Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi

Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi
SR. Daryadana is Back


__ADS_3


...🌸🌸🌸...


(Cerita sebelumnya)


"Hossshhhh...."


kepala Ayu yang keluar dari air dan langsung mengambil nafas.


San hanya tersenyum dan langsung merangkul pinggang ramping Ayu, mengusap lembut rambut Ayu yang hampir menutup wajah sang pujaan hati.


Tanpa aba-aba San langsung mendaratkan ciuman mesra ke bibir Ayu, tangan Ayu yang merangkul ke leher San membalas ciuman tersebut.


.


.


.


Cukup lama keduanya saling mencium, seperti ini rasanya di mabuk asmara, duni seakan milik Ayu dan San, San kemudian membawa perlahan Au masuk kedalam goa yang ternyaat memiliki pintu masuk di balk air terjun, air masih mengalis dari mulut goa, banyak bebatuan besar, mata Ayu tertuju di sebuah batu besar yang di sinari langsung oleh cahaya matahari.


"Mas pasti sangat kesepian..."


Ayu yang tidak tega membayangkan apa yang San lalui untuk sampai kesini.


"Ada kamu di hati mas ..."


sahut San tersenyum.


Banyak hal yang di tunjukan oleh San, dari sini saja Ayu bisa merasakan cinta San abadi, apa adanya, semua yang di lakukan adalah untuk cintanya.


Setelah keduanya puas, mereka lembali ke atas untuk segera berganti pakaian, beberapa pengawal bahkan telah menyiapkan handuk untukmereka agar tidak kedinginan. setelahnya mereka menyantap makanan yang di masak oleh pelayan istana.


"Mas, emang nya mereka perlu ya ikut segala?"


bisik Ayu, yang duduk di saming San.


"Udah menjadi aturan istana, kenapa dek, kamu enggak nyaman?"


tanya San yang menyantap makanan di meja.


"Sedikit, tapi Ayu paham."


Mereka pun melanjutkan kembali makan siangnya, bersama dengan paman, sore harina mereka kembali ke rumah San, persiapan pernikahan mereka telah berjalan 70%, Ayu juga tidak merasas gugup kembali, dia terlihat lebih santai, semua telah di persiapkan secara apik oleh paman.


San juga meminta orang tua Ayu datang nanti saat acara pernikahan, walau Ayu memutuskan untuk memutuskan tali silahturahmi, anak kepada orag tuanya.


San hanya ingin Ayu bahagia bersama dirinya, dia hanya ingin Ayu tertawa, semua ekspresi senang ingin San lihat di wajah calon isterinya.


Perjalanan pulang mereka juga sempatin mampir ke sebuah makam yang menjadi tempat terdamai bagi Ayu, dia memwa San ke makam sang nenek, sampai Ayu duduk di kelas 2SMA sang nenek lah yang merawatnya, kadang mereka berjualan keliling, kadang sang nenek yang dahulunya adalah seoarang dukun bayi sering di panggil untuk membantu warga sekitar melahirkan.

__ADS_1


Ayu memanjatkan dan meminta doa restu kepada sang nenek, Ayu yakin sang nenek akan sangat bahagia sekarang telah ada menjaga cucunya.


"Nenek,,,ini mas San calon suami Ayu"


ucap Ayu yang mengelus nisan berwarna hitam tersebut.


San hanya tersenyum, dia melihat sosok sang nenek dari ingatan Ayu, mungkin nantinya Ayu kaan terkejut, sang nenek sangat mirip dengan ibunda Kemunng, mbok Mirah.


Dia berencana akan mempertemukan Ayu dengan mbok Mirah, mungkin dengan begitu Ayu memliki sosok ibu yang sayang kepada dirinya.


Maghrib menjelang, matahari meninggalkan cahaya biru ke orange, melukiskan senja yang sangat indah, Ayu yang tertidur di pundak San, tiba-tiba merasa akan ada sesuatu yang menngintai mereka.


Dia dan kerajaan Amartha, musuh bebuyutan mereka yang mati dalam perperangan kini hadir kembali, entah bereinkarnasi atau masih terbelengu dendam dalam sosok astral.


"Paman, sebagian pengawal kirim kerumah Raja Amartha, aku punya firasat tidak enak"


ucap San yang duduk di belakang paman wirakha.


"Baik pangeran, saya juga merasakan hal yang sama"


sahut paman Wirakha.


.


.


.


