Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi

Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi
SR. Memilih jalan yang salah


__ADS_3


Mahendra berniat akan pergi dari kota tersebut, sebelum pergi dia berniat membuang peti yang berisi pedang naga merah ke sebuah sungai dari atas jembatan besar.


Zrriiinggggg.....


Sebuah peti melayang di udara, Mahendra berhasil melemparkan peti ke sebuah sungai, namun tiba-tiba cuaca menjadi gelap, angin kencang menerpa badan Mahendra yang merasa aneh dan bingung.


Jdddaaaarrrr


suara kilat dengan cahaya putih di langit yang gelap, sederas itu hujan datang mengiringi, merasa aneh akan hujan yang tiba-tiba, berat di hatinya dia pun mencoba terjun ke sungai dan berusaha mencari si peti tersebut.


Byyuuuurrr


Mahendra menjatuhkan dirinya dari atas jembatan untuk mengambil pedng itu kembali, entah nekat atau apa, tentunya hatinya akan lega bila si peti sudah berhasil di dapatkannya.


.


.


.


Ayu masih memikirkan cara agar dirinya bisa pergi tanpa ketahuan, tapi dia ahru mendapatkan darah San sebagai bukti, tuuk konde yang di maksud adalah benda yang di gunakan kemuning untuk mengakhiri hidupnya, entah apa hubungannya sampai Daryadana meminta Ayu menusuk dengan benda tersebut.


"Dek...aku buka paksa pintu ini atau kamu bukain?"


sentak San yang tidak sabaran dengan sikap Ayu.


Ayu yang menyimpan tusuk konde di balik punggungnya, kemudian membuka pintu, jantung nya berdebar sangat kencang, dia akan merencanakan misi yang sangat sulit dalam hidupnya.


Kriieeetttt !!!!


perlahan Ayu membuka pintu wajahnya di sembunyikannya separuh di balik pintu, San yang masuk tidak merasa curiga, Ayu hana berdiri di pojok pintu dengan rasa takut dia tidak bisa melukai San.


"Kamu kenapa dek?"


ujar San yang memegang kedua pipi Ayu.


Ayu hanya terdiam menggelengkan kepalanya, San hanya tahu bahwa Ayu tidak suka melihat dirinya telanjang dada di depan dayang-dayang nya.

__ADS_1


"Kamu masih marah?"


tanya San kembali.


Belum menjawab bibir San langsung melu*mat bibir Ayu, mengecup lembut dengan mesra, Ayu yang terbuai memejamkan matanya, dia benar-benar tidak sanggup melukai San. Namun perkataan Daryadana seakan melekat di pikirannya, dia seakan di hantui oleha bayangan San yang gugur dalam peperangan selanjutnya.


Dia paling takut San kenapa-kenapa, dia tidak ingin San terluka, mungkin dengan sedikit pengorbanan dia, Daryadana tidak akan melukai San. Semua orang akan bahagia walau dia tidak berada bersama dengan mereka.


Kkrrrakkkk....


Ayu pun menancapkan tusuk konde dengan runcing yang tajam itu ke bekas luka di perut San, darah segar mengalir ke tangan Ayu, San hanya terdiam menahan sakit, matanya terperangah melihat aksi Ayu yang nekat.


Dengan mata berkaca-kaca, Ayu kaget melihat darah di tangannya, San yang masih sempat mengelus lembut wajah Ayu, dia juga bingung bagaimana Ayu bisa se nekat itu.


"Maafin Ayu mas..."


Ayu berlari keluar bersamaan dengan tuusk konde yang di bawanya. Terus berlari entah kemana tujuannya, dengan berderai air mata Ayu terus mnyesali perbuatannya, tapi luka itu tidak akan membuat San meninggal.


"Dek..."


San yang terjatuh tidak dapat mengejar Ayu yang berlari, paman yang merasa curiga karena Ayu berlalu begitu saja langsung menghampiri ke kamar San.


Daryadana sengaja memberikan aba-aba agar Ayu menusuk tepat di bekas luka yang diberikannya kepada San, karena disana pula titik lemah San.


.


.


.


"Pangeran...."


teriak paman yang tidak sengaja melihat San yang terkapar di lantai.


"Paman....Ayu sepertinya di pengaruhi Daryadana..."


ucap San yang di bantu paman berdiri.


