
Pangeran Daryadana adalah seorang pewaris kerajaan Sangkapura, sikapnya keras, berlagak seperti seorang ksatria namun hatinya mudah sekali terpengaruh dan di hasut oleh ibunya. Tidak mau mengalah dan selalu merasa dirinya hebat, apapun yang dia mau selalu terkabulkan, Daryadana sedari kecil sudah terbiasa di manja oleh orang tuanya.
Walau licik Daryadana tidak bisa membantah perkataan sang ibunda, ibunda Daryadana juga terkenal sebagai ratu yang kejam, bahkan dia juga merestui Daryadana ketika tahu anaknya berencana menculik puteri Kirana, Daryadana sangat tertarik dengan puteri Kirana, berbagai macam cara dia lakukan untuk mendapatkan Kirana. Sampai suatu hari Kirana berhasil di perkosa oleh Daryadana.
Bahkan sempat bertarung dengan Bramasena, yang tidak terima dengan perlakuan Daryadana, dia sempat mendapatkan luka serius dari Bramasena, hingga sang guru yang bernama Batara menolong pangeran Daryadana.
(kisah nya bisa di baca di novel "Kirana" bab 9)
Hampir setiap bertemu dengan wanita cantik dia mengambil paksa dan di jadikan isteri olehnya, bahkan dia tidak pernah memperlakukan wanita semua dengan baik, semua wanita di penjarakan, sang ibu lah yang berperan dalam memilih wanita untuk anaknya, semua di anggapnya hanya penghibur di kala Daryadana butuh cinta, setelah selesai memuaskan anaknya, agar para wanita yang di tiduri anaknya tidak hamil, sang ibunda memerintahkan untuk membunuh para wanita tersebut.
Pertemuan Sanjaya dengan Daryadana memang pertama kali saat Daryadana menghadiri undagan raja Surapha di pernikahan Sanjaya. Namun sikap nya yang arogan, pembuat onar, marah melihat puteri Kirana yang telah menikah dengan pangeran Rendra, tidak terima, akhirnya Daryadana di usir oleh raja Surapha.
"Lihat saja Kalian...akan ku hancurkan Jayanaga beserta Amartha"
ucap Daryadana di depan semua orang, penuh amarah ketika di usir oleh pengawal Jayanaga.
Setelah kejadian itu, pangeran Daryadana bertekat mengalahkan kerajaan Jayanaga dan Amartha, dia menyatakan perang, dendam dan rasa iri hati kepada kedua kerajaan yang damai itu membuat Daryadana muak, di tambah lagi dendam di masa lampau kepada puteri Kirana.
Setiap hari dirinya berlatih, hari berganti, bulan berlalu, sudah 5 tahun setelah kejadian itu, kini tinggal menunggu ilmu terakhir sempurna lah ilmu pangeran Daryadana.
Selain itu gurunya Batara membuatkan ramuan khusus untuk Daryadana bertambah kuat, serta sang guru memberikan sebuah pusaka yang berupa kapak.
Sedangkan Bramasena, yang bertolak ke timur, bukan karena memperdalam ilmu pengobatan, melainkan untuk bertapa sesuai dengan arahan mendiang ayahnya yang memberikan wangsit kepada Bramasena.
Bramasena pergi kesebuah goa yang terdapat anak sungai, tepat di tengah-tengah sungai ada batu besar, disanalah Bramasena bertapa menyempurnakan ilmunya.
...💞💞💞...
Berlanjut ke istana Jayanaga, Kemuning berjalan santai dengan pangeran Sanjaya, melewati sebuah pasar, sampai mereka tiba di suatu tepi danau. Hanya duduk dan menikmati pemandangan, sepi dan hening hanya ada mereka berdua, menikmati angin yang sepoi-sepoi.
Sorenya mereka kembali ke istana, bertemu dengan pangeran Rendra yang juga selesai latihan.
"Rendra...."
panggil Sanjaya yang melihat pangeran Rendra pergi melewatinya.
