
Kania pun sampai di depan rumah Arga, dia berusaha tenang setelah melirik jam tangan nya sudah jam 8 malam.
"Pasti pacar nya dia sudah pulang kan?" batinnya.
Kania pun melihat mobil Arga sudah terparkir di sana, pasti dia ada di rumah semoga saja apa yang di pikir kan nya tidak terjadi.
"Gue harus gimana dong masa nunggu terus di sini sih, gue lupa kalo tadi dia gak bolehin gue pulang kalo dia belum nelpon," ujar nya menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.
Kania pun memutuskan berjalan ke belakang rumah dan masuk ke dapur, untung saja dia membawa kunci dapur jadi tidak perlu alasan bila nanti berpapasan dengan Arga atau pun pacar nya.
Kania pun berjalan mengendap-ngendap takut kalo ketahuan sama Arga kalo dia sudah pulang, pasti Arga akan marah padanya karna tak memenuhi janji nya.
Namun baru saja sampai di dekat tangga dia sudah di kagetkan dengan kedatangan Arga yang tiba-tiba.
"Dari mana kamu?" tanya Arga berdiri di dekat tangga sambil melipat kedua tangan nya di dada.
Kania memegang dada nya dia benar-benar kaget untung saja dia tidak menjerit ketakuatan kalo sampai itu terjadi mungkin para tetangga akan datang menghampiri rumah mereka.
"Astaga bisa gak sih kamu gak ngagetin aku," ujar nya terus mengelus dada nya.
Rasanya dia benar-benar kesal sekali kepada pria itu, kenapa dia bisa ada disana bukannya dia mau ketemu sama pacar nya.
"Aku cuma tanya kenapa gak jawab?" ujar nya membuat Kania terdiam.
Kania bingung harus menjawab apa, emang aneh si Arga ini kan dia yang nyuruh dirinya jangan dulu pulang terus ini apa?apa Arga amnesia ya pikir nya?
"Terus aku harus bilang apa hmm, kena macet atau taxi nya mogok gitu, aku rasa kamu udah tahu alasannya," ucap Kania kesal.
Seperti nya memang benar pacar nya Arga sudah tak ada,mana mungkin Arga bisa ada di sana kalo pacar nya masih ada.
"Denger ya ini rumah ku dan kamu harus tahu pelaturan di rumah ini," ucap nya ketus.
Kania bisa melihat Arga sangat marah kepada nya, namun apa alasan nya kan dia yang nyuruh dia jangan dulu pulang.
"Terus ini salah aku iya, bukannya kamu yang bilang kalo aku gak boleh pulang kalo kamu belum menghubungiku," jawab nya mengepalkan tangan.
__ADS_1
Kania pun langsung pergi meninggal kan Arya yang masih mematung di sana.
"Shitt.. kenapa sampe lupa kalo tadi aku yang bilang begitu pada nya," gerutu nya kesal.
Niat hati ingin melampiaskan kemarahan nya ini malah dia yang kena semprot,semua terjadi karna wanita yang di sebut nya sebagai pacar tak bisa di temuainya.
"Ini semua gara-gara Sita," ujar nya mengeram kesal. .
Beberapa jam yang lalu dia pulang dari kantor lebih cepat karna ingin bertemu dengan kekasih nya, biasanya dia akan menemui wanita itu di Apartemant nya.
Namun saat sampai di sana dia melihat wanita itu berjalan mesra dengan seorang pria yang tak di kenal nya.
Kania sudah masuk ke dalam kamar nya dia segera membersihkan diri dan merebahkan tubuhnya di kasur, untung saja tadi sempat makan dulu di warteg sebelum pulang.
***
Keesokan hari nya Kania sudah siap akan berangkat kerja, di dapur sudah ada sarapan entah siapa yang membuat dia tidak peduli yang jelas dia ada rapat dengan Dewan sekolah jadi harus berangkat lebih pagi.
"Pagi sayang kamu mau kemana?" tanya Ibu mertua nya sudah duduk di ruang tamu mengesap teh nya.
"Mama kapan datang?" tanya Kania heran, dia langsung menghampiri ibu mertuanya itu dengan senyuman yang mengembang.
