Kontrak Nikah

Kontrak Nikah
Part 57


__ADS_3

Pak Farhan pun berencana menjodohkan Kania dengan putra sulung nya yaitu Fadli.


"Papa yang benar saja,Fadli kan sudah tertunangan dengan Clarisa jangan aneh-aneh deh," ujar istrinya.


"Kalo kita bisa menikahkan Kania dengan Fadli kita bisa membalas dendam kita pada Bagas," ujar nya namun Ibu nya Fadli tidak setuju kenapa harus Kania yang menanggung semua kesalahan Bagas,bukan kah Kania hanya keponakan nya saja tidak ada urusan dengan dendam mereka.


"Tapi Pah, Kania anak yang baik Mama tidak setuju untuk hal ini," ucap nya.


Namun Pak Farhan sangat keras kepala dia tidak mau menuruti kemuan istrinya, dia akan melakukan apapun agar bisa membalaskan dendam nya pada Bagas atas penderitaan adik nya.


Selain itu perusahaan Farhan juga sedang dalam kondisi yang tidak setabil jadi dia akan mencari rencana agar Kania bisa menyuntikan dana ke perusahaan nya.


"Aku tidak akan menyakiti Kania, aku hanya ingin memperalat nya saja," ujar nya.


.


Di sisi lain Kania sedang merajuk dia sudah meminta izin pergi ke acara Vani namun Arga melarang nya, dia sangat kesal sekali kenapa Arga tidak mengizinkan nya.


Kini mereka sudah berada di dalam kamar, Kania sengaja tidur membelakangi nya karna memang dia sangat kesal sekali dengan suami nya itu.


"Sayang kamu benar-benar ya cuma gara-gara itu aja malah marah, apa sih yang mau kamu lakuin di sana sampe-sampe diemin aku kaya gini," bujuknya.


Kania akhirnya membalikan tubuhnya dan menatap suami nya itu, dia harus bisa membujuk suaminya itu agar bisa menepati janji nya kepada sahabatnya


"Ayolah Ka aku cuma ke rumah Vani saja, kenapa tidak boleh sih kamu aja ketemu sama Sita sering aku tidak pernah melarang nya, aku janji gak akan aneh-aneh," ucap nya.


Sedang kan Arga malah mengubah posisi nya menjadi terlentang dia menatap langit-langit kamar, dia teringat semalam Kania sempat marah karna di siram oleh Sita namun Kania seperti nya tidak marah saat Sita mendekati nya apa mungkin Kania tidak pernah sayang kepadanya pikirnya.

__ADS_1


Arga pun memberanikan diri mengatakan apa yang ada di hati nya selama ini, walau pun Kania pernah mengatakan sayang kepadanya namun dia tidak tahu itu tulus atau tidak.


"Itu karna kamu gak sayang sama aku sehingga hati kamu biasa saja saat melihat ku bersama Sita, tapi berbeda dengan ku aku tidak suka kamu ketemu dengan Fadli mau pun Axsel karna aku cemburu dengan mereka aku gak suka melihat kamu bersama pria mana pun gak papa kalo di bilang bucin karna itu memang benar adanya," jawab nya membuat Kania memutar bola mata nya malas, apa Arga lupa kalo Fadli sudah bertunangan dan untuk Axsel mereka tidak ada hubungan apa-apa.


"Kenapa sih pikiran kamu seperti itu, aku membiarkan kamu dengan Sita karna aku percaya sama kamu aku tahu kamu tidak akan tergoda dengan nya, aku juga cemburu tapi aku yakin kalo hati kamu hanya untukku," jawab nya jujur dan itu membuat Arga menyunggingkan senyum nya dia sangat senang mendengar Kania cemburu kepada nya itu tanda nya Kania benar-benar sudah mencintainya.


"Baiklah aku juga akan berusaha mempercayai mu tapi aku tidak percaya dengan kedua laki-laki itu, aku harap kamu mengerti maksudku," ujar nya membuat Kania tersenyum itu tanda nya Arga memberikan nya izin pergi besok.


"Apa itu berarti aku di izinkan datang ke sana besok?" tanya Kania dengan mata yang berbinar dan Arga pun membalas tatapan nya dia tidak tega melihat nya, sungguh gemas sekali melihat istrinya seperti itu.


"Boleh tapi pu**kan aku malam ini dan kamu yang harus memimpin, bagaimana?" ucap nya menaik turun kan alis nya, sungguh licik bukan pemikiran nya


Sedangkan Kania nampak susah payah menelan silva nya wajah nya memerah karna malu di tatap seperti itu, ingin menolak namun takut dosa dan akhirnya dia pun menyetujui nya.


"Baiklah aku akan melakukannya dengan senang hati karna sudah menjadi kewajibanku memanjakanmu," jawab nya dengan sedikit menggoda.


Keesokan harinya Kania bekerja seperti biasa dan dia sangat bersemangat sekali begitu pula dengan suami nya karna semalam sudah mendapatkan kep**san yang luar biasa.


Dia tidak menyangka kalo Kania akan seperti itu, namun dia juga sangat menikmatinya.


Begitu juga dengan Kania dia nampak tersenyum dan jangan di tanya bagaimana memerah wajah nya saat mengingat kelakuan nya semalam, namun dering ponsel nya membuyarkan lamuanan nya.


"Vani," gumanya saat melihat panggilan dari sahabat nya.


Kania langsung mengusap layar ponsel nya dan terdengar suara sahabat nya itu.


[Hal-

__ADS_1


[Hallo Nia gimana bisa gak, kalo bisa nanti malam gue jemput loe kalo bisa] ucap nya di sebrang sana membuat Kania menggelengakan kepala nya memang cerewet sekali sahabat nya itu baru juga mau bicara udah di sela.


[Lu denger gue gak sih kok malah diem aja?]


[Iya gue bisa tapi gak usah jemput gue nanti diantar supir aja] ucap nya.


[Oke kalo gitu, nanti kabari lagi ya]


[Iya] jawab nya, dan Kania pun langsung memutuskan panggilan nya.


Di tempat lain Bu Ayana baru saja pulang dari rumasakit mengantar Oma Maria cek up.


"Apa Mama butuh sesuatu lagi biar Aya ambilkan?"


"Tidak, Mama mau istirahat saja kamu juga istirahat ya nak jangan terlalu cape dan biarkan pelayan yang mengerjaan rumah Mama gak mau sampai suami kamu nanti marah melihat istrinya kecapean," ujar nya membuat Ayana tersenyum.


Dia sangat senang karna Mama Maria sudah benar-benar berubah dia merasa mempunyai ibu.


"Makasih Mama udah nerima aku di sini," ucap nya berkaca-kaca.


Oma Maria pun merasakan kesedihan dimata Ayana/Aisyah, dia langsung memeluk menantu nya itu mungkin Ayana merindukan orang tua nya yang entah dimana.


"Jangan bersedih nak, kamu punya Mama, Bagas dan juga anak-anak. Kami semua sangat menyayangimu," ujar nya menepuk-nepuk pundak Ayana yang nampak terisak di pelukan nya.


Tidak apa-apa di bilang lebay karna dia benar-benar terbawa perasaan bila melihat Mama Maria bersikap seperti itu, dia sangat bahagia sekali dari dulu dia tidak pernah berharap akan seperti ini hidup nya.


"Makasih Mama, Aya juga sangat menyayangi Mama semoga Mama selalu sehat dan panjang umur agar bisa melihat Kania punya anak," ujar nya mengusap air mata nya yang mengalir di pipi nya.

__ADS_1


"Iya sayang jangan nangis ya, udah waktu nya kamu bahagia."


__ADS_2