
Suasana di puncak sangat dingin malam hari, Ayu juga sempat menyalakan perapian, agar ruangan mereka menjadi hangat, merrka memutuskan untuk bersantai selepas makan malam di gazebo belakang rumah.
Malam itu langit cerah dengan di penuhi bintang-bintang, angin malam seakan menemani keberadaan mereka, Ayu yang sibuk melihat tempat wisata terdekat dengan villa yang akan merrka datangi esok hari.
Sedangkan San yang membaca buku sesekali melirik sang isteri yang terlihat serius, San bingung bagaimana mengajak sang isteri agar mau berhubungan dengannya.
"Dek...."
"Hmmm"
"Kamu enggak nafsu apa sama mas?"
tanya San yang menutup bukunya.
"Nafsu"
⁰"Berarti boleh ya...."
"Belum siap"
ujar Ayu dengan tegas.
Kesal karena jawabanya selalu sama, San langsung masuk ke dalam rumah tanpa bertanya apa-apa lagi, Ayu yang melirik hanya tersenyum melihat tingkah lucu si suami.
Ayu kemudian menyusul dan memeluk suaminya dari belakang.
"Aku akan mencoba mas"
ujar Ayu dengan senyum.
San membalikan badannya,dia memeluk hangat sang isteri, dia mengerti dan paham apa yang Ayu rasakan, setidaknya San telah memiliki Ayu seutuhnya.
Angin malam kian menyapa masuk melalui celah vetilasi, menyelimuti dingin kamar mereka malam itu, Ayu terbangun bukan karena mimpi buruk, dia terbangun karena di rasa suhu udara yang dingin itu mulai membuatnya tidak nyaman.
San yang selalu tidur tidak megenakan pakaian, merebahkan badan dengan satu tangannya di letakan tepat d belakang kepalanya, Ayu beranjak ke kasur sang suami dan memeluk hangat badan San.
"Kenapa dek?"
San yang terbangun kaget, melihat Ayu yang tiba-tiba datang dan memeluknya.
"Dingin..."
ujar Ayu yang kembali memejamkan matanya.
San berbalik dan merangkul sang isteri menyelimuti dan membelai Ayu, tapi namanya cowok, San mulai menggoda Ayu dengan memberikan ciuman mesra di bibir Ayu, cup !!!!
San mendaratkan ciuman lembut di bibir Ayu, dia bahkan membiarkan nya menempel enggan melepaskannya.
Ayu perlahan tersadar daro tidurnya, bibir kenyal San berada di mulutnya, Ayu yang tiba-tiba saja melu*mat bibir San, entah apa yang di pikirkan Ayu, tapi naluri seseorang yang memiliki nafsu, apalagi di lakukan oleh orang yang kita sayang.
__ADS_1
Tentunya nafasu itu akan datang, Ayu terus memainkan bibirnya dengan mata terpejam, memberikan ciuman yang membuat San sangat bergairah.
Tangannya kini mulai merangkul pinggang ramping Ayu, perlahan tangan nya masuk diantara celah bawah baju menarik lembut kaos putih yang di kenakan Ayu, tampak terlihat perut yang sedikit membuncit karena lemak itu, pusar Ayu yang kecil warna kuning langsat, tangan San terus merabaha sampai di akhir dia menemukan gunung kembar yang terbungkus kain dengan renda berwarna maron.
Ayu seakan hafal bagain tubuh San yang sangat sensitiv, Ayu mulai mendaratkan ciuman di leher San, entah kenapa San sanat menyukainya, padahal hal itu membuat dia merinding dan merasakan geli, Ayu mengambil alih permainan, tangannya kini mulai menapaki badan atletis San.
Seraya Ayu melepaskan kaos yang di kenakannya, San dapat melihat rambut Ayu yang terlihat acak-acakan membuatnya semakin terlihat seksi. San melanjutkan mengecup bibir pink Ayu, tangannya kini meraih pengait br*a.
Ayu yang terlihat imut dan manis, merubah imagenya menjadi seksi dan nakal, bibir mereka terus beradu, lidah saling menyapa, kecupan San kini mulai turun ke daerah sensitif, lidahnya dengan lihai memainkan puncak gunung berwarna merah jambu.
