Kontrak Nikah

Kontrak Nikah
part 42


__ADS_3

"Apa maksud kamu?"


"Mama gak bisa mengelak lagi aku sudah tahu semua yang Mama lakukan kepada Ayana, kenapa Mama melakukan hal itu?" tanya Bagas sedikit berteriak.


Oma Maria pun kaget dari mana Bagas tahu kalo dia yang telah mengusir Ayana, apa mungkin mereka susah bertemu dan Ayana menceritakan semua nya.


"Mama tidak melakukan apa pun pada nya sayang memang dia nya saja yang ingin pergi dengan laki-laki lain yang lebih kaya dari kamu, apa kamu tidak sadar kalo dia hanya mengincar harta kita saja sudah jelas kan dia itu miskin dan tidak punya orang tua cuma nasib nya saja baik bisa bertemu dengan keluarga barunya." Oma Maria terus saja membela diri agar Bagas mau memaafkan nya.


"Ayana tidak seperti itu Ma, dia wanita yang baik bahkan selama kami menikah dia tidak pernah memakai uang dari ku untuk kepentingan nya sendiri dan dia juga tidak pernah meminta apapun dariku," ucap Bagas geram dia tidak habis pikir dengan ibu nya itu kenapa harus membenci Ayana.


"Terus wanita apa yang memberikan pria lain memeluk nya di saat suami nya tidak ada di rumah, tunggu di sini ibu akan ambil kan poto nya kalo kamu tidak percaya dengan wanita yang sok lugu itu," ujar nya.


Oma Maria pun menyuruh pelayan nya mengambil kotak di dalam kamar nya,dan tak lama kemudian pelayan itu datang membawa barang yang Oma maksud.


"Nah lihat, bukannya Mama tidak setuju kamu menikahi nya namun kamu tidak tahu bagaimana busuk nya dia di bekalang mu, gak tahu malu sekali dia," ujar nya melempar beberapa poto kepada Bagas.


Bagas bisa melihat jelas Ayana memang di peluk oleh seorang pria dan dia sangat tahu sekali siapa pria itu.


"Seharus nya ibu bertanya dulu kepada ku sebelum melakukan hal itu kepada istriku, ini adalah Victor kakak angkat nya Ayana, seharus nya ibu cari tahu dulu bukannya langsung bertindak sembarangan aku benar-benar kecewa sekali."


"Ayana memang pernah tinggal di panti asuhan namun dia juga punya orang tua angkat meski mereka juga pergi meninggalkan nya karna kecelakaan dan ini Viktor dia yang menjaga Ayana selama ini, pantas saja kalo dia memeluk Ayana karna dari dulu dia sangat menyeyangi adik angkat nya itu dan cuma gara-gara kesalah pahaman itu aku kehilangan istri dan anakku." lanjut nya.


Ternyata sangat miris sekali hidup Ayana sudah di buang di panti asuhan punya orang tua angkat pun hanya sebentar dan setelah menikah dengan nya bukannya dia bahagia tapi malah semakin terluka.


Sedangkan Viktor sendiri bekerja di luar negri dia meninggalkan Ayana sendiri karna Viktor tahu Bagas akan membahagiakan adik nya itu dan ternyata semua tidak sesuai dengan kenyataan.


Apa yang di lakukan oleh Mama nya Bagas telah membuat Ayana kecewa dan sampai sekarang Viktor hanya tahu Ayana hidup bahagia bersama suami nya.


Oma Maria pun hanya bisa diam melihat anak nya marah baru kali ini Bagas begitu marah kepada nya, Oma hanya bisa menundukan kepalanya dia sangat menyesal karna tidak tahu yang sebenar nya dia hanya tidak ingin Bagas sakit hati dan terluka karna di hianati oleh wanita itu.

__ADS_1


"Maafkan Mama nak, iya Mama mengaku salah kepadamu semua Mama lakukan karna Mama gak mau kamu terluka nak," ujar nya menangis tersendu-sedu dan itu membuat Bagas tidak tega dia membawa Mama nya dalam pelukan nya.


