
Sore ini Kania tidak melatih karate jadi dia pulang cepat, namun sebelum pulang Kaniw akan mampir ke rumah ibunya.
"Asalamualaikum," sapanya dia sudah sampai di toko kue milik ibu nya ada tak jauh dari rumah mereka.
Aisyah di sana di bantu oleh seorang karyawan karna kue nya sangat enak jadi banyak yang order apalagi Aisyah promo lewat media sosial.
Aisyah pun tersenyum melihat Kania datang berkunjung dia sangat senang sekali melihat nya.
"Walaikumsalam," jawab nya bu Aisyah pun memeluk nya erat baru dua hari tidak bertemu pun rasanya rindu sekali.
Dan perasaan nya pun sekarang lebih tenang karna Kania sudah tahu semua nya, dari dulu dia juga ingin mengatakan nya namun dia takut kalo Kania tidak mempercayai nya.
Sekarang dia ingin tahu apa Kania akan marah atau tidak kepada nya dan kalo pun Kania marah itu sangat wajar sekali.
Setelah berpelukan Aisyah pun mengajak nya masuk ke dalam rumah dan membiarkan Chaca melayani pelanggan.
"Duduk lah sayang ibu ambilkan minum dulu yah," ucap nya.
Namun Kania menggelengkan kepala nya ada sedikit canggung diantara mereka tidak tahu kenapa Kania merasa berbeda saat mengetahui bu Aisyah ibu nya.
Rasa sayang nya semakin besar dan dia juga merasa bersalah karna tidak menyadari hal itu, bagaimana tidak Kania bayi selalu minum asi dari nya dan Aisyah juga mengompa asi nya kala malam selama satu tahun itu Kania tak pernah minum susu sapi.
Kania ingat perkataan mendiang Mama Anita kalo Kania harus sayang sama bu Aisyah karna beliau yang membesarkan nya dan merawat nya.
"Gak usah bu nanti aku ambil sendiri, ibu duduk sini aja aku rindu sama ibu."
"Kamu udah makan siang belum, kalo belum makan dulu sana ibu buat pepes ayam kesukaan kamu," ucap nya namun Kania menggelengkan kepalanya.
"Aku udah makan tadi di sekolah," jawab nya.
Hening
__ADS_1
Hingga Kania pun tak kuasa membendung air mata nya dia tidak tahu harus mulai bertanya dari mana saat mengetahui semua nya dia memang belum siap namun dia sangat bersyukur ternyata orang tua kandung nya masih hidup.
"Nia sayang maafkan Ibu ya nak, ibu terpaksa melakukan ini padamu. Saat Ibu melahirkan mu Ibu mengalami pendarahan hebat dan harus di SC dan saay itu Ibu benar-benar tidak punya uang sebanyak itu, saat Kak Bisma dan Kak Anita membayar semua nya Ibu bingung harus bagaimana cara berterimakasih nya apalagi selama ini Ibu sudah menyusahkan mereka. Saat tahu kalo anak Kak Anita meninggal Ibu yang menyarankan mereka mengangkat kamu menjadi anak nya karna Ibu tahu masa depan mu akan terjamin bagaimana pun mereka adalah Om dan tante kamu," ucap nya panjang lebar.
Aisyah memang sudah bertekad akan mencerita kan semua nya kepada Kania toh sudah terlanjur juga Kania tahu dari Bagas.
"Maafkan Kania bu selalu menyusahkan ibu dan terimakasih telah merawat Kania dengan baik walau pun Mama sama Papa sangat menyayangi Kania, tapi yang selalu ada di dekat ku adalah Ibu kalau pun Ibu bukan ibu kandung ku sekali pun namun rasa sayang ku tetap sama lebih besar dari sayang ku kepada Mama Anita," jawab nya.
Aisyah pun berbinar mendengar nya apa mungkin Kania sudah memaafkan nya pikirnya.
"Apa kamu sudah memaafkan kesalahan ibu nak?"
Kania pun tak menjawab namun dia memeluk nya dengan erat sambil terisak.
"Aku tidak pernah bisa marah pada ibu aku sangat bersyukur ternyata orang tuaku masih hidup, maafkan aku ya bu kemarin aku hanya kaget saja mendengarnya apalagi yang menjadi ayah kandung ku adalah orang yang sangat aku takuti," ujar nya.
Kania pun melepaskan pelukan nya dan dia bersandar di dada ibu nya tak lupa tangan mereka bertautan, Kania memang sifat nya manja kalo bersama ibu nya namun dia di paksa dewasa dengan keadaan.
"Syukurlah kalo begitu dan sekarang kamu kan sudah tahu semua nya apa kamu mau memaafkan kesalahan Ayah mu nak, semua bukan karna salah nya karna dia membenci mu juga punya alasan nya kamu bisa tanya kepada ayah mu tentang itu."
"Baiklah nanti kapan-kapan kita ngobrol kalo Om Bagas ke sini kasih tahu aja ya bu nanti Kania nyamperin ke sini," ucap nya dan Bu Aisyah pun menganggukan kepala nya.
Mereka pun berbincang tentang masa muda ibu nya yang sangat penuh dengan drama, Kania merasa ibu nya sangat kuat dan sabar sekali dengan semua nya semoga ibu nya di pertemukan dengan kebahagiaan.
Saking serunya berbincang Kania sampai lupa memberi tahu kan suami nya kalo dia tidak melatih dan langsung ke rumah ibu nya.
Notifikasi pesan pun membuat Kania kagat dan menepuk jidatnya, kenapa dia sampai lupa setelah membaca chat nya.
Arga
[Dimana]
__ADS_1
[Aku udah di depan]
Kania pun langsung menekan tombol panggil agar Arga bisa mendengarkan alasan nya, sedangkan Bu Aisyah pergi ke dapur untuk memasak.
[Hallo Kak]
[Hallo Nia kamu dimana sih kok tempat udah sepi apa kamu udah pulang] tanya Arga di sebrang sana.
[Maaf Kak hari ini tidak ada yang melatih karna ada beberapa pelatih yang sedang bertanding ke luar kota] jawab nya.
[Apa? kamu kenapa gak kasih tahu aku] ujar nya sedikit kesal, tahu gitu dia cus aja langsung ke rumah mertua nya itu.
[Maaf aku beneran lupa] jawab nya merasa tidak enak.
[Gak papa aku langsung jemput kesana aja kalo gitu]
[Oke]
Kania pun langsung memutuskan sambungan telpon nya.
"Siapa nak?" tanya ibu nya.
"Oh ini bu Kak Arga jemput aku ke tempat karate, aku lupa gak ngasih tahu dia."
"Lain kali kalo mau kemana-mana izin dulu sama suami kamu ya nak," ujar nya dan Kania pun mengangguk.
Tak lama kemudian Arga pun datang menjemput nya, bu Aisyah pun tersenyum melihat Kania menyambut suami nya dengan cium tangan nya.
Itu mengingat kan nya pada masa dimana dia masih menjadi istri Bagas walau pun pernikahan itu hanya berjalan beberapa bulan saja namun itu benar-benar sangat terkenang di pikiran nya.
"Sore bu," ucap Arga mencium tangan Bu Aisyah.
__ADS_1
"Sore juga nak, ayo duduk dulu. Nia bikinin suami mu minum nak," ucap nya dan Kania pun menganggukan kepala nya.
Kania segera ke dapur membuat kan kopi untuk suami nya, sedangkan bu Aisyah kembali ke toko kue untuk menutup toko memang toko nya akan tutup saat adzan magrib sampai isya nantu buka lagi setelah isya.