
...🌸🌸🌸...
Selesai acara Bella di introgasi oleh ibundanya, benar jikalau dia sedang hamil, ada hal yang menjadi permasalahan mereka, Bella yang bukan murni manusia akan mengalami fase kehamilan sangat cepat dari manusia biasanya.
Manusia yang sewajarnya mengandung 9 bulan 10 hari, jikalau Bella perkiraan satu minggu sudah bisa melahirkan, sangat bahaya pula untuk Bella keluar-keluar rumah di kala hamil, karena ayah dari bayi yang di kandung Bella adalah seorang manusia biasa, menjadikan anak tersebut sangat di incar oleh orang dari golongan hitam.
Bukan hanya dari alam manusia tapi juga dari alam siluman, akan sangat penting untuk Bella segera melangsungkan pernikahan ketika dirinya selesai melahirkan. Persiapan pernikahan akan memakan waktu lebih dari seminggu.
Hal yang sangat di sesali oleh orang tua Bella, mereka lupa memberi tahu dampak dari keabadian di saat hamil, sekarang mereka hanya ingin menjaga Bella agar tidak menjadi incaran orang jahat.
Arya yang di panggil kerumah Bella, bersedia menemani Bella sampai proses persalinan dan kemudian pernikahan mereka, sang ibunda hanya berpesan kepada Arya agar Arya menjaga puterinya dengan baik dan tidak akan pernah mengecewakan anaknya.
.
.
.
Sementara itu Ayu hanya terdiam mengingat perkataan Arya, dia tidak tahu bahwa Arya lelaki yang seperti itu, dia juga turut bahagia, sebentar lagi Arya akan menjadi seorang ayah.
"Apa syarat ku memberatkan mas San?'
tanya Ayu dalam hatinya.
Dia hanya terus memikirkan bagaimana menjalani rumah tangga bila tanpa kehadiran sang buah hati, Ayu terus berada dalam rasa kebimbangan, entah sampai kapan dia merasakan tidak nyaman dengan syarat yang dia berikan.
Di malam yang sama Rico mulai mempraktekkan, syarat untuk menjadi murid mbah Ndimun, setidaknya sampai dia ingat siapa orang-orang yang membuatnya mengalami penyakit aneh.
Rico mulai beraksi ketika hari menjelang pukul 03.00 pagi, pertama-tama dia menyusuri pemakaman yang tidak jauh dari rumah mbah Ndimun, membaca dan mengamati makam bayi yang menjadi incarannya,dia masih melihat sekitar, untuk segera beraksi Rico mulai menggali makam yang sudah sangat usang tersebut.
Tidak ada rasa takut atau bagaimana, dia terus semangat menggali sampai tujuan yang di inginkan nya tercapai, untuk mengumpulkan 7 ikat kain kafan bayi, bukan hal yang sulit untuk seorang Rico.
Tidak terasa adzan subuh telah berkumandang, Rico harus segera mengakhiri pekerjaannya, walau dia baru mendapatkan satu kain, tapi di haruskan sebelum malam jum'at semua kain terkumpul.
Secepatnya dia ingin segera membalas dendam, mbah Ndimun juga enggan memberitahu siapa sebenarnya yang di hadapi Rico, dia hanya perlu seseorang yang pantas mewarisi ilmu hitam yang di milikinya.
Mbah Ndimun yang dahulu nya adalah keturunan langsung Batara, guru Daryadana, musuh Kerajaan Manunggal dan Jayanaga, niatnya melatih Rico agar bisa diperalat untuk membalaskan dendam ke pada kedua kerajaan tersebut.
__ADS_1
Mbah Ndimun juga mengerti bahwa puteri kerajaan Manunggal yaitu puteri Kirana atau Bella akan mengandung seorang anak yang campuran darah dengan manusia biasa.
Dia mempersiapkan dalam 3 hari Rico bisa memenuhi syarat yang dia berikan, dia juga sangat yakin Rico lah yang mampu menerima ilmu hitam yang di miliki.
