entah kemana orang tersebut membawa Ayu.


.


.


.


Bbyuuuurrrrr....


Esok paginya, Ayu yang tertidur di siram air se ember kecil oleh Rico. Ayu kaget dan bangun dirinya terlihat lemah tidak berdaya, tangannya terasa keram dan kaku, samar dia melihat wajah Rico, dia yang mengaku pengawal San.


"Aku dimana?"


lirih Ayu.


"Makanlah, aku tidak ingin kamu mati kelaparan"


kata Rico yang melepaskan ikatan Ayu.


Rico tidak ingin Ayu kabur dan menjadi masalah baru untuknya, dia mengaitkan tali di leher Ayu dengan rantai, terlihat tidak manusiawi, tapi dia tidak ingin Karla menyalahkan dia jikalau Ayu kabur nanti.


Rico hanya membeli nasi uduk yang menjadi menu sarapannya, perlahan Ayu mulai makan tanpa ada rasa curiga, banyak pertanyaan di kepalanya, tentang semua ini, tapi Ayu hanya menahannya.


Mungkin diamnya dia akan lebih baik untuk dirinya selamat, tidak berharap banyak dia hanya ingin pulang, pulang dan pulang.


"Apa kamu sering melakukan hal ini?"


tanya Ayu sambil makan.


Kprangggg...


Tiba-tiba saja Rico memecahkan botol kosong bekas amer ke lantai, kesal mungkin Ayu terlalu banyak bertanya.


Ayu cukup terkejut, dia terus makan tanpa bertanya, selesai makan Rico juga mengantarnya untuk beraktivitas di kamar mandi. Ayu masih memikirkan bagaimana caranya.dirinya kabur, ventilasi di kamar mandi cukup untuk dirinya keluar hanya saja tinggi dinding itu 2 meter lebih, cukup sulit dirinya untuk menjangkau.


Dirasa cukup waktunya Rico menarik tali yang terhubung di leher Ayu, dengan segera dia keluar, sepertinya Rico pergi kala malam tiba, karena Ayu di tempatkan dengan posisi yang sama seperti kemarin, kemudian Rico pun berlalu.


"Mas...San..."


keluh Ayu dalam hatinya.


San langsung dapat merasakan kalau Ayu memanggilnya, walau terdengar samar, San sangat yakin bahwa itu Ayu. Cara satu-satunya adalah San harus menggunakan kekuatannya.


"Aku harus segera menolong Ayu paman"


ucap San yang bersiap kemudian membuka bajunya.


"Baiklah pangeran, saya akan menjaga pangeran"


balas paman Wirakha.


Tidak banyak yang Bella lakukan, hanya bisa berharap Ayu akan baik-baik saja. Entah bagaimana menceritakan hal tersebut kepada mbok Mirah, walau sekarang Kemuning telah terlahir sebagai Ayu tetap saja, mbok Mirah adalah orang tuanya yang wajar untuk mengetahui semuanya.


Ayu terbaring lemas, minuman yang di berikan Rico sudah di campur obat tidur, dia hanya terus memanggil nama San, bayangan yang samar tiba-tiba menghampirinya,entah khayalan atau mimpi wajahnya mirip dengan San.


Sosok tersebut benar San, hanya saja sukmanya yang menghampiri Ayu, San masih berusaha melihat dimana Ayu di sekap, keterbatasan dirinya dia tidak bisa membuka ikatan tangan Ayu.


Sukmanya kembali kepada dirinya yang tengah duduk di kasurnya, di jaga oleh paman Wirakha.


Hos...hos...


San yang tersadar karena sukmanya baru kembali.


"Bagaimana pangeran?"


tanya paman Wirakha


"Ayu di sekap, toko mama flau"


ucapnya San, dia melihat plang papan bertulisan mama flau yang yang tergeletak di lantai dekat ranjang Ayu.


"Jalan sudirman"


tambahnya.


