
Sapa pagi ini dengan embun pagi yang sejuk, air membulir di atas daun teratai, kicauan burung terdengar jelas di kuping setiap orang yang berada di istana, pagi sekali dayang dan pengawal telah bebersih istana seperti biasanya. Pagi sekalipula Ben telah bangun dari tidurnya, dia telah rapi bersiap untuk mengikuti sesi pembelajaran memanah.
Walau bukan halbaru,tapi dia akan bergabung dengan beberapa anggota muda lainnya, termasuk anak senopati Wirakha, yang bernama Paramitha, gadis yang seumuran Ben ini, gadis satu-satunya yang ikut sesi latihan dikerajaan Jayanaga.
Tidak biasanya juga Tantri, bangun dan telah rapi, pakaian kerajaan, sengaja dia menggandeng Ben, dengan alasan melihat Ben latihan padahal dia ingin melihat Tubagus Resma. Lelaki yang mencuri perhatiannya malam tadi, lelaki berambut pendek dengan belahan tengah itu, terlihat gagah saat berkuda, walau bukan sekali ini dia merasakan jatuh cinta, tapi Tantri paham kalau dirinya muali nyaman dan terbiasa berada dialam San.
Ayu dan San keluar dari kamarnya secara bersamaan, menuju kamar Arjuna, anak keduanya juga ternyata bangun lebih cepat, sudah rapi di urus oleh mbok, sarapan pagi ini juga terlihat seperti biasanya, Ayu dan Tantri bahkan lupa bahwa mereka berada di dunia yang berbeda.
"Tan.....kamu mulai suka panglima ya?"
tanya Ayu penasaran.
"Hmmm.....emang kebaca ya?"
"Banget...."
"Gue berusaha sih, tapi gimana cowok kekar romantis cuman ada di sini"
jelas Tantri.
"Besok aku mau pulang"
"Hah? serius? tapi kan yu,,,,,"
"Kita enggak bisa selamanya disini"
ucap Ayu yang mengingatkan Tantri.
"Kalau dia benar sayang Tantri, dia bakal berusaha untuk kebahagian kalian"
ujar Ayu meyakinkan Tantri.
Walau sedikit kecewa, Ayu benar mereka punya raga yang tidak bisa selamanya berada disana, mereka punya kehidupan yang nyata, jika Tubagus Resma mencintainya dia bakal berusaha seperti apa yang San lakukan.
__ADS_1
Seperti mengulang cerita cinta mereka yang lalu, tapi ini lah kehendak Tuhan, cint tidak pernah kita tahu kapan datangnya, tanpa permisi dia menghampiri dua insan, memautkan hati saling mencinta, lalu mengapa di pertemukan jika akhirnya mereka harus berpisah? mengapa cinta bisa datang di barengi rasa sakit yang mencuat dalam hati.
Mereka yang tengah memperhatikan Ben latihan bersama dengan Paramitha, walau banyak hal Paramitha jago, tapi Ben juga lumayan belajar dengan cepat, berkuda sambil memanah menjadi pelajaran yang sulit, karena harus duduk di atas kuda yang tengah berlari, harus penuh keseimbangan agar dia bisa membidik tepat sasaran.
Semenjak mempunyai anak,San juga jarang berburu,waktunya di habiskan di istana, membantu pekerjaan sang ayah dan menemani anaknya bermain. Dia juga cukup telaten untuk merawat anaknya sendiri, mungkin sejak Kemuning kembali ke raga Ayu.
Selesai latihan, Tubagus Resma meminta ijin kepada pangeran Sanjaya untuk mengajak jalan Tantri, gadis hitam manis itu telah memikat hati sang panglima.
"Pangeran, maafkan hamba, boleh kah hamba mengajak Tantri jalan-jalan sebentar?"
pinta ijin Tubagus resma dihadapan semua anggota kerajaan.
"Bagaimana Tantri?"
San yang kembali melemparkan pertanyaan kepada Tantri.
"Baiklah, hamba mohon ijin sebentar"
ujar Tantri yang kemudian menghampiri Panglima Tubagus Resma.
