Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi

Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi
SR. Manusia Licik


__ADS_3


(Cerita sebelumnya)


San pun berlalu menuju kost Ayu tanpa du sadari ada seseorang yang mengikutinya dari belakang, seorang pria yang mengenakan pakaian serba hitam dan masker, tampak sekali pria tersebut seperti orang bayaran.


Tidak ada rasa curiga di antara San dan paman, mereka terus melajukan mobilnya sampai di kost Ayu. Walau Ayu sendiri belum kembali dari kerjaannya, San merasakan rindu akan sang kekasih dan memilih menunggu di kamar kostnya saja.


.


.


.


...🌸🌸🌸...


Sesampainya di sana, San langsung masuk dan menunggu Ayu di kamarnya.


Creekkk...crekkk


suara orang memotret.


Pria misterius itu memotret San yang masuk, bergegas pergi sebelum membuat paman Wirakha curiga.


Merasa nyaman San berada di kamar Ayu, walau bisa saja dia menghampiri Ayu dengan menggunakan kekuatannya, hanya saja bertemu langsung, berasa mendebarkan.


Ayu juga membeli beberapa makanan, dia tidak tahu banyak apa yang di sukai mas San, hanya saja berpikir San akan menyukai apa yang Ayu belikan.


Hampir 1 jam an menunggu San hanya berbaring tanpa melepaskan jas yang di kenakan, sedangkan paman Wirakha pulang atas perintah San.


Crrriiiieeekkkk


Ayu yang baru tiba tersenyum melirik San yang tertidur di kasur nya. Dia pun bergegas mandi dan menyiapkan makanan yang baru saja di belinya.


.


.


.


Di lain tempat pak Wicaksono yang ternyata membayar pria misterius untuk mengikuti San, pak Wicaksono yang aslinya bernama Huang.


Pria itu juga yang mengirimkan beberapa foto melalui telpon selular, memberitahukan kemana San pergi dan apa aja aktivitasnya bahkan sampai wanita yang dekat dengan San.


Sedangkan sang puteri Karla, hanya menuruti apa kata ayahnya, termasuk untuk mendekati pimpinan San, anak petinggi JBO.


"Kerja bagus..."


ucap Karla mengecup pipi pria yang di pekerjakan ayahnya untuk mengikuti San.


Pria berperawakan tinggi, dengan ciri khas paling mencolok yaitu dia termasuk golongan milanesia, yaitu ras melanesoid atau golongan manusia dengan kulit hitam.


Pria yang di ketahui bernama Rico ini terlahir dari ibu berdarah flores dan ayah Australia, perpanduan yang membuat Rico gagah dan tampan.


Hanya saja rasa sukanya terhadap Karla di manfaatkan ayah Karla untuk melakukan hal yang tidak baik.


.


.


.


Makan malam sederhana sudah Ayu siapkan, San hanya menunggu dengan berbaring dan menonton televisi di kamar Ayu.


"Mas, ayo makan"


ucap Ayu, dia hanya membeli beberapa nasi bebek dengan se cup ayam goreng saus pedas.


"Makasih dek..."


ucap San yang kemudian mengambil ayam bagian paha.


Mata terbelalak dengan wajah yang memerah, tidak seperti apa yang di pikirnya, ayam bumbu itu ternyata sangat pedas. Bergegas San mengambil air yang berada di depannya.


Glekk...glekk....


Ayu yang melihat langsung menebak bawa San tidak dapat memakan makanan pedas.


"Mas enggak bilang kalau enggak bisa makan pedas...."


ucap Ayu yang terlanjur membeli dengan porsi jumbo.


"Mas lihat terasa enak"


ucap San yang akhirnya makan bebek goreng. Satu lagi mas San tidak terlalu suka dengan sayur.


Selepas makan Ayu dan San menonton beberapa film sebelum San pulang, karena mereka belum menikah San harus pulang dengan wajah cemberut.


"Kenapa zaman sekarang mau menikah sja banyak pertimbangan?"


ucap San yang hendak masuk ke dalam mobil.


"Ya mau gimana memang sudah seperti itu aturannya."