Tubuhnya mengeliyang ke gelian, matanya terpejam menikmati sentuhan sang suami, tanganya kini mulai menjelajahi bagian bawah perut, perlahan celana yang di kenakan dang isteri mulai di lepaskannya.
San mendaratkan kecupan kembali di paha sang isteri, Ayu tersadar dan membuka matanya, dia segera bangun dan mengisyaratkan agar San tidak mencium bagian pahanya.
"Kenapa?"
bisik San di kuping Ayu.
Ayu hanya menggelengkan kepalanya, perlahan Ayu menarik tangan San untuk menentukan posisi San di atas tubuhnya.
Ayu mengecup bibir San, kedua tangannya menyilang di leher San, kemudian San perlahan melepaskan celananya, tangannya juga menyentuh lembut segitiga bermuda milik Ayu.
Dirasa cukup, San mulai melancarkan aksinya, mereka melabuhkan malam pengantin di villa itu, tubuh sang isteri yang kecil dan ramping sangat mudah untuk San menukar beberapa posisi bercin*ta mereka.
Paling di sukai posisi di mana Ayu duduk di panggakuannya, tangan di pundak San mata yang terpejam, naik turun dengan ritme dan rintihan pelan dari bibir tipis Ayu, tangan San yang kanan meremas pelan gunung kenyal, tangan satunya merangkul pinggang sang isteri.
Keduanya benar-benar jatuh, jatuh dalam lembah kenikmatan, Ayu mengerang kenikmatan, masih memejamkan matanya dan memeluk San, begitu sebaliknya.
.
.
.
Ayu bermimpi sedang bersantai di sebuah tempat dan meakan buah pisang ambon, dia yang melihat dirinya makan buanh pisang, dengan gaya yang tidak wajar, nakal dan menggoda.
Kaget akan mimpi yang membagongkan, Ayu bangun dan menyadari dia masih berada di pelukan San, tubuh San yang bidang, mata yang masih terpejam.
Ayu tidak menyangka dia benar-benar bisa melakukan hal.tersebut dengan seseorang.
"Aku sayang kamu !!!"
bisik Ayu yang kemudian membangunkan San.
"Mas juga sayang kamu dek!!!"
balas San yang kemudian mendaratkan ciuman di pipi sang isteri.
"Udah aah,,, mandi terus sarapan"
ujar Ayu yang kemudian bangun dan berjalan ke kamar mandi tanpa berpakaian.
__ADS_1
Di ikuti San dari belakang, ronde kedua pun di mulai, (Harap maklum ya reader, namanya pengantin baru awokwok 😂🤭).
.
.
.
Dilain tempat Deska bersama Tantri tengah menunggu seorang anak lekaki yang lucu dan ganteng, Tantri memberinya nama Ben. Dia yatim piatu, namun Ben adalah anak antara manusia yang menikah dengan bangsa seperti San atau pun Bella.
Deska yang memang suka anak kecil, bahkan mau merawatnya, sikapnya yang lucu dan paling suka dengan susu putih, entah bagaimana dia bisa berada di sekitaran tempat usaha Deska.
Deska sempat mengira dia adalah tuyul atau sejenis bangsa jin lainnya, tapi ternyata dia sama seperti anak pada umunya, beberapa minggu ini makanan yang ada di caffe kadang-kadang ilang, setelah di selidiki ada anak lelaki yang menyelinap masuk dan tidur d caffe dia.
"Bagaimana seumuran dia bisa berada si sini ka?"
tanya Deska keoada Tantri.
"Biasanya dia akan mengikuti ibunya yang merupakan manusia biasa dan terpisah karena dia bermain atau melihat sesuatu yang unik"
jelas Tantri.
"Ehmm....dia enggak kayak tuyul atau apapun itu?"
"Dia sama kek kita, manusia juga tapi dia abadi"
ujar Tantri.
"Malam ini ikut kakak ya?"
ujar Tantri membujuk Ben untuk ikut.
"Ada susu gak ka?"
tanya Ben dengan polosnya.
"Ada...banyak malah"
sahut Tantri.
Akhirnya Ben bersedia ikut dengan Tantri kerumahnya, caffe kembali aman, tamu-tamu tidak perlu lagi takut.
(Yuk yang kepo ceritanya si Ben bisa di baca di "PERSAHABATAN DUNIA LAIN" ep. Ben)
.
.
.
__ADS_1
(Bersambung)