Kontrak Nikah

Kontrak Nikah
Part 74


__ADS_3

Kania berniat menceritakan itu semua kepada Vani namun dia mengurungkan niat nya saat Mama mertua nya datang berkunjung wanita paruh baya itu mengajak Kania jalan-jalan.


"Sayang bagaimana keadaanmu?" ucap Mama Maya memeluk menantu nya itu.


"Baik, Mama sendiri gimana, maaf aku dan Kak Arga belum sempat datang ke rumah lagi," ucap nya merasa tidak enak.


"Tidak apa-apa sayang Mama tahu Arga pasti sibuk di kantor dan kamu pasti harus banyak istirahat bukan. Bagaimana keadaan cucu mama apa baik-baik saja?" ucapnya.


"Kami baik-baik saja Ma, baru dua hari yang lalu aku periksa."


"Oh syukurlah, oya sayang nanti malam salah satu kolenga Papa ada yang membuat acara pesta dan kita semua di undang kesana jadi sebaiknya kita belanja dan ke salon buat nanti malam."


"Apa aku sama Kak Arga juga harus ikut ya Ma?"


"Tentu saja sayang ayo siap-siap," ucap nya.


Mau tak mau Kania pun mengikuti keinginan ibu mertuanya itu, dia segera masuk ke dalam kamar untuk ganti baju sedangkan Mama mertua nya menunggu di ruang tamu.


Di perusahaan Arga nampak sedang metting pagi ini bersama klien nya yaitu pak Farhan entah apa yang terjadi karna tidak seperti biasanya pria itu lebih banyak diam.


Arga pun tidak mau ambil pusing karna ada Mona sekertaris Farhan yang cekatan dan juga fropesinal dalam bekerja membuat mereka puas dengan presentase nya.


Acara metting pun selesai Arga kembali ke ruangan nya, dia harus menghubungi istrinya karna dia lupa memberi tahu kalo akan ada acara nanti malam.


"Kenapa ponsel nya tidak diangkat, biasanya jam segini dia sedang nonton drakor favoritnya," gumannya.


Beberapa kali panggilan namun masih sama, Arga pun mengirim pesan berharap Kania membaca nya nanti.


(Sayang nanti malam kita akan menghadiri pesta di salah satu gedung, aku mau kamu pakai gaun terbaik kamu malam ini, maaf semalam aku lupa kasih tahu) sand My Love.


Namun masih saja belum di baca, Arga pun kembali meletakan ponsel nya dia harus secepatnya menyelesaikan pekerjaan nya agar bisa pulang lebih awal.


Kania sendiri sudah sampai di Mall dari tadi, dia membeli beberapa dres dan juga baju hamil meski kehamilan nya belum terlihat namun Kania sengaja membeli nya takut nya nanti saat perut nya besar dia gak ada waktu untuk belanja seperti itu.


"Sayang sini satuin biar Mama saja yang bayar," ucap Mama Maya.


Memang kalo belanja dengan Mama Maya Kania selalu saja di belikan dan tidak di biarkan membayar nya sendiri.

__ADS_1


"Biar aku aja Ma gak papa kok, masa tiap belanja Mama terus yang bayar sekaranf gantian biar aku yang bayar," ucap nya merasa tidak enak.


"Gak Papa sayang, sekarang ayo ke kasir Mama sudah janji akan membahagiakan kamu jadi jangan pernah menolak apapun dari Mama," ungkapnya.


Mereka pun pergi kekasir untuk membayar namun semua kartu kredit milik Mama Maya tidak bisa di pakai.


"Kenapa bisa seperti ini ya?" tanya Mama Maya bingung.


Sedangkan Kania sudah tahu penyebabnya mungkin karna efek kolef nya perusahaan Papa Joko terpaksa memblokir kartu kredit Mama Maya.


"Ya udah Ma biar Kania aja yang bayar, jangan tersinggung cuma kali ini aja kok."


Mau tak mau Mama Maya pun mengangguk setuju karna dia sudah tidak punya pilihan lagi, mungkin nanti saat pulang ke rumah dia akan bertanya kepada suami nya apa yang terjadi.


