Kontrak Nikah

Kontrak Nikah
Part 95


__ADS_3

Mama Maya datang ke rumah mereka setelah bi Yuni mengatakan Arga sakit, mungkin untuk malam ini Mama Maya akan menginap di sana kasihan Kania harus mengurus Arga yang sedang sakit sedangkan diri nya pun masih belum pulih.


"Makasih ya Mah udah repot repot kesini, Kania jadi gak enak," ucap Kania dan Mama Maya tersenyum.


"Kenapa harus gak enak? kalian anak anak Mama kewajiban Mama mengurus kalian jika dalam keadaan seperti ini.Ayo kamu juga sarapan terus istirahat kasihan bayi kamu ikut kelelahan," ucap Mama Maya.


"Apaan sih Mah aku gak lelah kok, bukannya kata dokter aki harus banyak gerak?" tanya Kania menyuap sarapan nya.


Mama Maya datang membawa sarapan untuk Kania berupa lontong sayur, karna Kania sendiri yang minta.


"Iya tapi sekarang kan kamu nya juga belum sembuh total, jadi istirahat ya," ucap Mama Maya.


Mau tak mau Kania pun mengangguk Ia tidak mau Mama Maya marah karna Ia keras kepala.


Setelah sarapan Kania pun masuk ke dalam kamar nya terlihat Arga masih terlelap dalam tidur nya, Kania tersenyum karna setelah meraba kening nya sudah tidak panas.


"Syukurlah, jangan sakit lagi ya aku benar benar cemas," ucap Kania lalu merebahkan tubuh nya di samping Arga.


Kania memang masih kesal dengan suami nya namun Ia harus melupakan rasa kesal nya karna Arga sakit.


Rasa kesal berganti jadi cemas Ia takut Arga kenapa napa, apalagi saat melihat tadi wajah Arga yang pucat membuat nya sedih dan ingin menangis.


Arga pun mengerjapkan matanya.Tubuhnya sudah membaik lantas Ia pun melirik kesamping ternyata Kania sedang berbaring sambil menatap langit langit kamar nya.


"Sayang," ucap Arga membuat Kania langsung menoleh mendengar suara suami nya.


"By sudah bangun, apa yang sakit apa? apa butuh sesuatu biar aku ambilkan?" tanya Kania cemas namun Arga menggelengkan kepala nya sambil tersenyum Ia tahu kalo istrinya sedang cemas sekarang.


"Tidurlah kamu pasti lelah juga kan, aku udah mendingan kok sekarang," ucap Arga mengelus perut buncit sang istri.

__ADS_1


Kania pun tersenyum Ia senang melihat suami nya sudah kembali sehat seperti semula, jujur saya Ia sangat takut sekali tadi Ia juga merasa sangat bersalah pada Arga.


"Maafin aku ya By gara gara aku kamu jadi kaya gini," ucap Kania sambil menggengam tangan besar suami nya.


"Apaan sih sayang kenapa minta maaf? kamu gak ada salah sama aku harus nya aku yang minta maaf karna udah buat kamu celaka maaf ya aku janji gak akan seperti itu lagi tapi aku mohon jangan pernah bikin aku cemburu lagi aku gak suka liat kamu senyum sama Axcel," ucap Arga jujur dan Kania pun menganggung sambil tersenyum.


"Kok malah senyum sih apa kamu sengaja ingin membuat aku marah dan cemburu. Iya?" tanya Arga namun Kania menggelengkan kepalanya.


"Ya enggalah By cemburu kamu bikin aku takut tau. Tapi aku bersyukur ternyata kamu bucin sama wanita kampungan ini," canda nya sambil terkekeh.


Kania masih ingat dengan perkataan Arga saat awal mereka bertemu Arga yang jarang bicara namun saat bicara mulut nya sangat padas.


