
"Sayang bangun sudah siang," ucap Arga mengelus wajah cantik istrinya itu dia sangat menikmati keindahan yang Tuhan ciptakan untuknya.
"Hmmm bentar By masih ngantuk," jawab sambil mendusel-dusel dada suaminya yang tidak terbalut apa-apa.
Sudah menjadi kebiasaan Kania dia sangat suka memeluk dada bidang suami nya itu.
"Sayang jangan menggoda, kalo sudah bangun dia susah tidurnya apa kamu masih mau nambah?" candanya membuat Kania membuka kedua matanya.
"Apaan sih by jangan becanda ahh aku masih ngantuk, semalam kamu bikin aku begadang," ucap nya manja.
"Ya sudah kamu tidur lagi ya aku ada metting pagi," ungkap nya sambil mencium kening istrinya itu lalu mencium bibir nya sebantar.
Arga pun terbangun saat melihat Kania menarik selimut menutupi tubuhnya dia kembali memejamkan matanya sedangkan Arga segera masuk kedalam kamar mandi.
Setelah metting Arga berencana ke kantor Papa nya dia akan membantu masalah Papa nya semoga saja semua nya cepat mendapat jalan keluar.
Sebelum berangkat Arga menyiapkan roti panggang dan juga susu hamil untuk istrinya yang kembali tidur,memang selama hamil Kania sedikit manja dan juga malas tidak seperti biasanya yang akan bangun pagi dan bikin sarapan.
Sekarang Arga lah yang menyiapkan sarapan untuk istrinya itu, untung saja kehamilan Kania tidak di dasari dengan muntah di pagi hari sehingga Arga bisa meninggalkan istrinya dengan tenang.
"By kamu sudah siap?" tanya Kania menyandarkan tubuhnya di ranjang.
"Iya sayang, kamu jangan lupa sarapan ya aku sudah siapkan sarapan untukmu dan jangan lupa minum susu mu,jangan lakukan apapun bila kamu malas biar nanti aku suruh Mama kirim art kesini untuk membersihkan rumah."
Kania pun tersenyum mendengar nya, suami nya selalu saja memanjakan nya padalah cuma hamil bukan sakit.
"Tapi by-"
Cup
Arga langsung mengecup bibir istrinya itu sekilas."Gak usah protes aku harus berangkat sekarang."
Kania pun mengantupkan bibir nya."Udah gak usah cemberut,nanti kalo kamu menginginkan sesuatu telpon saja ya aku akan berusaha ada untukmu dan mencari apapun keinginan kamu," ucapnya membuat Kania tersenyum.
Lalu dia memberanikan diri mencium bibir suami nya, Arga yang awal nya kaget pun membalas ciuman itu hingga Kania kehabisan nafas.
"Kamu tuh ya-"
__ADS_1
"Siapa yang mulai hmm? kalo saja aku tidak ada metting aku pasti akan memakan mu," ucap nya membuat Kania susah payah menelan silvanya.
"Aku berangkat ya sayang miss you cantik," ucap nya mengecuk kening istrinya.
Kania pun mencium tangan suaminya."Hati-hati by jangan ngebut bawa mobilnya."
"Iya sayang," jawab nya mengelus rambut Kania.
Arga pun akhirnya berangkat kerja sedangkan Kania baru ingat kalo dia belum cerita tentang Sita dan Om Farhan dia benar-benar lupa.
"Apa Vani belum tahu ya kelakuan ayahnya, aku benar-benar tidak membayangkan apa yang akan terjadi jika Vani tahu semua ini," gumannya.
***
Pagi sekali Pak Farhan sudah pergi ke kantor dia harus menyelidiki dimana Vani berada dia tidak mau Vani menemui ibunya dan menceritakan semua nya.
"Mona cari tahu dimana nona Vani berada yang ku dengar terakhit di sedang mengerjakan proyek di luar kota," ucap nya meminta tolong kepada sekertaris nya agar bisa melacak dimana Vani sekarang.