Maya memang belum tahu keadaan perusahaan sekarang karna Pak Joko tidak tega memberitahukan semua nya takut kalo istrinya jatuh sakit saat mendengar hal itu.


Setelah membayar mereka pun makan siang bersama di sana dan Kania juga yang membayar nya.


"Maafkan Mama ya sayang kamu malah yang harus keluar uang untuk jalan-jalan kali ini," ucap nya sendu.


"Tidak masalah Ma, lagian tiap kita jalankan Mama yang selalu traktir aku jadi kali ini giliran aku yang traktir Mama," ucap nya.


Mereka pun selesai belanja dan kini sudah keluar dari Mall tersebut.


"Ma aku pengen beli itu dulu bentar ya," ucap nya menunjuk sebuah kedai MIXUE.


"Ya sudah ayo Mama antar biar nanti Pak supir jemput kita di sana," ucap nya.


Mereka pun berjalan barengan menyebrang jalan namun tiba-tiba ada sebuah mobil melaju dengan kencang ke arah mereka.


"Kania awas," ucap Mama Maya menarik tangan Kania hingga mereka pun tersempat dan jatuh ke pinggir jalan.


Kepala Kania menghantam tiang dan langsung tidak sadarkan diri sedangkan Mama Maya hanya mendapatkan luka ringan di tangan dan kaki nya.


Mama Maya berteriak histeris saat melihat kondisi menantu nya itu.


"Kania bangun sayang," ucap nya sedikit berteriak.

__ADS_1


"Tolong, tolong, siapa pun tolong kami," ucap nya.


Pak supir pun datang bersama beberapa orang yang akan membantu mereka.


"Ibu apa yang terjadi?" tanya Pak sopir kaget melihat keadaan mereka.


"Kania, ayo bawa dia kerumasakit," ucapnya.


Mama Maya pun menahan sakit di kaki nya dan segera masuk ke dalam mobil lalu beberapa orang pun membantu Kania memasukan nya kedalam mobil Maya.


Mobil pun melaju dengan cepat menunju rumasakit terdekat,selama perjalanan Mama Maya terus saja menangis hingga dia lupa menghubungi anak dan suami nya.


"Kania bertahan lah nak," ucap nya melihat keadaan Kania yang mulai pucat dan darah nya terus mengalir.


Hingga mereka pun sampai di rumasakit dan Kania dengan cepat di bawa ke ruang ICU, belum juga satu tahun Kania sudah dua kali masuk ke ruang tersebut.


Mama Maya tidak bisa tenang dia terus saja menangis.


"Sebaiknya luka ibu juga di obati agar tidak infeksi," ucap salah satu suster itu.


Mama Maya pun menurut saja,ternyata luka nya lumayan parah dan harus menerima beberapa jaihatan di tangan kirinya dan juga kaki nya terkilir sehingga harus menerima perawatan.


"Kenapa baru terasa," batinnya.


Mungkin karna terlalu syok melihat Kania terluka parah sehingga dia lupa dengan lukanya sendiri dan sekarang luka itu baru terasa sakit.


Di sisi lain Pak Farhan sedikit bingung karna bukan Kania yang menjadi pemimpin perusahaan, dia benar-benar kaget saat mendengar kalo Kania sudah menikah dengan Arga anak dari Joko.


"Kamu yakin kalo Arga adalah suami nya Kania?" tanya Farhan kepada sekertarisnya.


"Benar Pak, semua karyawan yang bekerja di sana tahu kalo Pak Arga adalah suami nya Bu Kania," jawab nya.


"Sial!! sebenarnya sejak kapan dia menikahi Kania kenapa aku tidak tahu," batinnya.


"Lalu sejak kapan mereka menikah kenapa Joko tidak mengadakan pesta untuk anak semata wayang nya?"


"Sudah lama sekitar 8 bulan yang lalu mereka menikah entah apa yang terjadi yang jelas Pak Joko tidak memberi tahukan kabar gembira ini kepada media," jawab nya.

__ADS_1


"Ya sudah kalo begitu, kamu cari tahu kenapa Joko menikahkan mereka secarw diam-diam," ucap nya membuat Mona melongo apa katanya tadi hmm memang nya dia detektif apa pikirnya.


__ADS_2