
Selesai makan Arga mengajak Kania berbicara, dia ingin tahu siapa yang tadi berboncengan dengannya.
"Kania tunggu aku ingin bicara," ujar nya.
Kania pun mengurungkan niat nya untuk keluar dari dapur dia benar-benar penasaran apa lagi yang mau Arga tanyakan.
"Mau bicara apa?"
"Apa kita bisa berteman? aku rasa itu lebih baik dari pada kita seperti orang asing," ucap nya tanpa ragu.
Kania pun menatap nya intens ada apa gerangan dengan suami nya ini kenapa jadi baik begini dimana kata-kata pahit nya yang sering terucap.
"Aku minta maaf karna membuat kamu tak yaman selama tinggal di sini," ucap nya merasa bersalah.
Tak semua nya salah Arga karna dia pun sama kalo saja dia berusaha lebih baik menjadi istri mungkin dari awal kondisi nya tidak akan seperti ini.
Tapi Kania juga harus curiga takut nya Arga hanya pura-pura saja, secara dia sedang tidak baik dengan pacar nya mungkin kalo dia kembali dengan wanita itu dia kan kembali ke setelan pabrik.
"Kania kamu dengerin aku tidak?" tanya Arga dia benar-benar penasaran kenapa Kania tidak menjawab pertanyaan nya.
"I-ya Kak aku denger kok,bagaimana hubungan Kakak dengan wanita itu?" tanya Kania tidak tahu kenapa pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulut nya.
"Aku tidak tahu dan jangan bahas dia jika kita sedang bersama," ujar nya tidak tahu kenapa mendengar Kania bertanya seperti itu dia malah kesal.
Apa kania tidak punya hati melihat suami nya dekat dengan wanita lain, apa cuma dirinya saja yang kesal saat melihat Kania tersenyum dengan pria lain.
Sungguh Arga benar-benar tidak mengerti dengan perasaan nya kali ini.
"Maaf."
Hanya kata itu yang keluar dari mulut nya dia benar-benar tidak tahu mau bertanya apa dia merasa canggung.
"O-ya besok Mama akan menginap di sini mungkin akan sedikit lama karna rumah sedang di renovasi."
Kania lansung mendongkahkan kepala nya menatap Arga, kalo Mama menginap di sana nanti tidur dimana pikir nya.
"Aku tahu kamu pasti bingung karna di sini hanya ada dua kamar, sebaik nya kamu tidur dulu bersama ku selama Mama di sini. Jangan sampai dia kembali curiga kalo kita tidak seperti suami istri pada umum nya."
__ADS_1
Kania pun hanya bisa menghala nafas, dia pasrah mau bagaimana pun ini rumah Argq jadi sesuka dia saja lah, lagian mau tidur dimana lagi dia kalo bukan di kamar suami nya.
"Baik lah nanti aku akan membereskan kamar ku, agar besok pagi saat Mamw datang beliau tidak curiga," ujar nya.
Arga pun mengangguk namun sebelum itu dia mengatakan akan membantu Kania membereskan barang-barang nya.
"Bangunkan aku lebih awal agar bisa membantu mu beres-beres," ucap nya dan Kania pun mengangguk.
Setelah perbincangan itu Kania memilih kebali ke kamar nya dia akan membereskan barang-barang nya besok saja karna hari ini dia benar-benar lelah ingin segera merebahkan tubuh nya di kasur empuk nya.
Dan benar saja tak lama kemudia dia pun terlelap, kamar Kania selalu terang karnq diw takut gelap saat masih kecil kamar nya selalu gelap hanya lampu tidur yang menyala namun suatu kejadian tak terduga membuat nya takut saat dalam keadaan gelap.
Kania yang kala itu baru keluar SMP dia kaget kan oleh kecoa yang menempel di kening nya, dia yang baru saja terlelap pun langsung terbangun karna kaget ada yang meraba kening nya.
