Kontrak Nikah

Kontrak Nikah
part 65


__ADS_3

Beberapa hari berlalu Kania sudah bisa pulang, selama di sana Arga dan orang tuanya yang bergantian menjaga nya.


Bagitu juga dengan mertuanya yang begitu setia menjaga nya, hingga Kania benar-benar sembuh.


Mama Maya merasa sangat bersalah karna Kania seperti ini akibat ulah dari anak nya. untung saja Kania tidak cerita apa-apa kepada bu Ayana dan Papa Bagas kalo saja mereka tahu kenyataan nya entah apa yang akan terjadi dengan Arga mungkin dia akan babak belur karna tidak bisa menjaga anak mereka.


Teman-teman nya pun ikut menjengung termasuk Arsen, Adrian juga Dita sedangkan Marvin masih belum pulang dari luar kota jadi dia tidak tahu kalo Kania kecelakaan.


Dan Kania juga melarang orang tuanya memberi tahu adik nya itu, karna Marvin dari dulu gampang panik kalo mendengar sesuatu yang buruk terjadi kepadanya.


Bara juga ada menjenguk nya, meski bukan pertama kali bertemu tapi Kania tidak mengenal asisten suami nya itu.


Mereka terpaksa pulang kerumah orang tua nya Arga, karna Mama Maya tidak mau terjadi apa apa dengan Kania mau pun kandungan nya.


Apalagi di rumah Arga mereka hanya tinggal berdua pasti Kania akan cape mengurus kebutuhan rumah tangga, sedangkan kalo tinggal di rumah orang tua nya Arga, kania bisa minta tolong kepada art dan ibu mertuanya.


"Ka aku kan udah sembuh kenapa di perlakukan terus kaya orang sakit sih," ujarnya merasa kesal karna Kania tidak boleh turun dari tempat tidur.


"Sayang kamu harus banyak istirahat,kamu dengar kan apa kata dokter?"


Kania pun mengerucutkan bibir nya membuat Arga gemas dan mencium nya sekilas membuat Kania bersemu dia tidak menyanhka kalo suami nya menjadi mesum sekarang.


"Udah jangan protes aku harus ke kantor, jaga diri baik-baik jangan lupa minum susu hamil dan vitamin nya ya."


Kania tersenyum mendengar nya dia sangat senang melihat suami nya begitu perhatian kepada nya, segala keperluan Kania selalu Arga yang menyiapkan nya termasuk membuatkan nya susu hamil.


Arga mencium kening Kania sebelum berangkat bekerja, dia harus mengurus dua perusahaan sekaligus sehinggga harus berangkat lebih pagi.


"Hati-hati ya Kakak juga jangan lupa makan, jaga kesehatan jangan terlalu capek ingin ada yang menanti Kakak di rumah," ucap nya menunduk.


Sedangkan Arga kembali menyunggingkan senyum nya dia juga merasa senang mempunyai istri sebaik Kania.


"Iya aku pamit dulu ya, nanti kalo ada apa-apa telpon aku dan bilang kalo mau sesuatu biar aku cariin secepatnya jangan sampai anak kita ileran karna keinginan nya tidak terkabul."

__ADS_1


Kania pun mengangguk."Iya kenapa sekarang jadi cerewet?"


Arga hanya terkekeh mendengar nya, dia juga tidak tahu kenapa sifat nya berubah dulu dia sangat irit sekali bicara bahkan dia sangat dingin kepada wanita namun setelah menikah dengan Kania semua nya berubah begitu saja.


"Aku terlalu bucin sama kamu sehingga jadi banyak bicara begini, apa kamu risih dengan sikap ku yang sekarang?"


"Tidak, justru aku sangat menyukai nya I love u sayang," ucap nya malu-malu.


"Love u to," jawab nya.


Kania pun menatap suaminya yang hilang di balik pintu, sudah menjadi rutinitas selama beberapa hari ini mereka selalu mengatakan cinta.