"Baik Pak ada lagi yang harus saya kerjakan?"
"Tidak ada, cukup kamu cari tahu saja dimana dia selama ini."
Mona pun menyelesai kan apa yang di perintahkan oleh Pak Farhan meski dalam hatinya terus bertanya namun dia tidak berani bertanya apa yang sebenarnya terjadi antara anak dan ayah itu.
"Nona Vani memang keluar kota satu bulan yang lalu tapi cuma sebentar dan sampai saat ini nona belum kembali ke tempat itu Nona menyerahkan semua urusan nya di sana kepada Mas Ardi," ucap nya menjelasakan kepada Farhan namun atasan nya itu malah diam.
"Benar dugaan ku ternyata Vani membohongi kami semua, sebenarnya apa yang dia lakukan sehingga berbobong seperti itu," batinnya.
"Apa anda baik-baik saja Pak?"
Farhan pun tersadar dari lamunannya."Saya baik-baik saja."
"Kalo sudah tidak ada lagi yang di perlukan saya permisi dulu," ucap Mona dan Farhan pun menganganggukan kepalanya.
Mona pun keluar dari ruang kerja Farhan lalu dia kembali melanjutkan pekerjaannya sambil terus menggerutu.
"Kenapa kamu seperti nya kesal sekali?" tanya Fadly seperti nya dia ingin bertemu dengan ayahnya.
__ADS_1
"Entah lah aku bingung dengan keluarga kalian kenapa apa ayah dengan anak jarang berkomunikasi?" tanya Mona penasaran.
"Maksudnya?"
Mona pun menceritakan semua nya kepada Fadly dan itu membuat Fadly bingung kenapa dengan ayah dan adik nya itu, setahu nya dulu Vani sangat dekat sekali dengan ayah nya namun sekarang apa yang terjadi?
Fadly pun mengurungkan niat nya bertemu dengan Farhan, dia malah kembali lagi membuat Mona menggelengkan kepala nya.
"Anak sama Bapak sama-sama membuat ku pusing," gumannya.
Sedangkan Fadly terus menghubungi Vani namun gadis itu tidak mengangkatnya.
"Kemana anak itu tidak seperti biasanya, terus kenapa dia berbohong beberapa hari yang lalu dia mangatakan masih di luar kota tapi kenapa tadi Mona berkata seperti itu," batinnya.
Sedangkan Vani sendiri baru saja selesai sarapan dia mengambil ponselnya yang tergeletak di atas nakas.
10 Panggilan tidak terjawab.
"Kak Fadly? tumben dia menghibungiku sebanyak ini," gumannya.
Vani pun menghubungi balik kakak nya dia takut kalo ada yang penting untung saja Fadly langsung mengangkat nya.
(Hallo Van kamu dimana?)
(Aku .. aku di apartemant) jawab nya sedikit terbata, memang benar bukan dia di apartemant.
(Jawab jujur Van kamu dimana jangan bohong kakak tahu kamu ada di sini bukan di luar kota) selidik Fadly dia penasaran dimana adiknya berada sungguh dia takut Vani kenapa-napa.
Vani pun menghela nafas, apa mungkin ayahnya yang memberitahu Fadly kalo dia ada di sana bukan di luar kota.
(Hallo Van kamu dengar kakak?) ucap Fadly dari sebrang sana, dia takut Dira kenapa-napa.
(Aku dengar kok aku juga bisa jelaskan, temui aku di Cafe Bintang saat makan siang nanti aku akan cerita pada kakak)
(Ya sudah kalo begitu sampai bertemu, bye)
(bye.. )
__ADS_1
Vani pun meletakan ponsel nya lagi diatas nakas lalu dia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, dia bingung harus cerita apa kepada kakak nya namun yang jelas dia masih belum mau cerita tentang pernikahan nya.
"Maafkan aku Kak aku tidak bermaksud berbohong padamu namun aku hanya takut kakak marah padaku saat Kakak tahu aku menikah dengan Kak Bara," gumannya.