
Pagi menjelang, semua bersiap untuk mengantar Ayu dan Tantri, agar tidak histeris anak-anak memang sengaja di tinggal, hanya San dan rombongan pengawal, menaiki kereta kencana. Sedih memang tapi mau bagaimana lagi, mereka memiliki kehidupan nyata yang harus di jalan, kalaupun memang berjodoh pasti mereka akan bertemu kembali.
Tampak jelas wajah mengurung Tantri yang begitu tidak ingin meninggalkan jayanaga tapi, Ayu tidak bisa memikirkan hanya kebahagiaan dirinya ataupun Tantri saja karena mereka masih memiliki fisik, orang-orang akan khawatir dengan tidak hadirnya Tantri ataupun Ayu disana pasti semua akan bertanya dan mencari dan mulai mencari, hal itulah yang dihindari Ayu, tidak ingin keberadaan mas San ataupun orang lain dari dunia ini diketahui oleh orang di luar sana.
Sepanjang perjalanan Tantri hanya memandang iring-iringan kuda dari Panglima Tubagus resma, entah apa yang membuatnya begitu tidak bisa melupakan Tubagus Rosma, cinta itu ternyata menyapa dirinya. Setelah sekian lama namun juga harus menerima kenyataan bahwa dunia mereka berbeda, cinta mereka begitu berat untuk dijalani sama hanya dengan Ayu dan San.
Tapi ada benarnya juga kata Ayu kalau mereka berjodoh pasti akan bertemu kembali, bagaimanapun caranya bahkan Ayu dan San bisa melewati semua ini karena keduanya sama-sama sangat sabar akan ujian dalam percintaan mereka. Setelah tahu dirinya bukanlah Kemuning, dia terpisah untuk beberapa saat dan kemudian bersatu kembali bersama San tapi, selalu saja ada halangan dan rintangan yang datang silih berganti menghampiri kedua insan ini, namun itu membuat cinta mereka semakin kuat.
San terus memegang tangan Ayu, kini saatnya mereka harus berpisah di dunia ini walaupun San bisa menghampiri Ayu, tapi tidak setia saat dia bisa bersama Ayu disana, iringing-iringan kuda mereka telah sampai di hutan tepat di atas bukit tepi danau. Ayu pun turun dengan perlahan dari kereta kuda disusul oleh Tantri, Ayu kemudian memeluk San berpamitan, begitu pula dengan Tantri yang berpamitan dengan Tubagus resma.
"Hati-hati dek...."
San kemudian membisikan sesuatu kepada Ayu, entah kata-kata apa, tapi membuat Ayu tersenyum, santri juga berpamitan dengan Tubagus rumah tidak ada kata yang mereka ucapkan hanya saling memeluk mungkin dari hati mereka telah tersampaikan pesan yang ada.
Ayu danTantri pun perlahan berjalan masuk, diantara dua batu yang tersusun, mereka mamasuki ruang kosong untuk menuju ke dunianya. Ayu dan Tantri pun bergandengan untuk bisa melewati pintu tersebut perlahan-lahan jalan itu menjadi gelap, gelap dan terang namun mereka tidak berhenti mereka terus berjalan sampai mereka menemui titik terang di ujung lorong.
__ADS_1
tapi seperti yang diketahui Alingga sudah tahu siapa kekasih yang dimaksud oleh Ayu, dia juga bahkan menemukan hutan bambu yang menutup gerbang antara dunia mereka dan dunia Sanjaya. Suatu hari dikala senja driver panggilan itu menghampiri rumah Tantri dan Ayu, rumah yang tampak sepi dan gelap itu membuat dia penasaran. Apakah Tantri dan Ayu telah kembali dari bukit tersebut, lama-lama Alingga bertemu dengan si Driver, disanalah Lingga mengetahui Kemana perginya Ayu dan Tantri dan dia juga tahu Kemana perginya Pak dukun yang telah diperintahnya, mereka semua menghilang karena Pangeran Sanjaya.