Walau pun sedikit kaget namun Kania merasa senang karna Ibu mertuanya itu sangat sering berkunjung membuat rasa rindunya sedikit terobati.
"Baru setengah jam yang lalu, Mama sengaja bawa sarapan buat kalian separti nya kamu sibuk sekali nak, kemarin sore mama kemari namun kamu gak ada jadi Mama balik lagi," ucap nya membuat Kania semakin kaget, apa Mama Maya melihat Arga dan pacar nya itulah yang di takutkan oleh nya.
"Maaf ma kemarin Kania ada acara di tempat kerja," bohong nya padahal dia sengaja pulang malam karna di suruh oleh suami nya.
"Pantas saja di rumah nampak sepi, Mama mau ajak kamu jalan kapan kamu bisa libur?" ujar mertua nya membuat Kania sedikit bisa bernafas lega berarti Mama Maya tidak bertemu pacarnya Arga.
Kania memang tidak suka jalan-jalan dia lebih betah di rumah bisa tidur sampai siang jika libur namun dia juga tidak enak bila harus menolak keinginan mertuanya itu.
"Mungkin nanti kalo ada waktu akubisa temenin Mama jalan," jawab nya sedikit tidak enak karna sekarang dia benar-benar sangat sibuk bahkan hari libur pun dia harus mengajar di Dojo.
"Makasih ya sayang kamu memang anak yang baik, dimana Arya apa dia tidur lagi?" tanya Mama nya heran karna belum melihat kehadiran anak nya.
__ADS_1
Tadi pagi Arya yang membuka pintu rumah untuk Mama nya, terus sekarang dimana dia apa tidur lagi?
"Aku panggil kan Mas Arya dulu ya Ma," ujar nya dan Mama Maya pun menganggukan kepalanya.
Kania berjalan menaiki tangga dan sesekali menengok ke belakang takut Mama nya menyusul dia pun mengetuk pintu kamar suami nya itu.
"Mas kamu lagi apa, Mama nunggu kamu di bawah," ujar nya di depan pintu kamar.
Arya pun membuka pintu kamar nya hanya memakai handuk saja yang di lilit kan di perut nya,membuat Kania kaget dan segera menutup mata nya agar tidak ternoda.
"Kamu apa-apan sih kenapa gak pake baju," ujar nya sambil menutup mata.
Arya hanya tersenyum melihat kelakuan istri nya itu, itu sangat lucu sekali pikir nya apa Kania belum pernah melihat tubuh pria yang seperti itu pikirnya.
"Mas aku tunggu di bawah ya cepetan aku harus berangkat kerja," ujar nya beralik dan segera berlari menuruni tangga.
Arya pun masuk ke dalam kamar nya segera memakai baju nya dan bersiap setelah itu dia menghampiri ibu nya di ruang tamu.
"Mama masih mau di sini?" tanya Arya mendekati Mama nya.
"Kamu usir Mama dasar anak kurang ajar," ucap Mama nya menepuk paha Arga membuat sang empu nya meringis.
"Bukan begitu ma, kita kan mu kerja ya kalo Mama mau di sini ya gak papa," ujar nya sambil mengelus-ngelus paha nya yang sedikit panas.
Emang ya tenaga emak-emak tuh memang sangat dasyat sekali tepuk aja udah bikin dia meringis.
Mama nya pun langsung berdiri setelah mendengar Arya akan berangkat kerja mungkin dia akan datang lagi nanti di hari libur.
"Ya sudah Mama pulang sekarang tapi nanti malam kalian harus makan malam di rumah ya, mama tidak ada teman papa masih di luar kota," ujar nya membujuk anak nya agar bisa menuruti mau nya.
"Iya kita nanti ke rumah Mama," jawab Arya sedangkan Kania hanya tersenyum, Kania takut salah bicara bila ada Arga di samping nya apalagi mereka berdiri sangat dekat bahkan tangan Arga menggenggam tangan nya.
Mama nya pun tersenyum melihat mereka, dia sangat bahagia ternyata pernikahan anak nya sangat harmonis.
Arga pun terpaksa memberi tumpangan kepada istri nya karna takut Mama nya curiga dengan hubungan mereka.
__ADS_1