Kontrak Nikah

Kontrak Nikah
part 105


__ADS_3

Nabila nampak berkaca kaca mendengar Sonia memanggil nama itu, jujur Ia terharu sekali mendengar nya karna Sonia masih ingat dengan panggilan nama nya saat Ia kecil.


"Iya tan ini Bibil yang suka bikin tante ngomel ngomel," ucap nya sambil mengusap air mata nya.


Sonia mengusap kepala Nabila wanita paruh baya itu juga meneteskan air matanya, entah mengapa Ia tidak bisa menahan rasa haru itu padahal biaza nya Ia tidak merespon apa apa.


Namun hanya itu yang Sonia katakan tidak ada kata lagi yang keluar dari mulut wanita itu hanya isakan isakan kecil yang terdengar dari kedua nya.


Sedangkan Marvin sendiri bingung melihat nya Ia pun ikut duduk di samping ibu nya lalu bersandar di bahu wanita paruh baya itu.


"Ma Marvin sekarang udah dewasa dan ingin berumah tangga Marvin minta do'a restu ya," ucap nya Sonia pun mengusap pelan pundak Marvin jujur Ia senang mendengar nya namun Ia tidak bisa berkata kata Ia hanya bisa menangis.


Setelah beberapa jam di kamar itu mereka pun pamit pulang, sedangkan dr Malik segera masuk ke sana memeriksa keaadan wanita itu.


***


Keesokan harinya kini pertemuan Marvin bersama orang tua Nabila pemuda itu memberanikan diri melamar gadis itu pada mereka tanpa bantuan dari orang tuanya.


"Kamu yakin mau menikahi anak saya?" tanya Ayah nya Nabila dan Marvin pun mengangguk.


"Maaf tapi Nabila sudah saya jodohkan dengan Arsen, kami sudah merencanakan pertunangan minggu depan," jelas nya Marvin yang sudah tahu pun tidak merasa kaget mendengar nya namun Ia harus meyakinkan calon mertuanya itu kalo Ia lebih pantas bersanding dengan Nabila di bandingkan Arsen.


"Tapi Om hubungan kami sudah terlalu jauh saya takut Nabila kenapa napa jika tidak menikah dengan saya," ujar nya membuat pria paruh baya itu mengerutkan kening nya bingung.


"Maksud kamu apa?"


Marvin pun mengeluarkan sesuatu dari dalam saku jas nya semoga saja ayah nya Nabila percaya dengan apa yang di lihat nya.

__ADS_1


"Nabila hamil anak saya," ucap nya memperlihatkan sebuah testpack dengan dua garis merah.


"Apa maksud kamu? jangan bercanda dengan saya," ucap pria itu sambil bergetar memegangi testpack tersebut.


"Saya tidak bohong pak itu kenyataannya, bapak tanyakan saja pada Nabila apa yang sebenarnya terjadi karna selama hampir satu bulan kami tinggal bersama Om bisa simpulkan apa yang akan terjadi bila sepasang kekasih tinggal bersama," ucap Marvin padahal selama tinggal di apartemant nya Ia tidak pernah berbuat macam macam pada gadis itu.


Kecuali kemarin itu terjadi karna Marvin cemburu pada Arsen sehingga Ia nekad melakukan itu agar Nabila menjadi miliknya.


"Bil.. Bila.. Nabila sini kamu," teriaknya.


Nabila yang sedang di dapur pun kaget mendengar ayah nya berteriak Ia yakin Marvin sudah melakukan sesuatu.


Ia pun saling menatap dengan ibu nya, lantas beranjak menghampiri mereka yang ada di ruang tamu.


"Ada apa Pah?"


"Papa aku-


Nabila bingun harus menjelaskan apa karna itu bukan milik nya, ia pun menatap tajam Marvin seolah meminta bantuan untuk menjelaskan namun Marvin malah memalingkan wajah nya kearah lain sambil menahan tawa.


