Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi

Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi
SR. Menemukan Karla


__ADS_3


Daryadana yang tidak dapat berbuat banyak, kini gilirannya bersama mbah Ndimun mencari Karla dan segera menyembuhkannya, Daryadana kembali ke tubuh Rico, dia dan mbah Ndimun mengunjungi rumah bekas Karla dan orang tuanya tinggal, namun mereka sudah pindah.


Semenjak pak Wicaksono keluar dari JBO, dia yang menemukan anak nya seperti orang gila, sering teriak-teriak, menangis dan kadang bicara sendiri, entah bagaimana membuat Karla kembali normal, segala cara sudah di lakukan untuk kesembuhan sang puteri.


Melalui Rico Daryadana dia beusaha melacak beredaan Karla, entah dari mana memulaina setidaknya di pikiran mbah Ndimun, Karla di buang tidak jauh dari dia menemukan Rico.


sedangkan Karla tengah duduk termenung, kakinya terikat rantai, ayahnya tengah berusaha membuatkan makanan untuk anaknya, namunselalu di tolak atau di buang, yang terlihat oleh Karla adalah


setumpukan telur rang-rang dengan ulat yang mengeliat di atas piring, sehingga dia selalu membuang apa yang di berikan oleh sang ayah.


Kesal, marah dan capek bercampur aduk di hati pak Wicaksono, entah bagaimana menyembuhkan Karla, dia sangat-sangat ingin membalas kan dendamnya terhadap JBO.


.


.


.


Di lain tempat Ayu dan ibunda San tengah memilih beberapa pakaian untuk acara sakral dirinya dengan San, terpilih lah pakaian adat jawa kraton, sang mempelai wanita mengenakan pakaian kemben jawa dengan ornamen lengkap kraton.


Sedangkan si pria hanya mengenakan bawahan atau celana yang akan di balut dengan kain batik tanpa atasan, walau dunia telah moderen tapi tetap saja, ibunda n ingin konsep pernikahan sang anak masih ada usur adat-istiadat mereka.


Entah apa yang terjadi kepada Ayu, dia hanya terdiam melamun, pikirannya tidak dapat fokus, seperti terhubung akan sesuatu, dia melihat Rico bersama kakek-kakek tengah berada di sebuah mobil dan berusaha mencari seseorang, di sebut VI'AR tapi itu bukan masa lalu, Ayu seakan tahu rencana Daryadan melalui Rico.


"Yu, kamu suka tidak....?"


tanya sang ibunda, namun tidak di jawab Ayu, dia pun menoleh dan mendapati Ayu telah berdiri tegak seperti patung dengan tatapan kosong.


Sang ibunda tahu bahwa Ayu VI'AR ke suatu tempat, tidak mau ada yang tahu, beliau memilih menutup toko tempat beliau menjual beberapa pakaiannya.

__ADS_1


Beliau juga memberitahu San tentang apa yang terjadi kepada Ayu, sampai San datang Ayu juga tidak berhenti, entah apa yang sebenarnya di lihat. Ibunda an kemudian hanya duduk menunggu calon menantunya selesai VI'AR.


"Ibunda..."


San yang datang bersama dengan paman senopati.


"Anak ku, ibunda rasa Ayu melihat sesuatu"


kata sang ibunda.


"Seperti nya begitu baginda, mbak Ayu seakan terhubung dengan Daryadana"


ujar paman melihat Ayu mematung.


"Tidak bisa di biarkan, kita harus membuatnya tersadar kembali."


"Jangan pangeran, bisa saja mbak Ayu tahu akan rencana dari Daryadana"


Hampir 30 menit Ayu VI'AR, dia yang tidak sadar akhirnya kembali dan terduduk di lantai. Ayu benar-benar baru mengalami ini, dia VI'AR begitu lama, dia juga tahu sekarang apa yang di lakukan Daryadana.


"Dek..."


San yang membantu Au bangun dan duduk di sofa milik toko sang ibunda.


