
Di sisi lain Arga nampak kesal melihat Kania nampak akrab sekali dengan mereka, sedangkan Bara nampak senang bisa berkumpul bersama mereka dia bisa melihat kedekatan Axsel dengan seorang wanita yang tidak di ketahui siapa nama nya.
"Bar lo sama siapa kesini?" tanya Fadli heran melihat Bara ada di sana.
Bara pun memutar otak nya mencari alasan yang tepat agar tidak membuat mereka curiga.
"Gua ada kerjaan di sekitar sini jadi gue nginep di Vila sebelah, gua gak sengaja liat kalian ya dari pada gua sendiri di sana mending gua gabung bersama kalian," ujar nya dan Fadli pun mengangguk.
Mereka dulu satu sekolah saat SMA termasuk Axsel, Juan dan Marco namun Bara tidak terlalu dekat dekat mereka.
Hanya Fadli saja yang dekat dengan nya itu pun karna mereka satu kelas.
"O-ya gua kok baru liat ya tuh cewek," ujar nya melirik ke arah Kania yang sedang duduk bersama Vani dan Aurel.
"Dia temen nya Vani, kenapa lo naksir sama dia," tanya Fadli sedikit kesal kenapa sih Kania harus cantik malam ini bahkan dia pun tak bisa berpaling sedikit pun dari nya dia juga melihat Axsel terus memperhatikan nya.
"Ohh gak kok gua lebih tertarik sama adik lo," ujar nya tersenyum menatap Vani yang sedang tersenyum bersama Kania.
Bara dari dulu memang tertarik dengan Vani namun dia sadar kalo kasta mereka berbeda jadi dia memilih diam saja memendam perasaan nya.
.
Keesokan hari nya Kania sudah bangun lebih dulu dia duduk di depan balkon kamar nya sambil di temani satu cangkir kopi susu.
Kania memotret langit pagi yang sangat indah tak lupa dia pun membuka akun sosial media nya dan memposting jeperetan nya itu.
Dengan campion."Pagi yang cerah secerah hatiku."
setelah memposting begitu banyak yang mengomentari nya, memang Kania sangat aktip di jejaring sosial media nya dia sering memposting tentang makanan yang dibuat nya ada juga poto pemandangan tak lupa poto-poto nya yang nampak cantik dengan memakai baju dinas nya dan baju karate dengan sabuk kebanggan nya.
Ada banyak sekali yang mengomentari nya termasuk Fadli yang juga sedang aktip di medsos nya.
__ADS_1
Dia langsung berkomentar namun Kania tak membalas para komentar itu.
@fadly022. 💓
Itu yang Fadli tulis di kolom komentar membuat para pengagum Kania langsung menyindir Fadli.
Kania pun tak ingin berkometar apa-apa terserah mereka saja lah, dia tidak mau ribut.
Kania pun mematikan ponsel nya dan masuk ke dalam kamar membangunkan Vani yang masih tidur."Babz bangun udah siang nih gue harus pulang," ujarnya menarik-narik selimut yang dia pakai Vani.
Vani pun mengerjapakan matanya dan menguap lebar."Jam berapa ini?" tanya Vani masih sedikit mengantuk.
"Jam 8 lebih lu mau pulang jam berapa?" tanya Kania dia duduk di tempat tidur memperhatikan penampilan Vani yang sedikit acak-acakan membuat nya terkekeh pelan.
"Masih pagi Nia lu mau kemana sih kita kan lagi liburan ya nanti aja deh pulang nya sorean, gua masih ngantuk," jawab nya memejamkan lagi matanya dan menarik selimut sampai ke dada.
Memang benar karna semalam mereka begadang sampai larut malam, mereka bakar-bakar ikan dan lain-lain sampai tak terasa waktu sudah mulai larut.
"Gue mau nonton pertandingan karate, nanti jam 1 siang takut nya gue telat," ujar nya memberi tahukan alasanya kepada Vani.
Kaila pun mengangguk sebenarnya dia malas sekali harus bareng Axsel namun dari pada telat apa boleh buat.
"Ya udah turun yuk tuh Bi Marni udah manggil dari tadi nyuruh sarapan," ujar nya bangkit dan keluar dari kamar sedangkan Vani tidur lagi.
Kania pun hanya menghela nafas karna Vani tidak kunjung bangun jadi dia meninggalkan nya.
"Loh mana Vani kok gak ikut kita sarapan?" tanya Mama nya melirik kiri kanan hanya ada Kania yang berdiri di sana.
"Baru bangun dia mungkin lagi mandi dulu," jawab Kania ikut duduk dan sarapan bersama mereka.
Kania sudah terbiasa dengan keluarga itu, mereka menyayangi Kania seperti anak nya namun ada hal yang membuat Kania membenci mereka.
__ADS_1
Dulu Kania dan Fadli pacaran sembunyi-sembunyi hanya Vani saja yang tahu, karna Fadli gak mau membuat Kania canggung dengan orang tua nya.
Namun apa yang di dengar Kania kala itu membuat nya memilih memutuskan hubungan mereka.
Flasback..
Hari itu Kania yang kala itu baru masuk kuliah dia masih berhubungan dengan Fadly satu tahun lebih mereka pacaran dan Kania pun berharap bisa menjadikan Fadli suami nya suatu saat nanti.
Bagitu juga Fadli dia sangat mencintai Kania, namun Fadli yang kala itu harus melanjutkan kuliah s2 nya di luar negri terpaksa meninggalkan Kania.
Awalnya baik-baik saja hingga Kania tak sengaja mendengar obrolan orang tua Fadli.
"Papa yakin mau jodohin Fadli sama anak temen Papa?" tanya Mama nya Fadli.
"Iya dia Clarisa anak nya Pak Baskoro Mama tahu kan siapa Baskoro dia pengusaha kaya raya jadi kita gak perlu khawatir tentang masa depan Fadli," ujar Papa nya Fadli.
Ya keluarga mereka memang sangat gila harta dan juga selalu mempermasalahkan tentang bibit bobot nya dalam menjalin hubungan.
"Tapi Pah gimana kalo Fadli nolak kasian lo Pah dia juga kan pasti udah punya pilihan lain,"
"Papa gak mau tahu pokok nya mau udah punya atau belum Papa gak peduli kalo udah punya pun Papa yang akan memisahkan mereka dengan tangan Papa sendiri," ujar nya.
"Kenapa Papa jadi egois begini, bukannya kita sebagai orang tua hanya membimbing bukan mengatur?" ujar Mama nya Fadli kesal.
"Sudahlah Ma, kalo Fadli menikah dengan Clarisa Mama juga gak bakalan pusing karna Pak Baskoro akan menanam saham di perusahaan kita," ujar nya.
"Jangan biarkan Fadli mencintai gadis yang tak sederajat dengan kita, biarkan Papa yang mengatur semua nya," lanjut nya.
Kania yang mendengar itu pun menutup mulut nya jadi kalo seandai nya mereka jujur punya hubungan pasti Om Farhan itu akan merusak hubungan mereka.
Kania pun langsung memutus kan Fadli secara sepihak dia tidak mau ada masalah dengan keluarga itu, walau pun sudah putus tapi Kania masih sering main ke rumah itu karna Fadli tidak ada di sana.
__ADS_1
Hingga kali ini Kania benar-benar bertemu lagi setelah beberapa tahun, dia sangat gugup melihat mantan pacar nya itu namun dia sudah bertekad akan move on dari Fadli.
Flasback off