Jujur Marvin sangat gemas sekali melihat Nabila yang nampak panik seperti itu namun Ia juga kasihan pasti setelah ini Papa nya Nabila akan memarahi gadis itu bahkan mungkin bisa saja Nabila langsung di usir karna sudah memberikan iab pada keluarga.


"Papa aku minta maaf, aku benar benar minta maaf," ucap nya sambil terisak Ia duduk di lantai sambil terus meminta maaf pada papa nya.


"Aku tahu aku salah dan aku akan menerima hukuman nya asal jangan pisahkan kami berdua Pah kasian nanti janin dalam kandunganku tidak punya ayah," ucapnya mendalami peran nya sebagai wanita hamil sedangkan Marvin terus saja menahan tawa nya.


'Hebat juga cewek gua berekting natural banget,' batinnya.

__ADS_1


Nabila memejamkan matanya Ia yakin papa nya akan menampar nya karna Ia sudah melakukan hal yang sangat patal.


Namun yang di pikirnya tidak terjadi sang papa malah membantunya berdiri dan menyuruhnya duduk di sebelah Marvin.


"Semua sudah terlanjur dan Papa senang akan mempunyai cucu dari kamu. Dan sebaiknya kalian cepat menikah," ucap Pak Bobi tidak ada raut marah di sana malah terlihat santai.


Sedangkan Nabila dan Marvin nampak tercengang mereka bingung karna Papa nya berkata seperti itu begitu juga dengan Mama nya.


"Papa gak marah, ini aib lho pah apalagi Nabila sebentar lagi mau tunangan dengan Arsen. Bagaimana kita mengatakan nya jujur aku kesal kenapa Papa seolah senang melihat anak kita seperti itu," ujar nya tidak terima karna Ia sangat menginginkan Arsen yang jadi menantu nya.


"Mau bagaimana lagi Mah, mana mungkin Arsen mau menikah dengan wanita yang sedang hamil.Lagian Marvin kan memang seharusnya bertanggung jawab atas kehamilan nya Bila," jelas Bobi membuat Nabila dan Marvin tersenyum senang namun berbeda dengan sang Mama seolah tidak rela kalo harus menikahkan Nabila dengan Marvin.


"Maaf om kalo saya lancang. saya dan Nabila sudah mendaftarkan pernikahan kami besok dan kami mohon izin nya dari om dan juga tante," ucap Marvin.


"Baik lakukan saja yang terbaik katakan saja di mana tempat nya saya pasti akan datang menyaksikan pernikahan kalian dan nanti kita atur acara resepsi nya setelah kalian sah," ucap Pak Bobi.


"Papa..," Nabila pun langsung memeluk sang ayah jujur Ia terharu karna Ayah nya tidak marah meski Ia sudah berbuat seperti itu.


"Berbahagialah nak Papa tau sejak awal memang sudah salah sehingga membuat kamu kabur dari rumah dan sekarang Papa sadar kalo cinta tidak bisa di paksa. Papa tahu cinta mu hanya untuk Marvin," ujar nya membuat Nabila malu karna Marvin mendengar nya.


Keesokan harinya penikahan pun di lakukan di kediaman Oma Maria meski cuma akad nikah saja namun acara itu cukup meriah karna di hadiri beberapa teman Marvin dan juga kerabat dekat.


"Aku gak nyangka akhir nya kita sah," bisik Marvin dan Nabila pun tersenyum sambil mengangguk karna jujur Ia pun merasa seperti mimpi bisa duduk berdampingan dengan Marvin dan sebagai istri bukan sahabat lagi.


Selain Kania dan Arga yang hadir Arsen pun ikut menyaksikan acara itu jujur Ia benar benar tidak menyangka kalo itu benar terjadi dan Marvin telah menang Ia menjadi pria yang di pilih oleh Nabila.


"Kenapa harus Marvin sih apa hebat nya dia, jelas jelas gua lebih segala nya dari bocah ingusan itu," batinnya.

__ADS_1


__ADS_2