
Cerita ini mengkhususkan dimana Alingga yang sangat terobsesi kepada Ayu, perkenalan singkat antara keduanya di kampus ada sebersit ruang di hati Alingga menyimpan nama Ayu. Alingg adalah reinkarnasi Daryadana, ibundanya Alingga adalah ibunya Daryadana, yang sedari awal memang tidak menyetujui hubungan puteranya dengan Ayu.
Alingga menyadari bahwa dirinya sangat tertarik kepada Ayu entah ada sesuatu yang aneh di dalam hatinya, rasa yang dulu pernah dia rasakan, rasa yang tidak asing ada di dalam hatinya membuat jantungnya selalu berdebar ketika dia menatap wajah.
Alingga adalah reinkarnasi dari dari adanya yang tentunya dari adanya dulu pernah menyimpan rasa terhadap Kemuning, kini ia hanya bisa duduk termenung di dalam sebuah sel penjara ibunya yang terus mati-matian untuk berusaha mengeluarkan anaknya dari sana bahkan, ibundanya juga menjual beberapa aset untuk menebus sang anak, kesal dan dendam sudah tentu pastinya ibunda alingga bener-bener murka terhadap sikap Ayu yang begitu frontal dia menganggap Ayu tidak menghargai perasaan anaknya bahkan menganggap alingga bukan apa-apa di matanya.
Ayo sesekali menatap wajah Pangeran Sanjaya, wajah lelaki yang dicintainya, terbesit di hatinya dan berkata Apakah sikapnya jahat terhadap alingga dia bahkan memikirkan apa yang salah terhadap dirinya. Apa yang membuat alingga benar-benar begitu menginginkan dirinya, Ayu bahkan tidak pernah memberi harapan untuk bisa menikah dengan Alingga, saat ini yang dicintainya adalah San.
Mungkin dengan mencabut tuntutan terhadap alingga ibunda alingga tidak marah lagi terhadap dirinya, ayo gadis yang tidak enakan punya masalah sedikit atau punya salah terhadap orang lain dia paling bingung dan selalu mengucapkan kata maaf agar orang lain tidak merasa sakit hati dengan tingkahnya. berulang kali Ayah selalu meminta untuk bicara empat mata terhadap ibu alingga tapi tidak pernah diberi kesempatan untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, Ayu tidak ingin lagi dirinya dianggap seperti sampah yang hanya memanfaatkan anaknya saja.
Ditemani Tantri Ayu pergi bersama kerutan untuk menemui alingga, walau sempat mendapat penolakan tapi alingga kemudian mau bertemu dengan Ayu, tidak banyak yang Ayu bicarakan, dia hanya ingin meminta maaf atas semua kesalahpahaman yang terjadi. dan dia akan mencabut semua tuntutan asal alingga mau menandatangani sebuah perjanjian, perjanjian dimana alingga akan menjauh dari Ayu dari kehidupan mereka.
"Kamu sudah gila? aku tidak akan merelakan kamu dengannya?"
ucap alingga yang masih penuh dengan gendang dia bahkan menolak Ayu mencabut tuntutannya agar alingga tidak merasa bersalah nantinya bila dia akan kembali merebut Ayu.
Ayu sampai tidak bisa berkata apa-apa, dia hanya terdiam dan menatap mata alingga dengan penuh kebencian, lelaki yang dia pikir adalah temannya sekarang harus berubah kuburnya menjadi musuh menjadi orang yang paling aku benci saat ini.
Tantri coba menenangkan bahwa Ayu tidak bisa merubah sifat seseorang jika orang itu sendiri tidak mau merubahnya, jangankan Ayu yang hanya manusia biasa, alingga bahkan berani menghianati Tuhan dengan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan Ayu.
Setelah mereka keluar dari hutan Ayu dan Tantri berpapasan dengan ibunda alingga, beliau keluar dari mobil kemudian menghampiri Ayu Ayo melihat jelas wanita paruh baya itu membawa beberapa rantang dan tas berisi pakaian bersih, tepat berdiri di depan Ayu, ibunda alingga melepaskan kacamata hitamnya wajahnya masih sangat sangat marah kemudian, Pllaaakkkkk!!!!!
suara keras dari tamparan ibunda alingga mendarat di pipi mulus Ayu.