"Apa Mama mau meminta maaf dengan Ayana?"


Oma Maria pun nampak diam dia memang sangat menyesal sekali karna telah mengusir wanita sebaik Ayana, karna Ayana sangat berbeda jauh dengan ibu nya Marvin yang tidak pernah menghargai nya.


Bagas dan ibu nya Marvin memang di jodohkan hanya karna bisnis saja bahkan Oma Maria tidak mengenal dekat wanita itu.


Awal nya wanita itu memang baik namun lama kelamaan Oma Maria tahu bagaimana sifat asli wanita itu bahkan saat Bagas di kabar kan meninggal pun wanita itu biasa saja tidak ada sedih-sedih nya.


Sehingga perusahaan Bagas di nyatakan bangkrut dan saat itu lah wanita itu stres karna tak bisa hidup miskin dan akhirnya masuk rumasakit jiwa.


"Baik lah Mama akan meminta maaf kepadanya tapi dimana dia sekarang? apa kamu sudah bertemu dengan nya?"


Bagas pun menganggukan kepala nya dia ingin segera menyelesaikan masalah mereka agar segera tuntas dan tidak ada lagi kesalah pahaman ini.


Hari itu juga Bagas mengajak Oma Maria ke rumah Aisyah dan sontak saja Oma kaget saat melihat rumah yang kecil namun asri itu.


"Apa mungkin Ayana tinggal di sini?" batinnya.


Beliau sangat takut Ayana tidak mau memaafkan kan nya, bagaimana pun dia tidak ingin Bagas membencinya.


"Apa kita tidak salah alamat nak?" tanya Oma Maria heran melihat sebuah rumah kecil namun terlihar asri.


Memang Oma Maria tidak pernah tahu alamat rumah Aisyah, sehingga dia tidak curiga kalo Aisyah itu adalah Ayana.


"Tidak Ma, ayo sebaik nya kita segera keluar aku sudah menghubungi mereka tadi agar menunggu di rumah," ujar nya.


Mereka pun keluar dari mobil nya dan segera mengetuk pintu rumah itu.

__ADS_1


Kania pun langsung membuka pintu namun dia kaget melihat Oma Maria ikut berkunjung pagi ini.


"Oma?" ucap Kania sedangkan Oma Maria tersenyum senang melihat cucu nya ada di sana.


"Kania kamu kok ada di sini sayang apa Om Bagas ngajak kamu ke sini?" tanya Oma.


Kania pun menatap Bagas seolah meminta tolong agar menjawab pertanyaan oma namun Bagas hanya diam saja.


"Oma, Kania memang tinggal di sini bersama ibu tapi setelah menikah Kania ikut Kak Arga dan sekarang kami sedang berkunjung di sini," jawab nya.


Oma Maria sedikit mengerutkan kening nya kenapa Bagas membawa nya ke rumah Kania, apa mungkin Kania tau sesuatu tentang Ayana?


Kania pun mengajak mereka masuk mereka duduk di ruang tamu dan Arga pun keluar dari dalam kamar nya yang tak jauh dari ruang tamu bergabung dengan yang lain tak lupa menyalami Oma dan Papa mertuanya.


"Kalian kapan datang?" tanya Arga.


"Barusan," jawab Bagas tersenyum dan Arga pun mengangguk ingin bertanya lagi namun keduluan sama Kania.


Arga pun mengantupkan bibir nya tidak jadi bicara biarkan saja Kania yang bicara dia hanya menyimak saja.


"Oma apa kabar? tumben kesini apa ada sesuatu yang penting," tanya Kania sedangkan Bagas dan Arga hanya tersenyum.


"Kabar baik sayang, apa di sini akan ada tamu lagi?" tabya Oma penasaran.


"Tidak kami tidak menunggu siapa-siapa dan sebenarnya siapa yang mau Oma cari bukankah Oma mau menemuiku?" Kania pun ikut bingung ada apa dengan Oma nya itu.


"Nia sayang dimana ibu mu cepat panggilkan," ucap Bagas agar semua nya jelas.


"Baiklah."

__ADS_1


__ADS_2