"Mas pulang dulu ya dek..."


San langsung mengecup pipi Ayu sebelum masuk ke dalam mobil.


"Dah,,,hati-hati ya"


ucap Ayu sambil melambaikan tangan.


Tidak lama Rico juga ikut masuk dan bertanya-tanya tentang alamat, sebenarnya hanya ingin mengetahui situasi yang ada di kost Ayu.


"Maaf mbak, saya mau tanya alamat ini?"


kata Rico yang memakai style full hitam.


"Alamat ini enggak ada di sini mas..."


ucap Ayu yang enggan membuka kan pintu rumah kostnya.


"Makasih ya mbak"


ucapnya yang bergegas pergi.


Ayu juga tidak merasa curiga akan ke datangan Rico yang tiba-tiba menanyakan alamat yang tidak ada di daerah situ.


Tdrrttt...


Ponsel Rico yang berdering, panggilan dari Karla yang dirasa sangat penting.

__ADS_1


Rico : "Halo..."


Karla : "Bagaimana?"


Rico : "Sepi...apa malam ini juga?"


Karla : "Tunggu perintah ku selanjutnya, aku tunggu kamu d club biasa"


ujar Karla yang tengah berdansa di sebuah club malam.


Rico pun bergegas melajukan mobilnya menuju club malam yang di maksud, Karla memang tidak menyukai San, namun ambisi untuk membuat San bertekuk lutut karena telah mengabaikannya.


.


.


.


Sesampainya di club tersebut, Rico yang datang langsung menghampiri Karla dan meminum segelas miras yang tengah di pegang Karla, Karla terus berdansa di sekitaran badan Rico.


Dengan alunan musik DJ yang sangat asik, Karla yang setengah mabuk terus membuat Rico sangat bernafsu kepada wanita berambut panjang itu.


"Wohoooo..."


teriak Karla yang benar-benar menikmati musik.


Rico perlahan merangkul pinggang Karla dari belakang, kini Rico menempatkan wajahnya di hadapan Karla dan ******* habis bibir Karla. Sama halnya Karla juga menikmati apa yang Rico lakukan.


Seseorang yang berada di club tersebut hanya memperhatikan apa yang Rico dan Karla lalukan. Dia adalah Mahendra, yang diam-diam juga mengikuti Ayu.


Sosok yang dingin dan penuh misteri, entah apa yang di rencanakan nya, Apa ia juga ingat siapa dirinya sebenarnya. Dia juga memasang track perjalanan Ayu kemana saja sehingga mudah di pantau.


Pagi ini San bangun dengan semangat, setelah bersiap untuk berangkat, dia membawakan beberapa makanan dari masakan rumahnya untuk Ayu sarapan.


Ayu juga terlihat semangat, sejak dia tahu siapa dirinya Ayu tidak pernah lagi bermimpi aneh-aneh, senyum lebar menghiasi wajah manisnya, Deska juga bahagia Ayu bahagia, kini mereka bisa mengadakan doubel date setelah beberapa tahun Ayu menjomblo.


"Pagi banget lu?"


tanya Deska yang mampir ke kamar kost Ayu.


"Iya nih, ada siaran pagi"


jawab Ayu yang mengenakan style kemeja berwarna cream di padukan dengan rok span berwarna putih lengkap dengan sneaker shoes hitam.


"Semangat ya buk."


"Eh Yu, tadi malam ada cowok aneh enggak yang lu lihat?"


tanya Deska yang pulang larut kala itu melihat seorang pria keluar dari rumah kost mereka.


"Cowok aneh??? enggak ada sih Des, kenapa?"


"Enggak, siapa tahu ada stalk..."


kata Deska yang berpikir kalau pria malam tadi adah stalk seseorang yang berada di kost ini. Tidak mau Deska berpikir yang macam-macam, Ayu tidak mengungkapkan apa siapa yang datang malam itu.


"Iya sudah, gue pergi dulu, titip kamar."


"Kamar di titipin, duit lu titipin sini"


celoteh Deska yang membuat Ayu tertawa.


.


.


.


"Hey,,,kamu tadi macet enggak menuju ke sini?"