"Tante?????"
teriak Tantri yang kaget melihat aksi ibunda alingga.
"Dasar wanita murahan jangan sok..... lain kali aku bakal nuntut kamu"
ucap ibunda Kalingga yang kemudian berlalu melewati Ayu dan Tantri.
Ayo hanya terdiam hanya menahan air matanya untuk tidak membasahi pipinya lagi, terlalu menyakitkan apalagi mengingat akhir sempat melihat masa depannya ketika dia menikah dengan alingga, dia selalu saja menganggap rendah orang lain memandang orang lain dari status sosial pendidikan bahkan latar belakang keluarga. Ayu bukanlah gadis yang sempurna, tapi dia berhak untuk mendapatkan kebahagiaan yang sempurna yang diinginkan, dia lebih memilih berada di Siti Pangeran Sanjaya yang bukan seorang manusia. karena makhluk paling kejam di dunia ini adalah manusia dia yang mampu merusak apapun segalanya bahkan menghalalkan apapun caranya untuk memperoleh sesuatu.
.
.
.
Hari ini begitu cerah tidak disia-siakan oleh Tantri dan Ayu, mereka berencana pergi piknik ke suatu tempat bukan ke danau melainkan ke pantai, entah kenapa Pangeran Sanjaya ingin mengajak mereka ke sana, Pangeran Sanjaya ingat dia pernah bertemu Ayu di tempat yang sama di kala itu Ayu sedang berada bersama dengan alingga, dan dia menyadari bahwa ada gerbang tersembunyi di sana, gerbang yang sebelumnya Sanjaya ataupun Mpu gatma tidak pernah mengetahuinya.
Mpu gatma hanya sesekali berada di alam manusia, itu juga dikala hal itu benar-benar Genting semua aset dan semua segala sesuatu yang dia butuhkan sudah ada di alam sana, di sini hanya perumpamaan jika kita punya harta jika kita menjadi orang kaya orang akan memandang kita dengan pandangan yang sangat lebih menghormati bahkan orang yang tidak kita kenal begitu mengenal diri kita.
Karena itu kampung karena lebih suka berada dialami sendiri sepi namun hal ini tidak ada iri dengki antar manusia tidak ada perpecahan di antara satu sama lainnya bahkan tidak ada sesama orang saling mencela. Aku tidak berani berharap banyak kalau memang di sana ada gerbang dia ingin pergi ke pantai bersama dengan band yang sudah beranjak dewasa dan Arjuna yang kini telah berusia 9 tahun.
San paham betul dia juga ingin keluarganya utuh terus bersama sampai nanti maut yang memisahkan mereka, Ayo pernah terpikir Bagaimana kalau dia nanti akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya, Apakah ini bisa berkumpul dengan pangeran Sanjaya dan anak-anaknya atau Kemuning lah yang terlepas dari dirinya, dan Ayu sebagai manusia biasa kembali kepada hakikatnya nya Tuhan.
Sering terpikirkan tapi Ayu selalu berpikir positif den ayu menerima itu dalam lapang, setidaknya dia bahagia bersama dengan saat ini kalaupun nanti dia akhirnya meninggal Dia sangat rela Kemuning menggantikan posisinya, dia ingin mengirim Sanjaya dan anak-anak mereka bahagia.
Berada di bibir pantai sambil menikmati pemandangan yang ada juga bertelanjang kaki di atas pasir pantai, ini dipercaya bisa meningkatkan kreativitas, juga bisa bikin otak makin cerdas dan terhindar dari risiko demensia. banyak manfaat ketika memilih liburan di pantai.
__ADS_1
Warna biru laut dan langit, yang terkait dengan ruang terbuka dan cakrawala luas, menginspirasi ketenteraman dan ketenangan.
Warna biru laut erat kaitannya dengan nuansa tenang dan damai. Terlebih suara deburan ombaknya ternyata mampu mengaktifkan sistem saraf, sehingga membuat kita lebih rileks. Hal inilah yang Ayu rindukan setelah menjalani hari-hari yang penuh tekanan.