"Ada apa kakanda...?"
"Bisa kita bicara sebentar"
__ADS_1
pinta Sanjaya.
Kemuning hanya tertunduk, dia bahkan tidak berani menatap pangeran Rendra.
"Mas...kemuning balik ke kamar duluan"
Kemuning yang kemudian berlalu.
"Iya dek..."
Mereka pun berjalan beriringan menuju pendopo yang berada di tengah kolam, Rendra sedikit lebih pendiam dari pada biasanya, pangeran Sanjaya merasa aneh akan sikap Rendra yang biasanya ceria, sekarang jauh lebih dingin.
"Aku minta tolong, besok aku akan berburu, kamu mau antarkan Kemuning ke Amartha?"
Rendra pun sejenak melalum, pikirnya membayangkan dirinya akan pergi ke Amartha, ke tempat tinggalnya puteri Kirana,Rendra takut bila Kirana akan ikut dan tidak mau di ajak kembali ke Jayanaga.
"Tapi kakanda..."
"Tapi kenapa Rendra?"
"Tidak...baiklah aku akan mengantarnya"
ucap pangeran Rendra yang tersenyum.
Tanpa berpikir akan sesuatu pangeran Sanjaya tidak merasa curiga karena adiknya menaruh hati kepada Kemuning.
...💞💞💞...
"Ibunda, boleh ijin kan Kemuning ikut mas San?"
"Kemana?"
"Jadi Kemuning ikut sampai arah Amartha, setelah itu Kemuning ingin bertemu mbok"
jelas Kemuning m, Kirana yang mendengar ingin ikut tapi kondisi dia yang sedang hamil muda pasti tidak akan boleh.
"Tidak akan lama bunda"
sahut Sanjaya.
"Iya sudah, salam ya Ning sama mbok dan anggota kerajaan lainnya"
"Iya bunda...."
__ADS_1
Kirana hanya tertunduk, rasa rindu, rasa kesal dan marah hanya bisa di pendam olehnya.
"Puteri Kirana, saya akan ajak ibunda ratu dan raja datang ke sini"
kata Kemuning yang membuat Kirana terharu.
"Terimakasih Kemuning"
sahut Kirana yang sudah mulai sumringah.
"Nanti...pangeran Rendra yang akan mengantar mu dek!"
jelas lagi Sanjaya.
Seketika wajah Kemuning, ibunda ratu dan Kirana tercengang, Kemuning merasa kecewa dengan sikap Sanjaya yang tidak bertanya terlebih dahulu kepadanya.
"Kebetulan, ayah dan senopati Wirakha sedang ada urusan"
tambah Sanjaya.
Tidak juga menyahut Kemuning terdiam, bagaimana memberitahu Sanjaya tentang adiknya, tidak mungkin dia akan melakukan hal itu, Kemuning tidak ingin persaudaraan mereka hancur karena dirinya.
...💞💞💞...
Selesai makan malam, Kemuning terdiam di dalam kamar sambil menyiapkan pakaian yang akan di pakai Sanjaya.
"Dek..."
panggil Sanjaya yang melihat Kemuning terlihat cemberut.
"Iya mas..."
"Tidak apa-apa kan kalau Rendra yang mengantar mu?"
"Iya mas..."
Kemuning pun bergegas tidur karena besok dia akan pergi di oagi buta, sedikit kesal namun Kemuning berpikir ya sudahlah, semoga pangeran Rendra tidak bicara hal aneh.
Hampir seminggu pangeran Rendra tidak pernah tidur dan masuk ke kamar nya dan Kirana, sampai Kirana bicara siapa nama pria yang di cintainya. Rendra yang sangat kekeh ingin mengetahui nama pria yang di cintai Kirana.
Namun di hati Rendra bukan jawaban itu yang sedang di pikirkan nya, rasa di hatinya untuk Kirana sirna, kini di hatinya masih sama terukir nama Kemuning.
...💞💞💞...
__ADS_1
Nantikan kisah selanjutnya ya...