Dia berteriak histeris hingga bu Aisyah pun datang dan menyalakan lampu kamar, ternyata kecoa itu terbang ke wajah nya dan semenjak saat itu dia takut gelap.
Arga yang tak sengaja melewati kamar itu nampak heran melihat kamar yang masih menyala, bukannya Kania tadi bilang kalo dia sudah mengantuk ingin istirahat apa dia belum tidur nya pikir nya.
Arga pun melirik jam tangan nya sudah pukul 10 malam, tidak tahu kenapa dia malah kepo ingin masuk ke kamar Kania.
Ternyata kamar Kania tidak di kunci itu memudahkan Arga masuk,pintu pun terbuka sedikit dia bisa melihat kalo Kania sudah tidur di bawah selimut.
'Ternyata manis juga kalo kayw gini' gumannya.
Dia merapihkan rambut yang menuntupi wajah Kania, entah dorongan dari mana dia malah mencium bibir nya.
Bukan ciuman namun hanya mengecup saja bibir itu hanya menempel dan Arga langsung melepaskan nya lagi takut kalo Kania bangun.
"Ternyata istriku cantik juga kenapa aku baru sadar sekarang," gumannya.
Arga pun duduk di sofa dia penasaran dengan ponsel Kania yang bergetar di atas nakas.
"Siapa yang menghubungi nya malam-malam begini," gumannya.
Dia langsung mengambil nya dan tertera beberapa pesan di sana bahkan beberapa panggilan tak terjawab.
Arga pun kepo ingin membuka ponsel ini namun ponsel itu harus memakai sidik jadi Kania.
__ADS_1
Arga pun nekat menarik tangan Kania dan menempelkan nya di ponsel itu dan benar saja ponsel langsung terbuka.
"Fyuhhh..," Arga pun bernafas dia langsung membuka chat dan melihat-lihat siapa yang mengirim pesan malam-malam kepadanya.
Nama yang paling atas adalah Arsen dan juga Andres siapa mereka batin Arga semakin kepo.
Di bawah nya ada Vania, Axsel dan Fadly namun seperti nya pesan itu sudah lama karna tak ada chat baru karna Kania tidak menjawab chat dari mereka.
Pertama-tama dia melihat chat dari Arsen yang ada paling atas.
19.20
[Arsen: Sorry gue baru bisa balas sekarang ponsel gue ketinggalan di rumah]
19.30
[Arsen:Apa loe udah tidur tumben gak bales chat gue bisanya juga cepet banget, katanya kangen sama gue]
19.50
[Arsen: Ya elah kemana sih loe gak mungkin udah tidur ini masih sore, Ka bales dong iya gue minta maaf karna pergi gak izin sama loe]
19.55
[ Arsen: Ya udah deh kalo loe udah tidur besok gue tunggu di tempat biasa good night]
Arga pun berdecak kesal siapa laki-laki itu apa mungkin dia adalah pria yang tadi di bonceng Kania.
Arga pyn lanjut membuka chat dari Andres.
[Andres: Makasih ya untuk hari ini kamu benar-benar membantu sekali dan Dita juga bahagia bisa bertemu dengan kamu, aku kasih nomor ponsel kamu ke dia nanti kalo dia ada hubungi kamu,kamu jangan heran]
[Andres: Kamu hutang penjelasan sama aku Ka, kamu kok gak bilang sih kalo kamu udah nikah kamu gak anggap aku Kakak kamu lagi ya]
[Andres: Kania jawab dong kamu harus jelasin semua nya, kamu tuh curang aku aja cerita soal perjodohan ku dengan Dita tapi kamu malah diem-diem aja]
[Andres: Kania astaga kamu benar-benar udah tidur, ya udah besok aku tagih ya penjelasan kamu di sekolah, aku juga mau ajak kamu jemput Dita kerumasakit]
__ADS_1
Arga pun bernafas lega ternyata laki-laki tadi tak ada hubungan apa-apa dengan Kania, namun Arga harus mencari tahu siapa Arsen itu.