Setelah kepergian Arga Kania membuka ponsel nya, ada banyak chat dari Axsel menanyakan kabar nya namun Kania hanya membalas satu kalimat saja 'Kabarku baik." itu yang dia tulis.


Kania sudah menjelaskan kalo dia sudah menikah namun Axsel tidak percaya dia malah mengira itu hanya lolucon saja agar Kania menghindari nya.


Di tempat lain Vani nampak kesal dengan orang tuanya, kenapa selalu saja membuat nya susah seperti sekarang ini membuat nya benar-benar muak


"Kapan kamu mau menuruti keinginan Papa, setiap kali kita membahas perjodohan kamu pasti menghibdar apa mau kamu Van?"


Vani hanya menghela nafas kasar ini sudah keberapa kali nya Papa ny berbicara wseperti itu bukan cuma hari ini beliau membahas perjodohan tapi begitu sering.


"Pah bisa gak sehari saja gak bahas itu, aku benar-benar bosan. Apa menurut Papa kami tidak ada hak mencari jodoh sendiri?"


Vani memang tidak seperti Fadly yang nampak nurut saja saat di jodohkan tetapi Vani tidak dia tidak suka karna dia ingin menikah dengan cinta.


Sedangkan Papa nya nampak kesal mendengar perkataan Vani yang terus saja melawan nya.


"Papa tidak mau tahu malam ini kamu harus datang di acara makan malam itu," ucap Pak Farhan langsung pergi begitu saja.


...*******...


"Nia kamu mau apalagi biar Mama ambilkan?" tanya Mama Maya.

__ADS_1


Tidak berbeda jauh dengan suami nya Arga, Mama Maya juga sangat perhatian kepadanya membuat nya bersyukur karna di kelilingi orang-orang yang begitu menyayangi nya.


"Aku bisa sendiri Mama tenang aja ya," ucap nya.


"Cepat sembuh ya sayang, Mama sama Papa ingin kalian membuat resepsi pernikahan."


"Tapi Ma buat apa? lagian aku kan udah hamil juga ngapain pake adain acara seperti itu segala?"


"Mama gak mau ada lagi kesalah pahaman karna ada wanita atau pria lain yang mengganggu kalian, kalo mereka tau kalian sudah menikah itu tidak akan terjadi," ucapnya.


Mama Maya kemarin sempat dengar kalo ada pria yang mencintai Kania dan mengejarnya secara terang-terangan dan itu tidak akan terjadi kalo mereka tahu Kania sudah menikah.


Kania juga sependapat dan akhirnya dia menyetujui nya dia tidak ingin kejadian itu terulang lagi apalagi Axsel seperti nya tidak pernah mau menyerah meski Kania terus terusan menolak nya.


"Baiklah Mama atur saja gimana baiknya, nanti kita bicarakan lagi dengan Kak Arga."


...*******...


"Bos gimana kabar istrinya?"


"Udah medingan," jawab nya sambil menadatangani beberapa berkas yang Bara bawa.


"Syukurlah, o-ya malam ini ada undangan makan malam dari Pak Farhan apa anda bisa datang?"


Arga pun mengingat-ngingat siapa pria paruh baya yang Bara maksud itu.


"Kamu saja yang datang, aku tidak bisa meninggalkan istriku," jawab nya.


"Ya elah bucin amat bos," ucap nya pelan sehingga Arga tidak mendengar nya.


"Kamu ngomong apa?"


"Ahh enggak ko bos saya tidak bicara apa-apa," jawab nya.

__ADS_1


Arga pun mengangguk dan menyuruh Bara keluar dari ruangan nya, dia tahu pasti asisten nya itu akan banyak tanya tentang rumah tangga nya walau pun Bara adalah pria tapi bibirnya itu melebihi wanita dan jiwa kepo nya itu sangat besar membuat Arga harus bisa menahan diri.


__ADS_2