"Aku minta maaf untuk semua kesalah ku di masalalu dan kamu harus tahu kamulah wanita satu satu nya yang aku cintai dari dulu, sekarang dan selama nya," ucap Arga mencium kening Kania dengan sayang.


"Makasih ya By udah jadi suami yang baik dan calon ayah yang baik, semoga kamu tetap seperti ini tapi cemburu nya kurangin ya aku gak suka," ucap Kania jujur Ia sangat takut kalo Arga sudah cemburu.


Kania membalikan tubuhnya menghadap Arga lantas Ia pun memeluk tubuh suami nya itu, satu malam saja tidur sendiri Ia merasa rindu dengan pelukan itu.


Arga pun seperti biasa mengelus rambut istrinya itu sedangkan Kania menyusup ke dada tempat yang paling nyaman bagi nya.


"Tidur lah aku tahu kamu ngantuk," ucap Arga dan Kania pun mengangguk.


***


Di sisi lain Marvin baru saja tiba di depan kantor Papa nya namun tangan nya di tarik oleh seseorang membuat Marvin kaget.


Marvin benar benar kesal pagi pagi sudah ada yang membuat nya ribut, apalagi mood. nya sedang tidak baik dari rumah Ia kesiangan sehingga tidak sempat mampir keapartemant.


Mungkin saja Nabila menunggu nya untuk sarapan bersama seperti biasa.

__ADS_1


"Om ngapain sih bikin aku kaget saja?" tanya Marvin saat tahu yang menarik tangan nya itu adalah Farhan kakak kandung dari ibu nya.


"Kamu yang kemana saja? kenapa kamu jarang sekali mengunjungi ibu mu?" tanya Om Farhan, membuat Marvin kesal.


Untuk apa Ia mengunjungi ibu nya, sedangkan ibu nya dari dulu tidak pernah menyayangi nya, tidak pernah menginginkan nya karna yang ada di hidup Sonia adalah uang dan karir.


Marvin dari dulu di asuh oleh Aisyah sama seperti Kania karna Bagas sibuk Marvin sering sekali di titipkan di rumah orang tua angkat nya Kania.


Saat itu Marvin belum mengerti apa apa namun setelah Ia tahu kalo ibu nya sibuk dengan karir Ia semakin menjauh dari ibunya.


"Sudahlah Om tidak usah bahas Mama, aku malas berdebat sekarang," ucap Marvin.


Farhan memang ingin membuat Marvin bekerja sama dengan dirinya Ia ingin membalas dendam kepada Bagas melalui Marvin.


"Baiklah tapi Om tunggu di cafe Mawar siang ini, ada yang mau Om bicarakan penting," ucap Farhan membuat Marvin mengerutkan kening.


"Baik aku akan kesana, sekarang aku harus masuk dulu ya Om aku ada metting soal nya," ucap Marvin dan Farhan pun mengangguk.


"Pergilah dan jangan sampai terlambat nanti siang," ucap Farhan dan Marvin pu. menganggkat jempolnya.


Farhan pun tersenyum sinis Ia harus bisa mempengaruhi Marvin agar semua rencana nya terbalas.


"Kamu anak yang baik Marvin tapi Om tidak suka dengan kamu yang seperti ini, Kamu menelantarkan ibu mu demi tinggal bersama mereka orang orang yang telah membuat ibu mu menjadi seperti ini," gumannya.


Farhan sedang terpuruk sehingga Ia mencari Marvin. Beberapa hari yang lalu Sita ke rumah nya meminta pertanggung jawaban atas kehamilan nya, sontak saja sang istri marah dan mengusir nya dari rumah.


Sekarang Farhan tidak punya apa apa lagi dan Ia tidak punya siapa siapa selain ibu nya Marvin, sedangkan Vani dan juga Fadly juga sama tidak mau menerimanya karna telah menghianati ibu mereka.


"Aku harus bisa membuat Marvin percaya dengan apa yang aku katakan," ucap Farhan.

__ADS_1


__ADS_2