Kontrak Nikah

Kontrak Nikah
Part 20


__ADS_3

Kania sampai di depan sekolah dengan selamat namun wajah nya sangat suram sekali waktu kontrak pernikahan mereka akan selesai hanya tinggal menunggu dua minggu lagi dia kan menjadi janda.


"Kania ada apa denganmu kenapa dari tadi diam saja?" tanya Andres kawatir.


Andres bisa melihat kalo Kania sedang tidak baik-baik saja bahkan Azahra dan Azura menyapa nya pun Kania tak seantusias hari-hari biasanya.


"Aku baik-baik saja memang nya aku kenapa?" ujar nya terkekeh pelan.


Andres pun mengajak nya duduk di taman dia ingin memberitahukan kabar bahagia kepada Kania.


"Ada apa sih pake ngajak ke sini segala?" tanya Kania heran.


Andres pun meletakan sebuah kertas undangan di tangan nya, Kania menautkan alis nya bingung siapa yang akan menikah pikir nya.


"Itu undangan pernikahan ku," ujar nya dan saat itu juga senyuman Kania mengembang dia melebarkan mata nya dia ikut senang akhirnya Andres menikah juga.


"Aku sangat bahagia mendengar nya, tapi kenapa kamu tidak bilang kalo dekat dengan perempuan," ujar nya tak menyangka Andres akan menikah secepat ini karna yang dia tahu Andres tak punya pacar.


"Aku di jodohkan oleh kedua orang tua ku," jawab nya sendu namun Kania malah terbahak melihat nya.


Sangat tidak pantas Andres bersikap seperti itu karna biasa nya dia akan selalu bahagia dalam kondisi apapun.


"Aku liat dia wanita yang cantik, pasti kamu akan cepat mencintainya," ujar nya melihat poto praweding Andres, mereka nampak serasi.


Kania yakin orang tua Andres memilih wanita yang baik untuk anak nya, dia berharap Andres bisa menerima pasangan hidup nya itu.


"Aku tidak mengenalnya mana bisa kita saling cinta," ujar nya sedangkan Kania terkekeh.

__ADS_1


"Cinta kan bisa hadir seiring berjalan nya waktu, cinta hadir karna sering bersama," ujar nya terbahak kenapa dia bicara seperti itu kepada Andres sedangkan dia juga merasakan bagaimana rasanya di jodohkan.


"Aku tidak tahu bisa mencintai nya atau tidak," jawab nya karna dia sudah lama tidak pernah lagi membuka hati nya semenjak wanita yang di cintai nya meninggal karna kecelakaan bersama adik nya.


"Ayolah Kak aku tahu kamu bisa lagian bukan masalah kan karna wanita yang kmau cintai sudah tidak ada, sudah lama kamu terpuruk sebaiknya kamu mencoba membuka hati kamu," ujar nya dan Andres pun mengangguk mungkin ini waktu nya dia membuka lembaran baru.


"Besok antar aku ke makam nya Disya dan Aca yah," ajak nya dan Kania pun mengangguk karna besok dia tidak ada jadwal melatih karate.


Disya adalah pacar nya sedangkan Aca adalah adik nya yang mirip dengan Kania.


Setelah perbincangan itu mereka pun masuk ke kelas masing-masing hari ini mood nya lumayan sudah membaik dengan berita pernikahan Andres.


.


Di kantor Arga nampak tidak bisa bekerja dengan baik dia nampak tidak fokus karna memikirkan pernikahan nya akan segera berakhir.


"Astaga kamu bisa gak sih kalo masuk ruangan saya ketuk pintu dulu," ujar Arga kesal sedangkan Bara nampak memijat pelipis nya.


"Saya sudah mengetuk nya beberapa kali bos tapi tak ada sahutan saya masuk dan bertanya tapi anda malah diam saja," ujar nya sedikit kesal.


'Kenapa sih si bos nya ini pulang liburan bukan seger malah keliatan makin mumet wajah nya,' batinnya melirik Arga.


Sedangkan Arga hanya menggelengkan kepala."Saya baik- baik saja ada apa kamu ke sini?" tanya Arga sedikit ketus.


Bara pun terkekeh pelan."Yaelah bos kaya gadis yang lagi pms aja tuh muka, apa bos lagi berantem sama Sita," tebak nya.


Karna sedari tadi Sita menelponnya menanyakan keadaan Arga kepada nya.

__ADS_1


"Jangan sebut nama dia aku sedang tidak ingin di ganggu dan nanti kalo dia datang kesini jangan biarkan dia masuk," ujar nya segera menandatangani berkas yang Bara bawa.


Bara pun menganggukan kepala nya, dia tidak tahu apa yang sedang terjadi dengan Arga namun dia bisa melihat kalo Arga sedang tidak ingin di ganggu.


Setelah mendapat kan tanda tangan dari Arga dia kembali ke ruangan nya dan membiarkan Arga sendiri.


'Aku harus tahu kenapa si bos jadi seperti itu, aku tidak mau kalo harus lembur gara-gara si bos tak konsentrasi dengan pekerjaan nya,' batinnya.


Dia akan berniat menemui Sita siang ini dia akan bertanya apa yang terjadi sebenar nya dengan Arga yang tampak kacau.


Tak terasa makan siang pun tiba Bara segera keluar dari ruangan nya dia tahu kalo Arga sedang mode begitu pasti dia tidak akan keluar dari kantor sampai jam pulang tiba dan akan makan siang yang di beliakan oleh Ob.


Bara pun keluar kantor menuju Cafe yang tak jauh dari kantor nya, untuk bertemu dengan Sita.


"Lama banget sih loe, gue udah laper banget," ujar Sita sedikit kesal.


"Ya elah ya makan lah ngapain lo nungguin gue," ujar nya segera duduk di hadapan Sita.


Sita pun memesan makanan nya begitu juga dengan Bara."Lo kenapa ngajakin gue ketemu?" tanya Sita to the poin.


Bara pun terkekeh ternyata Sita masih sama wanita licik yang dia kenal, namun Arga seperti nya belum tahu sifat Sita yang sebenar nya.


"Santai non gua cuma pengen tahu aja hubungan kalian," ujar nya.


Sita pun cemberut dia menceritakan kekesalan kepada Bara, dan itu sukses membuat Bara melebarkan mata nya.


"Lo pasti seneng kan gue kena marah nyokap nya, emang sialan tuh tante Maya udah jambak gue terus tampar gue di depan istrinya Arga," ujar nya membuat Bara tambah bingung.

__ADS_1


'Apa cuma gue yang gak tahu kalo Arga udah menikah, hmm pantas saja tante Maya sangat melarang hubungan mereka ternyata Arga sudah punya bini, eh tapi siapa kok gue gak tau,' batinnya.


__ADS_2