
Kania masuk ke dalam kamar nya yang dulu untuk membersihkan diri setelah itu Kania mengambil air putih di dapur apa mungkin suami sakit karna tadi dia bisa melihat wajah Arga nampak merah, atau mungkin Arga marah pada nya karna tadi dia duduk di sebelah Axsel.
Kania masuk kedalam kamar Arya namun tidak menemukan suami nya dimana pun lantas dia pun menggedor-gedor pintu kamar mandi karna sudah hampir satu jam tapi Arga tidak keluar-keluar.
"Kakak buka pintu nya Kakak gak papa kan?" teriak Kania di depan pintu namun tidak ada jawaban.
Kania benar-benar penasaran dengan apa yang Arga lakukan di dalam dia takut suami nya itu kenapa-napa karna sedari tadi saat di jalan Arga nampak diam saja dan terpaksa Kania yang nyetir.
Dia takut Arga pingsan di dalam sana lalu apa yang harus dia lakukan.
"Tidak -tidak mungkin, tapi gimana kalo itu terjadi aku harus gimana?" gumannya terus mondar-mandir sambil menggigit kuku jari nya.
Kania kembali mengetuk pintu dan berteriak memanggil suami nya."Kakak ayo buka pintu nya, sebenarnya Kakak kenapa?"
Ceklek
Suara kunci terbuka dan Kania masih berdiri di depan pintu menunggu suami nya.
glekk
Kania dengan susah payah menahan silvanya dia tidak tahu kalo Arga keluar hanya memakai handuk saja tak lupa tangan nya menggosok-gosok kepala dengan handuk.
"Kakak gak Papa?" tanya Kania memegang kening suami nya membuat Arga kembali tegang.
Jujur Arga sudah bisa meredam hasr*t nya dia tidak mau membuat Kania kecewa jika dia cerita yang sebenarnya, lagian siapa coba yang sengaja memasukan obat itu kedalam minuman nya.
Sedari tadi Arga sudah curiga kalo ada yang naruh obat perangsang dalam minuman nya karna dia pernah mendengar dari teman-teman nya kalo reaksi nya akan seperti itu.
"Ayolah Kakak kenapa sih, apa ada yang sakit?" namun Arga hanya diam saja dia tidak berani menatap istrinya karna takut khilaf dia sudah berjanji tidak akan macam-macam dengan Kania sebelum Kania siap.
Selama ini mereka memang tidur satu kamar namun mereka belum pernah melakukan hal itu.
"Apa kita pisah kamar aja ya aku kok ngeri ya ngebayangin nya baru di cium aja jantung ku rasanya mau copot," ucap Kania beberapa hari yang lalu.
__ADS_1
Arga pun menoleh saat Kania kembali bertanya."Kakak marah sama aku?"
"Ayolah jangan kek anak kecil dong kan Kakak yang mulai tadi," ucap nya duduk di ranjang dia memalingkan wajah nya saat Arga memakai kaos.
Sedari tadi dia berusaha tidak melihat tubuh sisfex suami nya itu.
"Aku gak papa ko ayo tidurlah sudah malam," ucap nya.
Sedangkan Kania merasa ada yang tidak beres dengan suami nya itu lantas dia pun mendekat karna Arga sudah memakai baju nya.
"Sebenarnya apa yang terjadi, apa yang kakak sembunyiin dari aku?" tanya Kania menatap suami nya.
'Ya Tuhan apa lagi ini? udah susah payah tidurin jun**r sekarang malah di suguhi kaya gini," batinnya.
Kania pun mulai kesal karna Arga malah memalingkan wajah nya."Aku ngambek nih kalo kakak gak mau ngomong asal kakak tahu aku udah mulai kesel nih sama kakak," ucap nya jujur.
Arga teringat saat Kania tertawa bersama Axsel dia benar-benar marah dan emosi sekali jujur dia cemburu hingga membuat nya tidak sadar.