Untungnya luka yang dibuat Ayu tidak begitu dalam, karena Ayu tahu dia tidak akan bisa melukai San, benar prediksi Arya, sebelumnya Arya pernah berbicara jikalau, Daryadana akan selalu mengganggu Ayu untuk melancarkan aksinya agar bisa menghancurkan Jayanaga dan Amartha.

__ADS_1


Ayu berlari sampai ke sebuah hutan yang tidak jauh dari rumah San, walau telah melukai San dia enggan memanaggil Daryadana, Ayu terus menangis mengingat dirinya bisa melukai San, bahkan dia membuang tusuk konde yang di pergunakannya menusuk San.


Arya telah di kabari tentang apa yang terjadi kepada San, begitu menyesal Bella lah yang memberikan tusuk konde tersebut kepada Ayu, Arya lekas menuju rumah San, dia juga membawa ramuan yang dia buat, untuk berjaga-jaga bila kondisi San menurun.


Luka yang dahulu sempat di sembuhkan Arya, kini kondisi San sebenarnya tidak begitu mengkhawatirkan, menurutnya itu hanya luka kecil tapi ternyata itu kelemahan San, dia tidak akan bisa melawan Daryadana bila luka itu tidak sembuh.


Di hutan yang gelap itu Ayu berdiri di sebuah tebing tinggi menghadap laut, dia mengingat semua kenangan bersama Deska, Arya, Bella dan San, tidak lupa dia juga sangat bahagia ketika dirinya bertemu dengan si mbok.


Pikiran Ayu benar-benar kalud, kenapa dia sampai mau melakukan hal tersebut, Ayu mulai memikirkan hal itu kembali, seandainya dan seandainya, tapi semua telah terjadi, Ayu tidak berani menemui San setelah apa yang di perbuatnya.


Daryadana yang merasa curiga karena Ayu tidak kunjung memanggil namanya, terpaksa dia harus keluar dari tubuh Rico dan sukmanya menghampiri Ayu, pikiran nya yang pendek, membuat dirinya yang teringat akan Kemuning, entah apakah dia akan melakukan hal yang sama mencoba membunuh dirinya sendiri.


Namun tentunya Daryadana tidak ingin itu terjadi, dia yang selama ini menunggu Kemuning, tidak akan dibuang kesempatan ini, apalagi membiarkan Ayu membunuh dirinya.


Ayu memandang lengah ke arah laut, dirinya mungkin akan tenang ketika jasadnya tidak akan ada yang tahu, dia mungkin akan sangat bahagia dengan hanya melihat San masih hidup.


Namun tiba-tiba, Daryadana datang dengan sosok aslinya, wajah yang samar itu kini benar-benar jelas Ayu melihatnya, Daryadana memegang tangan Ayu yang hendak melompat kejurang.


Tanpa berkata apa-apa, Daryadana membawa Ayu untuk melihat impian kecil yang selalu di nantinya, di balik semua pintu dunia yang di ciptakannya, Ayu dapat melihat impian Daryadana.


Hidup dengan bahagia dengan cintanya kepada Kemuning, Cinta yang berbalas, entah apa yang membuat Daryadana bisa merasakan cinta kepada Ayu, dia bahkan membawa Ayu jauh masuk kedunia impiannya. Ayu yang kemudian terbuai di pelukan Daryadana, sembari dia bermimpi.


Sedangkan Arya yang baru datang segera menyembuhkan San yang terluka, entah bagaimana Daryadana bisa mempengaruhi otak Ayu, karena dia pikir pagar yang dibuat mereka, tidak akan bisa di tembus Daryadana, hal itu memang tidak bisa membuat Daryadana menghampiri Ayu tapi kenyataannya, Daryadana masih leluasa bekomunikasi dengan Ayu.


Setelah sekian lama ternyata keuatan Daryadana semakin menguat, di tambah beberapa ritual yang di lakukan mbah Ndimun yang membuat Daryadana semakin kuat, seperti wangsit, mbah Ndimun melakukan hal tersebut atas perintah sang kakek buyut yang merupakan guru dari Daryadana.



(Visual Daryadana)


.


.


.


Bagaimana kah nasib Ayu?


Nantikan terus ya caba 🥰

__ADS_1



__ADS_2