
...❤️❤️❤️...
Beberapa bulan berlalu, puteri Kirana melahirkan bayi perempuan yang sangat cantik, mereka memberi nama Kahiyang yang berarti anak kesanyangan. Bayi cantik itu menambah rada bahagia Kirana dan Bramasena.
Hari itu pun tiba, hari pernikahan Bramasena dan Kirana, Kerajaan Jayanaga juga datang sebagai tamu undagan, sekaligus menjenguk cucu mereka.
Sorak porak rakyat menari-nari, memberikan rasa hormat kepada kedua mempelai yang berbahagia. Sementara para ratu tengah asyik bergantian menggendong cucu perempuan itu.
Semua larut dalam kebahagian, mbok juga sudah bisa tersenyum kembali, mbok juga membantu puteri Kirana membantu merawat Bima dan Kahiyang.
"Selamat Bramasena, puteri Kirana"
Raja Surapha memberikan selamat kepada kedua mempelai.
"Terimakasih sudah mau datang"
"Maafkan Kirana ayah handa"
"Ini bukan salah mu, mungkin ini sudah jadi jalan Nya"
ucap sang raja.
.......💞💞💞......
Hari-hari berlalu, tidak terasa sudah 6 tahun Bramasena dan Kirana menikah, Bima dan Kahiyang tumbuh menjadi anak yang ganteng dan cantik, setiap hari mereka bersama sang ayah di latih berburu, mulai memanah, berlatih pedang.
Mereka berempat kadang menghabiskan waktu di bungalow paling timur yang terdapat kolam teratai, membakar ikan menjadi kegiatan paling anak-anak suka.
Sedangkan di istana Amartha, raja Kahayang akan memberikan gelar raja kepada Bramasena, Bramasena yang akan mengurus segala urusan kerajaan, sudah saatnya sang raja istirahat.
Namun hal itu tidak di setujui oleh ratu Dewi, entah ada apa dengan Bramasena sehingga ratu begitu membencinya, apa hanya karena Bramasena anak seorang tabib?
"Pokok nya adinda tidak setuju kakanda..."
ungkap sang ratu.
"Ada apa adinda, Bramasena lelaki yang bisa di percaya, siapa penerus ku kalau bukan dia?"
__ADS_1
raja Kahiyang yang memberikan penjelasan kepada isterinya.
"Tetap saja, Bramasena tidak mempunyai latar belakang seperti kita"
"Sudahlah adinda, keputusan ku sudah bulat"
Bingung bagaimana menghentikan penobatan itu, Ratu Dewi tidak ingin singgasana di duduki oleh Bramasena.
Hal itu justru membutakan Ratu Dewi, melakukan berbagai cara agar Bramasena gagal menjadi raja, salah satunya meracuni Bramasena.
Entah dari mana racun itu berasal, namun dengan sengaja ratu Dewi mencampur racun tersebut ke dalam sebuah minuman, jamu yang setiap hari biasanya dia minum, tidak ada rasa curiga, karena itu Bramasena dengan santai meminum ramuan itu.
Ramuan itu tidak langsung bekerja, butuh waktu sampai beberapa jam agar racun bekerja dengan optimal. Malam ketika mereka tidur, Bramasena merasa sangat panas d tenggorokan dan dadanya, dia terus batuk-batuk, hingga membangunkan Kirana.
"Uhuhhhkkkk...uhhuhhhkkk"
"Ada apa mas?"
tanya Kirana yang terbangun.
Bramasena tidak dapat menjawab, karena tenggorokannya terasa terbakar, dia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, Kirana yang panik segera memanggil dayang. Bramasena terus batuk hingga mengeluarkan darah dari mulutnya.
Nafasnya menjadi sesak, kepalanya berat seperti berputar, tapi dia harus mengambil air untuk minum, Bramasena bangun dengan keadaan mulut terus berdarah dan batuk-batuk.
Bramasena tumbang jatuh ke lantai, dia juga manusia bila di racun akan meninggal, Bramasena menghembuskan nafas terakhirnya dengan cara tragis.
"Mas Bramm....."
teriak Kirana melihat Bramasena tersungkur di lantai.
Tidak dapat membayangkan, Kirana membalikan badan Bramasena, wajah nya penuh darah yang keluar dari mulut dan hidung, badanya seakan panas memerah.
"Mas....bangun mas...bangun"
lirih Kirana.
Semua dayang datang di barengi raja dan ratu yang mendengar teriakan Kirana.
"Ada apa puteri ku?"
tanya sang raja yang menghampiri.
"Mas Bramasena ayah"
__ADS_1
lirih Kirana tidak dapat berkata apa-apa.
"Astaga....sabar puteri ku, Bramasena telah tiada"
ucap sang raja yang memeriksa denyut nadi Bramasena telah tiada.
"Ayah...."
teriak Bima dan Kahiyang yang tiba-tiba masuk.
......💞💞💞......
Kirana tidak akan pernah menyangka bahwa dirinya akan menjada dua kali, semenjak kepergian Bramasena, Kirana selalu mengurung diri di kamarnya, sesekali keluar pun karena anak-anak yang meminta.
Bahkan tidak ada pikirannya untuk menikah lagi, janji di dalam dirinya bahwa dia akan menunggu Bramasena kembali, walau harus menunggu seribu tahun lamanya.
🌸
🌸
🌸
🌸
🌸
Ekstra part selesai....
Jadi memang sedikit yang aku ketahui, karena gak bisa croscek dan gak bisa komunikasi dengan Bramasena nya, jadi aku nulis inti-intinya saja, semoga bisa di pahami ya ❤️
Tenang aja kok, ada episode lanjutan setelah mereka bereinkarnasi.
Ditunggu ya....
Mampir juga juga di karya ku yang pertama.
__ADS_1