Ayu melihat Tantri yang tersenyum, seakan dia lupa bahwa dirinya pernah terluka akan cinta masa lalunya, pria yang di percaya tidak akan mengkhianatinya tapi ternyata dia adalah biangnya.
"Sudah lah dek, biarkan mereka saling jatuh cinta"
ujar San merangkul Ayu.
"Tapi besok kami sudah balik mas"
sahut Ayu yang mungkin akan terlihat jahat kepada Tantri.
"Nanti mas kasih tahu Panglima, agar mereka bisa bersama"
sahut San kembali.
Tantri di ajak kesebuah bukit dengan pemandangan indah, mereka menunggangi kuda berwarna coklat tua itu, kuda kesayangan Tubagus Resma, tidak banyak bicara, hanya sebuah rasa yang mereka rasakan di hati keduanya, beradu meyakinkan bahwa mereka saling mencinta.
__ADS_1
Singkat namun bermakna, membekas di hati keduanya, Tantri mengatakan bahwa besok dia akan kembali ke dunianya, mungkin ini pertemuan terakhir kalinya mereka, wajah Tubagus tidak menunjukan apa-apa, mungkin dia sedikit kaku, tapi dia tipikel pria yang memegang teguh janjinya terhadap kerajaan apalagi kalau itu hati seorang perempuan.
Ayu dan San juga menghabiskan waktu bersama, jalan-jalan ke pantai bersama anak-anak, selepas sore keduanya menikmati matahari terbenam dari atas bangunan istana, Ayu terdiam dalam pelukan suaminya, sambil melihat ketenangan senja di Jayanaga.
"Besok masih ketemu mas?"
tanya Ayu.
"Iya selesai di istana mas pasti nyusul"
ujar San yang merangkul Ayu dalam pelukannya.
Sinar fajar kini mulai meredup, berganti dengan gelap yang masih terlihat cantik dengan penuh bintang, dingin berselimutkan kabut, seakan mendukung keduanya, kini rasa dingin menyelinap masuk diantara dua hati yang akan merindu, di pisahkan oleh fortal dunia yang berbeda.
Tantri tidak dapat tidur, begitu pula Tubagus Resma, kenapa baru saja mereka bertemu setelah berhari-hari, kenapa pas acara pengangkatan Ben, Tantri baru bertemu, dia baru di sapa cupit si malaikat cinta kini hanya bisa memendam rasanya, membiarkan harapan itu terkubur dalam angan.
Malam ini Ayu dengan sabar menemani anak bungsunya tertidur di kamarnya, menepuk pantat dengan pelan dan bersenandung, kidung pengantar yang biasa dia dengar dari ibunya dahulu, di temani San, momen yang indah malam ini, dimana isterinya yang di cintanya tengah berada di kamar anak mereka, menemani mereka tidur seperti biasa yang San lakukan.
Seakan tidak ingin malam ini berakhir, San kemudian menggendong Ayu yang tidak juga beranjak, wanita ini tidak dibiarkannya tidur di kamar anak mereka, memeluk untuk memilih tidur di pangkuan isterinya sebelum besok dia akan pergi.
Tubagus Resma terdiam menatap rembulan dengan sinar temaram, dia hanya memandang wajah Tantri yang tidak bisa di lupakaan olehnya, dia bukanlah seorang reinkarnasi, tapi Tubgaus terpikat akan kecantikan gadis dengan lesung pipi di bagian kanan pipinya.
Tantri berharap besok dia masih sempat memberikan pelukan perpisahan untuk Tubagus Resma, bahkan Tantri terus mengingatnya agar setelah kembali ke duniannya dia masih ingat dan akan melukiskan wajah kekasih beda duniannya.
Akan sangat sulit juga untuk mereka nntinya, bila hubungan mereka berlanjut, panglima sangat berperan penting dalam sebuah istana, ada hal juga yang pikirkan yang sama oleh Tubagus resma, tugas negara lebih penting dari apapun, walau pun nyawa taruhannya.
.
.
.
Apakan Tubagus resma bisa bersama dengan Tantri, bagaimana kelanjutannya nantikan terus ya...😘
(Bersambung)
__ADS_1