Kontrak Nikah

Kontrak Nikah
Part 9


__ADS_3

Mobil pun berhenti di pinggir jalan membuat Kania bingung kenapa berhenti bahkan ini masih jauh dari temlat nya bekerja tak di sangka Arga menyuruh Kania turun dari mobil nya.


"Turun..," ucap Arga tanpa menoleh dia masih setia menatap lurus kedepan.


Kania pun bingung."Sekolah ku kan masih jauh," jawab nya dengan nada sendu Kania berharap Arga akan mempunyai belas kasihan karna jam segini taxi pun akan susah bagaimana dia bisa sampai di sekolah lebih cepat kalo begini.


Arga pun menarik ujung bibir nya seolah mengejek."Siapa yang mau anterin kamu,kita kan beda arah lagian gak pernah ada niat buat aku bareng sama kamu," ujar nya membuat Kania berkaca-kaca dia tak menyangka Arga akan setega itu padanya.


Kania pun lantas membuka pintu mobil dan menutup nya secara kasar."Dasar perhitungan awas saja nanti aku bales," gumannya dia benar-benar sangat kesal sekali .


Mobil pun langsung pergi meninggalkan Kania sendiri, untung saja Kania di turunkan di tempat yang ramai jadi dia bisa dengan mudah menyetop kendaraan umum.


Kania terpaksa naik angkot yang kebetulan lewat, dia memang sudah terbiasa dengan kendaraan umum jadi tidak masalah baginya bila harus berdesakan.


Beberapa menit berlalu Kania pun akhirnya sampai untung saja dia tidak terlambat kalo telat bisa gawat.


"Tumben kamu hampir telat apa kamu bangun kesiangan?" tanya Andres yang Rina tiba datang.


Kania pun tersenyum canggung."Tadi saya lupa pesan taxi jadi saya harus nunggu di jalan," bohong nya sambil tersenyum ramah.


Andres pun mendekat menarik kursi duduk di sebelah nya."Harus nya kamu telpon saya biar saya jemput kamu," ujar nya membuat Kania terkekeh apaan sih pria ini.


"Ahh mana saya berani pak, lagian saya takut merepotkan," ujar nya berbicara pormal karna di sana banyak guru-guru yang lain takut nya mereka salah pahan kalo bicara terlalu akrab.


Lagiab mana bisa dia menghubungi laki-laki lain sedangkan status nya istri orang, walau pun cuma pernikahan kontrak yang tentu saja akan cepat berakhir.


Kania hanya tersenyum mana mungkin dia cerita yang sebenar nya terhadap Andres meskipun mereka dekat tapi Kania terbilang sangat tertutup dengan siapa pun termasuk sahabat nya Vani.

__ADS_1


Setelah rapat selesai Kania kembali mengajar seperti biasa, dia sangat senang bisa mengajar dengan sabar dan perhatian Kania mengajari mereka.


Mood nya benar-benar kembali membaik saat mengajar anak-anak didik nya itu, dia bersyukur memiliki mereka kalo tidak dia pasti akan stres memikirkan rumah tangga nya.


"Kania aku antar pulang ya," ucap Arsen dia sudah berdiri di depan motor nya.


Dulu Kania memang sering nebeng sama Arsen sebelum diri nya menikah, namun setelah menikah dia membatasi diri agar tidak terlalu dekat dengan pria mana pun.


"Gak usah aku udah pesen taxi kok," jawab nya tersenyum.


Kania berusaha menghindari semua laki-laki yang mendekati nya, begitu pun dengan Arsen.


Walau pun Arsen dan Kania hanya berteman namun dia tak mau ada fitnah yang akan mencemarkan nama baik nya.


Dia juga takut kalo mertua nya salah paham, Kania akan berusaha menjadi menantu yang baik untuk mereka walau pun nanti usia pernikahan nya tidak akan berlangsung lama.


Kaila mampir dulu ke sebuah swalayan membeli bahan-bahan pokok yang habis di rumah nya.


Taxi pun berhenti di depan rumah Arga, namun dia bingung kenapa mobil Arga sudah ada di sana.


Kania pun segera masuk namun alangkah terkejut nya dia saat melihat seorang wania duduk di pangkuan Arga.


Mood nya kembali buruk namun dia berusaha tenang agar tidak menimbulkan kekacauan, dia tahu ini akan terjadi jadi bukan salah Arga karna dia sudah jujur dia punya pacar.


Melihat ada orang yang masuk wanita itu malah sengaja memeluk leher Arga,membuat Arga kesal apalagi dia melihat wajah Kania yang tampak lelah.


Arga pun nampak kaget melihat Kania sudah pulang, lantas dia pun berdiri tak menghirau kan wanita yang ada di pangkuan nya.

__ADS_1


Dia takut Kania mengadu kepada orang tua nya dan semua nya bisa kacau dia bisa kehilangan semua fasilitas nya jika itu sampai terjadi bagimana pun dia tidak mau hidup susah.


Wanita itu terjatuh dan mengaduh kesakitan."Kamu tuh apa-apaan sih sayang?" tanya wanita itu kesal dia bingung kenapa Arga berbuat seperti itu pada nya.


Sedangkan Arga berusaha tenang agar bisa memberikan alasan kepada Kania tentang hubungan mereka.


"Sebaik nya kamu pergi, istriku sudah pulang takut nya dia mengadu dengan orang tua ku," ujar nya membuat wanita itu menggelengkan kepala.


Wanita itu nampak kesal mendengar nama orang tua nya Arga, siapa yang tidak tahu dengan keluarga aneh itu.


Ayah dan ibu nya selalu ketus saat bertemu dengan nya bahkan mulut nya seperti pedas sekali, tak pernah bersikap baik kepadanya.


"Baiklah aku tunggu kamu di apartemant yah aku masih rindu kamu," ujar nya memeluk Arga dan segera pergi.


Sedangkan Kania tidak mau ambil pusing dia langsung masuk ke dapur meletakan belanjaan nya tanpa menghiraukan mereka terserahlah mau ngapain juga dia tidak peluli dan setelah itu dia masuk ke dalam kamar nya.


Kania nampak duduk di lantai sambil menekuk lutut nya dia tidak tahu kenapa begitu kesal dengan mereka.


Walau bagai mana pun Kania adalah seorang wanita, meskipun dia belum mencintai suami nya namun rasanya harga diri nya terasa di injak-injak.


Hatinya benar-benar sakit dia berharap semua nya bisa dia jalani dengan ikhlas dan penuh kesabaran.


Dengan berani Arga memamerkan kemasraan mereka di depan nya, bahkan dengan berani Arga membawa wanita itu ke dalam rumah apa sebenarnya mau nya Arga itu apa dia ingin pamer kalo dia benar-benar tidak bohong tentang hubungan nya dengan wanita itu.


"Sabar Kania semua akan segera berakhir dua bulan lagi kamu bisa bebas dari sini," gumannya sambil menghapus air matanya yang terus mengalir.


Dia mengepalkan tangan nya dia akan bertekad akan membentengi diri nya agar tidak tertarik dengan Arga, pria sombong yang selalu menghina nya.

__ADS_1


"Semangat Kania kamu pasti bisa," gumannya.


Dada nya terasa sakit bagaikan terhimpit batu yang besar bukan karna di sakit hati karna mencintai Arga, tapi dia sakit hati karna Arga tak menghargainya sebagai istri.


__ADS_2