Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi

Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi
SR. Malam pengantin dengan si bayi


__ADS_3


Tok...tok..


San mengetuk pintu kamar yang di tutup oleh Ayu, San mengerti betul kenapa Ayu bersikap begitu, banyak hal yang dia lalui, tidak mudah untuk mengobati rasa trauma, tapi sebagai wanita dia juga ingin terlihat normal, wanita pada umumnya.


"Dek..."


panggil San masih berdiri di depan pintu.


Kriiieeeet..


Ayu membuka kan pintu kamarnya, wajah nya terlihat sedih dan kesal.


"Kamu kenapa?"


tanya San yang masuk kemudian memeluk sang isteri.


"Enggak apa-apa, mas betul tidak keberatan? apa bunda dan ayah juga akan menerima aku seperti mas San menerima aku?"


tanya Ayu yang menghantui pikirannya.


"Pasti lah dek, apapun itu kita yang menjalaninya, bunda dan ayah terserah bagaimana kita yang menjalani."


"Tapi pasti mereka mengharapkan seorang cucu?"


"Ya pasti, tapi mereka juga mengerti kamu, senyaman kamu aja dek"


ujar San menenangkan Ayu.


Setelah mendengar perkataan San, Ayu sedikit lega, dia akan melakukan hal itu jika dia siap, Ayu akan berusaha sebisa mungkin agar dia menjadi isteri yang baik buat San.


.


.


.



(Beby Nadia)


Malam itu berlalu begitu saja, kehadiran bayi Nadia meramaikan suasana diantara Jayanaga dan Amartha, suasana yang sunyi sepi itu kembali ceria dengan hadirnya suara tangis seorang bayi, ibunda San dan ayahnya berharap San juga dapat memberikan mereka cucu.


Ayu dan San juga turut senang dengan kehadiran Nadia di tengah keluarga kecil Arya dan Bella, semua orang bahkan bersuka cita pernikahan San yang kemudian di susul dengan kehadiran seorang bayi.


Hampir tengah malam, semuanya telah beristirahat, tidak lupa San meminta ramuan yang berfungsi seperti KB untuk di beriakn kepada Ayu, walau pun bertanya-tanya, ibunda San akhirna memberikan ramuan tersebut kepada San.


"Ini pangeran..."


"Terimakasih ibunda..."


ujar San yang sangat senang, sang ibu tidak banyak bertanya mungkin beliau juga cukup paham karena mereka pengantin baru, masih ingin berduan.


San yang telah mendapatkan ramuantersebut lekas membawanya ke kamar, dia segera meminta Ayu meminum dan menghabiskan air tersebut.


"Minum ini dek !!!"


San yang masuk langsung menyodorkan segelas air bening.


"Apa ini?"


"Katanya tidak mau punya anak dulu, ini KB"

__ADS_1


jelas San, tampak jelas wajah San yang sangat sumringah.


"Tapi mas,,,,"


"Udah minum aja dulu"


San yang memotong pembicaraan Ayu yang kemudian langsung menyuruh Ayu minum, air itu bening, tidak ada rasa atau apapun, bahkan Ayu mengira itu hanya air mineral biasa.


Glek..glekk..glekk !!


Habis Ayu meminum segelas air yang berisi ramuan obat.


"Gak ada rasa? masa iya bisa buat mencegah kehamilan?"


tanya Ayu penasaran.


"Iya bisa, mas tanya sama bunda sebelumnya"


uajr San san mauk ke dalam selimut.


"Tapi sebenarnya maksud Ayu akan, kita...."


"Hhhhaaahhh !!!"


sentak San kaget, dia tidak menyangka salah paham dengan maksud Ayu.


Syarat pernikahan yang di maksud Ayu, dia tidak ingin punya anak adalah dia belum siap melakukan hal itu, hubungan suami isteri yang semestinya.


San hanya tertegun merebahkan badannya dan menarik selimut, jadi bukan karena dia tidak inginkan bayi, melainkan dia belum siap melakuka hal tersebut.