Bayi yang di kandung Bella sangat berguna untuk menyempurnakan ilmu dari mbah Ndimun, ilmu keabadian yang di peroleh secara instan dengan meminum darah bayi tersebut.
Malam berikutnya Rico kembali mencari makam bayi, dia bahkan mencari ke desa sebelah, beberapa lembar kain telah berhasil di peroleh, beberapa penduduk yang tengah menjalani jaga malam berkeliling kampung dan mendapati Rico yang telah membongkar sebuah makam.
"Pak...itu di sana siapa?"
sahut beberapa bapak-bapak yang menunjuk ker arah Rico.
"Sepertinya dia yang membongkar makam bayi yang heboh belkangan ini"
segera warga pun menyerbunya, diam-diam mengendap untuk menangkap Rico.
Hhhappp....
beberapa bapak-bapak mengkap Rico dengan menggunakan sarung, setelah tertangkap, mereka memberi pelajaran dengan memberikan bogem mentah, dengan kondisi masih tertutup sarung.
Namun entah apa yang terjadi, setelah sarung dibuka ternyata bukan orang di maksud, ternyata yang mereka pukuli adalah salah satu bapak-bapak yang ikut meronda malam itu.
"Hampir saja...."
seru mbah Ndimun terlihat kesal.
"Bagaimana mbah melakukannya?"
tanya Rico yang terheran-heran dirinya selamat dari amukan warga.
"Besok kau ikut aku"
ucap sang mbah yang kemudian maukke dalam rumahnya.
Rico memang harus benar-benar belajar dari mbah Ndimun, perlahan semakin kesini Rico juga mulai ingat sebagian wajah para pengawal San. Dia bertekat akan segera menguasai ilmu dari mbah Ndimun selama sebulan, lalu pergi membalas dendam.
.
.
__ADS_1
.
Sampai hari yang di maksud, mbah Ndimun membawa Rico ke sebuah air terjun, di sana mbah Ndimun memberikan sebuah kalung kain berwarna hitam, yang berisi potongan kain pocong dari 7 makam bayi.
Rico di perintahkannya untuk duduk semedi di bawah air, sambil sang mbah mengalungkan kain hitam tersebut, di sana pula sang mbah menurunkan perlahan ilmunya kepada Rico.
Dia bahkan memberikan Rico keris kecil yang di masukan kedalam tubuh Rico dengan cara mengusapkan ke punggung Rico.
"Arrrkkkkkk"
teriaknya yang tidak tahan menahan sakit yang di rasa, seperti di iris sesuatu Rico berteriak sejadinya.
"Bertapa lah sampai subuh menjelang"
kata mbah Ndimun di akhir ritualnya.
Tanpa pakaian, hanya dalaman putih yang di kenakan Rico, dia terus bertapa di bawah guyuran air terjun. Mbah Ndimun dengan tersenyum kembali ke rumahnya, tidak ingin nanti ada orang yang curiga akan praktik ilmu hitam yang di kerjalannya.
Setelah mbah Ndimun pergi dengan membawa obor di tangannya, tinggal lah Rico dalam kegelaan, dia di datangi seorang pria tinggi besar dengan mengenakan pakaian khas kerajaan, dia adalah Daryadana yang masih bergentayangan.
Ternyata Rico di persembahkan sebagai tempat persemayaman untuk Daryadana, dia yang paling pas karena rasa dendamnya kepada pengawal akan menuntun dirinya bertemu dengan Sanjaya.
Daryadana yang terselimuti energi gelap terus memandang Rico kini dia un bersia masuk ke dalam tubuh Rico.
Swwiwiiiinngggg....
"Arrrkkkk.."
teriak Rico yang merasakan sesuatu masuk kedalam tubuhnya, dia
merasa tubuhnya sangat kuat, mukanya berubah ke merahan karena kekuatan dari Daryadana yang besar, sementara dia akan bersemayam dalam badan Rico sambil menunggu waktu yang tepat untuk mengambil calon bayi Kirana atau Bella.
.
.
.
(Bersambung)
__ADS_1