
Marvin mencurahkan rasa rindu nya pada Nabila bahkan pemuda itu tidak mau pulang sama sekali Ia masih ingin berada di dekat Nabila.
"Ayolah Vin pulang sana besok kan kita bisa ketemu lagi." Nabila berusaha membujuk pemuda itu namun Marvin tetap saja tidak ingin pulang bahkan Ia sengaja tidur di kamar Nabila membuat gadis itu bingung.
"Gua nginep sini ya plis," bujuk nya dan Nabila pun akhirnya menganguk toh mau bagaimana lagi Marvin sangat keras kepala.
"Ya udah kamu tidur di sini biar aku nanti yang tidur di sofa," ucap Nabila mau bagaimana kasur nya cuma ada satu dan itu lebih kecil dari kasur Marvin yang ada di apartemant.
"Kita bisa berbagi, sini coba."
Marvin pun menarik tangan Nabila hingga jatuh ke atas tempat tidur lalu Ia mengunci tubuh gadis itu dalam dekapan nya.
"Astaga Vin apaan sih," ujar nya berusaha melepaskan tangan Marvin yang melingkar di perut nya.
"Diam nanti ada yang bangun," ucap Marvin sambil memejamkan matanya.
"Hah siapa yang bangun, perasaan di sini gak ada siapa siapa selain kita." Marvin pun hanya terkekeh mendengarnya sedangkan Nabila masih mengerutkan kening nya.
Marvin pun membalikan tubuh Nabila agar mereka bisa berhadapan, Ia menyelipkan rambut di daun telinga gadis itu membuat wajah nya merah karna malu, jangan di tanya bagaimana perasaan Nabila sekarang jujur Ia sangat senang bisa bersama Marvin lagi.
"I love you Bil, gua benaran cinta sama lu gua gak mau kehilangan lu lagi," ucap nya serius membuat Nabila diam Ia benar benar tidak menyangka kalo Marvin menyatakan cinta pada nya.
"Bil lu gak cinta sama gua?" tanya Marvin sedih sedangkan Nabila masih dia Ia belum bisa menetralkan perasaan nya jujur Ia masih kaget dan tidak percaya dengan apa yang di dengar nya.
Melihat Nabila diam saja Marvin pun malah mendekatkan bibir mereka Ia mencium bibir Nabila pelan.
Nabila pun tersadar saat merasakan ciuman yang Marvin berikan, Ia pun memejamkan matanya menikmati nya.
Melihat Nabila merespon Marvin pun tambah bersemangat Ia ******* nya hingga Nabila kehabisan nafas.
Melihat Nabila tersengal Marvin pun melepaskan bibir nya lalu tersenyum.
"Gimana masih belum cinta sama gua?" tanya Marvin sambil mengusap bibir Nabila dengan ibu jari nya.
"Belum juga di jawab main nyosor aja," ucap Nabila namun rona wajah nya tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan nya.
__ADS_1
"Tapi lu suka kan!?" tanya Marvin sambil mengerlingkan sebelah matanya.
"Udah ahh jangan ganggu gua mau mandi," ujar nya berniat bangun namun lagi lagi Marvin tidak membiarkan gadis itu pergi.
Ia mengungkung tubuh gadis itu agar tidak bisa kemana mana, Ia berada di atas tubuh Nabila sekarang.
"Vin ngapain sih lu turun," ujar nya namun Marvin malah mencium nya lagi, ciuman yang awal nya pelan lama lama menjadi panas.
Marvin terus memcium bibir nya dan lama lama turun ke leher meninggalkan jejak di sana.
Karna terbakar gairah mereka pun melakukan itu sore itu juga.
Marvin yang tidak mau kehilangan Nabila pun terpasa melakukan itu agar Nabila tidak berpaling dari nya.
Marvin pun menyelimuti tubuh polos gadis yang ada di sebelah nya itu.
"Vin apa yang telah kita lakukan?" ucap Nabila sambil bergetar.
"Tenang lah kita akan segera menikah, aku tidak akan pernah membiarkan kamu pergi lagi dan aku titipkan benih ku padamu semoga jadi kecebong," ujar nya.