Mau tidak mau Alingga pergi kesana, mungkin semalam dia menunggu, dia bahkan mendirikan tenda di dekat hutan itu tidak ada perasaan takut di hatinya. Bahkan dia sangat mempersiapkan segala sesuatunya, jika memang nantinya dirinya harus berhadapan langsung dengan pangeran Sanjaya, nekat memang tapi dia ingin memperjuangkan cintanya. Ambisi untuk mendapatkan Ayu karena menurut dia, Pangeran Sanjaya tidak pantas untuk Ayu dia bukanlah manusia biasa seperti mereka melainkan seorang dari bangsa siluman.
sampailah Ayu di titik terang itu mereka pun keluar dari balik sebuah pohon besar, yang di sekelilingnya terdapat pohon bambu namun dengan cepat Alingga menghunuskan sebuah samurai di leher Ayu.
" Jangan bergerak kalau tidak ke tebas leher mu"
ucap alingga yang begitu penuh dengan rasa emosi di wajahnya.
"Aaaarrrkkkkhhh!!!!!"
Alingga meninggalkan Tantri sendirian di sana dan hanya membawa Ayu pergi bersama dirinya, entah hendak dibawa Kemana gadis itu tapi Alingga terus menghembuskan Samurai itu di leher Ayu, membuat Ayu tidak bisa bergerak dia hanya dia menuruti apa yang diperintahkan oleh Alingga, jantungnya berdebar kencang, tangannya gemetaran dia juga ingin menangis tapi hanya bisa menahan nya, dia hanya terus berdoa bahwa Tuhan sangat sayang kepada dirinya, dia tidak akan membiarkan orang jahat ini melukai dirinya.
Tubagus resma yang sampai ke dunia Tantri melihat Tantri terduduk diam di tanah dia begitu Sok bisa berkata-kata hanya air mata yang jatuh di pipinya tidak tahu harus berbuat apa ketika itu melihat alingga kalungkan sebuah samurai di leher Ayu membuat dia tidak bisa melakukan apapun.
"Dek Tantri.....apa yang terjadi?'
__ADS_1
tanya tuh bagus Risma yang turun dari kudanya kemudian menghampiri santri yang duduk di tanah perlahan dia membangunkan istri dan memeluk Pujaan hatinya.
Tidak lama San juga keluar dari gerbang tersebut dengan beberapa prajurit, Tantri menceritakan bahwa Ayu diculik Alingga. Dia mengancam Ayu dengan sebuah pedang, saking Takutnya Tantri tidak bisa berbuat apa-apa dia hanya membiarkan Ayu dibawa oleh Alingga entah kemana.
Tu bagus Resma terus menangkan Tantri dia meminta Tantri untuk segera pulang dulu ke rumah, karena Tubagus Resma dan Pangeran Sanjaya akan mencari Kemana perginya Ayu dan secara emosional Pangeran Sanjaya telah terikat dengan Ayu, sehingga sangat mudah untuk pangeran Sanjaya menemukan di mana keberadaan Ayu.
Sementara itu Pangeran Sanjaya kembali bersama prajurit dan Tubagus resma, karena Dirjen adalah mereka bisa melacak keberadaan ayu pergi, juga sempat teringat apa yang dibisikkan oleh pangeran Sanjaya kepada dirinya dimana Ayu diajarkan sebuah mantra untuk memanggil dirinya ketika dia dalam bahaya, walau hanya Mengucapkan dalam hati, Ayu mengucapkan mantra untuk memanggil suaminya tersebut terus-terusan tanpa dia berhenti sedikitpun.
Dan ketika Ayo melakukan hal tersebut perlahan Sanjaya dirinya seakan melayang dan Triinggg !!!!! dia telah berada di dalam mobil yang sama di mana Ayu dan Lingga berada, wujudnya yang tidak biaa dilihat oleh Alingga, walau tidak dapat melihatnya Ayu hanya bisa merasakan dan bukan Saatnya untuk San menunjukkan dirinya di hadapan Alingga, dia hanya terdiam mengikuti kemana Alingga dan Ayu pergi dan tidak lama Tubagus Resma juga mengikuti di belakang Pangeran Sanjaya.
.
.
.
Lalu apakah yang akan terjadi dengan alingga nantikan terus ya teman.
__ADS_1
(Bersambung)