Kontrak Nikah

Kontrak Nikah
Part 10


__ADS_3

Kania sudah mandi dan rapi dia pergi kedapur untuk memasak makan malam untuk nya, karna selama ini dia selalu memasak saja.


Tiba-tiba Arga datang menghampiri nya dia berdiri di belakang Kania sambil bersandar di dekat kulkas.


"Kania kamu marah sama aku?" tanya Arga pura-pura bego.


Membuat Kania tersenyum sinis, dia benar-benar tak habis pikir dengan pria di belakang nya ini apa dia tidak punya hati pikir nya.


Ya marah lah mana mungkin seorang istri gak marah liat suami nya sedang mesra-mesraan dengan pacarnya,walau pun tak ada cinta diantara mereka namun Kania benar-benar kesal kenapa Arga gak ajak wanita itu pergi saja kenapa harus di rumah ini.


Memang di sini Kania yang salah karna telah menikahi pria yang mencintai wanita lain, namun jangan salahkan dia karna dia pun terpaksa kalo bukan demi keselamatan ibu nya mana mungkin dia mau menikah.


Kania pura-pura tegar dia pun tersenyum menatap suami nya itu."Kenapa aku harus marah gak ada hak bagiku marah sama kalian di sini kan aku yang jadi orang ketiga, jadi lupakan saja anggap aku tak melihat kalian," ujar nya dan melanjutkan lagi memasak.


Ada rasa tak enak dalam hati Arga mendengar pengakuan Kania, entah kenapa dia tidak suka Kania berkata seperti itu.


"Aku minta maaf Kania," ujar nya sedikit tidak enak dia tahu dia salah namun dia juga tidak tahu kalo Sita akan datang kesana dia juga tidak tahu kalo Sita tahu rumah nya.


Sita tadi datang kesana sendiri naik taxi dia sengaja mengikuti Arga saat pulang kantor karna sudah beberapa hari ini Arga tidak bisa di hubungi jadi dia nekat mencari tahu rumah nya.


Keadaan hubungan mereka memang sedang tidak baik apalagi Arga curiga kalo Sita mempunyai pacar lain di belakang nya.


"Tak masalah lupakan saja aku tidak mau tahu urusan kalian dan aku tidak peduli," jawabnya sedangkan Arga hanya tersenyum kecut mendengar perkataan Kania.


Dia tidak tahu kenapa perasaan nya sedikit menghangat walau pun hanya bertatap muka saja, Arga mengakui kalo Kania adalah wanita yang cantik dan mandiri namun dia gengsi mengatakan itu.


"Kamu jangan salah paham ya aku tidak mengajak nya kesini namun dia sendiri yang datang aku juga sudah mengusir nya namun dia malah duduk di pangkuan ku," jelas nya.

__ADS_1


Kania pun terkekeh mendengar nya untuk apa Arga menjelaskan nya toh hubungan mereka juga tidak baik-baik saja, hanya tinggal menunggu waktu saja yang pas mereka akan segera berpisah.


"Makan lah maaf kalo masakan ku tidak enak di lidah kamu, aku tidak mau mempermasalahkan nya karna itu bukan urusan ku," lanjut Kania mengambil kan Arga satu piring nasi dan juga lauk nya.


Setelah itu dia mengambil untuk diri nya sendiri, Kania nampak santai seperti tak ada beban.


Berbeda dengan Arga dia nampak begitu menyesal karna tidak bisa menjaga kesucian rumah tangga nya, harus nya dia menunggu sampai hari perpisahan itu berakhir karna Kania pun sama seperti dirinya sama-sama korban.


Arga pun makan dengan lahap, ternyata istri nya itu pintar masak ya walau pun cuma makanan sederhana namun lumayan pas di lidah nya.


Baru kali ini dia makan dengan lahap walau pun cuma dengan lauk seadanya, sedangkan Kania nampak senang karna Arga mau makan malam dengan menu seadanya.


Setelah itu Kania membereskan meja dan mencuci piring bekas makan mereka setelah itu dia bergegas masuk kedalam kamar nya karna sudah malas kalo nanti Arga berbicara lagi padanya.


Kania mengambil ponsel nya dan melihat pesan yang di kirimkan oleh sahabat nya Vania.


[Kania besok ikut gue yuk liburan ke puncak, gue tahu loe pasti lelah terus-terusan kerja]


[Kania bales dong loe belum tidur kan 😡]


Dan banyak lagi pesan yang Vania kirim pada nya, dia pun hanya terkekeh dan langsung membalas pesan itu.


[Oke gue ikut, jemput gue di tempat biasa]~ dan langsung centang biru.


Membuat Kania terkekeh ternyata sahabatnya itu sangat menunggu balasan dari nya.


[👌😘] Vani langusung membalas nya lagi.

__ADS_1


Dia menggelengkan kepala nya melihat pesan balasan dari Vani.


Kania akan menunggu nya di jalan cagak dekat rumah bu Aisyah, gak mungkin kan dia bilang kalo udah pindah rumah kepada Vani bisa curiga nanti dia lebih parah nya lagi gimana kalo Vani ingin main ke sana.


.


Keesokan hari nya Kania nampak sudah siap, dia membawa tas di punggung nya satu stel baju di bawa nya juga baju tidur dan beberapa perlengkapan lain nya karna mereka berencana menginap di sana.


Hari sabtu Kania libur mengajar begitu pun dengan Arga dan pagi ini dia terlihat baru saja selesai berolah raga,karna dia pagi-pagi sudah berkeringat.


Lantas Kania pun minta izin sebelum pergi."Aku izin ya mau liburan sama temen ku kepuncak, nanti kalo mama tanya bilang aja aku ke rumah bu Aisyah ada keperluan," ujar nya membenarkan tali sepatu nya.


"Loh kok mendadak bukannya kita mau nginap di rumah mama malam ini?" tanya Arga heran, kenapa Kania seenak nya saja pikirnya.


Kania pun mencaritakan kalo kemarin ibu mertua nya itu menelpon nya beliau ada acara dengan ayah mertua nya di luar kota jadi mau tak mau mereka membatalkan makan malam itu.


Arya nampak menahan kesal."Kenapa mama tidak menelpon ku malah nelpon kamu?" ujarnya mengguyar rambut nya dia benar-benar kesal dengan Mama Maya yang malah memberi tahu Kania.


"Mama bilang kamu sibuk dan gak angkat telpon mama," jawab nya, Kania tidak peduli Arga mau marah atau pun apa yang peting dia bisa berangkat ke puncak hari ini.


Arga pun mengingat kemarin memang mama nya menelpon namun dia banyak sekali pekarjaan jadi tidak sempat memegang ponsel.


"Ya sudah aku pergi ya, selamat bersenang-senang aku tahu kamu butuh waktu berdua dengan pacar mu," ujar Kania seolah mengejek dan membuat Arga menatap nya tajam namun Kania tidak menghirau kan nya dia hanya terkekeh pelan.


Kania pun pergi meninggalkan nya sendiri yang sedari tadi menggerutu gak jelas. Kania segera keluar dari gerbang dan langsung naik taxi yang di pesan nya, sedangkan Arga nampak mengepalkan tangan nya.


'Sial kenapa aku tak tenang melihat dia pergi atau jangan-jangan dia pergi dengan pacar nya.' gumannya.

__ADS_1


Arga pun mengambil kunci mobil dan dompet nya di atas meja dan lari ke luar mengunci rumah nya dan menyalakan mobil nya menyusul Kania.


Dia tidak mau kalo Kania bisa bebas jalan-jalan sedangkan diri nya hanya diam saja di rumah


__ADS_2