Ayu yang menatap wajah San merasa lega, ternyata dia hanya VI'AR, dia pun menceritakan bagaimana dirinya bisa VI'AR mendadak, dia seketika melihat pemandangan dua orang lelaki duduk disebuah mobil di mana Rico si penculik dirinya tengah berbicara kepada kakek-kakek, walau tubuhnya Rico, tapi itu bukan Rico melainkan Daryadana yang bersemayam.


Ayu yang berada di sana seakan menjadi bagian dari mereka tanpa di sadari, Ayu mendengar rencana mereka, mereka ingin menemukan Karla dan berusaha membals dendam kepada San.


Akhirnya entah bagaimana mereka bertemu dengan ayah Karla, setelah pencarian dengan menyusuri tempat di temukanna Rico kemarin, dia pun menceritakan tujuan dan maksudnya datang, tidak percaya dengan Rico dan mbah Ndimun, sang ayah berusaha mengusir mereka, sang ayah sudah tidak percaya ada orang yang bisa menyembuhkan puterinya.


Sampai akhirnya Rico menatap Karla yang duduk dengan rantai di kakinya, entah keajaiban apa, Karla langsung memeluk Rico dn menangis, di elusnya lembut kepalanya dan mengembalikan memorinya yang hilang.

__ADS_1


Sang ayah yang melihat langsung percaya bahwa Rico bukan orang sembarangan, rantai dari kaki Karla telah lepas, Karla di mandikan oleh mbah Ndimun dengan beberapa mantra yang membuat KArla kembali cantik seperti biasanya.


Seperti terlahir kembali, Karla tempil sangat cantik dengan penuh ambsi dan dendam yang selalu melekat di image nya, akhirnya Rico berhasil menambah pasukan yang akan merusuh di pernikahan San dan Ayu.


Kemudian dia akan menculik bayi Bella yang akan di jadikan persembahan dengan meminum darahnya, agar dia abadi bisa bersemayam selamanya di tubuh Rico.


Tapi semua itu telah di ketahui Ayu, seperti terkonek, Daryadana lupa menutup akses nya kepada Ayu sedangkan Ayu bisa saja masuk ke sana dengan tidak sengaja, Ayu juga tahu bahwa Karla dan Rico yang merencanakan penculikan nya, dia juga tahu apa yang terjadi kepada Karla sebagai otak penculikan di buatna Karla seperti orang gila termasuk Rico yang mengalami penyakit aneh.


Terkejut akan hal itu, San yang di lihatnya tidak seperti yang dibayangkan nya, dia tidak ragu akan rasa sayangnya tapi ada hal yang membuat dia merasa kecewa dengan San.


Tapi mau bagaimana San melakukan itu karena dia sayang terhjadap Ayu, dia tidak ingin Ayu merasa terluka atau di ganggu oleh orang yang sengaja melukai San melalui orang yang di sayangnya.


Mendengar hal tersebut paman beserta panglima dan pengawal lainnya begitu memperketat keamanan, bahkan acara pernikahn yang semula akan di hadiri orang banyak kini hanya di peruntukan teman dan keluarga saja.


Mereka juga mengabarkan kepada ayah Bella apa yang dilihat Ayu, tentang mereka yang ingin menculik bayi Bella dan menjadikannya sebuah tumbal persembahan untuk Daryadana abadi bersemayam di tubuh Rico.


Paman dan lainnya juga merilis wajah Rico, Karla, pak Wicaksono dan mbah ndimun kalau-kalau mereka bertolak kerumah Bella. Dengan begitu ayah Bella juga memperketat pengamanan rumah mereka, beberapa pengawal terhebat dan terkuat mereka di persiapkan.


Merasa khawatir pasti, Bella takut kalau itu benar-benar akan terjadi, Daryadana berhasil merebut sang buah hati dari tangannya, Arya tidak akan membiarkan hal itu terjadi, dia terus berlatih hingga dia benar-benar ingat akan kekuatannya dan dia ingin sekali bertemu dengan Rendra dan mengambil pedang naga merah dari tangannya.


Sampai saatnya tiba Daryadana akan segera menuntut balas kepada mereka yang telah menghancurkan sangkapura, karena itu dia akan terus membuat San dan Arya kewalahan menghadapi dia.


.


.


.


(Bersambung)


__ADS_1


__ADS_2