
Marvin pun penasaran siapa yang bertamu malam malam ke rumah Nabila, Ia pun berjalan menghampiri Nabila.
"Siapa sayang?" tanya Marvin Ia nampak melebarkan matanya melihat Arsen berdiri di sana.
"Lho Kak Arsen ngapain kesini?" tanya Arsen dengan nada tidak suka nya sungguh Ia tidak suka melihat Arsen datang menemui gadis yang beberapa saat yang lalu menjadi pacar nya.
"Harus nya gua yang nanya ngapain lu di kosan Nabila lu gak tahu kalo dia calon bini gua," ujar Arsen mengepalkan tangan nya jujur Ia kaget saat melihat Marvin ada di sana.
Sejak kapan Marvin ada di sana dan mereka sedang melakukan apa?
"Tentu saja gua nemenin dia selama ini kan emang Bila pacar gua ngapain kak Arsen ngaku ngaku calon laki nya," ucap Marvin benar benar kesal sedangkan Nabila hanya diam saja Ia malas berdebat.
"Hey bukannya kalian udah putus ya terus kenapa sekarang malah ngaku ngaku?" ujar Arsen tidak terima dengan pengakuan Marvin jujur Ia tidak rela melihat mereka kembali bersama.
"Hah siapa yang bilang kalo kita putus?" tanya Marvin Ia menatap tajam gadis yang ada di samping nya.
"Kamu bilang kita udah putus sama dia?" tanya Marvin sedangkan Nabila bingung harus menjawab apa.
"Aku gak bilang gitu kok, cuma mungkin Kak Arsen nya aja yang beranggapan kalo kita udah putus karna kita jarang jalan berdua," jelas nya entah lah Nabila bingung harus berbohong apa lagi.
 Selama ini Nabila memang mengatakan kalo Ia pacaran dengan Marvin mungkin karna Arsen sudah lama tidak melihat Marvin jadi Ia menyimpulkan sendiri kalo mereka sudah putus.
"Ya meski pun kalian belum putus juga aku tetap calon nya jadi kamu sebaik nya jauhi dia karna kami akan segera menikah secepatnya," ujar Arsen tegas namun Marvin hanya tersenyum mendengar nya.
"Oh begitu ya, sayang kamu dengar apa kata kak Arsen apa itu benar?" tanya Marvin namun Nabila dengan cepat menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Aku gak pernah ya nerima perjodohan itu sampai kapan pun aku gak mau nikah sama kakak," ucap Nabila membuat Arsen kesal Ia merasa terhina dengan penolakan Nabila yang terang terangan menolak nya di depan Marvin.
Jujur Arsen sudah sangat berharap Nabila mau menerima perjodohan itu apalagi Ia sudah ada rasa pada gadis jutek itu.
Dari awal bertemu sifat Nabila tidak pernah berubah gadis itu selalu ketus padanya namun itu semakin menambah Arsen penasaran selama ini hanya Kania yang menolak nya dan kali ini Nabila lah orang kedua yang menolak nya.
Jika dengan Kania Ia masih biasa biasa saja karna memang Ia tahu kalo Kania sudah menikah dan tidak mungkin menjadi orang ke tiga, sedangkan Nabila gadis itu ternyata yang di jodohkan dengan nya arseb tidak mau kehilangan calon istrinya itu bagaimana pun cara nya Ia harus secepatnya meminang Nabila.
"Oke kita liat saja nanti apa yang bisa kamu lakukan," ucap Arsen Ia langsung pergi dan masuk ke dalam mobil nya melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu sedangkan Nabila dan Marvin saling menatap lalu masuk ke dalam rumah.
"Kamu beneran gak mau pulang?" tanya Nabila.
"Aku masih mau di sini, tapi kalo kamu mau ikut aku pulang boleh sih dengan senang hati," ujar Marvin membuat Nabila menggelengkan kepalanya.
Entah lah apa yang ada di pikiran nya sekarang yang jelas Nabila pun tidak rela jika Marvin benar benar pulang Ia masih ingin memeluk sahabat sekaligus pacar nya itu.
.
Lantas Ia pun mengambil ponsel yang ada di atas nakas, ternyata sudah jam 9 pagi sungguh baru kali ini Ia bangun siang itu terjadi karna Marvin mengajak nya begadang.
Setelah melakukan nya pertama kali kemarin Marvin pun ketagian dan meminta Nabila agar melakukan nya lagi tidak sampai di satu kali ternyata stamina Marvin sangat kuat malam itu membuat Nabila kelelahan dan akhirnya bangun agar siang untuk saja hari libur sehingga Ia bisa bernafas lega.
"Mau kemana hmm?" tanya Marvin menarik tubuh polos itu kedalam dekapan nya.
Saat menyadari kalo tangan nya sudah tidak melingkar di perut Nabila Ia pun membuka mata terlihat Nabila sedikit menjauh dari nya Ia pun mendekati gadis itu lalu kembali meleluknya.
__ADS_1
"Astaga Marvin bisa gak sih kalo gak ngagetin, untung ponsel nya gak jatuh," gerutu nya sedangkan Marvin hanya tersenyum sambil menciumi leher gadis itu membuat tanda di sana.
"Udah ah geli, ayo mandi aku laper." Ajak nya dan Marvin pun mengangguk setuju karna Ia juga merasakan hal yang sana.
Marvin pun mengangkat tubuh Nabila membawa gadis itu ke kamar mandi, Ia meletakan tubuh itu di atas closet setelah itu Ia membantu Nabila mandi setelah bersih kini giliran nya yang mandi.
"Sebenarnya kita mau kemana sih harus ya pake pakaian rapi kaya gini?" tanya Nabila sambil mengeringkan rambutnya dengan hairdryer.
"Kita kan mau jalan jadi jangan tanya lagi ya," ucap Marvin membenarkan jas nya.
Sedangkan Nabila masih bingung kenapa jalan jalan harus memakai baju formal seperti itu seperti mau bekerja saja pikirnya namun Ia tidak bertanya lagi terserah Marvin saja lah.
.
Di tempat lain Kania dan Arga baru saja sampai di rumah mereka baru saja pulang berlibur, entah lah ibu hamil itu sedang ingin jalan jalan ke luar kota sehingga mau tak mau Arga pun menuruti nya.
"Udah puas sekarang?" tanya Arga dan Kania pun mengangguk.
"Makasih banyak By I love u pokok nya," ucap Kania sambil memberikan simbol dengan jari nya membuat Arga tersenyum lalu mengecup kening istrinya itu.
"Jangan minta yang aneh aneh lagi ya sayang," ucap nya mengelus perut sang istri yang sudah membesar kehamilan Kania sudah menginjak 7 bulan.
Satu minggu yang lalu Ia merenget ingin berlibur ke pantai yang ada di Bali, Arga pun kelimpungan bukannya Ia tidak mau menuruti keinginan istrinya namun Ia takut terjadi sesuatu dengan kehamilan istrinya karna jarak Jakarta dan Bali cukup jauh meski memakai pesawat sekali pun.
Namun Kania yang terus memaksa akhirnya Ia pun menuruti keinginan istrinya itu dengan hati hati Ia mengantar istrinya jalan jalan di sana.
__ADS_1
Selama satu minggu itu juga Bara di sibukan dengan pekerjaan kantor sehingga membuat Vani kesal karna kurang di perhatikan apalagi usia kandungan Vani sudah menginjak 9 bulan untung saja ada ibu nya yang siap siaga menjaga nya sehingga Bara bisa sedikit tenang.