"Lumayan sih, tapi gue kan naik ojek."


"Hehehe garing emang si Ayu, Sebelum kita nerima telepon dan chattingan kalian, kita Puteri dulu lagu dari Gayatri Chanda yang cover lagunya Bang Glen fredly "Sedih tak berujung" check this out."


Rutinitas seperti biasa pekerjaan yang mereka lakukan, San bahkan meminta paman untuk memutar setiap jadwal Ayu siaran dari mobilnya.


Setelah lagu pertama di putar biasanya akan tayang iklan dan kemudian sesi membacakan chatting dan telepon dari pendengar radio.


"Oke kembali lagi, setelah lagu pertama kita baca kan chattingan kalian yang masuk melalui twitter Radio J, mas Arya aja deh yang baca"


kata Ayu yang tersenyum melirik Arya.


"Emang bisa ya Ayu, chatting pertama dari No ur name, "Fans sama kak Ayu, aku suka saat kakak senyum apalagi sekarang pakai rok"


wajah Arya langung berubah ketika membaca chattingan yang tidak mencantumkan foto dan nama jelas.


Ayu yang mendengar hanya tercengang, dia bahkan tahu pakaian apa yang Ayu kenakan, jelas terlihat Ayu enggak nyaman dengan Chattingan tersebut.


"Ok.. .kita terima telepon dulu deh, yang mau request langsung chat aja ya..."


sahut Ayu yang menahan rasa penasarannya.


"Halo...dengan siapa dimana?"


tanya arya yang mengangkat telepon saat live siaran.


"Saya no user name, maaf bila chattingan saya membuat Ayu tidak nyaman, aku hanya ingin kamu tahu aku selalu menunggu kamu pulang ke kost."


"Eh lu siapa sih, enggak usah cari perkara, ini live"


sahut Arya yang merasa kesal.


Tiba-tiba telepon terputus, ternyata yang menelepon adalah Mahendra, dia sengaja melakukannya agar Ayu tidak pulang ke kost untuk beberapa saat.


Ayu sedikit shock, baru pertama kali dirinya mengalami hal tersebut, sedangkan San yang mendengar langsung meminta paman untuk membalik arah menuju tempat kerja Ayu.


"Kamu enggak apa-apa Yu? kamu boleh menginap di rumah ku"


kata Arya yang khawatir dengan perkataan No user name.


"Enggak mas, Ayu enggak mau ngerepotin siapa-siapa."


Hal tersebut juga membuat Ayu sedikit parno kepada orang baru yang baru di lihatnya.


.


.


.


Tidak lama San datang dan menerobos masuk ke dalam kantor, mendapati Ayu tengah duduk di ruang santai kantor Radio J, San tidak ingin Ayu kenapa-kenapa, dia ingin Ayu ikut dengan nya kemana pun.

__ADS_1


"Dek...."


"Mas San..."


Ayu yang kemudia memeluk San.


Semua orang yang melihat merasa tenang, pertama kalinya juga Ayu memperkenalkan sang kekasih kepada rekan kerjanya.


"Kamu tidak usah kerja lagi."


"Ayo pulang"


tambah San yang menggandeng tangan Ayu menuju keluar.


Sang produser hanya bisa terdiam, dia tahu siapa San, dia adalah pewaris tunggal JBO yang di kelola turun menurun sejak 50 tahun terakhir.


Ayu tidak bisa berkata apa-apa, matanya jelas melihat San sangat khawatir akan dirinya, Ayu merasa bahagia sekarang ada yang benar-benar menjaganya, tidak perlu takut lagi mengahadapi dunia ini seorang diri.


Karena San ada pekerjaan yang harus di selesaikan, Ayu di ajak untuk ikut ke kantor sampai urusan San selesai. Tanpa banyak bertanya Ayu hanya menurut dan diam dalam mobil San.


"Mas marah ya?"


"Makanya jangan asal senyum kepada pria lain"


ujar San sedikit lebih diam dari biasanya.


"Perasaan Ayu dan Kemuning memang orang yang murah senyum"


sahut Ayu dengan menunjukan wajahnya penuh senyuman.