Arga yang sudah tidak tahan lagi pun langgung menunduk dan menya**ar bi**r yang sudah menjadi c**dunya.
Arga yang udah tidak tahan pun mengandong istrinya ke tempat tidur dan malam panas pun terjadi, Kania hanya bisa pasrah karna bagaimana pun itu adalah kewajiban nya sebagai istri.
Keesokan harinya Kani nampak bangun lebih awal badan nya benar-benar sakit semua dia tidak menyangka kalo Arga seganas itu.
Dia menatap kebawah ternyata badan mereka masih sama-sama pol*s hanya tertutup selimut saja.
Dia pun menatap wajah tampan yang masih anteng dalam mimpi nya,pikiran nya menerawah ke kejadian semalam sungguh dia malu sekali apalagi Arga sudah melihat semua nya.
Kania pun berjalan pelan meski terasa sakit namun dia harus segera mandi karna hari ini ada kegiatan di sekolah.
Setelah tiga puluh menit berlalu Arga pun mulai mengerjapkan mata nya dia meraba kasur di sebelah nya ternyata kosong.
"Sayang," panggil nya dengan suara serak has bangun tidur.
__ADS_1
Dia bangun dan langsung duduk bersandar di ranjang dia melihat tubuh nya masih pol** pun tersenyum ternyata mereka masih sama-sama pertama merasakan itu.
Dia menatap pintu kamar mandi yang terbuka terlihat Kania sudah segar memakai kimono dengana handuk di kepala nya.
"Kakak udah bangun ayo cepetan mandi ini udah siang loh," ucap nya langsung masuk ke ruang ganti dia benar-benar malu menatap suami nya itu.
Sedangkan Arga langsung meraih bo*er nya dan masuk ke kamar mandi dia juga harus cepat karna ada metting pagi ini, kalo telat Papa nya pasti akan marah.
.
"Kalian tahu gak kalo hari ini akan kedatangan anak pemilik yayasan kata nya sih dari luar negri," ucap salah satu guru sedangkan Andres masih cuti nikah sampai dua hari kedepan.
Kania memang sudah berada di sekolah dia sampai beberapa menit yang lalu.
"Emang ada acara apa ya Bu di sekolah hingga anak nya Pak Ve datang kesini?" tanya guru lain sedangkan Kania nampak menyimak.
"Saya juga gak tahu kalo gak salah sih acara tahunan gitu, sama ada santunan ke panti asuhan," ucap nya dan Kania pun akhirnya mengerti.
Memang Yayasan tempat Kania mengajar adalah milik pribadi alias swasta dan memang di sana selalu di adakan beberapa acara setiap tahun nya termasuk acara santunan yang akan melibatkan ratusan anak yatim dari beberapa panti asuhan.
Di sisi lain Arga nampak kesal karna metting nya baru selesai sungguh melelah kan pikir nya.
"O-ya Arga saya mengundang kamu dan Papa kamu makan malam bersama nanti malam jangan lupa datang ya," ucap Klien Papa nya itu, Arga hanya menganggukan kepala nya.
"Baiklah kalo begitu kami permisi," lanjut nya.
Arga pun menatap Papa nya seolah meminta penjelasan."Apa sih Ga kamu tuh ngomong kalo bukannya diemin Papa kaya gitu,"
"Papa ngapain mau diajak makan malam sama Papa nya Sita, apa Papa mau aku di marahi sama istri aku gara-gara salah paham," ujar nya namun Pak Joko hanya tersenyum.
Bukan itu maksud nya namun Joko ingin malah ingin Arga mengajak serta istri nya nanti malam agar Papa Sita tahu kali dia sudah menikah dan Sita tidak akan mengganggu nya lagi.
"Baiklah aku akan mengajak Kania nanti malam," jawab nya dan langsung keluar daru ruangan itu.
__ADS_1
Setelah sampai di ruangan nya tiba-tiba Bara datang membawa beberapa berkas yang harus di tanda tangani nya.