Dengan segera paman Wirakha mengutus bawahannya untuk mencari tempat tersebut, semua staff dan Arya tidak luput untuk di beritahu, siapa tahu dia mengetahui tempat tersebut.


Hampir pagi, mereka masih mencari tempat tersebut, tidak ada yang tahu kalau dulunya toko tesebut, berada di sebuah ex-pasar yang sangat ramai di masanya. Rico yang kembali dengan ke adaan mabuk tertidur di sofa panjang yang berada tidak jauh dari ranjang Ayu.


Ayu yang baru tersadar melihat pria itu tertidur, dia mulai berusaha membuka ikatan tangannya, perlahan namun pasti, simpul tali yang di bentuk Rico mulai terlepas, menyebabkan pergelangan nya memerah seperti tergores.


Kali ini dia berusaha untuk melepaskan ikatan keduanya, matanya masih melirik ke arah Rico yang masih tertidur pulas, tidak perlu berapa lama akhirnya ikatannya terbuka, perlahan ayu segera mengendap-endap untuk pergi.


Namun ketika Ayu sudah berhasil membuka pintu keluar, Rico tiba-tiba terbangun dan mendapati Ayu telah bersiap lari, seketika Ayu langsung tancap gas mengeluarkan jurus seribu langkah.


"Sial...."


kata Rico yang kemudian bersiap mengejar.


Tanpa ala kaki, Ayu yang berhasil hanya celingak celinguk di sebuah gedung berlantai 4 yang sudah tidak terpakai, dia terus berlari tanpa tujuan, intinya harus berlari sampai lantai dasar dan mencari taksi untuknya segera pulang.


Rico yang berbadan besar dan tinggi dengan cepat dapat mengejar Ayu, Rico terus berlari mengikuti Ayu.


Gubbbraaakkkk...


Ayu terjatuh karena kakinya tersandung,


"hukkk...."

__ADS_1


ayu yang terjatuh berusaha bangun, namun Rico keburu sampai di tempat Ayu terjatuh.


"Dasar wanita sialan..."


Rico menjambak rambut panjang Ayu dan menyeretnya kembali ke toko kosong.


"Lepas brengsek...."


ucap Ayu yang memegangi tangan Rico yang menjambak nya.


Bbbbrruuukkkkk !!!!


Rico melempar Ayu ke ranjang berukuran Queen bed, entah apa yang membuat Rico muak, dia tampak bergegas membuka abuk celana jeans yang di kenakan nya, Ayu hanya melihat dan tangannya tidak sengaja menemukan sebuah pulpen di sudut ranjang, berjaga kalau-kalau Rico akan melakukan sesuatu yang buruk.


"Kau akan menyesal membuat ku marah"


ujar Rico yang kemudian menarik kaki Ayu, dia berusaha menodai Ayu, badannya yang besar terus mendekap Ayu.


"Lepas...lepas..."


teriak lirih Ayu, karena Rico terus mencium badannya,sampailah dimana sang bibir mampir ke leher Ayu yang sangat membuatnya bernafsu.


Krrrraaaakkkkk....


Ayu menancapkan ujung pulpen tersebut di leher bagian kiri Rico, sentak dia bangun dengan mengerang kesakitan. Hal itu menjadi kesempatan Ayu untuk kabur kembali.


"Arrrkkk..."


Rico berhasil melepaskan pulpen yang menancap di leher nya.


Bergegas dia menangkap Ayu, kesal dan amat murka Rico mendorong Ayu ke sebuah dinding yang membuatnya jatuh kesakitan.


"Aaarrrhhh...."


Ayu yang menahan kesakitan karena badannya baru saja di dorong oleh Rico.


Rico kembali hendak melancarkan aksinya, Ayu tidak bisa berbuat apa-apa. air matanya kini pun jatuh, Rico terus melancarkan aksinya, dia mulai melepaskan beberapa kancing baju Ayu.


Sedangkan San dan paman Wirakha telah sampai di sebuah bekas pasar yang di yakini Ayu di sekap disana. Mereka juga menyebar beberapa pengawal untuk menemukan keberadaan Ayu.