Cuuppp...


San mendaratkan kecupan di bibir Ayu.


Paman yang sedang menyetir pura-pura tidak melihat, Ayu terdiam malu karena ada paman yang tengah menyetir.


Ayu memandang ke luar mobil seraya menutup bibirnya dengan tangannya, dengan menahan tawa karena takut terlihat paman.


San pun hanya tersenyum, mereka yang melakukan hal itu, malah terlihat salah tingkah di depan paman.


Ayu mengikuti San yang sedang bersiap mengikuti rapat bulanan perusahaan mereka, Ayu lebih memilih duduk tinggal di ruangan San yang sangat luas.


Paman Wirakha juga mempersiapkan beberapa pegawai wanita untuk menemani Ayu yang sendirian. Sambil membawa beberapa makanan. Tidak menaruh curiga terhadap Karla, Wirakha pun memintanya untuk menemani Ayu.


Dengan senang hati Karla menyanggupi nya dengam tujuan tertentu.


Tok...tok....


Karla yang membawakan secangkir teh dengan cake coklat ke dalam ruangan San.


"Maaf pak Wirakha meminta saya membawakan ini"


ucap Karla yang masuk keruangan tersebut.


"Iya...makasih ya"


balas Ayu yang melihat aneh kepada Karla.


Ayu melihat ambisinya yang tinggi, dia yang diam-diam suka mencuri perhatian San, namun San tidak pernah menggubris karena memang bukan dia yang San cari.


"Apa-apaan ini, dia bahkan jauh di bawah ku"


gumam Karla dalam hatinya.


Secara fisik Karla lah pemenang karena body goals banget untuk kaum hawa, sedangkan Ayu, hanya bermodal wajah manis, tidak akan masuk kata saingan dengan Karla.


"Kembali lah...aku ingin sendirian"


ucap Ayu yang semakin membuat Karla murka.


"Baik..."


"Brengsek...sok banget sih lu, lihat saja nanti"


ucap batin Karla yang sangat jengkel akan sikap Ayu.


Ayu tidak suka cara dia yang memperhatikan San diam-diam, ya namanya juga cemburu, cewek cemburu lebih serem dari kuntilanak (eh gah deh masih serem mereka).


Ayu terlihat sangat tidak nyaman hanya berdiam diri, membaca dan menghabiskan cake yang di bawakan tadi, sampai dirinya tertidur di sofa yanga berada di ruang kerja San.


.


.


.


Arya masih kepikiran siapa yang berani meneror dengan menelepon ke kantor, dia bukan pengemar biasa, bahkan dia tahu di mana Ayu tinggal.


Deska juga meminta sang pacar untuk mengantar dan menetap beberapa malam, Arya juga tidak ingin Deska mengalami apa yang Ayu alami.


"Kamu lagi mikirin apa mas?"


tanya Bella yang datang menemani Arya menuliskan skrip siaran besok.


"Enggak apa-apa Dek, kamu masak apa? mas lapar nih"


kata Arya yang mengalihkan pembicaraan.


"Bella cuma masak sayur tumis sama ayam goreng,yuk kita makan bareng"


Bella yang memang menemani Arya dari kemarin, karena tidak ada ayah Arya, jadi Bella sesekali datang untuk memasak makan malam untuk sang pujaan hati.


Sementara San yang baru selesai kerja langsung menghampiri Ayu di ruangannya yang mulai gelap, Ayu terlelap tidur di sofa di temani lampu baca dan beberapa buku yang di bacanya.


Di elus lembut wajah Ayu, San menggendong Ayu untuk di ajak pulang. Karla juga sengaja menunggu San datang untuk menjemput gadis tersebut.


Diam-diam dia merasakan kebencian di dirinya, San kenapa bisa suak kepada wanita yang jauh dari kata cantik, dia bahkan tidak pernah menganggap Karla ada, dirinya kalah telak dengan Ayu yang hanya gadis biasa.


.


.


.


(Bersambung)


Bonusnya visual Mahendra ya...🤭



(Ayo tebak siapa dia ?)

__ADS_1


...🌸🌸🌸🌸🌸...



__ADS_2