Suara ombak yang menenangkan dan pemandangan indah menawarkan ruang tersendiri di hati pengunjung. Pantai dapat menjadi tempat yang sempurna bagi mereka untuk menjernihkan pikiran dan menemukan gairah atau hobi baru anda.
Semua orang tahu bahwa suara laut adalah terapi untuk jiwa, suara ombak putih yang pecah di bebatuan membuat siapa saja rileks.
Ayu Tengah duduk di tepian bibir pantai, bersantai dan menikmati Angin yang meniup lembut rambutnya ditemani dengan San, mereka hanya menatap Tantri dan Tubagus Risma yang tengah berjalan jalan di pinggir pantai, Ayu dan San seperti Mak Comblang yang telah berhasil menjodohkan Tantri dan Tubagus Risma, ini adalah kencan pertama mereka di luar dari Jayanga./
"Kok aku malu ya melihat mereka?"
ucap Ayu yang kemudian mengambil minuman kaleng dari keranjang.
"Malu kenapa dek?"
"Kayak lihat aku sama mas dulu"
jawab Ayu membuat San tersenyum.
"Beda....aku lebih romantis"
celetuk San menggundang gelak tawa.
Salah satu daya tarik Pantai adalah suasana sejuk yang ditawarkan kepada setiap pengunjung yang datang. Di sekitar pantai, terdapat banyak pohon.
Pasir putih dan pemandangan batu granit di tengah pantai menjadi daya tarik lainnya saat ke Pantai. Suasananya yang relatif sepi membuat pengunjung dapat leluasa berjalan-jalan di atas pasir putih yang lembut sambil sesekali bermain-main di air yang jernih.
Tempatini juga menyediakan berbagai penginapan, resto dengan hidangan kuliner khas. Menikmati sajian khas terasa semakin nikmat sambil memandangi indahnya Pantai dengan matahari terbenam, pantai akan terasa ramai dikala musim liburan.
Ayu dan stand seperti mengulang bulan madu mereka kembali, Tantri dan Tubagus yang akan memulai bulan madu lebih awal dari pernikahan mereka.
Tantri Hanya duduk terdiam di tepi kasur sementara tuh bagus resma tengah mandi, tidak ada persiapan apapun, tapi Hal itu membuat tuh bagus resmi bersemangat, sedangkan Tantri dirinya Tengah dilanda senam jantung yang begitu kencang, membuat jantungnya seakan hendak copot.
Beda hal dengan Ayu dan son keduanya tengah menikmati Rembulan Malam di tepi pantai melalui balkon kamar mereka, pesan memeluk Ayu dari belakang, keduanya yang telah mengenakan kan pakaian handuk kimono, yang merupakan layanan dari hotel tersebut. sesekali dan membenamkan wajahnya di leher Ayu, hal itu masih membuat Ayu begitu sangat gugup wajahnya memerah hingga Ayu enggan menunjukkan wajahnya, perlahan kangen Sanjaya mulai merogoh masuk ke bagian dada, menyelinap masuk di balik handuk kimono yang berwarna biru itu.
"MAS,,,,,JANGAN DISINI"
ucap Ayu dengan tegas.
Tidak banyak berkata Sanjaya langsung menggendong Ayu masuk ke dalam kamar, merebahkan badan sang istri di atas kasur, sambil memandang wajah Ayu tangan Sanjaya melepaskan pengikat handuk itu, kemudian ia mendaratkan ciuman mesra di bibir Ayu, Seraya tangannya memegang buah dada di sebelah kiri.
Ayu begitu menikmati permainan dari suaminya, tangan Ayu tidak mau kalah, dia juga melepaskan pengikat tali handuk kimono yang di kenakan San, tangannya menjangkau banana milik San, kini wajah San turun menyusuri tubh isterinya, membenamkan di antara dua gunung kembar, tanganya juga menyusuri segitiga bermuda milik Ayu.
"Aaahhhh !!!!"
seru Ayu. Ini pertama kalinya dia mengerang dengan mengeluarkan suara.
"Sakit ya?"