"Gua takut," ucap nya lirih.
"Takut apa? udah lu tenang aja ya gua akan secepatnya nikahin lu. Ayo mandi gua anterin ke kamar mandi," ujar nya mengusap rambut gadis itu.
"Apaan sih Vin gak jelas banget,udah sana jangan natap gua kaya gitu gua malu," ujar nya sambil menutup wajah nya dengan telapak tangan nya.
"Astaga malu lu bilang? gua udah liat semua yang ada di tubuh lu dan gua juga udah merasakan nya kenapa pake malu segala," ujar nya Marvin malah tersenyum mendengarnya.
Nabila pun bangkit sambil menarik selimut agar menyelimuti tubuh nya yang polos sedangkan Marvin sudah bangun dan memakai boxer nya.
Nabila pun berusaha turun dari tempat tidur namun Ia meringis menahan sakit di **** ***** nya.
"Aww," ringisnya.
Marvin pun dengan sigap membantu Nabila Ia mengangkat tubuh gadis itu dan membawa nya kekamar mandi, jujur saja Ia kesal karna kamar mandi nya sangat sempit hanya ada shower di sana tidak ada bathtub di sana jadi mana bisa Nabila berendam.
__ADS_1
"Astaga sayang kamu mandi di sini?" tanya Marvin sambil meletakan Nabila diatas closet.
"Iya emang nya kenapa?" Nabila malah balik bertanya.
"Kamu tuh ya kenapa sih keras kepala banget, kenapa gak diam aja di apartemant ku malah pindah ke tempat seperti ini aku tahu ya sebelum mandi kamu pasti butuh berendam lalu ini apa," ujar Marvin benar benar kasihan dengan gadis itu Ia tidak menyangka kalo kamar mandi di kontrakan itu seperti itu.
"Udah ya aku mandi kamu tunggu aja di luar aku udah biasa ko mandi cuma pake shower, kita gantian oke," usir nya membuat Marvin mengalah.
Marvin menunggu Nabila sambil memainkan leptop nya Ia mengerjakan pekerjaan nya yang tadi sempat tertunda karna ingin cepat cepat bertemu dengan Nabila namun sebelum itu Ia menyuruh supir mengantarkan baju ganti kesana.
Setelah Nabila selesai kini giliran Marvin yang mandi kini mereka duduk di atas karpet sambil berbincang.
"Gimana masih sakit?"
Nabila menggelengkan kepalanya."Udah baikan kok," jawab nya.
"Syukurlah, aku minta maaf ya udah lakuin itu sama kamu tapi jujur aku ngelakuin itu karna cinta sama aku cemburu liat kamu sama kak Arsen kemarin," ucap nya jujur.
"Cemburu? terus kenapa kamu malah pergi sama gadis itu?" tanya Nabila menjadi kesal saat mengingat Marvin bersama Cantika kemarin.
"Kita gak sengaja ketemu dia bareng ibu nya dan aku bareng sama bu Ayana," jawabnya jujur.
"Terus kalian ngapain beli cincin?"
"Oh itu buat ibu nya Cantika kebetulan dia beli satu set buat kado pernikahan orang tuanya," ujar Marvin menjelaskan.
Nabila pun bernafas lega Ia merasa senang mendengar nya jujur saja Ia sempat salah paham melihat nya.
Terdengar suara ketukan pintu membuat mereka saling menatap.
"Siapa sih ganggu aja," ujar Marvin kesal karna Ia merasa kebersamaan nya terganggu.
"Gak tahu aku liat dulu deh," ujar nya langsung berdiri dan berjalan menuju pintu depan yang cuma berjarak beberapa langkah saja.
"Hay Bil," sapa Arsen sambil tersenyum saat Nabila berhasil membuka pintu sedangkan Nabila memasang wajah jutek nya.
__ADS_1
"Ngapain kesini?" tanya Nabila Ia kesal kenapa Arsen terus saja mengganggu nya jujur Ia tidak nyaman kalo terus seperti itu.