Walau kadang Bella protes, dia tetap meminum sebagai tanda terimakasih karena suaminya sangat perhatian kepadanya.


"Di minum sampai habis...."


Arya yang menyerahkan segelas air berisi vitamin untuk bumil.


"Iya mas..."


sahut Bella yang langsung menghabiskan segelas air hangat berisi vitamin rasanya cukup pahit dan asam.


"Makasih ya mas, ini"


tambah Bella yang kemudian menyerahkan gelas koong kepada Arya.


Brannkkkk....


Gelas yang di serahkan kepada Arya tiba-tiba Arya menjatuhkannya, kepalanya terasa pusing dan melayang, dia kemudian melihat sosok dari masa lalu Arya, pria bertubuh kekar dan gagah datang dengan penuh amarah.


"Aaaahh'


keluh Arya yang memegangi kepalanya.


"Kenapa mas?"

__ADS_1


tanay Bella yang bingung.


Kemudian dia juga merasakan hal yang sama dengan Arya, Daryadana telah kembali, segera Bella melaporkan kepada sang ayah, semua orang merasakan kehadirannya, datang dengan enuh dendam.


Bahkan orang tua San kembali segera dari luar negeri, mungkin dahulu mereka kalah dari Daryadana, tapi sekarang mereka ang telah bermur ribuan tahun bisa saja dengan mudah mengalahkan Daryadana, namun dia memakai tubuh seorang manusia yang menjadi kelemahan bangsa mereka.


Dimana bangsa mereka tidak boleh membunuh bangsa manusia, semuanya berpikir keras kenapa Daryadana kembali di kala Bellla mengandung? apa dia telah menunggu moment ini? semua dendam nya akan terbalas dan anak Bella bisa membuat dirinya abadi.


.


.


.


Rico yang selesai bertapa kini seakan bergerak tanpa dia pikirkan, tubuh Rico kini benar-benar di kuasai oleh Daryadana. Kini dia juga berusaha mengumpulkan sekutu, Daryadana yang bersamayam dalam tubuh Rico membawa mbah Ndimun mencari Karla, pertama-tama dia akan menyembuhkan karla kemudian mereka akan bekerja sama membalas dendam, terutama ayah Karla.


Karena dia berada di tubuh manusia biasa, mau tidak mau dia bersama mbah Ndimun tetap menggunakan sarana transportasi untuk pergi mencari Karla,


Untuk uang sendiri, mbah Ndimun yang terkenal dengan dukun itu mempunyai uang yang cukup, pasien yang sering konsultasi juga memberikan apa saja yang diminta mbah Ndimun, termasuk sebuah mobil dan sopir, dia adalah seorang pejabat daerah yang tahun lalu menang pemilihan umum.


Sebagai tanda terimakaih, mbah Ndimun baru kali ini meminta tolong, dia pergunakan dengan sebaik-baiknya sebelum dia meminta hal yang dirasa tidak di butuhkannya.


Sebuah mobil jeep lengkap dengan seorang supir telah di persiapkan, bahkan pejabat terebut langsung datang ketika mbah Ndimun memanggilnya.


"Terimakasih yo Burhan..."


kata mbah Ndimun.


"Kalau ada apa-apa mbah ngomong saja, sama supir saya"


ucap pria yang bernama Burhan, dia menjabat sebagi gubernur daerah sana.


"Iya...pulang lah kau sudah di tunggu"


ucap mbah Ndimun yang tahu bahwa Burhan meninggalkan ruang rapat hanya untuk memenuhi panggilan mbah Ndimun.


Mungkin besok mereka akan bersiap mencari Karla, sementara Daryadana kembali berlatih untuk memulihkan tenaga dalamnya, di saat itu juga Rico seperti tersadar akan tidur panjang yang di alaminya.


Bingung kenapa dirinya bisa berada kembali di rumah mbah Ndimun, sedangkan dirinya teringat terakhir kali dia sedang bertapa di bawah air terjun.


Dia juga ingat ada seseorang yang menghampiri dan masuk ke dalam dirinya, tapi setelah itu dia seperti berada dalam alam mimpi yang indah, Daryadana membawa Rico berada di alam bawah sadarnya, memberiakan yang paling dia suka, yaitu di layani oleh wanita-wanita cantik dan seksi, hal favorit Daryadana dahulu, di balik itu ternyata mereka memiliki kesamaan.


.


.


.


(Bersambung)


...🌸🌸🌸🌸🌸...

__ADS_1



__ADS_2