"Mas San....mas Sa...n"


lirih Ayu yang tidak berdaya, Rico kini berhasil membuka kemeja Ayu yang berwarna cream tersebut, Ayu hanya mengenakan pakaian dalam berwarna putih, tampak terlihat badan mulu Ayu.


Seperti sudah terikat San dapat merasakan Ayu, panggilan itu tampak jelas sekarang, terpaksa dirinya menggunakan kekuatannya, berlari seperti angin yang berhembus, kecepatan San diatas rata-rata.


Bahkan pintu yang menutup toko tersebut berhasil di terobos masuk oleh San, brrakkkkk !!! San yang membuat Rico kaget, dia berhasil menemukan Ayu yang tergeletak di lantai dengan baju yang terbuka, belum juga sempat Rico menikmati tubuh Ayu, San datang untuk menyelamatkan.


Melihat kondisi Ayu, San amat marah matanya kini berubah seperti mata hewan, persis sepeti ular, dengan kedipan mata normal San telah berada tepat di depan Rico, tangannya mencengkram leher Rico, terlalu banyak kekuatan yang di keluarkan perlahan tubuh San sedikit-demi sedikit berubah.


Kulit wajahnya mulai mengelupas, seperti berganti kulit, bersisik hijau ke emasan, kekuatannya beribu kali lipat, Rico sekuat tenaga berusaha melepaskan cengkraman tangan San di lehernya.


Beberapa pengawal dan paman berhasil menemukan San yang tengah mencengkram pria yang menculik Ayu, paman juga melihat Ayu yang tergeletak di lantai. Pakaian nya Lusuh dan kotor.


Kekuatan yang besar akan sangat berpengaruh untuk San, tidak mau terjadi apa-apa, paman memperingatkan takutnya manusia bernama Rico tersebut akan mati.


"Pangeran...lepaskanlah, anda tidak boleh membunuhnya"


ucap paman Wirakha.


Perlahan Ayu membuka kan matanya, dia melihat jelas, San mencekik Rico dengan satu tangannya, Ayu perlahan bangun dan memeluk tubuh San dari belakang.


"Sudah mas,,,sudah,,,"


lirih Ayu tidak ingin San malah membunuh pra tersebut, Rico yang mulai kehabisan nafas tersebut matanya mulai melihat keatas langit-langit bangunan tersebut.


Mata San berubah kembali seperti mata manusia biasa, tangannya mulai melepaskan cengkraman leher Rico, hampir saja dia terbunuh, paman dan pengawal lainnya segera menangkap Rico yang lemas, tidak ingin Ayu melihat kondisi wajahnya yang berganti kulit seperti ular, San ingin segera pergi tapi Ayu memeluknya dengan erat, dia juga melihat mata San yang tadinya berubah, kecepatan dia diatas manusia normal.


"Mas,,,apapun mas, Ayu tetap cinta mas"


ucap Ayu lirih.


San pun membalikan badannya, Ayu dapat melihat wajah San yang selalu di tutupinya selama ini, tangan Ayu mengelus lembut wajah San yang berganti kulit, San hanya tertunduk malu, tidak ingin Ayu mengetahui apa yang terjadi, tapi Ayu dapat mudah menerima San Apa adanya.


Belum juga bercerita, Ayu tidak kuat menahan sakit di punggungnya, benturan akibat Rico melemparnya ke dinding begit membuat sesak di dadanya, dia pun jatuh pingsan si dalam pelukan San.


"Dek..."


San terus memanggil Ayu, berharap Ayu masih merespon.


Segera San menggendong dan membawanya ke istana.


.


.


.


(Bersambung)


Buah kedondong buah manggis,


Ayo dukung, jangan buat ku menangis 🀣🀣🀣🀣


Maaf ya kalau kesannya maksa ,😁😁πŸ€ͺ


...🌸🌸🌸🌸🌸...


__ADS_1


__ADS_2