Ayu dan San bersiap tidur namun belu. juga ada 15 menit suara tangisan bayi Bella membuat mereka kaget dan khawatir, segera keduanya menuju kamar Bella, takutnya ada sesuatu yang salah.


"Kenapa mbok bayi nya?"


"Biasa mau nyusu bayinya..."


ujar si mbok tersenyum.


Samalaman ini mereka di sibuk kan dengan tangisan bayi, pertama kalinya buat Ayu dia merasa seperti yang mengalami baby blues, bingung ketika mendengar suara tangisan bayi.


Alhasil mereka baru dapat tidur dengan tenang ketika menjelang subuh, keduanya seperti tidak bisa menahan kantuk, Ayu dan San yang kembali ke kamar mereka dan melanjutkan tudur yang tertunda.


.


.


.


Ke esok paginya Bella dan Arya bersiap pulang, hanya San dan orang tua nya yang mengantar Bella dan Arya, sedangkan Ayu masih terlelap dalam tidur.


"Terimakasih ya, kami pamit dulu"


ujar Arya yang menggendong bayi mereka.


"Sama-sama, hati-hati di jalan"


ujar San.


"Bunda juga pengen cuuc yang lucu seperti itu"


ujar ibunda San yang kemudian masuk ke dalam rumah.


San hanya tersenyum melihat sikap ibundanya, wajar lah rumah mereka tampak sepi sejak 500tahun, belum lagi cucu mereka dari pernikahan Rendra dan Bella yang telah meninggal.

__ADS_1


Tidak ada kerjaan San kembali ke kemar untuk mengganggu isterinya yang masih terlelap, Ayu masih terlihat pulas walau matahari mulai terik.


San hanya memanddang diam, melihat wajah Ayu, ada gejolak dalam dirinya, ada rasa ingin melakukan sesuatu tapi takut Ayu akan marah, dia tidak akan melakukan itu tanpa persetujuan Ayu walau kini mereka telah resmi menikah.


Tampak masih gelap, perlahan Ayu membuka matanya, terlihat jelas San yang merebahkan badanya di hadapan Ayu, tangannya mengusap lembut rambut Ayu, wajahnya yang penuh dengan senyum menatapnya dengan penuh cinta.


"Tidur kamu nyenyak dek?"


tanya San.


Ayu mengangguk kemudian memeluk suaminya, San bahkan sangat pengertian dia enggan membuka gorden kamarnya agar sinar matahari tidak dapat masuk menerangi kamarnya.


"Mas wangi banget, pake prafum apa?"


tanya Ayu yang mengendus bagian dada hingga leher San.


"Parfum apa? mas hanya berendam dengan bunga"


jelas San.


"Wangi banget si suami aku..."


ujar Ayu yang masih mengendus.


San hanya menahan sesuatu di dalam batinya, Ayu yang terus menempel dan mengendus karena dia baru saja berendam dengan air bunga melati, dia bahkan tersenyum ketika Ayu berkata "Wangi banget si suami ku".


Ayu enggak beranjak dari kamarnya, dia terus memeluk sang suami dan bersantai di kamar besar mereka, capek karena semalaman dia merasa memiliki bayi sungguhan.


"Ayok mandi, kita belum beli hadiah buat bayinya Arya dan Bella"


ujar San yang terlihat sangat pasrah di peluk oleh isterinya.


"10menit lagi"


sahut Ayu yang membenamkan wajahnya di dada bidang San.


"10 menit cukup kok?"


San yang mencoba menggoda sang isteri.


"Cukup apa?"


sahut Ayu menatap tajam seolah paham dengan isi pikiran San.


"Cukup buat kamu naik..."


ujar San yang kemudian mencium dan mengelirik badan Ayu.


"Hahaha...mas geli....mas..."


ujar Ayu yang tertwa tidak tahan jika perutnya di gelitik.


.


.


.


(si maman makan rebung


cerita bersambung 😘😋)


__ADS_1


__ADS_2