
Masih Flasback~
Hari-hari berlalu Kania pun tumbuh besar dan tiba di saat Anita dan Bisma kecelakaan dan meninggal dunia, awal nya mereka mau mengajak Kania namun Kania tidak mau dia hanya ingin di rumah saja bersama bu Aisyah.
Kania dari kecil memang lebih dekat dengan Aisyah karna Anita adalah seorang wanita karir dia jarang ada di rumah, tidak tahu kenapa Kania juga juga merasa kasih sayang Aisyah itu melebihi Anita.
Dan memang benar Ayana sangat menyanyangi anak kandungnya itu meski kala itu Kania belum tahu apa-apa.
Dan setelah mereka meninggal Kania malah ingin ikut bersama nya itu membuat Aisyah sangat bahagia, karna Kania lebih memilih tinggal di rumah sederhana bersama nya di banding bersama Oma nya yang kaya raya.
~Flasback Off~
"Aku tidak menyangka kalo kalian membohongiku terlebih lagi Bisma dan Anita mereka benar-benar sudah gila, bisa-bisa nya mereka menggantikan Kania sebagai anak nya yang sudah tiada." ujar nya.
"Sudah lah Ma, bagaimana pun Kak Bisma ikut andil membesarkan anak ku dan aku sangat berterimkasih kepadanya dan Mama harus tahu kalo semua aset yang dia miloki itu sudah atas nama Kania, kurang baik apalagi dia Ma," ucap Bagas dia juga merasa bersalah karna sering terseteru dengan kakak nya itu.
"Dan masalah uang itu maaf aku memakai nya untuk biaya kuliah Kania," ucap Ayana menunduk.
Ya saat Oma Maria mengusir Ayana dari rumah dia memberika satu buah cek berisi uang 500 juta, Ayana pun mengambil nya dan memasukan nya ke dalam rekening nya dia takut kalo suatu hari nanti akan membutuh kan nya.
Selama belasan Tahun Ayana menyimpan uang itu dan akhirnya dia mengambil nya untuk biaya kuliah Kania.
"Itu memang hak mu Ayana Mama memberikan uang itu untuk mu mencari tempat tinggal, tapi kamu malah memakai nya untuk biaya cucu ku terimakasih banyak nak," ucap nya terharu.
Bagas pun baru tahu kalo Mama nya tidak sepenuh nya tega mengusir Ayana dan masih punya hati memberi kan Ayana uang.
__ADS_1
"Kania papa kembalikan semua yang Papa ambil dari mu termasuk rumah dan perusahaan karna itu sudah menjadi hak kamu nak," ucap Bagas.
Namun sepertinya Kania tidak berminta mengurusi perusahaan dan masalah rumah terserah saja siapa yang mau menempati nya.
"Papa saja yang urus perusahaan Kania tidak berminat terjun ke dunia bisnis dan kalo masalah rumah Kania serahkan saja kepada Ibu kalo beliau mau tinggal di sana itu lebih bagus," ucap nya melirik ibu nya.
"Nia kamu bisa meminta suami kamu mengelola perusahaan dan kamu juga sebaikan nya tidak perlu mengajar lagi Ibu tahu kamu lelah bekarja di sana apalagi gaji nya kecil," ucap Bu Aisyah.
"Iya Nia Papa juga setuju dengan Mama mu, bagaimana pun kamu harus menghargai peninggalan mereka," ujar nya.
Kania pun hanya dia dan mentap suami nya namun Arga hanya mengangkat bahu dia juga bingung harus bagaimana.
"Baiklah semua kesalah pahaman ini sudah selesai semoga kedepan nya tidak akan ada lagi kesalah pahaman diantara kita semua," ucap Bagas menutup pembicaraan.
Namun Oma Maria segera mengangkat tangan nya seolah ada lagi yang ingin dia katakan.
"Sebenar nya Bagas tidak pernah mau menerima pernikahan nya dengan Sonia namun Mama yang memaksa nya, Mama tahu mereka hanya pura-pura mesra sajw saat di depan kami dan Mama juga tahu kalo Marvin bukan anak kandung Bagas," ucap nya menunduk karna Oma pernah melihat Sonia masuk ke dalam hotel bersama seorang pria namun kala itu dia curiga.
Tapi saat mengetahui Sonia hamil Oma tahu karna Bagas bicara jujur pada nya kalo dia tidak pernah menyentuh wanita itu.
"Maksud nya Mas Bagas tidak pernah tidur dengan istri nya itu?" tanya Ayana menutup mulut nya dengan tangan dia benar-benar tidak menyangka.
"Iya dan alasan nya adalah kamu Ay, hanya kamu satu-satu nya istiku dan hanya kamu satu-satu nya yang bisa menyentuhku," ucap nya menunduk dia sedikit malu dengan anak dan menantu nya itu.
Sedangkan Ayana benar-benar malu Bagas bicara seperti itu di depan anak-anak.
__ADS_1
"Dan yang Mama mohon sama kamu Ayana, kembali lah kepada Bagas dia sangat sangat mencintaimu nak," ucap nya membuat Kania menggangukan kepala nya setuju.
"Iya Kania juga setuju kalian rujuk, sudah waktu nya Ibu dan Papa bahagia," ucap nya.
Ayana pun hanya diam dan melirik Bagas dia tidak tahu harus menjawab apa hingga Bagas mengeluarkan sebuah kotak dari saku celana nya.
Yang ternyata adalah cincin yang sangat di kenal nya, cincin pernikahan yang dulu pernah dia pakai.
"Menikah lagi lah dengan ku Ayana karna cincin ini sudah sangat merindukan pemilik nya kamu liat ini, ini tidak pernah lepas dari jari tangan ku," ucap nya menunjukan cincin di jari nya dan Ayana sangat tahu karna dia yang memasangkan cincin itu kepada nya dulu.
"Astaga Papa garcep banget sih," ucap Kania keceplosan lalu dia menutup mulut nya."Maaf."
Oma Maria pun tersenyum ternyata Bagas sudah tidak sabar ingin bersama Ayana lagi.
"Bagaimana Ayana apa kamu mau menerima anak nakal itu, Mama janji akan menghukum nya jika dia menyakitimu," ucap Oma Maria.
Ayana pun hanya bisa menundukan kepala nya bagaimana pun cinta nya kepada Bagas sangat besar.
Mereka pun bersorak gembira Bagas pun segera memasang kan cincin itu di jari Ayana.
"Kalo begitu kalian hanya perlu melakukan ijab kabul lagi agar sah dimata agama," ucap Oma Maria memang benar walau pun mereka masih suami istri tapi mereka berpisah cukup lama jadi harus ijab kabul lagi.
"Baiklah besok aku akan membawa penghulu kesini," ucap Bagas membuat mereka menganga.
Mereka tak menyangka Bagas ingin segera kembali bersama Ayana, dan mereka pun setuju Ayana yang ingin protes pun tidak bisa karna mereka terus memaksa.
__ADS_1
Pembicaraan mereka pun semakin seru dan di akhiri dengan makan siang bersama, Oma Maria sangat senang karna bisa merasakan lagi masakan Aisyah dari dulu dia sering berkunjung ke rumah Bisma karna hanya ingin di buatkan makanan oleh Aisyah.
Selain pintar membuat kue Anaya juga pintar memasak bahkan masakan nya itu sangat pas di lidah mereka.