Namun Ayu hanya menggelengkan kepalanya, kemudian dia terbangun, duduk di tepi ranjang, kedua tangan Ayu lincah bermain dengan banana, smbilmenatap wajah San yang memandnag dirinya, San begitu menikmati permainan dari isterinya.
Tidak lama, San menaikan badan isterinya ke atas kasur, perlahan dia mulai menindih badan Ayu, dan mulai menyematkan banana masuk kedalam egitiga bermuda ayo terus memandang wajah San ketika melakukan hal itu, keduanya seakan menikmati bulan madu mereka, kalau ini bukan pertama kalinya mereka melakukan dunia Ayu, tapi malam ini begitu spesial untuk mereka, San yang terus mendorong badannya membuat Ayu mengerang kenikmatan, sesekali Ayu menggigit bibirnya, membuat San begitu gemas, satu tangannya kemudian diletakkan di wajah ayu, membuat ayu melirik ke arah San, dengan cepat son melu*mat lidah Ayu, keduanya terus berpaacu hingga mencapai puncak.
__ADS_1
.
.
.
Keesokan paginya Ayu dan San bangun terlambat, sementara santri dan tubagus rosma hanya duduk di lantai dengan bersandar ranjang mereka, semalaman hanya dihabiskan untuk mengobrol, Tubagus resma bener-bener yakin dia akan menikahi Tantri, pantang untuk Tubagus Risma menyentuh wanita pujaannya sebelum ada ikatan pernikahan.
Tantri merasa sangat dijaga oleh Tubagus resma merasa sangat dicintai dia tidak menyangka lelaki ini sangat peduli akan Hidupnya akan dirinya yang tidak begitu sempurna untuk dia.
"Udah pagi aja,,,,,,"
ucapkan Tri yang memandang langit telah cerah.
"Pangeran pasti masih tidur"
tahu tuh bagus resma yang membuat Tantri meliriknya dan tertawa.
"ya wajar lah, kan mereka sudah menikah"
sahut Tantri sambil tertawa.
langit mulai cerah awan silih berganti menghiasi langit di pantai itu, kini saatnya Mereka pergi untuk kembali memulai aktivitas seperti biasanya, santri yang disibukkan dengan kerjaannya sebagai editor, Ayu sebagai pengrajin kue, dan malam ya mereka menyambut pasangan kekasih mereka.
Tubagus resma harus menyelesaikan beberapa tugas sampai dia bisa memutuskan pesta pernikahan, lusa tuh bagus resma akan mengajak Ben pergi berburu, dan mungkin mereka akan menginap beberapa hari, hanya Pangeran Sanjaya yang tidak ikut, Iya karena memang sudah tugas Panglima dan Senopati untuk menjadi guru untuk Ben.
.
.
.
Kali ini mereka memulai hari dengan begitu semangat Aku tidak menyangka banyak orderan gue yang datang kepada dirinya, Tuhan tidak akan pernah tidur dia tahu gimana orang yang akan benar-benar berusaha untuk mencari rezeki nya yang halal.
namun kali ini beberapa pesanan datang dari viona mantan pacar alingga.
Entah apa motifnya dia memesan begitu banyak kue kering, tapi Ayu sangat profesional dia mengungkapkan perasaan dan masa lalu yang berhubungan dengan Viona, Andri juga menawarkan diri untuk mengantar ayu, di sebuah kantor agency model tempat dimana Viona bekerja. tapi Ayu memilih lebih baik pergi sendiri, Apapun yang terjadi Ayu bisa dan Ayu yakin dia bisa menghadapi semua ini.
"Maaf....saya ingin bertemu dengan Viona"
kata Ayu yang berbicara kepada resepsionis.
"Mbak Ayu ya?
tanya gadis penerima tamu tersebut.
"Iya..."
"Ruangan mbakViona di lantai 2 sebelah kanan"
jelas si Resepsionis.
"Makasih ya mbak....."
__ADS_1
tanpa ragu Ayo pun langsung menuju ruangan lantai 2 seperti petunjuk yang diberikan oleh sang tanpa ragu Ayo pun langsung menuju ruangan lantai 2 seperti petunjuk yang diberikan oleh sang resepsionis.